Panduan Singkat Gentoo/FreeBSD
1.
Pengenalan FreeBSD
Apa itu FreeBSD?
FreeBSD adalah sebuah sistem operasi
mirip Unix (berlisensi)
bebas. Pada tahun 1993 ketika pengembangan 386BSD dihentikan, lahirlah dua proyek
baru: NetBSD, yang dikenal dapat
dijalankan pada banyak jenis arsitektur, dan FreeBSD yang mendukung platform
x86, amd64, ia64, sparc64 dan alpha. FreeBSD dikenal dengan stabilitas,
performa dan keamanannya, sehingga digunakan oleh banyak perusahaan di seluruh
dunia.
Rilis FreeBSD yang digunakan saat ini adalah versi 6.2. Pengembangan
Gentoo/FreeBSD menggunakan versi ini, sedangkan pengembangan dengan versi lama
telah dihentikan dan tidak lagi didukung.
Apa itu Gentoo/FreeBSD?
Gentoo/FreeBSD adalah subproyek
dari proyek Gentoo/Alt, yang bertujuan
untuk menyediakan sistem operasi FreeBSD berkemampuan penuh dengan mengambil
rancangan dari Gentoo Linux, seperti sistem init dan sistem manajemen paket
Portage.
FreeBSD dan Linux
Pengguna yang berpindah dari Linux ke FreeBSD biasanya menganggap kedua sistem
operasi ini "hampir sama". Malahan, FreeBSD benar-benar memiliki banyak
kemiripan dengan distro Linux secara umum. Namun tetap saja, FreeBSD memiliki
beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui:
-
Tidak seperti Linux, yang hanya merujuk kepada kernel, FreeBSD adalah sebuah
sistem operasi lengkap, terdiri dari pustaka C, tool userland dan banyak
lagi. Cara pengembangan ini menghasilkan sistem yang lebih konsisten.
-
Tidak seperti kernel Linux, pengembangan FreeBSD tidak dipimpin oleh satu
orang, melainkan oleh sebuah kelompok kecil yang dinamakan Tim
Inti.
Selain itu, FreeBSD juga memiliki beberapa perbedaan teknis dengan Linux.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang perlu diketahui, walaupun anda
tidak berniat untuk bergabung dengan para pengembangan Gentoo/FreeBSD:
-
Untuk mendapatkan run-time dynamic linking functions seperti
dlopen(), program tidak perlu di-link ke libidl seperti pada
GNU/Linux, tetapi di-link ke libc.
-
FreeBSD tidak memiliki tool resmi untuk kompilasi kernel, jadi anda harus
mengatasi dependensi fitur-fitur kernel sendiri.
-
FreeBSD Menggunakan UFS/UFS-2 sebagai filesystem dan tidak memiliki dukungan
resmi untuk misalnya, ReiserFS atau XFS. Namun, ada beberapa proyek yang
dapat memberikan dukungan read-only. Akses partisi ext2/ext3 sudah
ada, tetapi anda tidak dapat menginstal sistem anda dengan filsystem ini.
2.
Instalasi Gentoo/FreeBSD
Boot CD
Setelah perkenalan, saatnya untuk menginstal Gentoo/FreeBSD. Sayangnya, saat ini
kami belum dapat menyediakan media instalasi, jadi anda harus memilih antara dua
metode instalasi. Metode pertama adalah menggunakan instalasi FreeBSD yang telah
ada untuk mempartisi harddisk dan menggunakannya sebagai landasan untuk
menginstal Gentoo/FreeBSD. Panduan ini akan menjelaskan cara menggunakan LiveCD FreeSBIE sebagai media instalasi
untuk Gentoo/FreeBSD.
Catatan:
Jika anda berniat menggunakan FreeSBIE untuk menginstal Gentoo/FreeBSD, pastikan
agar anda menggunakan versi FreeSBIE yang berbasis FreeBSD 6.x, seperti FreeSBIE
2.0 (atau salah satu RC-nya). Anda dapat mendownloadnya dari tracker Bittorrent FreeSBIE.
|
Pertama, boot CD untuk memulai proses instalasi. Anda akan disambut dengan layar
login. Masukkan username freesbie tanpa password. Selanjutnya, jalankan
sudo su untuk menjadi root, dan tentukan password root jika diperlukan.
