Panduan metode alternatif instalasi Gentoo Linux
1.
Tentang Dokumen Ini
Jika anda tidak dapat menjalankan metode instalasi boot-dari-cd (atau tidak
menyukainya), sekarang anda mendapatkan bantuan di sini. Dokumen ini merupakan
kumpulan teknik-teknik alternatif instalasi Gentoo Linux bagi yang
membutuhkannya. Atau, bisa juga sebagai tempat menyimpan metode-metode edan
instalasi anda. Jika anda memiliki metode instalasi yg menurut anda berguna,
atau anda telah menemukan cara instalasi Gentoo yang asyik, jangan ragu untuk
menulis dan mengirimkannya ke Bugzilla.
2.
Boot CD Instalasi dengan Smart BootManager
Download Smart BootManager yang tersedia di
http://btmgr.sourceforge.net/download.html.
Format source atau binari untuk Linux dan .exe untuk windows juga tersedia,
seperti halnya paket-paket untuk bahasa lain. Bagaimanapun juga, metode yang
diutamakan untuk saat ini adalah menggunakan format binari, karena source-nya
tidak dapat dikompilasi dengan NASM versi terbaru.
Anda dapat mengkompilasi paket ini dari source atau mengambil format binarinya
saja. Ada beberapa pilihan untuk membuat boot floppy, seperti terlihat di bawah
ini.
Daftar Kode 2.1: Opsi-opsi Smart BootManager |
sbminst [-t theme] [-d drv] [-b backup_file] [-u backup_file]
-t theme select the theme to be used, in which the theme could be:
us = English theme de = German theme
hu = Hungarian theme zh = Chinese theme
ru = Russian theme cz = Czech theme
es = Spanish theme fr = French theme
pt = Portuguese theme
-d drv set the drive that you want to install Smart BootManager on;
for Linux:
/dev/fd0 is the first floppy driver,
/dev/hda is the first IDE harddisk driver.
/dev/sda is the first SCSI harddisk driver.
for DOS:
0 is the first floppy drive
128 is the first hard drive;
-c disable CD-ROM booting feature;
-b backup_file backup the data that will be overwritten for
future uninstallation;
-u backup_file uninstall Smart BootManager, should be used alone;
-y do not ask any question or warning.
|
Daftar Kode 2.2: Menggunakan sbminst untuk membuat boot floppy |
# sbminst -t us -d /dev/fd0
|
Catatan:
Ganti fd0 dengan nama device floppy anda yang sesuai jika
tidak sama.
|
Sekarang masukkan floppy di drive floppy komputer yang ingin anda jalankan
dengan CD Instalasi, masukkan juga CD Instalasi pada CD-ROM kemudian boot
komputer.
Anda akan disambut dengan dialog Smart BootManager. Pilihlah CD-ROM lalu tekan
ENTER untuk menjalankan CD Instalasi. Kemudian teruskan instalasi dengan
petunjuk standar.
Informasi lebih lanjut tentang Smart BootManager dapat anda temukan di
http://btmgr.sourceforge.net/
3.
Instalasi Knoppix
Catatan:
Knoppix hanya tersedia bagi para pengguna x86.
|
Boot dari LiveCD Knoppix merupakan
salah satu cara untuk mendapatkan fungsi sistem secara penuh sambil
mengkompilasi Gentoo. Tux Racer akan menemani anda ketika menunggu, dan
OpenOffice dapat anda gunakan untuk bekerja.
Peringatan:
Berhati-hatilah jika anda menyimpan sesuatu di direktori home Knoppix ketika
menunggu instalasi Gentoo selesai, karena akan terhapus ketika anda masuk ke
Gentoo. Jangan lupa menyimpan berkas-berkas penting ke harddisk atau ke
komputer lain!
|
Boot dari CD Knoppix. Jika anda menggunakan Knoppix 3.6-3.8.2, anda perlu
menentukan knoppix26 sebagai pilihan boot untuk me-load kernel 2.6,
karena jika tidak, maka anda akan mendapatkan pesan error yang mengatakan
bahwa kernel anda terlalu tua ketika melakukan chroot. Langkah ini tidak
diperlukan lagi jika anda menggunakan Knoppix 3.9+, sebab kernel 2.6 merupakan
default.
