Panduan Instalasi Cepat Gentoo Linux x86
1.
Pendahuluan
Panduan ini berisi seluruh perintah yang anda perlukan untuk menyelesaikan
instalasi stage3 Gentoo. Anda memerlukan koneksi internet untuk mendownload
stage3 dan snapshot Portage.
Bagi anda pengguna baru Gentoo, sebaiknya anda mengikuti Buku Pegangan, karena berisi penjelasan
yang lebih mendalam tentang proses instalasi.
Output waktu mengikuti seluruh perintah yang membutuhkan waktu lebih dari
beberapa detik untuk selesai. Perintah-perintah ini diukur waktu eksekusinya
di PC AMD 2000 1.66 Ghz dengan RAM 512 MB dan dua disk SATA terhubung ke
controller hardware.
Daftar Kode 1.1: Spesifikasi komputer percobaan |
# grep bogo /proc/cpuinfo
bogomips : 3337.81
# hdparm -tT /dev/sda
/dev/sda:
Timing cached reads: 1100 MB in 2.00 seconds = 549.97 MB/sec
Timing buffered disk reads: 224 MB in 3.01 seconds = 74.36 MB/sec
# grep MemTotal /proc/meminfo
MemTotal: 509248 kB
|
2.
Panduan Instalasi Cepat
Media Instalasi
Download salah satu CD dari mirror
kami. Anda dapat menemukan ISO CD minimal di
releases/x86/<release>/installcd atau ISO LiveCD ISO di
releases/x86/<release>/livecd. CD Instalasi minimal
hanya berguna untuk instalasi dengan internet. Anda dapat menggunakan
LiveCD untuk menjalankan instalasi tanpa internet seperti yang
didokumentasikan di buku panduan instalasi x86
2007.0. Kami menganjurkan penggunaan CD minimal.
Burn CD lalu boot.
Boot CD
Tekan F2 pada layar boot untuk mengetahui opsi boot apa saja yang
tersedia. Anda boleh memilih gentoo atau gentoo-nofb. Pilihan
yang ke-dua akan menonaktifkan framebuffer. Jika anda mem-boot LiveCD, jangan
lupa untuk menambahkan opsi nox agar lingkungan grafis X tidak
dijalankan. Beberapa opsi yang lain dapat anda gunakan untuk mengaktifkan atau
menonaktifkan beberapa fitur. Jika semuanya berjalan dengan benar, hardware
anda akan dideteksi dan semua modul akan dimuat. Jika kernel gagal melakukan
boot dengan benar atau atau komputer anda hang ketika proses boot, anda mungkin
perlu mencoba beberapa konfigurasi. Cara paling aman ialah dengan menggunakan
opsi nodetect lalu memuat modul-modul yang diperlukan.
Daftar Kode 2.1: Boot CD minimal |
Gentoo Linux Installation LiveCD http://www.gentoo.org
Enter to Boot; F1 for kernels F2 for options.
boot: gentoo-nofb
boot: gentoo-nofb nodetect
|
Opsional: Load Modul
Jika anda menggunakan opsi nodetect, setelah selesai boot, muat modul
yang diperlukan. Anda perlu mengaktifkan jaringan dan memiliki akses ke disk
anda. Perintah lspci dapat membantu anda untuk mengidentifikasi
hardware anda.
Daftar Kode 2.2: Load modul yang diperlukan |
livecd root # lspci
livecd root # modprobe 3w-9xxx
livecd root # modprobe r8169
|
Konfigurasi Jaringan
Jika jaringan anda belum berfungsi, anda dapat menggunakan net-setup
untuk mengkonfigurasinya. Anda mungkin perlu memuat modul yang diperlukan
untuk kartu jaringan yang anda gunakan dengan perintah modprobe sebelum
mulai mengkonfigurasi. Jika anda memiliki ADSL, gunakan pppoe-setup dan
pppoe-start. Untuk dukungan PPTP, edit
/etc/ppp/chap-secrets dan /etc/ppp/options.pptp
lalu gunakan pptp <server ip>.
Untuk akses nirkabel, gunakan iwconfig untuk mengatur parameter wireless
lalu gunakan net-setup atau jalankan ifconfig, dhcpcd
dan/atau route secara manual.
