Gentoo Logo

Buku Pegangan Instalasi Gentoo Linux AMD64 2007.0 Tanpa Jaringan

Daftar Isi:

  • Instalasi Gentoo
    Pada bagian ini, anda akan belajar cara menginstal Gentoo pada sistem anda.
    1. Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux
      Bab ini akan memperkenalkan metode instalasi pada bagian ini.
    2. Boot LiveCD Installer
      Dengan LiveCD Installer kami, anda dapat masuk ke sebuah lingkungan yang dapat anda gunakan untuk menginstal Gentoo.
    3. Menggunakan Installer Gentoo Linux Berbasis GTK+
      Sekarang anda mendapatkan pilihan untuk menggunakan installer grafis kami untuk menginstal Gentoo. Tentukan pilihan-pilihan yang anda perlukan dengan GUI yang mudah dimengerti.
    4. Menggunakan Installer Gentoo Linux Berbasis Dialog
      Anda juga mendapatkan pilihan untuk menggunakan installer berbasis Dialog untuk menginstal Gentoo. Tentukan pilihan-pilihan yang anda perlukan dengan menu-menu yang mudah dimengerti.
    5. Kemanakah setelah ini?
      Sekarang anda telah memiliki sistem Gentoo; Selanjutnya apa?
  • Bekerja menggunakan Gentoo
    Belajar cara menggunakan Gentoo: menginstal software, mengubah variabel, mengubah tingkah laku portage, dll.
    1. Pengenalan Portage
      Bab ini menjelaskan cara "sederhana" yang harus diketahui seorang pengguna untuk memelihara software pada sistemnya.
    2. Flag USE
      Flag USE sangat penting di Gentoo. Pada bab ini, anda akan belajar cara menggunakan flag USE dan mengetahui cara interaksi flag USE dengan sistem anda.
    3. Fitur-fitur Portage
      Kenali fitur-fitur yang dimiliki Portage, seperti kompilasi terdistribusi, ccache, dan masih banyak lagi.
    4. Skrip Init
      Gentoo menggunakan sebuah format skrip init khusus yang, di antara fitur-fitur lain, menyediakan pilihan berdasarkan dependensi dan skrip init virtual. Bab ini menjelaskan seluruh aspek tersebut dan cara bekerja dengan skrip-skrip ini.
    5. Variabel Lingkungan
      Menggunakan Gentoo, anda dapat dengan mudah menangani variabel lingkungan sistem. Bab ini menjelaskan cara melakukannya, dan juga menjabarkan beberapa variabel yang sering digunakan.
  • Bekerja dengan Portage
    "Bekerja dengan Portage" melingkupi penjelasan mendalam tentang Portage, Alat Pengatur Software Gentoo.
    1. File dan Direktori
      Jika anda ingin lebih mengenal Portage, anda harus mengetahui dimana portage meletakkan file dan data-datanya.
    2. Konfigurasi dengan Variabel
      Portage dapat dikonfigurasi dengan bermacam-macam variabel yang bisa anda atur di file konfigurasi sebagai variabel lingkungan.
    3. Mencampur Cabang-cabang Software
      Gentoo menyediakan software yang terpisah di beberapa cabang, berdasarkan kestabilan dan dukungan arsitektur (jenis CPU). "Mencampur Cabang-cabang Software" akan memberikan anda informasi tentang cara mengkonfigurasi dan mengesampingkan pemisahan cabang-cabang secara individual.
    4. Utilitas Tambahan Portage
      Portage memiliki beberapa utilitas tambahan yang mungkin bisa membuat pengalaman anda dengan Gentoo lebih asyik. Baca terus untuk mengetahui cara menggunakan dispatch-conf dan utilitas lain.
    5. Beralih dari Pohon Portage Resmi
      "Beralih dari Pohon Portage Resmi" memberikan anda beberapa tips dan trik bagaimana cara menggunakan Pohon Portage anda sendiri, bagaimana cara mensinkronisasi hanya kategori yang anda inginkan, menyuntikkan paket, dll.
  • Konfigurasi Jaringan Gentoo
    Sebuah panduan mendalam tentang jaringan di Gentoo.
    1. Siap Memulai
      Panduan berisi cara mengaktifkan antarmuka jaringan dengan cepat pada kebanyakan lingkungan umum.
    2. Konfigurasi Lebih Lanjut
      Disini kita akan belajar bagaimana sebuah konfigurasi bekerja - anda harus mengetahui ini sebelum belajar tentang jaringan modular.
    3. Modular Networking
      Gentoo menyediakan jaringan kerja yang fleksibel untuk anda - di sini anda akan diberi pengetahuan tentang pemilihan klien DHCP yang berbeda, pengaturan bonding, bridging, VLAN dan banyak lagi.
    4. Jaringan Nirkabel
      Jaringan nirkabel sedikit rumit. Mudah-mudahan kami bisa membantu anda untuk dapat menjalankannya!
    5. Menambahkan Kegunaan
      Jika anda suka berpetualang, anda bisa menambahkan beberapa kegunaan jaringan anda sendiri.
    6. Manajemen Jaringan
      Untuk para pengguna laptop atau yang sering memindahkan komputer mereka ke jaringan kerja yang berbeda.