Secara default Knoppix masuk ke desktop KDE. Bukalah konsole kemudian
su - agar anda dapat mengganti password root. Anda bisa mengatur login
sshd dari jauh, sesuai keinginan anda.
Daftar Kode 3.1: Menciptakan mountpoint /mnt/gentoo |
# mkdir /mnt/gentoo
|
Dari sini, anda dapat meneruskan dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada di
dokumentasi instalasi standar di Bab 4.
Namun ketika anda diminta untuk me-mount filsystem proc, gunakan perintah ini
sebagai gantinya:
Daftar Kode 3.2: Bind-mount filesystem palsu proc |
# mount -o bind /proc /mnt/gentoo/proc
|
Perlu anda ketahui juga bahwa sebagian dari FEATURES Portage tidak dapat
berfungsi di knoppix. Terutama userpriv dan usersandbox. Jika
anda mendapatkan banyak error, mungkin sebaiknya anda tidak menggunakan
sebagian atau seluruh fitur-fitur opsional tersebut.
4.
Instalasi Tanpa Disk dengan PXE Boot
Kebutuhan
Anda akan memerlukan kartu jaringan di klien tanpa harddisk yang menggunakan
protokol PXE untuk boot, seperti kartu-kartu 3com. Anda juga memerlukan
BIOS yang mendukung boot dari PXE.
Pengaturan Server
Menciptakan direktori: Hal pertama yang harus dilakukan ialah menciptakan
direktori untuk tempat penyimpanan sistem diskless. Ciptakan sebuah direktori
bernama /diskless yang akan menampung sebuah direktori untuk
setiap klien diskless. Untuk seterusnya dalam panduan ini, kita akan
menggunakan 'eta' sebagai nama klien.
Daftar Kode 4.1: Pembuatan direktori |
# mkdir /diskless
# mkdir /diskless/eta
# mkdir /diskless/eta/boot
|
Pengaturan DHCP dan TFTP: klien akan mendapatkan informasi boot dari DHCP
kemudian mendownload semua file yang dibutuhkan dengan TFTP. Emerge saja DHCP
kemudian konfigurasikan untuk kebutuhan dasar anda. Kemudian, tambahkan
baris-baris berikut ini di /etc/dhcp/dhcpd.conf.
Catatan:
Ini akan memberikan sebuah alamat IP statis (tetap) untuk klien, dan path dari
imej boot PXE, yaitu pxegrub. Anda harus mengganti alamat MAC kartu
jaringan klien dan direktori tempat anda meletakkan file-file klien dengan yang
anda gunakan.
|
Untuk DHCPd, jalankan emerge dhcp (atau server DHCP lain yang anda
pilih). Jangan lupa memilih antarmuka yang benar di
/etc/conf.d/dhcpd.
Daftar Kode 4.2: dhcpd.conf |
option option-150 code 150 = text ;
ddns-update-style none ;
host eta {
hardware ethernet 00:00:00:00:00:00;
fixed-address ip.add.re.ss;
option option-150 "/eta/boot/grub.lst";
filename "/eta/boot/pxegrub";
}
|
Selanjutnya adan perlu mengkonfigurasi kartu jaringan anda di
/etc/conf.d/net agar tidak dihapus ketika boot. Bacalah
/etc/conf.d/net.example untuk mendapatkan informasi yang lebih
terinci.