Jika anda berada di belakang proxy, jangan lupa untuk menginisialisasi sistem
anda dengan menggunakan export http_proxy, ftp_proxy dan
RSYNC_PROXY.
Daftar Kode 2.3: Konfigurasi jaringan dengan panduan |
livecd root # net-setup eth0
|
Alternatif lain, anda dapat mengkonfigurasi jaringan anda secara manual.
Contoh berikut ini akan memberikan alamat IP 192.168.1.10 untuk PC anda dan
mendefinisikan 192.168.1.1 sebagai router dan name server.
Daftar Kode 2.4: Konfigurasi jaringan dengan cara manual |
livecd root # ifconfig eth0 192.168.1.10/24
livecd root # route add default gw 192.168.1.1
livecd root # echo nameserver 192.168.1.1 > /etc/resolv.conf
|
Anda dapat menjalankan server sshd di CD Instalasi, menambahkan user,
menjalankan irssi (klien chat berbasis perintah) dan menjelajahi web
dengan lynx atau links.
Opsional: Melakukan Koneksi Ke Komputer Baru Anda Dengan ssh
Fitur yang paling menarik tentunya adalah sshd. Anda dapat menjalankannya
lalu melakukan koneksi dari komputer lain dan menyalin perintah-perintah dari
panduan ini.
Daftar Kode 2.5: Menjalankan sshd |
livecd root # time /etc/init.d/sshd start
* Generating hostkey ...
* starting sshd ... [ok]
real 0m13.688s
user 0m9.420s
sys 0m0.090s
|
Sekarang, tentukan password root di LiveCD agar anda dapat melakukan koneksi
dari komputer lain. Harap dicatat bahwa mengizinkan root untuk melakukan
koneksi lewat ssh tidak dianjurkan pada keadaan biasa. Jika anda tidak dapat
mempercayai jaringan lokal anda, gunakan password yang panjang dan rumit.
Anda hanya perlu menggunakannya sekali saja karena password ini akan hilang
ketika anda reboot.
Daftar Kode 2.6: Menentukan password root |
livecd root # passwd
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
|
Sekarang, anda dapat menjalankan sebuah terminal dari PC lain dan melakukan
koneksi ke komputer baru anda, ikuti lanjutan dari panduan ini pada jendela
lain, lalu salinlah perintah-perintahnya.
Daftar Kode 2.7: Melakukan koneksi ke komputer baru anda dari PC lain |
$ ssh root@192.168.1.10
The authenticity of host '192.168.1.10 (192.168.1.10)' can't be established.
RSA key fingerprint is 96:e7:2d:12:ac:9c:b0:94:90:9f:40:89:b0:45:26:8f.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added '192.168.1.10' (RSA) to the list of known hosts.
Password:
|
Mempersiapkan Disk
Gunakan fdisk atau cfdisk untuk menciptakan skema partisi anda.
Anda memerlukan paling sedikit sebuah partisi swap (tipe 82) dan sebuah
partisi Linux (tipe 83). Skenario berikut ini akan menciptakan sebuah partisi
/boot, sebuah partisi swap dan sebuah partisi utama yang digunakan
pada buku panduan kami. Nama device biasanya merupakan /dev/sda
untuk disk SATA atau SCSI, atau /dev/hda untuk disk IDE.
Daftar Kode 2.8: Menciptakan partisi |
livecd ~ # fdisk /dev/sda
livecd ~ # fdisk -l /dev/sda
Disk /dev/sda: 599.9 GB, 599978409984 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 72943 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 12 96358+ 83 Linux
/dev/sda2 13 110 787185 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda3 111 72943 585031072+ 83 Linux
|
Gunakan mke2fs, mke2fs -j, mkreiserfs, mkfs.xfs
dan mkfs.jfs untuk menciptakan filesystem pada partisi Linux anda.
Inisialisasikan partisi swap anda dengan perintah mkswap dan
swapon.
Daftar Kode 2.9: Menciptakan filesystem dan mengaktifkan swap |
livecd ~ # mke2fs /dev/sda1
livecd ~ # mke2fs -j /dev/sda3
livecd ~ # mkswap /dev/sda2 && swapon /dev/sda2
|
Mount filesystem yang baru saja anda ciptakan di /mnt/gentoo.
Ciptakan direktori untuk partisi lain (mis. /mnt/gentoo/boot)
jika anda memerlukannya lalu mount juga partisi tersebut.