A. Instalasi Gentoo

1. Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux

1.a. Pendahuluan

Selamat Datang!

Pertama-tama, selamat datang di Gentoo. Anda akan memasuki dunia yang penuh dengan pilihan dan performa. Konsep Gentoo adalah tentang pilihan. Ketika anda menginstal Gentoo, hal ini akan diperjelas kepada anda beberapa kali -- anda dapat memilih sejauh mana anda ingin mengkompilasi sistem, cara menginstal Gentoo, logger sistem apa yang anda inginkan, dll.

Gentoo adalah metadistro modern yang kencang dengan disain yang rapi dan fleksibel. Gentoo dibangun dengan free software dan tidak akan menyembunyikan apapun yang berada dibalik Gentoo dari para penggunanya. Portage, sistem pengatur paket yang digunakan Gentoo, ditulis dengan Python, yang berarti anda dapat dengan mudah melihat dan memodifikasi kode sumbernya. Sistem paket Gentoo menggunakan source code (walaupun dukungan terhadap paket-paket jadi diikutsertakan juga) dan konfigurasi Gentoo menggunakan file teks biasa. Dengan kata lain, keterbukaan berada dimana-mana.

Sangat penting bagi anda untuk mengerti bahwa pilihan adalah apa yang membuat Gentoo berfungsi. Kami mencoba untuk tidak memaksa anda terhadap apapun yang tidak anda sukai. Jika anda merasa kami memaksa anda, buatlah laporan di bug.

Bagaimana Cara Menginstal Gentoo?

Gentoo Linux menyediakan dua versi installer yang mudah digunakan. Pertama adalah installer berbasis GTK+ (untuk digunakan dari lingkungan X) dan yang kedua adalah instller berbasis Dialog untuk digunakan dari konsol. Bab 3 dari Buku Pegangan akan menjelaskan installer berbasis GTK+, sedangkan Bab 4 menjelaskan installer berbasis Dialog.

Apa saja pilihan saya?

Anda dapat menginstal Gentoo dengan berbagai cara. Anda dapat mendownload dan menjalankan instalasi dengan salah satu CD instalasi kami, dari sebuah distro yang telah terinstal, dari CD bootable (mis. Knoppix), dari lingkungan boot jaringan, dari floppy pertolongan, dll.

Dokumen ini menjelaskan proses instalasi menggunakan CD Instalasi Gentoo, sebuah CD bootable yang berisi semua yang anda perlukan untuk menginstal Gentoo. Ada dua macam CD Instalasi, yaitu InstallCD dan LiveCD Installer. InstallCD merupakan sebuah lingkungan minimal yang hanya berisi paket-paket yang diperlukan untuk menginstal Gentoo Linux. Sedangkan LiveCD merupakan sebuah lingkungan Gentoo Linux yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk menginstal Gentoo Linux. Untuk saat ini, LiveCD belum tersedia bagi semua arsitektur. Jika arsitektur anda tidak memiliki LiveCD, maka dokumen ini menunjuk ke InstallCD Universal bagi anda.

Bagaimanapun juga, metode instalasi pada dokumen ini tidak menggunakan paket-paket terbaru yang tersedia; jika anda menginginkannya, anda harus mengikuti petunjuk di Buku Pegangan Gentoo.

Untuk cara instalasi lain, silahkan membaca Panduan Instalasi Alternatif kami. Kami juga menyediakan sebuah dokumen Tips & Trik yang mungkin bisa bermanfaat. Jika anda merasa petunjuk instalasi ini terlalu panjang, gunakanlah Panduan Instalasi Singkat kami yang tersedia di Sumber Dokumentasi jika arsitektur anda memilikinya.

Menemui Masalah?

Jika anda menemui masalah dalam proses instalasi (atau dokumentasi instalasi), silakan periksa errata dari Gentoo Release Engineering Project kami, kunjungi sistem bugtracking kami dan periksa jika bug tersebut telah diketahui (dilaporkan) atau belum. Jika belum, silahkan laporkan sebuah bug tentang masalah tersebut agar kami dapat memperbaikinya. Jangan takut terhadap para developer yang ditugaskan pada bug anda -- mereka biasanya tidak memakan orang.