Daftar Kode 4.3: /etc/conf.d/net |
config_eth0=( "noop" )
|
Untuk TFTP, emerge app-admin/tftp-hpa. Di file
/etc/conf.d/in.tftpd, masukkan baris-baris berikut :
Daftar Kode 4.4: in.tftpd |
INTFTPD_PATH="/diskless"
INTFTPD_USER="nobody"
INTFTPD_OPTS="-u ${INTFTPD_USER} -l -vvvvvv -p -c -s ${INTFTPD_PATH}"
|
Pengaturan GRUB: Untuk menyediakan boot PXE, penulis menggunakan GRUB dengan
mengaktifkan flag USE netboot. Setelah GRUB selesai dikompilasi, salin
imej PXE ke direktori boot klien diskless. Kemudian edit file konfigurasi
grub.lst.
Daftar Kode 4.5: Pengaturan grub |
# echo "sys-boot/grub netboot" >> /etc/portage/package.use
# emerge -av grub
# cp /usr/lib/grub/pxegrub /diskless/eta/boot/pxegrub
# nano -w /diskless/eta/boot/grub.lst
|
Daftar Kode 4.6: grub.lst |
default 0
timeout 30
title=Diskless Gentoo
root (nd)
kernel /eta/bzImage ip=dhcp root=/dev/nfs nfsroot=ip.add.re.ss:/diskless/eta
|
Pengaturan NFS: NFS sangat mudah dikonfigurasi. Anda hanya perlu menambahkan
satu baris di file konfigurasi /etc/exports :
Daftar Kode 4.7: /etc/exports |
# nano -w /etc/exports
# /etc/exports: NFS file systems being exported. See exports(5).
/diskless/eta eta(rw,sync,no_root_squash)
|
Perbarui nama-nama host anda: Satu hal penting yang harus dilakukan ialah
menyesuaikan isi file /etc/hosts dengan kebutuhan anda.
Daftar Kode 4.8: /etc/hosts |
127.0.0.1 localhost
192.168.1.10 eta.example.com eta
192.168.1.20 sigma.example.com sigma
|
Menciptakan filesystem di server
Anda mungkin ingin me-reboot server dengan CD Instalasi Gentoo, tetapi anda
juga dapat langsung melanjutkan jika anda sudah tahu cara meneruskan instalasi
dengan Petunjuk Instalasi Gentoo. Ikuti prosedur standar instalasi seperti
yang dijelaskan di Buku Panduan Gentoo,
TETAPI dengan perbedaan-perbedaan berikut: Ketika anda me-mount filesystem,
lakukan yang berikut ini (hdaX adalah partisi tempat anda
menciptakan direktori /diskless). Anda tidak perlu me-mount partisi lain
karena semua file akan diletakkan di direktori /diskless/eta.
Daftar Kode 4.9: Mount filesystem |
# mount /dev/hdaX /mnt/gentoo
|
Tarbal stage dan chroot: Contoh ini menggunakan tarbal stage3. Mount
/proc ke direktori diskless anda lalu chroot ke dalamnya untuk
melanjutkan instalasi. Kemudian ikuti petunjuk instalasi sampai
konfigurasi kernel.
Peringatan:
Berhati-hatilah ketika mengekstrak tarbal stage, jangan sampai menimpa
instalasi yang telah ada.
|
Daftar Kode 4.10: Ekstrak tarbal stage |
# cd /mnt/gentoo/diskless/eta/
# tar -xvjpf /mnt/cdrom/gentoo/stage3-*.tar.bz2
# mount -t proc /proc /mnt/gentoo/diskless/eta/proc
# cp /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/diskless/eta/etc/resolv.conf
# chroot /mnt/gentoo/diskless/eta/ /bin/bash
# env-update
# source /etc/profile
|
Konfigurasi kernel: Ketika anda menjalankan make menuconfig untuk
konfigurasi kernel, jangan lupa aktifkan opsi-opsi berikut ini bersama opsi
lain yang dianjurkan oleh petunjuk instalasi.