Jika anda ingin barmain-main dengan FreeSBIE ketika proses instalasi
berlangsung, anda dapat menjalankan startx untuk memasuki lingkungan
Xfce, bisa digunakan untuk menjelajahi web, AIM, dan banyak hal lainnya. Tidak
seperti Linux, FreeBSD menggunakan nama driver sebagai nama antarmuka jaringan.
Misalnya driver Intel EtherExpress (fxp) ditampilkan sebagai fxp0 (driver fxp,
kartu jaringan pertama). Untuk mengetahui kartu jaringan yang anda miliki,
gunakan ifconfig:
Daftar Kode 2.1: Mengetahui nama kartu jaringan dengan ifconfig |
# ifconfig
fxp0: flags=8843<UP,BROADCAST,RUNNING,SIMPLEX,MULTICAST> mtu 1500
options=8<VLAN_MTU>
inet6 fe80::2d0::b7ff:febc:4fe3%fxp0 prefixlen 64 scopeid 0x1
inet 192.168.0.106 netmask 0xffffff00 broadcast 192.168.0.255
ether 00:d0:b7:bc:4f:e3
media: Ethernet autoselect (100baseTX <full-duplex>)
status: active
lo0: flags=8007<LOOPBACK,MULTICAST> mtu 16384
|
Jika permintaan DHCP gagal ketika CD boot, anda dapat menggunakan perintah
dhclient untuk mendapatkan IP:
Daftar Kode 2.2: Meminta alamat DHCP dengan dhclient |
# dhclient fxp0
DHCPDISCOVER on fxp0 to 255.255.255.255 port 67 interval 9
DHCPOFFER from 192.168.0.1
DHCPREQUEST on fxp0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.0.1
bound to 192.168.0.106 -- renewal in 302400 seconds
|
Catatan:
Output yang diberikan di sini akan berbeda, tergantung jaringan anda.
|
Mempartisi Harddisk
Setelah kita memiliki titik mount, saatnya untuk mempartisi harddisk. Lakukan
dengan perintah sysinstall:
Daftar Kode 2.3: Menjalankan perintah sysinstall untuk mempartisi harddisk |
# sysinstall diskPartitionEditor diskPartitionWrite
|
Kami sarankan anda untuk menggunakan layout default. Tekan enter pada dialog,
kemudian tekan a diikuti dengan q untuk menerima layout default.
Layar selanjutnya akan menampilkan opsi-opsi bootloader. Untuk opsi ini, pilih
"None" karena kita baru akan menginstal bootloader nanti. Kemudian kita akan
membuat partisi dan titik mount yang sesungguhnya.
Langkah ini juga menggunakan sysinstall, tetapi dengan argumen yang
berbeda:
Daftar Kode 2.4: Menjalankan sysinstall untuk mengatur ukuran partisi dan titik mount |
# sysinstall diskLabelEditor diskLabelCommit
|
Di sini, kita akan beralih dari penggunaan layout otomatis, dan menciptakan
sebuah partisi root yang besar, diikuti dengan partisi swap. Tekan c
untuk menciptakan partisi baru. Sebuah dialog akan meminta anda untuk memberikan
ukuran. Masukkan ukuran dengan MB/GB atau C untuk silinder. Untuk partisi root,
pilih UFS sebagai tipe partisi, dan atur titik mountnya menjadi
/mnt/. Jika anda tidak merubah titik mount, lingkungan FreeSBIE
akan ditimpa! Karena /boot bukan merupakan partisi terpisah,
anda perlu menonaktifkan soft-updates, atau sistem anda tidak akan dapat
boot! Untuk melakukannya, gunakan tombol panah untuk memilih partisi yang baru
saja anda ciptakan, lalu tekan s, sampai "Newfs" tidak lagi berisi
+S. Sekarang tekan lagi tombol panah sampai baris "Disk" di-highlight,
lalu tekan c untuk menciptakan partisi swap. Pada umumnya, kami
menganjurkan anda untuk membuat partisi swap dengan ukuran dua kali dari RAM.
Pilih SWAP sebagai tipe partisi, dan tidak usah khawatir tentang soft-updates,
karena ini tidak akan diterapkan pada swap. Setelah selesai, tekan q
untuk keluar.