Catat bahwa, walaupun dokumen yang sedang anda baca ini adalah arsitektur-spesifik, dokumen ini akan tetap memiliki referensi ke arsitektur lain juga. Hal ini dikarenakan banyak bagian dari Buku Pegangan Gentoo menggunakan kode sumber yang sama/umum di semua arsitektur (untuk menghindari duplikasi usaha dan kekurangan resource pengembangan). Kami akan berusaha untuk mengurangi seminimum mungkin agar tidak terjadi kebingungan.

Jika anda tidak yakin apakah masalah anda adalah masalah-user (beberapa error yang anda perbuat karena tidak membaca dokumentasi dengan benar) atau masalah-software (beberapa error yang kami perbuat karena tidak memeriksa instalasi/dokumentasi dengan hati-hati), anda dapat bergabung dan bertanya di #gentoo di irc.freenode.net. Tentu saja, anda tidak harus jika tidak mau :)

Jika anda memiliki pertanyaan tentang Gentoo, periksalah FAQ kami, yang tersedia di Dokumentasi Gentoo. Anda dapat juga melihat FAQ di forum Gentoo. Jika anda tidak dapat menemukan jawaban di sana, cobalah bertanya di #gentoo, channel IRC kami di irc.freenode.net. Ya, beberapa dari kami adalah orang aneh yang hanya bermalas-malasan di IRC :-)

1.b. Instalasi Cepat Dengan Gentoo Reference Platform

Apa itu Gentoo Reference Platform?

Gentoo Reference Platform, mulai dari sini kita sebut GRP, merupakan sebuah snapshot dari paket jadi yang dapat diinstal oleh para pengguna (anda!) ketika menjalankan instalasi Gentoo Linux untuk mempercepat proses instalasi. GRP berisi semua paket yang dibutuhkan untuk mendapatkan instalasi Gentoo yang berfungsi penuh. GRP tidak hanya berisi paket-paket yang anda perlukan untuk mendapatkan instalasi dasar, tetapi paket-paket besar lainnya (seperti xorg-x11, GNOME, OpenOffice, Mozilla, ...) juga tersedia.

Namun, paket-paket jadi ini tidak dipelihara selamanya. Paket-paket ini hanya merupakan snapshot yang dirilis bersamaan dengan rilis baru Gentoo agar anda bisa mendapatkan lingkungan yang berfungsi penuh dalam waktu yang cukup singkat. Nantinya anda dapat memperbarui sistem sambil menggunakan Gentoo.

Bagaimana Portage Menangani Paket-paket GRP

Pohon Portage - kumpulan ebuild (file-file yang berisi semua informasi tentang sebuah paket, seperti deskripsi, website, URL kode sumber, petunjuk kompilasi, dependensi, dll) - harus disetarakan dengan kumpulan GRP: versi ebuild yang ada harus sama dengan paket GRP.

Oleh karena itu, anda hanya dapat merasakan keuntungan dari paket GRP yang disediakan oleh Gentoo jika anda mengikuti cara instalasi ini. GRP tidak tersedia bagi anda yang ingin menggunakan paket-paket dengan versi terbaru.

Apakah GRP Tersedia?

Tidak semua arsitektur menyediakan paket GRP. Bukan berarti GRP tidak didukung pada arsitektur tersebut, tetapi kami tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membuat dan menguji paket-paket GRP.

Untuk saat ini kami menyediakan paket-paket GRP untuk arsitektur-arsitektur berikut ini:

  • Arsitektur amd64 (amd64). Catatan: Paket-paket ini sekarang tersedia di LiveCD Installer.
  • Arsitektur ppc (ppc32)
  • Arsitektur sparc (sparc64)
  • Arsitektur x86 (athlon, athlon-xp, athlon-mp, pentium-pro, pentium2, pentium3, pentium4 dan pentium-m). Catatan: Paket-paket untuk i386 tersedia di LiveCD Installer.

Jika arsitektur (atau subarsitektur) anda tidak terlampir pada daftar di atas, berarti anda tidak mendapatkan pilihan untuk melakukan instalasi GRP.

Sekarang mari kita lanjutkan dengan Boot InstallCD Universal/LiveCD Installer

2. Boot LiveCD Installer

2.a. Kebutuhan Hardware

Pendahuluan

Sebelum kita memulai, pertama-tama mari kita tuliskan kebutuhan hardware yang anda perlukan untuk menginstal Gentoo dengan sukses di komputer anda dengan LiveCD Installer.

Kebutuhan Hardware

CPU CPU AMD64 atau EM64T
Memori 128 MB
Ruang Disk 1.5 GB (belum termasuk swap)
Swap Paling sedikit 256 MB

2.b. LiveCD Installer Gentoo Linux

Pendahuluan

LiveCD adalah CD bootable yang berisi lingkungan pendukung Gentoo. Anda dapat mem-boot Linux dari CD tersebut. Sewaktu proses boot berlangsung, hardware anda akan dikenali dan driver-driver yang diperlukan akan dimuat. CD tersebut dipelihara oleh para developer Gentoo.