Daftar Kode 4.11: Opsi-opsi menuconfig |
- Dukungan untuk kartu jaringan
- Pada bagian "Networking options" :
[*] TCP/IP networking
[*] IP: kernel level autoconfiguration
[*] IP: DHCP support
[*] IP: BOOTP support
- Pada bagian "File systems --> Network File Systems" :
<*> NFS file system support
[*] Provide NFSv3 client support
[*] Root file system on NFS
|
Simpan kernel di dalam / chroot (bukan di /boot)
sesuai dengan pengaturan pxegrub yang telah anda lakukan tadi. Kemudian
konfigurasikan /etc/fstab klien diskless .
Daftar Kode 4.12: /etc/fstab |
# nano -w /etc/fstab
/dev/cdroms/cdrom0 /mnt/cdrom iso9660 noauto,ro 0 0
proc /proc proc defaults 0 0
tmpfs /dev/shm tmpfs nodev,nosuid,noexec 0 0
|
Anda juga perlu mencegah klien menjalankan pemeriksaan filesystem:
Daftar Kode 4.13: Mencegah klien menjalankan pemeriksaan filesystem |
# touch /fastboot
# echo "touch /fastboot" >> /etc/conf.d/local.start
|
Instal nfs-utils karena klien anda akan sangat bergantung pada
paket ini:
Daftar Kode 4.14: Instalasi nfs-utils |
# emerge nfs-utils
|
Bootloader. Jangan instal bootloader lain karena kita telah punya satu -
pxegrub. Selesaikan saja instalasi lalu restart server. Jalankan
service-service yang akan anda butuhkan untuk mem-boot klien baru:
DHCP, TFTPD, dan NFS.
Daftar Kode 4.15: Menjalankan servis |
# /etc/init.d/dhcp start
# /etc/init.d/in.tftpd start
# /etc/init.d/nfs start
|
Boot klien baru
Agar klien baru dapat boot dengan sukse, anda perlu mengkonfigurasi BIOS-nya
agar menggunakan PXE sebagai metode boot pertama - sebelum CD-ROM atau floppy.
Silahkan baca manual atau halaman website pembuat hardware anda untuk
mendapatkan bantuan dalam konfigurasi BIOS. Kartu jaringan harus mendapatkan
alamat IP dari DHCP lalu mendownload imej PXE GRUB dengan TFTP. Kemudian, anda
seharusnya akan melihat menu boot hitam-putih GRUB yang keren, tempat anda
memilih kernel untuk boot lalu tekan Enter. Jika semuanya berjalan dengan baik,
kernel akan boot, melakukan mount filesystem root dengan NFS, dan menyediakan
prompt login untuk anda. Enjoy!
5.
Instalasi Gentoo dari distro Linux lain yang telah terinstal
Kebutuhan
Untuk melakukan instalasi Gentoo dari distribusi Linux lain yang telah
terinstal, anda harus memiliki perintah chroot, dan tarbal instalasi Gentoo
atau ISO yang ingin anda instal. Koneksi jaringan (internet) juga bagus jika
anda menginginkan lebih dari yang telah disediakan pada tarbal.
(Ngomong-ngomong, tarbal hanyalah sebuah file yang berakhir dengan .tbz2 atau
.tar.gz.). Penulis menggunakan RedHat Linux 7.3 sebagai sistem operasi "host",
tapi ini tidak terlalu penting. Mari kita mulai!
Gambaran
Pertama kita akan mengalokasikan sebuah partisi untuk Gentoo dengan merubah
ukuran partisi Linux kita, mount partisi tersebut, ekstrak tarbal ke partisi
yang telah di-mount, chroot ke dalam sistem palsu, kemudian memulai kompilasi.
Ketika proses bootstrap selesai, kita akan melakukan konfigurasi akhir untuk
memastikan sistem bisa boot, kemudian kita siap untuk reboot dan menggunakan
Gentoo.
Bagaimana cara mengalokasikan ruang harddisk untuk Gentoo?