Ketika memilih titik mount yang berbeda dari / untuk partisi,
sysinstall akan menciptakan partisi 'd', yang tidak dapat digunakan oleh
bootloader untuk boot. Untuk memperbaikinya, jalankan perintah berikut:
Daftar Kode 2.5: Memperbaiki huruf partisi root |
# disklabel ad0s1 | sed 's/^ d:/ a:/' > label
# disklabel -R ad0s1 label
|
Perintah tersebut akan melengkapi proses pemartisian, memformat harddisk dengan
UFS agar dapat digunakan oleh FreeBSD. Perintah ini juga akan me-mount partisi
ke titik mount yang tadi telah kita tentukan (/mnt/). Anda
dapat memeriksa apakah semuanya sudah berhasil dengan perintah mount:
Daftar Kode 2.6: Memeriksa layout baru disk |
# mount
...
/dev/ad0s1a on /mnt (ufs, local)
|
Setelah partisi di-mount, saatnya untuk mulai meyiapkan instalasi Gentoo.
Menyiapkan Instalasi Gentoo
Pertama, kita perlu mendownload tarbal stage3 dan mengekstraknya ke dalam
chroot. Bukalah
http://gentoo.osuosl.org/experimental/x86/freebsd/stages/, dengan
browser anda lalu ambil snapshot terbaru, kemudian ekstrak ke titik
mount:
Daftar Kode 2.7: Download dan ekstrak tarbal stage3 |
# cd /mnt/
# wget http://gentoo.osuosl.org/experimental/x86/freebsd/stages/stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
# tar -jxvpf stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
# rm stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
|
Catatan:
Jika anda ingin menggunakan overlay transisi yang berisi ebuild
semi-eksperimental dengan tambalan-tambalan yang belum ada di Portage, juga
berisi lebih banyak paket, bacalah dokumentasi
overlay Gentoo/ALT. Perlu dicatat bahwa overlay ini tidak terlalu penting
dan anda dapat menginstal Gentoo/FreeBSD dengan mudah tanpanya.
|
Agar instalasi anda berhasil, anda perlu me-mount filesystem /dev
dari sistem yang saat ini sedang berjalan ke titik mount Gentoo/FreeBSD sebelum
melanjutkan ke proses chroot.
Daftar Kode 2.8: Mount filesystem /dev dan chroot |
# mount -t devfs none /mnt/dev/
# cp /etc/resolv.conf /mnt/etc
# chroot /mnt/ /bin/bash
# env-update && source /etc/profile
|
Setelah mendapatkan overlay Gentoo/FreeBSD, saatnya untuk menunjukkan
/etc/make.profile ke profil yang benar dan meyiapkan
/etc/make.conf untuk Gentoo/FreeBSD.
Sekarang, anda harus mengambil salinan dari pohon Portage Gentoo.
Daftar Kode 2.9: Mendownload pohon Portage |
# emerge --sync
# cd /
# wget http://gentoo.osuosl.org/snapshots/portage-latest.tar.bz2
# tar -xjf portage-latest.tar.bz2 -C /usr/
# emerge --metadata
|
Daftar Kode 2.10: Menyiapkan profil dan /etc/make.conf |
# ln -sf /usr/portage/profiles/default-bsd/fbsd/6.2/x86/ /etc/make.profile
# nano /etc/make.conf
CHOST="i486-gentoo-freebsd6.2"
FEATURES="collision-protect"
|
Catatan:
Keyword ~x86-fbsd belum sepenuhnya berisi pohon yang sama dengan
~x86, dan tolong jangan letakkan ~x86 di ACCEPT_KEYWORDS.
Tetapi gunakan /etc/portage/package.keywords untuk menguji paket,
dan laporkan paket-paket yang bagus ke Bugzilla.
|
Jika anda ingin, sekarang anda dapat membangun ulang seluruh paket inti sistem.
Daftar Kode 2.11: Membangun ulang paket inti FreeBSD (opsional) |
# emerge -e system
|
3.
Menyiapkan Boot
Pengaturan zona waktu
Pertama periksa apakah waktu dan tanggal sudah benar dengan perintah date
yyyymmddHHMM. Gunakan waktu UTC.
Daftar Kode 3.1: Pengaturan tanggal dan waktu UTC |
# date
Mon Mar 6 00:14:13 UTC 2006
# date 200603060016
Mon Mar 6 00:16:00 UTC 2006
|
Selanjutnya, tetapkan informasi zona waktu dengan menggunakan daftar yang
sesuai di /usr/share/zoneinfo.