Kedua CD Instalasi yang kami sediakan saat ini adalah:

  • LiveCD Installer berisi semua yang anda butuhkan untuk menginstal Gentoo. CD ini berisi lingkungan grafikal, juga installer berbasis grafik dan konsol yang akan melakukan instalasi secara otomatis, dan pastinya petunjuk instalasi untuk arsitektur komputer anda.
  • CD Instalasi Minimal hanya beerisi sebuah lingkungan minimal yang dapat anda gunakan untuk boot dan mengkonfigurasi jaringan untuk mendapatkan koneksi internet. CD ini tidak berisi file tambahan lainnya dan tidak dapat digunakan dengan metode instalasi yang sedang kita lakukan.

2.c. Download, Burn dan Boot CD Instalasi Gentoo

Download dan Burn CD Instalasi

Anda dapat mendownload LiveCD Installer dari salah satu mirror kami. CD ini berada di direktori releases/amd64/2007.0/livecd/.

Di dalam direktori tersebut, anda akan menemukan file-file ISO. File-file tersebut merupakan imej CD penuh yang dapat anda tuliskan ke sebuah CD-R.

Setelah mendownload file tersebut, anda dapat memastikan apakah hasil download anda rusak atau tidak.

  • Anda dapat memeriksa MD5 checksum-nya dan untuk dibandingkan dengan MD5 checksum yang kami sediakan (mis.dengan utilitas md5sum di Linux/Unix atau md5sum untuk Windows).
  • Anda dapat memeriksa tanda kriptografi yang kami sediakan. Tetapi sebelumnya anda harus mengambil kunci publik yang kami gunakan (17072058).

Untuk mendapatkan kunci publik kami dengan aplikasi GnuPG, jalankan perintah berikut:

Daftar Kode 3.1: Mendapatkan kunci publik

$ gpg --keyserver subkeys.pgp.net --recv-keys 17072058

Sekarang, pastikan tandanya:

Daftar Kode 3.2: Memastikan tanda kriptografi

$ gpg --verify <signature file> <downloaded iso>

Untuk menyalin file ISO yang telah di-download ke CD, anda harus menggunakan metode raw-burning. Caranya tergantung pada program yang anda gunakan. Kami hanya akan menjelaskan cdrecord dan K3B di sini; informasi lebih lanjut dapat ditemui di FAQ Gentoo kami.

  • Dengan cdrecord, anda hanya perlu mengetikkan cdrecord dev=/dev/hdc <file iso yang baru di-download> (gantikan /dev/hdc dengan CD-RW drive anda).
  • Dengan K3B, pilih Tools > Burn CD Image. Kemudian, anda dapat mencari file ISO anda di bagian "Image to Burn". Terakhir, klik Start.

Boot LiveCD Installer

Penting: Bacalah seksi ini dengan saksama sebelum melanjutkan, karena anda mungkin tidak akan sempat membacanya lagi sebelum memulai langkah lain.

Setelah anda membuat LiveCD, sekarang saatnya untuk boot. Keluarkan semua CD dari CD-ROM, reboot sistem anda dan masuklah ke BIOS, biasanya dengan menekan tombol DEL, F1, atau ESC, tergantung pada BIOS anda. Di dalam BIOS, ubahlah urutan boot agar CD-ROM anda dicoba dahulu sebelum harddisk. Biasanya anda dapat menemukan opsi tersebut di "CMOS Setup". Jika anda tidak mengubah urutan ini, sistem anda akan reboot melalui harddisk anda, bukan melalui CD-ROM.

Sekarang, masukkan LiveCD ke drive CD-ROM anda lalu reboot. Anda akan menemukan layar boot yang menarik dengan logo Gentoo Linux. Pada layar ini, anda dapat menekan Enter untuk memulai proses boot dengan opsi boot default, atau boot LiveCD dengan opsi boot tambahan dengan menuliskan nama kernel diikuti dengan opsi boot dan menekan Enter.

Menuliskan nama kernel? Ya, kami menyediakan beberapa kernel di Live CD kami. Kernel default adalah gentoo. Kernel-kernel lainnya diperuntukkan bagi hardware dengan kebutuhan khusus, dan varian -nofb yang akan menonaktifkan framebuffer.

Di bawah ini, anda dapat menemukan rangkuman singkat tentang kernel-kernel yang tersedia:

Kernel Penjelasan
gentoo Kernel default dengan dukungan untuk CPU K8 (termasuk dukungan NUMA dan CPU EM64T
memtest86 Memeriksa error pada RAM anda

Anda dapat juga menuliskan opsi kernel. Opsi kernel tersebut adalah pengaturan yang dapat anda (non)aktifkan sesuka anda. Daftar berikut sama dengan yang akan anda lihat ketika anda menekan F2 pada layar boot.