Daftar Kode 2.10: Mount filesystem |
livecd ~ # mount /dev/sda3 /mnt/gentoo
livecd ~ # mkdir /mnt/gentoo/boot
livecd ~ # mount /dev/sda1 /mnt/gentoo/boot
livecd ~ # cd /mnt/gentoo
|
Penyiapan Stage
Pertama pastikan tanggal dan jam anda telah diatur dengan benar menggunakan
date MMDDhhmmYYYY. Gunakan waktu UTC.
Daftar Kode 2.11: Mengatur tanggal dan waktu UTC |
livecd ~ # date
Mon Mar 6 00:14:13 UTC 2006
livecd ~ # date 030600162006
Mon Mar 6 00:16:00 UTC 2006
|
Kemudian, download sebuah stage dari salah satu mirror kami. Masuk ke /mnt/gentoo
lalu ekstrak stage tersebut dengan tar xjpf <tarbal stage3>.
Daftar Kode 2.12: Download arsip stage3 |
livecd gentoo # links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
livecd gentoo # wget http://gentoo.osuosl.org/releases/x86/2008.0_beta1/stage3-i686*.tar.bz2
|
Daftar Kode 2.13: Ekstrak arsip stage3 |
livecd gentoo # time tar xjpf stage3*
real 1m13.157s
user 1m2.920s
sys 0m7.230s
|
Instal snapshot Portage terbaru. Lakukan seperti arsip stage3: pilih mirror
terdekat dari daftar mirror kami,
download snapshot terbaru kemudian ekstrak.
Daftar Kode 2.14: Download snapshot Portage terbaru |
livecd gentoo # cd /mnt/gentoo/usr
livecd usr # links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
livecd gentoo # cd /mnt/gentoo/usr
livecd usr # wget http://gentoo.osuosl.org/snapshots/portage-latest.tar.bz2
|
Daftar Kode 2.15: Ekstrak snapshot Portage |
livecd usr # time tar xjf portage*
real 0m51.523s
user 0m28.680s
sys 0m12.840s
|
Melakukan Chroot
Mount filesystem /proc, salin file /etc/resolv.conf,
lalu chroot ke lingkungan Gentoo anda.
Daftar Kode 2.16: Chroot |
livecd usr # cd /
livecd / # mount -t proc proc /mnt/gentoo/proc
livecd / # cp -L /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/etc/
livecd / # chroot /mnt/gentoo /bin/bash
livecd / # env-update && source /etc/profile
>>> Regenerating /etc/ld.so.cache...
|
Pengaturan Zona Waktu
Atur informasi zona waktu anda dengan menggunakan daftar yang sesuai dari
/usr/share/zoneinfo.
Daftar Kode 2.17: Mengatur zona waktu |
livecd / # cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
livecd / # date
Wed Mar 8 00:46:05 WIT 2006
|
Mengatur Nama Host dan Domain
Atur nama host anda di /etc/conf.d/hostname dan
/etc/hosts. Pada contoh berikut ini, kami menggunakan mybox
sebagai nama host dan at.myplace sebagai nama domain. Anda boleh mengedit
file konfigurasi dengan nano atau menggunakan perintah berikut ini:
Daftar Kode 2.18: Mengatur nama host dan domain |
livecd / # cd /etc
livecd etc # echo "127.0.0.1 mybox.at.myplace mybox localhost" > hosts
livecd etc # sed -i -e 's/HOSTNAME.*/HOSTNAME="mybox"/' conf.d/hostname
livecd etc # hostname mybox
livecd etc # hostname -f
mybox.at.myplace
|
Konfigurasi Kernel
Instal sebuah source kernel (biasanya gentoo-sources ), konfigurasikan,
kompilasi, lalu salin file arch/i386/boot/bzImage ke
/boot.
Daftar Kode 2.19: Instal sebuah source kernel, kompilasi, lalu instal |
livecd etc # time emerge gentoo-sources
real 2m51.435s
user 0m58.220s
sys 0m29.890s
livecd etc # cd /usr/src/linux
livecd linux # make menuconfig
livecd linux # time make -j2
real 3m51.962s
user 3m27.060s
sys 0m24.310s
livecd linux # make modules_install
livecd linux # cp arch/i386/boot/bzImage /boot/kernel
|
Konfigurasi Sistem
Edit /etc/fstab anda lalu ganti BOOT, ROOT dan
SWAP dengan nama partisi yang sebenarnya. Jangan lupa untuk memeriksa
filesystem yang anda gunakan agar sesuai dengan instalasi anda.