Partisi root adalah filesystem yang di-mount di /. Menjalankan
perintah mount di sistem akan menampilkan maksud penulis. Kita juga
akan menggunakan df untuk melihat berapa banyak space yang tersisa
dan bagaimana cara merubah ukuran partisi. Pelu dicatat bahwa merubah ukuran
partisi bukanlah suatu keharusan! Anda boleh saja merubah ukuran partisi lain
yang didukung oleh pengubah ukuran partisi kami, tetapi kita akan
membicarakannya nanti.
Daftar Kode 5.1: Informasi filesystem |
# mount
/dev/hdb2 on / type ext3 (rw)
none on /proc type proc (rw)
none on /dev/pts type devpts (rw,gid=5,mode=620)
none on /dev/shm type tmpfs (rw,nodev,nosuid,noexec)
# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hdb2 4.0G 1.9G 2.4G 82% /
none 38M 0 38M 0% /dev/shm
|
Sebagaimana yang bisa kita lihat, partisi yang di-mount sebagai /
bernama /dev/hdb2 dan memiliki ruang kosong 2.4 GB. Pada contoh
ini, penulis akan merubah ukurannya sampai tersisa ruang kosong sebesar 400 MB,
jadi ada 2 GB yang dialokasikan untuk Gentoo. Lumayan, cukup untuk menginstal
banyak paket di dalamnya. Bagaimanapun juga, 1 GB sudah cukup untuk kebanyakan
user. Jadi mari kita mulai!
Instalasi parted untuk merubah ukuran partisi
Parted adalah sebuah utilitas dari yayasan GNU, proyek tua yang dihormati,
dan sofware-nya sedang anda gunakan saat ini. Tetapi ada satu tool yang sangat
berguna untuk kita saat ini. Namanya parted, editor partisi yang bisa
kita dapatkan dari http://www.gnu.org/software/parted/
Catatan:
Tersedia juga beberapa tool lain untuk merubah ukuran partisi, namun penulis
kurang yakin/tidak tertarik apakah PartitionMagic(tm) atau software lain
sejenisnya dapat melakukan tugas ini dengan baik. Adalah tugas anda untuk
mencobanya.
|
Carilah jenis filesystem yang ingin anda ubah ukurannya di halaman itu, dan
lihat apakah parted bisa mendukungnya. Jika tidak, berarti anda kurang
beruntung, anda harus menghapus sebuah partisi agar dapat memberikan ruang
kosong untuk Gentoo, lalu lakukan instalasi ulang . Lanjutkan dengan
mendownload software tadi lalu instal. Di sini kita mendapatkan masalah.
Kita ingin merubah ukuran partisi root Linux kita, untuk itu kita harus boot
dari sebuah floppy boot yang berisi sistem Linux minimal dan menggunakan parted
yang telah kita kompilasi dan letakkan di dalamnya. Namun, jika anda bisa
meng-umount partisi ini ketika sedang digunakan berarti anda beruntung. Anda
tidak perlu mengikuti petunjuk di bawah ini. Cukup kompilasi parted lalu
jalankan di partisi pilihan anda yang telah di-umount. Inilah cara yang penulis
lakukan.
Penting:
Pastikan bahwa partisi yang ingin anda ubah ukurannya didukung oleh parted!
|
Dapatkan disk boot/root mininux (sebuah distribusi Linux mini dengan
kernel 2.4 dalam sebuah floppy - gratis) dari
http://mininux.free.fr/uk/. Buatlah floppy boot seperti yang
dijelaskan pada Dokumentasi paket software tersebut dan masukkan sebuah floppy
baru ke drive untuk melanjutkan.