Daftar Kode 3.3: Opsi-opsi yang tersedia sebagai argumen kernel anda

acpi=on         Mengaktifkan dukungan ACPI dan menjalankan daemon acpid pada CD
                ketika boot. Opsi ini hanya diperlukan jika sistem anda
                memerlukan ACPI agar bisa berfungsi dengan normal. Opsi ini
                tidak diperlukan untuk dukungan HyperThreading.

acpi=off        Menonaktifkan ACPI secara keseluruhan. Opsi ini berguna untuk
                beberapa komputer lama, dan juga dibutuhkan ketika menggunakan
                APM. Opsi ini akan menonaktifkan dukungan Hyperthreading pada
                prosesor anda.

console=X       Opsi ini menentukan akses konsol serial di CD. Opsi pertama
                adalah perangkat, biasanya ttyS0 pada x86, diikuti dengan opsi
                koneksi lainnya, yang dipisahkan dengan koma. Opsi defaultnya
                adalah 9600,8,n,1.

dmraid=X        Dengan opsi ini anda dapat menambahkan opsi lain pada
                device-mapper RAID subsystem. Opsi-opsi harus berada di dalam
                tanda kutip.

doapm           Muat dukungan APM. Anda harus menggunakan opsi acpi=off jika
                ingin menggunakan opsi ini.

dolowusb        Menambahkan jeda ke proses boot untuk CD-ROM USB yang lambat
                pada komputer IBM BladeCenter.

dopcmcia        Muat dukungan untuk PCMCIA dan hardware Cardbus, juga
                menyebabkan pcmcia cardmgr di CD akan dijalankan. Opsi ini
                hanya diperlukan jika anda boot dari perangkat PCMCIA/Cardbus.

doscsi          Load dukungan untuk pengendali SCSI umum. Opsi ini juga
                diperlukan untuk mem-boot kebanyakan perangkat USB, karena
                perangkat USB menggunakan subsystem SCSI kernel.

hda=stroke      Dengan opsi ini anda dapat mempartisi seluruh harddisk walaupun
                BIOS anda tidak dapat menangani harddisk besar. Opsi ini hanya
                perlu digunakan pada komputer yang memiliki BIOS model lama.
                Gantikan hda dengan perangkat yang memerlukan opsi ini.

ide=nodma       Memaksa penonaktifan DMA di kernel, diperlukan oleh beberapa
                chipset IDE juga beberapa drive CD-ROM. Jika sistem anda
                mengalami masalah ketika membaca isi CD-ROM IDE, cobalah opsi
                ini. Opsi ini juga menonaktifkan pengaturan default hdparm.

noapic          Menonaktifkan Advanced Programmable Interrupt Controller yang
                terdapat pada motherboard model baru. APIC diketahui sering
                menyebabkan masalah pada hardware lama.

nodetect        Menonaktifkan semua pencarian yang dilakukan oleh CD, termasuk
                pengenalan hardware dan penggunaan DHCP. Opsi ini berguna untuk
                jaringan yang hanya menggunakan IP tetap.

nodhcp          Menonaktifkan penggunaan DHCP pada kartu jaringan yang ditemukan.
                Opsi ini berguna pada jaringan yang hanya menggunakan IP tetap.

nodmraid        Menonaktifkan dukungan device-mapper RAID, seperti yang digunakan
                untuk pengendali RAID IDE/SATA on-board.

nofirewire      Menonaktifkan pemuatan modul firewire. Opsi ini hanya diperlukan
                jika hardware Firewire anda menyebabkan masalah ketika boot
                dari CD.

nogpm           Menonaktifkan dukungan mouse konsol gpm.

nohotplug       Menonaktifkan pemuatan skrip init hotplug dan coldplug ketika
                boot. Opsi ini berguna untuk melakukan debug pada CD atau driver
                yang gagal.

nokeymap        Menonaktifkan pemilihan keymap yang digunakan untuk memilih
                layout keyboard non-US.

nolapic         Menonaktifkan APIC lokal pada kernel Uniprosesor.

nosata          Menonaktifkan pemuatan modul Serial ATA. Berguna jika sistem
                anda mengalami masalah dengan subsistem SATA.

nosmp           Menonaktifkan SMP, atau Symmetric Multiprocessing, pada kernel
                yang memiliki dukungan SMP. Berguna untuk menlakukan debug
                terhadap masalah terkait SMP pada beberapa driver dan motherboard.

nosound         Menonaktifkan dukungan suara dan pengaturan volume. Berguna untuk
                sistem yang bermasalah karena perangkat suara.

nousb           Menonaktifkan pemuatan otomatis modul USB. Berguna untuk melakukan
                debug pada masalah USB.