Daftar Kode 3.2: Pengaturan zona waktu |
# ls /usr/share/zoneinfo
# cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
# date
Wed Mar 8 00:46:05 WIT 2006
|
Edit /etc/conf.d/clock untuk menetapkan zona waktu yang sebelumnya
telah anda pilih.
Daftar Kode 3.3: Edit /etc/conf.d/clock |
# nano -w /etc/conf.d/clock
TIMEZONE="Asia/Jakarta"
|
Instalasi Kernel
Jika anda telah menjalankan emerge -e system, source kernel FreeBSD akan
diinstal ke /usr/src/sys. Jika anda melewatkan langkah ini, anda
bisa mendapatkan source kernel dengan cara berikut:
Daftar Kode 3.4: Mengambil source kernel FreeBSD |
# emerge freebsd-sources
|
Konfigurasi dan kompilasi kernel di sini banyak berbeda dengan di Linux, jadi
jika anda belum mengenal prosesnya, kami sarankan anda untuk membaca
Bab 8 dari buku pegangan FreeBSD. Untuk sekarang, anda dapat menginstal
kernel GENERIC, yang seharusnya bisa digunakan pada hampir semua sistem. Untuk
memulainya, masuklah ke direktori source kernel:
Penting:
Perlu dicatat bahwa untuk saat ini Gentoo/FreeBSD hanya mendukung cara
"Tradisional" untuk membangun kernel!
|
Daftar Kode 3.5: Memasuki direktori source kernel |
# cd /usr/src/sys/
|
Di sini terdapat berbagai direktori arsitektur dan subdirektori untuk
bagian-bagian kernel. Untuk memulai instalasi, kita akan memasuki direktori
i386/conf/:
Daftar Kode 3.6: Direktori konfigurasi kernel |
# cd i386/conf/
# ls
.cvsignore GENERIC Makefile PAE
DEFAULTS GENERIC.hints NOTES SMP
|
File-file utama yang perlu diketahui adalah GENERIC dan
GENERIC.hints. Karena file ini akan diperlukan untuk instalasi
kernel, salinlah file GENERIC.hints ke
/boot/device.hints:
Daftar Kode 3.7: Menyalin file GENERIC.hints |
# cp GENERIC.hints /boot/device.hints
|
File ini digunakan oleh driver kernel untuk informasi konfigurasi dasar seperti
pengaturan IRQ. Sekarang saatnya untuk mengkonfigurasi kernel. FreeBSD
menggunakan perintah config untuk ini. config menggunakan file
yang diberikan (pada contoh ini adalah GENERIC) untuk menyalin file-file yang
diperlukan ke direktori compile pada direktori di atasnya. File
GENERIC mirip dengan file .config untuk kernel Linux.
Jalankan config untuk menciptakan direktori build:
Daftar Kode 3.8: Konfigurasi pembangunan kernel |
# config GENERIC
Kernel build directory is ../compile/GENERIC
Don't forget to ''make cleandepend; make depend''
|
config telah menciptakan direktori build GENERIC pada direktori di
atasnya. Masuklah ke dalam direktori tersebut, kemudian jalankan perintah
berikut ini untuk menyelesaikan pembangunan kernel:
Daftar Kode 3.9: Membangun dan menginstal kernel |
# cd ../compile/GENERIC
# make cleandepend && make depend && make && make install
|
Perintah tadi akan menghasilkan kernel yang lengkap. Sekarang kita perlu
menyiapkan bootloader agar kernel dapat di-boot. Bab selanjutnya akan
menjelaskan dua metode yang digunakan untuk menyiapkan bootloader: boot0
dan grub.
Menyiapkan bootloader (boot0)
Penting:
boot0 adalah bootloader FreeBSD. Sebelumnya, ini adalah satu-satunya
bootloader yang didukung sampai grub memiliki dukungan untuk partisi
UFS. Untuk menginstal dan mengkonfigurasi boot0, jalankan perintah
berikut. Jangan lupa gantikan adXsY dengan nomor harddisk dan partisi
anda yang sebenarnya.
|
Daftar Kode 3.10: Menginstal dan menyiapkan boot0 |
# emerge boot0
# exit
# fdisk -B -b /mnt/boot/boot0 /dev/adX
# chroot /mnt/ /bin/bash
# disklabel -B adXsY
|
Jika anda memerlukan info tambahan untuk menyiapkan boot0, bacalah Bab
12 dari buku pegangan FreeBSD. Sekarang saatnya untuk menyiapkan
konfigurasi dan pengaturan dasar sistem.