Catatan:
Perlu diketahui juga bahwa Linux adalah persamaan kata dari "Ada cara lain
untuk melakukannya". Tujuan anda adalah menjalankan parted di partisi yang
telah di-umount agar ia bisa melakukan tugasnya. Anda boleh saja menggunakan
disk boot/root selain mininux. Bahkan anda mungkin tidak perlu melalui langkah
ini jika anda sudah bisa me-umount filesystem yang ingin anda ubah dari sesi
Linux anda dan menjalankan parted di dalamnya.
|
Daftar Kode 5.2: Format floppy |
# mkfs.minix /dev/fd0
480 inodes
1440 blocks
Firstdatazone=19 (19)
Zonesize=1024
Maxsize=268966912
|
Sekarang kita akan meneruskan ke proses kkompilasi parted. Jika anda belum
mendownload dan mengekstraknya, lakukan sekarang lalu cd ke direktori
tersebut. Sekarang jalankan kumpulan perintah-perintah berikut ini untuk
mengkompilasi dan menyalinnya ke floppy disk.
Daftar Kode 5.3: Menicptakan floppy boot |
# mkdir /floppy; mount -t minix /dev/fd0 /floppy &&
export CFLAGS="-O3 -pipe -fomit-frame-pointer -static" && ./configure
&& make && cp parted/parted /floppy && umount /floppy
|
Selamat, anda sudah siap untuk reboot dan merubah ukuran partisi. Hanya lakukan
ini setelah membaca dokumentasi parted di website GNU. Proses perubahan ukuran
partisi akan memakan waktu sekitar 30 menit untuk harddisk paling besar,
bersabarlah. Reboot sistem anda dengan disk boot mininux, dan ketika anda sudah
login, gantikan disk mininux anda dengan disk utilitas yang telah kita buat
kemudian ketik mount /dev/fd0 /floppy untuk mendapatkan parted dari
/floppy. Jalankan parted untuk merubah ukuran partisi. Setelah
proses yang panjang ini selesai, kita siap untuk bersenang-senang, dengan
menginstal Gentoo. Reboot kembali ke sistem Linux lama anda. Drive yang ingin
anda operasikan adalah drive yang berisi partisi yang ingin tadi kita ubah
ukurannya. Sebagai contoh, jika kita ingin merubah ukuran partisi
/dev/hda3, maka drive-nya adalah /dev/hda.
Daftar Kode 5.4: Perintah-perintah yang dijalankan dari sistem mininux |
# mount /dev/fd0 /floppy
# cd /floppy; ./parted [drive yang ingin anda operasikan]
(parted) print
Disk geometry for /dev/hdb: 0.000-9787.148 megabytes
Disk label type: msdos
Minor Start End Type Filesystem Flags
1 0.031 2953.125 primary ntfs
3 2953.125 3133.265 primary linux-swap
2 3133.266 5633.085 primary ext3
4 5633.086 9787.148 extended
5 5633.117 6633.210 logical
6 6633.242 9787.148 logical ext3
(parted) help resize
resize MINOR START END resize filesystem on partition MINOR
MINOR is the partition number used by Linux. On msdos disk labels, the
primary partitions number from 1-4, and logical partitions are 5
onwards.
START and END are in megabytes
(parted) resize 2 3133.266 4000.000
|
Penting:
Sabarlah! Komputer sedang bekerja! Perhatikan saja LED harddisk di case
komputer untuk melihat apakah komputer benar-benar sedang bekerja. Proses ini
bisa memakan waktu antara 2 sampai 30 menit.
|
Setelah selesai mengubah ukuran partisi, boot kembali ke sistem Linux lama anda
seperti yang telah dijelaskan. Kemudian bacalah
Buku Pegangan
Gentoo: Mempersiapkan Disk dan ikuti petunjuk-petunjuknya. Ketika
melakukan chroot, gunakan perintah berikut ini untuk memperbarui
lingkungan:
Daftar Kode 5.5: Memperbarui lingkungan ketika chroot |
# env -i HOME=$HOME TERM=$TERM chroot /mnt/gentoo /bin/bash
# /usr/sbin/env-update
# source /etc/profile
|
Enjoy!
Isi dokumen ini dilisensikan dengan lisensi Creative Commons -
Attribution / Share Alike.
|