Daftar Kode 2.20: Contoh fstab |
livecd linux # cd /etc
livecd etc # nano -w fstab
/dev/sda1 /boot ext2 noauto,noatime 1 2
/dev/sda3 / ext3 noatime 0 1
/dev/sda2 none swap sw 0 0
|
Konfigurasikan jaringan anda di /etc/conf.d/net. Tambahkan
skrip init net.eth0 ke runlevel default. Jika anda memiliki beberapa
kartu jaringan, ciptakan symlink ke skrip init net.eth0 lalu tambahkan
juga ke runlevel default. Anda boleh menggunakan nano untuk mengedit
/etc/conf.d/net with nano atau menggunakan perintah
berikut ini:
Daftar Kode 2.21: Konfigurasi jaringan |
livecd etc # cd conf.d
livecd conf.d # echo 'config_eth0=( "192.168.1.10/24" )' >> net
livecd conf.d # echo 'routes_eth0=( "default gw 192.168.1.1" )' >> net
livecd conf.d # rc-update add net.eth0 default
livecd conf.d # echo r8169 >> /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6
livecd conf.d # rc-update add sshd default
|
Catatan:
Emerge pcmciautils lalu tambahkan ke runlevel default jika anda
memerlukannya.
|
Tentukan password root dengan passwd.
Daftar Kode 2.22: Menentukan password root |
livecd conf.d # passwd
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
|
Edit /etc/conf.d/clock untuk menetapkan zona waktu yang telah
anda pilih sebelumnya.
Daftar Kode 2.23: Edit /etc/conf.d/clock |
livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/clock
TIMEZONE="Asia/Jakarta"
+ |
Periksa konfigurasi sistem di /etc/rc.conf,
/etc/conf.d/rc dan /etc/conf.d/keymaps lalu edit jika
diperlukan.
Daftar Kode 2.24: Opsional: edit beberapa file konfigurasi |
livecd conf.d # nano -w /etc/rc.conf
livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/rc
livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/keymaps
|
Instalasi Utilitas Sistem
Instal sebuah logger sistem seperti syslog-ng dan sebuah daemon cron
seperti vixie-cron, lalu tambahkan ke runlevel default.
Catatan:
Daemon cron bergantung kepada MTA. mail-mta/ssmtp akan diinstal sebagai
dependensi. Jika anda ingin menggunakan MTA yang lebih advance, anda mungkin
perlu menginstalnya sekarang. Jika anda sedang tergesa-gesa, biarkan ssmtp
diinstal lalu buang nanti ketika anda akan menginstal MTA pilihan anda.
|
Daftar Kode 2.25: Instal sebuah syslogger dan sebuah daemon cron |
livecd conf.d # time emerge syslog-ng vixie-cron
real 1m52.699s
user 1m1.630s
sys 0m35.220s
livecd conf.d # rc-update add syslog-ng default
livecd conf.d # rc-update add vixie-cron default
|
Instal utilitas filesystem yang diperlukan (xfsprogs, reiserfsprogs
atau jfsutils) dan utilitas jaringan (dhcpcd atau ppp)
jika anda membutuhkannya.
Daftar Kode 2.26: Instal utilitas tambahan jika diperlukan |
livecd conf.d # emerge xfsprogs
livecd conf.d # emerge jfsutils
livecd conf.d # emerge reiserfsprogs
livecd conf.d # emerge dhcpcd
livecd conf.d # USE="-X" emerge ppp
|
Konfigurasi Bootloader
Emerge grub atau lilo. Konfigurasikan
/boot/grub/grub.conf atau /etc/lilo.conf lalu instal
bootloader yang telah anda emerge.