Volume/Device Management:

dodevfs         Mengaktifkan filesystem pernagkat yang dianggap sudah usang pada
                sistem dengan kernel 2.6. Anda juga memerlukan opsi noudev agar
                opsi opsi ini berfungsi. Karena devfs merupakan satu-satunya pilihan
                pada kernel 2.4, opsi ini tidak memiliki pengaruh jika anda
                boot dengan kernel 2.4.

doevms2         Mengaktifkan dukungan untuk pluggable EVMS IBM, atau Enterprise
                Volume Management System. Opsi ini tidak aman digunakan dengan
                lvm2.

dolvm2          Mengaktifkan dukungan Logical Volume Management Linux. Tidak
                aman digunakan dengan evms2.

noudev          Menonaktifkan dukungan udev pada kernel 2.6. Opsi ini memerlukan
                penggunaan dodevfs. Karena udev tidak menjadi pilihan pada
                kernel 2.4, opsi ini tidak memiliki pengaruh ketika boot dengan
                kernel 2.4.

unionfs         Mengaktifkan dukungan Unionfs pada imej CD yang mendukungnya.
                Opsi ini akan menciptakan overlay Unionfs yang dapat ditulisi
                pada tmpfs, agar anda dapat mengubah file apa saja di CD.

unionfs=X       Mengaktifkan dukungan Unionfs pada imej CD yang mendukungnya.
                Opsi ini akan menciptakan overlay Unionfs pada perangkat yang
                anda tentukan. Perangkat harus diformat dengan sebuah filesystem
                yang dikenal dan dapat ditulis oleh kernel.

Opsi-opsi Lain

debug           Mengaktifkan kode debug. Opsi ini mungkin akan menyebabkan
                tampilan pada layar anda jadi berantakan, karena akan
                mengeluarkan banyak sekali data.

docache         Opsi ini akan menyimpan semua bagian runtime dari CD ke RAM,
                agar anda dapat meng-umount /mnt/cdrom dan me-mount CD lain.
                Opsi ini mengharuskan anda memiliki RAM paling tidak dua kali
                ukuran CD.

doload=X        Opsi ini akan menyebabkan initial ramdisk memuat modul yang
                anda berikan. Gantikan X dengan nama modul. Anda dapat
                memisahkan nama-nama modul dengan koma.

noload=X        Opsi ini akan menyebabkan initial ramdisk tidak memuat modul
                yang menyebabkan masalah. Sintaks opsi ini sama dengan sintaks
                doload.

nox             Opsi ini akan menyebabkan LiveCD dengan dukungan X tidak akan
                menjalankan X secara otomatis, tetapi masuk ke konsol.

scandelay       Opsi ini akan menyebabkan CD untuk berhenti sejenak selama 10
                detik ketika proses boot berlangsung agar perangkat yang lambat
                dapat melakukan isialisasi dan siap untuk digunakan.

scandelay=X     Dengan opsi anda dapat menentukan waktu penundaan (dalam detik),
                untuk ditambahkan kepada beberapa proses boot agar perangkat yang
                lambat dapat melakukan inisialisasi dan siap untuk digunakan.
                Gantikan X dengan jumlah detik untuk waktu tunda.

Sekarang boot CD anda, pilih sebuah kernel (jika anda tidak ingin menggunakan kernel default gentoo) dan opsi-opsi boot. Sebagai contoh, kami tunjukkan cara mem-boot kernel gentoo, dopcmcia sebagai parameter kernel:

Daftar Kode 3.4: Boot CD instalasi

boot: gentoo dopcmcia

Nantinya, anda akan disambut dengan layar boot dan sebuah papan progress. Jika anda menginstal Gentoo di sistem dengan keyboard non-US, pastikan anda langsung menekan Alt-F1 untuk mengganti ke modus verbose kemudian ikuti prompt-nya. Jika anda tidak memilih apapun dalam waktu 10 detik, maka keyboard default (US) akan dimuat dan proses boot akan dilanjutkan. Setelah proses boot selesai, Gnome akan dijalankan dan anda akan login otomatis ke sistem Gentoo Linux "Live" sebagai user "gentoo" dengan modus grafik. Anda akan login secara otomatis sebagai "root", superuser, di konsol lain dan anda seharusnya sudah mendapatkan prompt root ("#"). Anda dapat juga berpindah konsol dengan menekan Alt-F2, Alt-F3 Alt-F4, Alt-F5 dan Alt-F6. Kembalilah ke desktop grafis tempat anda mulai dengan menekan Alt-F7. Untuk berpindah ke konsol dari X, anda harus menambahkan kombinasi tersebut dengan Ctrl di depannya. Anda dapat menjalankan perintah apapun sebagai root dari terminal manapun dari dalam lingkungan grafis dengan menggunakan aplikasi sudo. Anda bahkan bisa menjadi root di dalam terminal untuk menjalankan banyak tugas.

