Kumpulan Error Grub Gentoo
1.
Catatan Awal
Ucapan Terima Kasih
Many thanks to
Earthwings,
penetrode,
loyaltonone,
pilla,
airhead,
nephros,
yamakawa
dan semua yang telah memberikan masukan di
thread asli.
Peringatan
Contoh-contoh yang ada di sini hanyalah merupakan contoh. Jangan lupa untuk
mengganti nomor-nomor partisi dan yang lainnya sesuai dengan spesifikasi
sistem anda. Ikuti solusi yang ada di dokumen ini dengan menanggung sendiri
semua resiko.
2.
Grub loading, please wait...
Situasi
Daftar Kode 2.1: Output grub |
GRUB loading stage 1.5
GRUB loading, please wait...
|
Setelah pesan ini, sistem berhenti. Jika anda mencoba untuk mem-boot sistem
dengan floppy grub, masalah ini akan hilang.
Solusi
Menurut The_Bell
anda perlu mengganti urutan boot pada BIOS anda.
Atur BIOS anda agar tidak terlebih dahulu mencoba boot dari floppy...
penetrode
menulis bahwa masalah ini juga bisa disebabkan oleh setting CFLAGS yang salah.
Walaupun ebuild grub yang sekarang telah menyaring -fstack-protector,
anda mungkin perlu mengkompilasi ulang grub dengan CFLAGS yang bersih jika
tidak ada lagi solusi lain.
Daftar Kode 2.2: Menggunakan CFLAGS bersih untuk mengkompilasi ulang GRUB |
# CFLAGS="-O2 -march=i686 -fomit-frame-pointer -pipe" emerge grub
|
3.
Grub Error 12
Situasi
Daftar Kode 3.1: Output grub |
12 : Invalid device requested.
|
Error ini akan ditampilkan jika sintaks string device sudah benar, tetapi,
ada error lain terjadi yang tidak didefinisikan oleh error lain.
Solusi
Ketika anda menginstal grub di MBR dengan perintah interaktif, apakah anda
telah mengeksekusi dua baris berikut pada prompt grub?
Daftar Kode 3.2: Perintah-perintah instalasi interaktif |
grub> root (hd0,0)
grub> setup (hd0)
|
(hd0,0) harus diganti dengan partisi boot anda dan (hd0) dengan HDD yang anda
pilih. Ingatlah bahwa argumen (hd0) akan menginstal bootloader di Master
Boot Record (MBR) pada harddisk pertama, yaitu master primari.
4.
Grub Error 15
Situasi
Error ini bisa terjadi pada dua tahapan konfigurasi GRUB, yakni pada
konfigurasi awal (instalasi GRUB di MBR) atau setelah boot sistem dan
mencoba masuk ke Linux (atau entri lain).
Daftar Kode 4.1: Output grub - Konfigurasi Awal |
grub> root (hd0,0)
Filesystem type is xfs, partition type 0x83
grub> setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... no
Checking if "/grub/stage1" exists... no
Error 15: File not found
|
Daftar Kode 4.2: Output grub - Boot Sebuah Entri |
Booting 'gentoo Linux'
root (hd0,0)
Filesystem type is ext2fs, partition type 0x83
kernel (hd0,0)/boot/kernel-2.4.20 root=/dev/hda3 vga=792
Error 15: File not found
Press any key to continue...
|
Solusi - Konfigurasi Awal
Error ini terjadi jika file yang ditentukan tidak bisa ditemukan, tetapi
semua info lain (seperti disk/partisi) sudah benar.
Biasanya, pesan error menyebutkan kernel yang tidak ditemukan. Pastikan agar
file konfigurasi menunjuk ke kernel yang ada di partisi boot anda.
Untuk mengetahui nama kernel, boot dari CD Instalasi, mount partisi root, dan
(jika ada) partisi boot. Kemudian, chroot ke sistem Gentoo anda lalu
lihatlah file yang yang ada di sana untuk mengetahui imej kernel yang anda
miliki:
Daftar Kode 4.3: Memastikan keberadaan imej kernel |
# cd /boot
# ls
|
Perintah tersebut akan menampilkan semua kernel yang ada di partisi boot. Jika
kernel anda tidak ada, pastikan agar anda telah mengkompilasi kernel (dengan
genkernel atau cara manual):
Daftar Kode 4.4: Kompilasi ulang kernel |
# cd /usr/src/linux/
# make menuconfig
# make
|
Dan anda telah menyalinnya ke partisi boot:
Daftar Kode 4.5: Menyalin kernel |
# cp /usr/src/linux/arch/i386/boot/bzImage /boot
|
Pastikan agar nama kernel sama dengan yang tertera di file
grub.conf. Pastikan juga agar baris kernel di file
grub.conf menunjuk ke partisi itu (secara tersurat atau
tersirat).