1. Menggunakan grub
Daftar Kode 2.27: Emerge grub lalu edit file konfigurasinya |
livecd conf.d # time emerge grub
real 1m8.634s
user 0m39.460s
sys 0m15.280s
livecd conf.d # nano -w /boot/grub/grub.conf
|
Daftar Kode 2.28: Contoh grub.conf |
default 0
timeout 10
title Gentoo
root (hd0,0)
kernel /boot/kernel root=/dev/sda3
|
Daftar Kode 2.29: Instal grub |
livecd conf.d # grub
Probing devices to guess BIOS drives. This may take a long time.
grub> root (hd0,0)
Filesystem type is ext2fs, partition type 0x83
grub> setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
Checking if "/boot/grub/e2fs_stage1_5" exists... yes
Running "embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)"... 16 sectors are embedded.
succeeded
Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,0)/boot/grub/stage2 /boot/
grub/menu.lst"... succeeded
Done.
grub> quit
|
Sekarang, lanjutkan dengan seksi reboot.
2. Menggunakan lilo
Daftar Kode 2.30: Emerge lilo kemudian edit file konfigurasinya |
livecd conf.d # time emerge lilo
real 0m47.016s
user 0m22.770s
sys 0m5.980s
livecd conf.d # nano -w /etc/lilo.conf
|
Daftar Kode 2.31: Contoh lilo.conf |
boot=/dev/sda
prompt
timeout=50
default=gentoo
image=/boot/kernel
label=Gentoo
read-only
root=/dev/sda3
|
Daftar Kode 2.32: Instal lilo |
livecd conf.d # lilo
Added Gentoo *
|
Reboot
Keluar dari lingkungan chroot, unmount semua filesystem lalu reboot:
Daftar Kode 2.33: Reboot |
livecd conf.d # exit
livecd / # umount /mnt/gentoo/proc /mnt/gentoo/boot /mnt/gentoo
livecd / # reboot
|
Menyelesaikan Instalasi
Catatan:
Total Waktu yang diperlukan antara tampilnya prompt boot pada CD minimal
dan tampilnya pompt login setelah reboot adalah 00:42:31 pada komputer
percobaan kami. Ya, kurang dari satu jam! Perlu dicatat bahwa waktu ini juga
termasuk waktu download untuk stage3, snapshot Portage dan beberapa paket
lainnya serta waktu yang dibutuhkan untuk mengkonfigurasi kernel.
|
Log in sebagai root, kemudian tambahkan satu user lain atau lebih untuk
penggunaan sehari-hari dengan useradd.
Daftar Kode 2.34: Melakukan koneksi ke komputer baru anda dari PC lain |
$ nano -w ~/.ssh/known_hosts
$ ssh root@192.168.1.10
The authenticity of host '192.168.1.10 (192.168.1.10)' can't be established.
RSA key fingerprint is 96:e7:2d:12:ac:9c:b0:94:90:9f:40:89:b0:45:26:8f.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added '192.168.1.10' (RSA) to the list of known hosts.
Password:
|
Daftar Kode 2.35: Menambahkan user baru |
mybox ~ # adduser -g users -G lp,wheel,audio,cdrom,portage,cron -m john
mybox ~ # passwd john
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
|
Sentuhan Konfigurasi Akhir
Mulailah dengan memilih mirror terdekat dengan mengisi variabel SYNC
dan GENTOO_MIRRORS di /etc/make.conf atau dengan
menggunakan mirrorselect. Anda juga dapat mendefinisikan jumlah proses
kompilasi paralel sekarang.
Daftar Kode 2.36: Penggunaan mirrorselect dan pengaturan MAKEOPTS |
mybox ~ # emerge mirrorselect
mybox ~ # mirrorselect -i -o >> /etc/make.conf
mybox ~ # mirrorselect -i -r -o >> /etc/make.conf
mybox ~ # echo 'MAKEOPTS="-j2"' >> /etc/make.conf
|
Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengaktifkan atau menonaktifkan beberapa
flag USE. Jalankan emerge -vpe world untuk menampilkan paket yang telah
terinstal bersama flag USE yang dimilikinya. Anda boleh mengedit file
/etc/make.conf atau menggunakan perintah berikut ini untuk
mendefinisikan variabel USE:
Daftar Kode 2.37: Melihat flag USE yang sedang digunakan dan mengubahnya |
mybox ~ # emerge -vpe world
mybox ~ # echo 'USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode"' >> /etc/make.conf
|
Versi baru dari glibc menggunakan /etc/locale.gen untuk mengatur
locale.