Daftar Kode 3.5: Menggunakan sudo untuk menjalankan aplikasi

(Hanya merupakan contoh)
(Edit file group)
# sudo vi /etc/group
(Menjadi root untuk satu sesi)
# sudo su -

Konfigurasi Hardware Tambahan

Ketika CD Instalasi boot, hardware anda akan dikenali dan modul-modul kernel diperlukan akan dimuat untuk mendukungnya. Pada kebanyakan kasus, proses ini sukses. Tetapi, pada beberapa kasus, proses tersebut mungkin tidak berhasil memuat modul kernel yang anda butuhkan secara otomatis. Jika proses pengenalan perangkat PCI melewatkan beberapa hardware di sistem, anda harus memuat modul kernel tersebut secara manual. Proses ini memerlukan akses root.

Pada contoh berikut ini, kita akan mencoba memuat modul 8139too (dukungan bagi beberapa jenis perangkat jaringan):

Daftar Kode 3.6: Load modul kernel

# modprobe 8139too

Opsional: Tweak Performa Hard Disk

Jika anda adalah pengguna advance, anda mungkin ingin men-tweak performa harddisk IDE anda menggunakan hdparm. Anda dapat memeriksa performa harddisk anda dengan opsi -tT (jalankan beberapa kali untuk mendapatkan nilai yang lebih tepat):

Daftar Kode 3.7: Memeriksa performa harddisk

# hdparm -tT /dev/hda

Untuk melakukan tweak, anda dapat menggunakan salah satu contoh berikut (atau coba sendiri) yang menggunakan /dev/hda sebagai harddisk (gantikan dengan disk anda):

Daftar Kode 3.8: Tweak performa harddisk

Aktivasi DMA:
# hdparm -d 1 /dev/hda

Atau dengan opsi peningkat performa yang aman:
# hdparm -d 1 -A 1 -m 16 -u 1 -a 64 /dev/hda

Opsional: Akun User

Jika anda berencana untuk memberikan orang lain akses ke lingkungan instalasi anda atau ingin chat menggunakan irssi tanpa akses root (untuk alasan keamanan), anda perlu menciptakan akun user yang diperlukan dan mengubah password root. Anda memerlukan akses root untuk mengganti password root dan menambah user baru.

Untuk mengganti password root, gunakan perintah passwd:

Daftar Kode 3.9: Mengganti password root

$ sudo su -
# passwd
New password: (Ketik password baru)
Re-enter password: (Ketikkan sekali lagi password baru)

Untuk membuat akun baru, pertama-tama kita masukkan identitasnya, diikuti dengan password. Kita dapat menggunakan perintah useradd dan passwd. Di contoh berikut, kita akan membuat akun user bernama "john".

Daftar Kode 3.10: Membuat akun user baru

# useradd -m -G users john
# passwd john
New password: (Masukkan password john)
Re-enter password: (Ketikkan lagi password john)

Anda dapat mengubah user id anda dari root menjadi user yang baru dibuat menggunakan perintah su:

Daftar Kode 3.11: Mengubah id user

# su - john

Anda juga dapat mengganti password untuk user "gentoo" pada lingkungan grafis. Akun ini cocok digunakan untuk penggunaan internet.

Daftar Kode 3.12: Mengganti password gentoo

$ passwd
New password: (Masukkan password baru anda)
Re-enter password: (Masukkan kembali password anda)

Opsional: Membaca Dokumentasi selama Instalasi

Jika anda ingin membaca Buku Pegangan Gentoo (dari CD ataupun online) sewaktu instalasi, anda dapat menggunakan Mozilla Firefox (dari lingkungan grafis), atau links (dari terminal).

Daftar Kode 3.13: Membaca dokumentasi di CD dengan Firefox

# firefox /mnt/cdrom/docs/handbook/html/index.html

Jika anda memilih untuk menggunakan links untuk membaca versi teks dari buku panduan, pastikan anda telah membuat user user baru (baca Opsional: Akun User). Lalu tekan Alt-F2 untuk masuk ke terminal baru dan log in.

Daftar Kode 3.14: Membaca dokumentasi di CD dengan links

# links /mnt/cdrom/docs/handbook/html/index.html

Anda dapat kembali ke terminal awal dengan menekan Alt-F7.