Seksi berikut ini akan menjelaskan cara penggunaan bootloader alternatif,
grub.
Menyiapkan bootloader (grub)
Mulai dari grub 0.97-r1, partisi UFS dapat dibaca oleh grub. Dengan
begitu kita dapat menggunakan grub sebagai bootloader, metode yang
disukai oleh pengguna yang datang dari dunia Linux. Untuk memulai, emerge
grub lalu atur label sebagai bootable. Jangan lupa gantikan adXsY
dengan nomor disk dan partisi anda yang sebenarnya.
Daftar Kode 3.11: Emerge grub |
# emerge grub
# disklabel -B adXsY
|
Sekarang jalankan grub untuk menampilkan prompt perintah, lalu atur
partisi seperti berikut:
Daftar Kode 3.12: Menyiapkan grub |
# sysctl kern.geom.debugflags=16
# grub
grub> root (hd0,0,d)
Filesystem type is ufs2, partition type 0xa5
grub> setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
Checking if "/boot/grub/ufs2_stage1_5" exists... yes
Running "embed /boot/grub/ufs2_stage1_5 (hd0)"... 14 sectors are embedded.
succeeded
Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+14 p (hd0,0,d)/boot/grub/stage
2 /boot/grub/menu.lst"... succeeded
Done.
grub> quit
|
Untuk memerintahkan bootloader agar mencari kernel di slice tertentu,
(defaultnya adalah 'a'), tambahkan baris vfs.root.mountfrom di file
/boot/loader.conf:
Daftar Kode 3.13: Pengaturan bootloader |
# echo 'vfs.root.mountfrom="ufs:ad0s1d"' >> /boot/loader.conf
|
Ketika anda pertama kali boot, anda mungkin tidak akan mendapatkan menu grub.
Jika begitu, jalankan perintah ini di prompt:
Daftar Kode 3.14: Boot kernel tanpa menu |
grub> find /boot/grub/stage1
(hd0,0,d)
grub> kernel (hd0,0,d)/boot/loader
[FreeBSD-a.out, loadaddr=0x200000, text=0x1000, data=0x3a000, bss=0x0, entry=0x200000]
grub> boot
|
Catatan:
Untuk informasi lebih lanjut tentang konfigurasi grub, bacalah Buku
Pegangan Gentoo Linux.
|
Peringatan:
Grub tidak mengikuti symlink UFS, jadi jangan lupa harus symlink
/boot/grub/menu.lst dan gunakan menu.lst untuk
konfigurasi Grub (grub.conf tidak digunakan).
|
Konfigurasi Sistem
Pertama, kita akan mengatur titik mount filesystem di
/etc/fstab.
Daftar Kode 3.15: Edit filesystem di /etc/fstab |
# nano /etc/fstab
#Device Mountpoint Fstype Options Dump Pass
/dev/adXsYb none swap sw 0 0
/dev/adXsYa / ufs rw 1 1
/dev/adXsYe /usr/home ufs rw 2 2
/dev/adXsYd /tmp ufs rw 2 2
/dev/acdX /cdrom cd9660 ro,noauto 0 0
|
Sekarang mungkin saat yang baik untuk mengatur koneksi jaringan sebelum reboot
akhir. Anda dapat membaca informasi yang diperlukan untuk mengatur jaringan anda
di Buku Pegangan
Gentoo. Agar kartu jaringan anda diaktifkan ketika boot, anda perlu
menambahkannya ke runlevel default:
Daftar Kode 3.16: Menambahkan kartu jaringan ke runlevel default |
# rc-update add net.fxp0 default
|
Nama host sistem anda dapat diubah di /etc/conf.d/hostname.
Daftar Kode 3.17: Mengatur hostname sistem |
# nano /etc/conf.d/hostname
HOSTNAME="tux"
|
Anda juga dapat mengkonfigurasi nama domain anda di file
/etc/conf.d/domainname:
Daftar Kode 3.18: Mengatur domainname |
# nano /etc/conf.d/domainname
dns_domain_lo="homenetwork"
|
Jika anda memiliki domain NIS, anda perlu mendefinisikannya di file
/etc/conf.d/domainname:
Daftar Kode 3.19: Mengatur nama domain NIS |
# nano /etc/conf.d/domainname
nis_domain_lo="my-nisdomain"
|
Catatan:
Untuk informasi lain tentang nama domain dan jaringan, bacalah Buku
Pegangan Gentoo Linux, juga dokumentasi yang ada di
/etc/conf.d/net.example.
|
Jika anda perlu menggunakan layout keyboard lain untuk bahasa anda, anda dapat
mengaturnya di /etc/conf.d/syscons. Contoh berikut ini menggunakan
layout Spanyol, jadi anda perlu menggantinya dengan layout yang anda perlukan.