Daftar Kode 2.38: Menentukan locale |
mybox ~ # cd /etc
mybox etc # nano -w locale.gen
mybox etc # locale-gen
|
Terakhir, anda mungkin ingin merubah variabel CFLAGS di file
/etc/make.conf anda untuk mengoptimasi code aplikasi sesuai
dengan kebutuhan anda. Harap dicatat bahwa penggunaan daftar flag yang
panjang biasanya jarang dibutuhkan, tetapi bahkan dapat mengakibatkan sistem
rusak. Anda dianjurkan untuk menentukan tipe prosesor pada opsi
march dan tetap menggunakan -O2 -pipe.
Anda juga mungkin ingin berpindah ke ~x86. Anda hanya boleh melakukannya
jika anda siap untuk menangani ebuild atau paket yang rusak. Jika anda lebih
suka menjaga sistem anda stabil, jangan tambahkan variabel ACCEPT_KEYWORDS.
Menambahkan variabel FEATURES="ccache" juga merupakan ide bagus.
Daftar Kode 2.39: Edit make.conf terakhir kali |
mybox etc # nano -w make.conf
CFLAGS="-O2 -march=athlon-xp -pipe"
FEATURES="ccache"
ACCEPT_KEYWORDS="~x86"
|
Anda mungkin ingin mengkompilasi seluruh sistem anda dua kali untuk memastikan
penggunaan penuh konfigurasi terakhir anda. Proses ini akan memakan waktu yang
cukup lama dan hanya akan memberikan sedikit peningkatan kecepatan. Anda dapat
membiarkan sistem anda teroptimasi sendiri secara bertahap ketika anda melakukan
instalasi paket-paket baru. Tetapi, kompilasi ulang tetaplah merupakan ide
baik jika dilihat dari sisi pemeliharaan sistem agar teteap konsisten. Silakan
baca Panduan Upgrade GCC Gentoo
untuk menemukan penjelasan tentang keuntungan yang anda peroleh dari system
dan world yang konsisten.
Mengkompilasi ulang hanya paket-paket yang telah ter-update sejak rilis atau
yang terpengaruh oleh pergantian flag-flag USE akan cukup memakan waktu. Anda
juga mungkin perlu membuang paket-paket yang menghalangi upgrade anda. Carilah
"[blocks B ]" pada output dari emerge -vpuD --newuse
world lalu gunakan emerge -C untuk membuangnya.
Daftar Kode 2.40: Update paket-paket anda |
mybox etc # emerge ccache
mybox etc # emerge -vpuD --newuse world
mybox etc # time emerge -vuD --newuse world
real 180m13.276s
user 121m22.905s
sys 36m31.472s
mybox etc # emerge --oneshot libtool
mybox etc # dispatch-conf
mybox etc # time perl-cleaner all
real 1m6.495s
user 0m42.699s
sys 0m10.641s
mybox etc # python-updater
|
Apa yang Perlu Dilakukan Selanjutnya
Tergantung kepada tujuan penggunaan komputer Gentoo anda, anda mungkin ingin
menginstal aplikasi server atau sistem desktop. Sebagai contoh saja, emerge
gnome dan emerge kde telah dihitung waktunya pada sistem ~x86 yang
diinstal seperti penjelasan di atas. Kedua diinstal dari titik mula yang sama.
Anda perlu memeriksa index dokumentasi kami untuk
mencari panduan instalasi dan konfigurasi aplikasi pilihan anda.
Penting:
Berikut ini hanyalah contoh, tidak dimaksudkan sebagai suatu anjuran.
|
Daftar Kode 2.41: Emerge GNOME |
mybox etc # emerge -vp gnome
mybox etc # nano -w /etc/make.conf
USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode svg hal dbus \
-kde -qt3 -qt4 -arts -eds -esd gnome gstreamer gtk firefox"
mybox etc # time emerge gnome
real 520m44.532s
user 339m21.144s
sys 146m22.337s
|
Daftar Kode 2.42: Emerge KDE |
mybox etc # emerge -vp kde-meta
mybox etc # nano -w /etc/make.conf
USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode svg hal dbus \
kde qt3 qt4 -arts -eds -esd -gnome -gstreamer -gtk -firefox"
mybox etc # time emerge kde-meta
real 1171m25.318s
user 851m26.393s
sys 281m45.629s
|
Isi dokumen ini dilisensikan dengan lisensi Creative Commons -
Attribution / Share Alike.
|