Kesalahan lain yang dilaporkan adalah menjadikan BIOS tidak mengenali disk
tempat kernel atau stage grub berada. Juga, partisi tempat grub
menyimpan stage-nya tidak boleh menggunakan konfigurasi RAID-5 software
(atau teknologi striping lainnya).
Solusi - Mem-boot Sebuah Entri
Pertama, pastikan agar baris root dan setup yang anda gunakan
sudah benar.
Jika anda yakin bahwa baris-baris tersebut sudah benar, maka anda mungkin
sedang menggunakan versi GRUB yang jelek (0.93.20031222). Upgrade pohon Portage
anda atau mask versi grub ini:
Daftar Kode 4.6: Mask Grub |
# echo "=sys-boot/grub-0.93.20031222" >> /etc/portage/package.mask
# emerge grub -p
|
Anda juga boleh mencoba menggunakan skrip grub-install seperti yang
dianjurkan oleh para pengembang GRUB:
Daftar Kode 4.7: Menggunakan grub-install |
# grub-install --root-directory=/boot /dev/hda
|
Jika semuanya gagal, partisi boot anda mungkin rusak. Periksalah partisi anda:
Daftar Kode 4.8: Memeriksa partisi |
# fsck -y /dev/hda1
|
5.
Grub Error 17
Situasi
Daftar Kode 5.1: Output grub |
root (hd0,0)
filesystem type unknown partition type 0x7
Error 17 : Cannot mount selected partition
|
Solusi
Error terjadi jika partisi yang dicari ada, tetapi tipe filesystem-nya tidak
dapat dikenali oleh GRUB.
Periksa kembali setting root(x,y) di grub.conf.
Juga, jika anda sedang mencoba untuk mem-boot Windows, pastikan agar file
grub.conf memiliki baris root (hdX,Y) (atau
rootnoverify (hdX,Y)) dan chainloader (hdX,Y)+1.
6.
Grub Error 18
Situasi
Daftar Kode 6.1: Output grub |
kernel (hd1,4)/bzImage root=/dev/hdb7
Error 18: Selected cylinder exceeds max supported by BIOS
|
Solusi
Error ini terjadi ketika pembacaan yang dicoba pada sebuah alamat blok linear
berada di luar area yang dikenal BIOS. Hal ini biasanya terjadi jika disk anda
berukuran lebih besar dari yang dapat ditangani oleh BIOS (512MB untuk disk
(E)IDE pada komputer lama atau lebih dari 8GB pada umumnya).
Cobalah untuk meng-update BIOS anda dan/atau memindahkan partisi boot ke
bagian depan (atau paling tidak ke reng yang tepat).
7.
GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB ...
Situasi
Daftar Kode 7.1: Output grub |
GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB
GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB GRUB
...
|
Solusi
Menurut airhead
error ini bisa disebabkan oleh BIOS anda yang mencari disk secara otomatis.
Cobalah mengganti entri BIOS anda ke "User Type HDD".
Kemungkinan lainnya adalah, anda telah menginstal GRUB di MBR dan mencoba untuk
menginstalnya kembali (misalnya karena penggantian harddisk) tetapi menggunakan
perintah setup dan root yang keliru.
8.
Probing Devices to Guess BIOS Drives. This May Take a Long Time.
Situasi
Ketika mencoba menginstal GRUB, proses terhenti setelah menampilkan baris
berikut:
Daftar Kode 8.1: Output grub |
# grub
Probing devices to guess BIOS drives. This may take a long time.
|
Solusi
Salah satu penyebabnya adalah konfigurasi disk yang aneh, seperti disk DMA
ultra/non-ultra yang diletakkan pada satu kabel.
9.
Ketika Menginstal Grub, Grub Hang
Situasi
Ketika menginstal grub, grub hang:
Daftar Kode 9.1: Output grub |
# grub
|
Solusi
Jika anda tidak memiliki drive floppy, apakah anda sudah menggunakan opsi
--no-floppy ?
Daftar Kode 9.2: Instalasi grub dengan menggunakan opsi --no-floppy |
# grub --no-floppy
|
10.
Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel.
Situasi
Sistem hang setelah menampilkan baris berikut:
Daftar Kode 10.1: Output Linux |
Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel.
|
Solusi
Sebenarnya, ini bukanlah error GRUB. Salah satu penyebabnya adalah, ACPI tidak
bekerja dengan benar tetapi telah diaktifkan di kernel. Cobalah untuk
menonaktifkannya di BIOS atau di kernel.