Daftar Kode 3.20: Mengganti layout keyboard (opsional) |
# nano /etc/conf.d/syscons
KEYMAP="spanish.iso.acc"
|
Sekarang saatnya untuk menentukan password user root dan menambahkan user
lain untuk penggunaan sehari-hari.
Daftar Kode 3.21: Mengganti password root dan menambahkan user baru |
# passwd
# adduser
Username: fred
Full Name: Fred Smith
Uid (Leave empty for default):
Login group [fred]:
Login group is fred. Invite fred into other groups? []: wheel portage
Login class [default]:
Shell (sh bash tcsh csh esh ksh zsh sash nologin) [sh] bash
User password-based authentication [yes]
Use an empty password (yes/no) [no]:
Use a random password? (yes/no) [no]:
Enter password: password goes here
Enter password again: retype it
Lock out the account after creation? [no]:
Username : fred
Password : *****
Full Name : Fred Smith
Uid : 1002
Class :
Groups : fred wheel portage
Home : /home/fred
Shell : /bin/bash
Locked : no
OK? (yes/no): yes
adduser: INFO: Sucessfully added (fred) to the user database
Add another user? (yes/no): no
Goodbye!
#
|
Selamat, anda baru saja menyelesaikan instalasi Gentoo/FreeBSD dan sekarang anda
dapat mulai menjelajahinya setelah reboot. Enjoy!
Daftar Kode 3.22: Reboot sistem |
# exit
# reboot
|
4.
Pengembangan Gentoo/FreeBSD
Cara membantu
Anda beberapa hal yang bisa anda bantu, tergantung pada tingkat kemampuan dan
waktu kosong anda:
-
Bekerja dengan ebuild yang sudah ada: ini artinya bekerja dekat dengan para
pengurus ebuild untuk menciptakan tambalan-tambalan atau modifikasi ebuild
agar dapat dimasukkan ke pohon utama Portage.
-
Keamanan: jika anda tertarik dengan keamanan, kami membutuhkan anda!
Walaupun nasihat keamanan dari proyek FreeBSD selalu kami lacak dan
perbaiki, kami akan selalu menerima bantuan anda pada wilayah ini.
-
Kontak: kami membutuhkan orang-orang yang dapat menghubungi para pengembang
FreeBSD untuk menjalin kerjasama dengan kami dalam pertukaran perbaikan dan
diskusi tentang berbagai masalah beserta pemecahannya. Perlu dicatat bahwa
hal ini tidak boleh digunakan untuk mengotori milis dan channel IRC dengan
spam.
-
Pengujian: semakin banyak pengguna yang aktif dengan Gentoo/FreeBSD,
semakin banyak pula bug yang akan ditemukan, yang berarti dapat membantu
kami untuk terus meningkatkan kualitasnya. Jika anda pintar menjelaskan bug
atau masalah, kami benar-benar membutuhkan anda!
-
Wilayah lain yang kami butuhkan bantuan dari anda adalah: ebuild sistem,
pembuatan CD instalasi, dokumentasi, dan kernel hacking.
Masalah-masalah yang Diketahui
Untuk saat ini, masih ada beberapa masalah yang telah diketahuil Berikut ini
adalah masalah yang perlu diperhatikan:
-
Sebagian skrip init bergantung pada servis "clock" yang belum dapat kami
sediakan sampai saat ini. Anda boleh saja menghapusnya dari dependensi
skrip dan melaporkan hasilnya di Bugzilla. Gunakan selalu produk
"Gentoo/Alt" ketika anda membuat laporan.
5.
Kontak
Daftar yang berisi nama para pengembang Gentoo/FreeBSD bisa anda peroleh di halaman proyek. Cara lain untuk
menghubungi para pengembang Gentoo/FreeBSD adalah melalui channel IRC
#gentoo-bsd di Freenode, juga milis
gentoo-bsd.
Isi dokumen ini dilisensikan dengan lisensi Creative Commons -
Attribution / Share Alike.
|