11.
Grub Hanya Menampilkan Prompt Grub
Situasi
Ketika mem-boot sistem, anda hanya mendapatkan prompt grub, bukannya daftar
entri yang telah anda isi di file grub.conf.
Solusi
Mount partisi boot dan periksalah kembali apakah file
grub/grub.conf tersedia.
Daftar Kode 11.1: Mount dan memeriksa |
# mount /dev/hda1 /mnt/gentoo/boot
# cat /mnt/gentoo/boot/grub/grub.conf
|
Pastikan juga apakah symlink menu.lst ada:
Daftar Kode 11.2: Memeriksa symlink |
# ls -l /mnt/gentoo/boot/grub/menu.lst
lrwxrwxrwx 1 root root 9 Mar 7 14:00 /mnt/gentoo/boot/grub/menu.lst -> grub.conf
|
Jika tidak ada, ciptakan symlink:
Daftar Kode 11.3: Menciptakan kembali symlink menu.lst |
# cd /mnt/gentoo/boot/grub
# ln -snf grub.conf menu.lst
|
Jika ini penyebabnya, instal kembali grub:
Daftar Kode 11.4: Menginstal ulang Grub |
# grub-install --root-directory=/boot /dev/hda
|
12.
Could Not Find Device For /boot/boot: Not Found Or Not a Block Device
Situasi
Ketika menjalankan grub-install pada instalasi GRUB, anda mendapatkan
error berikut:
Daftar Kode 12.1: Output grub |
# grub-install --root-directory=/boot /dev/hda
Could not find device for /boot/boot: not found or not a block device
|
Solusi
Periksa apakah anda tidak melupakan yang berikut:
Daftar Kode 12.2: Memperbarui file mtab |
# grep -v rootfs /proc/mounts > /etc/mtab
|
13.
Sistem Malah Reboot Setelah Menekan Enter Pada Menu GRUB
Situasi
Setelah menekan Enter pada menu Grub ketika sistem boot, sistem malah reboot.
Solusi
Cobalah untuk menonaktifkan dukungan framebuffer di kernel. Jika masih belum
membantu juga, nonaktifkan APM dan ACPI.
14.
Setelah Menekan Enter Pada Menu Grub, Layar Jadi Kosong
Situasi
Setelah menekan Enter pada menu Grub ketika sistem boot, layar jadi kosong,
tetapi sistem tetap respon (mis. led numlock anda dapat dinyalakan).
Solusi
Nonaktifkan framebuffer (biasanya dengan menghapus vga=XYZ dari
grub.conf) dan periksa arsitektur prosesor di konfigurasi kernel.
15.
Gambar Grub Tidak Tampil
Situasi
Ketika mem-boot sistem, anda tidak melihat splashscreen Gentoo.
Solusi
Pertama, periksa apakah file splashscreen yang anda tunjuk di
grub.conf benar-benar ada. Jika ini penyebabnya, bukalah ebuild
grub. Mungkin patch untuk gambar splash diberikan tanda komentar pada
versi Grub yang anda gunakan.
16.
Gagal Boot Ke Windows Dari Harddisk Kedua
Situasi
Setelah memilih entri Windows di menu, sistem menolah boot tanpa alasan yang
jelas.
Solusi
cyrillic
memberitahukan kami bahwa anda dapat me-map disk anda agar urutannya
berubah dengan mengedit entri Windows di grub.conf:
Daftar Kode 16.1: Map disk |
title Windows XP
map (hd0) (hd1)
map (hd1) (hd0)
chainloader (hd1,0)+1
|
17.
Grub segfault ketika akan diinstal
Situasi
Situasi yang dijelaskan di bawah ini hanya untuk grub-0.95.x pada saat
menginstal GRUB di MBR.
Daftar Kode 17.1: Instalasi Grub |
grub> root (hd0,0)
grub> setup (hd0)
Segmentation fault
|
Solusi
Ini adalah bug yang telah diketahui dan telah diperbaiki pada grub-0.96.
Telah diketahui juga bahwa grub-0.94-r1 dan grub-0.94-r2 bisa bekerja dengan
benar. Jika masih gagal, anda boleh mencoba menginstal grub-static yang saat
ini sudah dianggap stabil di amd64 dan belum stabil di x86 (~x86). Bacalah
#79378 untuk
info lebih lanjut.
Isi dokumen ini dilisensikan dengan lisensi Creative Commons -
Attribution / Share Alike.
|