Bagaimanapun juga, kami menganjurkan anda menggunakan Buku Pegangan Gentoo online karena versi online lebih baru daripada versi di CD. Anda dapat membacanya menggunakan links juga, tetapi hanya setelah anda menyelesaikan bab Konfigurasi Jaringan (jika tidak, anda tidak akan dapat terhubung ke internet untuk membaca dokumentasi):

Daftar Kode 3.15: Membaca dokumentasi online dengan Firefox

# firefox http://www.gentoo.org/doc/id/handbook/2007.0/handbook-amd64.xml

Daftar Kode 3.16: Membaca dokumentasi online dengan links

# links http://www.gentoo.org/doc/id/handbook/2007.0/handbook-amd64.xml

Sekarang anda dapat memilih untuk melanjutkan dengan Installer berbasis GTK+ (yang membutuhkan X) atau Installer berbasis Dialog yang dapat dijalankan di konsol.

3. Menggunakan Installer Gentoo Linux Berbasis GTK+

3.a. Selamat Datang

Sebelum anda mulai

Ketika Gentoo Linux Installer (GLI) selesai dimuat, anda akan disambut dengan layar selamat datang. Layar ini menampilkan pendahuluan yang mudah dipahami tentang proses instalasi Gentoo di komputer anda. Bacalah setiap opsi dengan saksama. Terdapat bantuan yang rinci untuk setiap langkah instalasi; klik Help pada bagian kiri bawah jendela installer. Kami anjurkan anda untuk selalu membaca bantuan yang disediakan sebelum menentukan pilihan. Catat bahwa anda dapat menyimpan progres konfigurasi anda kapan saja selama proses instalasi berlangsung jika anda ingin melanjutkannya kembali nanti.

Ada tiga tipe instalasi yang tersedia. Pilih Networkless untuk memulai instalasi Gentoo Linux.

Catatan: Pemilihan Networkless akan mengakibatkan beberapa opsi konfigurasi nantinya tidak tersedia.

3.b. Partisi

Menyiapkan disk

Untuk menginstal Gentoo, anda perlu mempersiapkan harddisk anda. Layar Partisi akan menampilkan daftar harddisk yang telah dikenal dan anda dapat memilih filesystem yang ingin anda gunakan pada partisi anda. Memilih Clear partitions akan menghapus seluruh partisi yang sudah ada di harddisk anda, maka berhati-hatilah dengan pilihan ini! Anda juga dapat mengubah ukuran beberapa tipe partisi.

Jika anda memutuskan untuk memilih Recommended layout, installer akan menghapus semua partisi yang telah ada dan menciptakan tiga partisi: 100MB untuk /boot, partisi /swap dengan ukuran 512MB, dan sisanya untuk partisi root /.

Peringatan: Seperti halnya aplikasi partisi lainnya, anda sebaiknya membuat cadangan data (backup) sistem anda sebelum merubah tabel partisi, karena bug yang mungkin ada dapat mengakibatkan kerusakan data. Semua perubahan yang anda lakukan akan langsung diterapkan oleh installer.

3.c. Mount Jaringan

Opsional: Menyiapkan Mount Jaringan

Pada layar ini anda dapat menyiapkan dan menggunaan mount jaringan yang telah ada selama dan setelah instalasi. Untuk saat ini, hanya NFS yang didukung.

3.d. make.conf

Flag-flag USE

Karena anda melakukan instalasi GRP/tanpa jaringan, anda tidak akan diizinkan untuk mengganti flag USE sebelum instalasi. Tetapi, anda bebas mengatur flag USE anda di /etc/make.conf setelah anda masuk ke sistem anda nanti.

CFLAGS

Bagaimanapun juga, anda harus memilih tipe prosesor anda di bagian CFLAGS bersama opsi optimasi yang anda inginkan, seperti -O2 dan -pipe.

Lain-lain

Pilihan-pilihan lain yang ingin anda gunakan nanti harus anda pilih sekarang. Build binary packages akan menciptakan tarbal binari yang siap diinstal untuk semua paket yang anda kompilasi pada sistem anda. Dengan DistCC anda dapat membagi proses kompilasi dengan komputer lain di dalam jaringan.

Anda tidak boleh mengganti CHOST, karena hal ini akan benar-benar merusak instalasi anda. Pada MAKEOPTS, anda dapat menentukan berapa banyak kompilasi paralel yang harus dilaksanakan ketika anda menginstal sebuah paket. Sebuah pilihan yang baik adalah jumlah CPU anda ditambah satu, tetapi hal ini tidak selalu sempurna. Pada sistem yang hanya memiliki satu prosesor, anda dapat menggunakan -j2.

3.e. Zona Waktu

Pemilihan Zona Waktu

Perhatikan peta yang ditampilkan lalu pilih daerah yang paling dekat dengan lokasi anda. Selanjutnya, anda akan ditanyakan apakah ingin menggunakan waktu UTC atau local.

3.f. Source Kernel

Menggunakan Kernel LiveCD

Anda harus menggunakan kernel yang tersedia di LiveCD untuk instalasi GRP/tanpa jaringan. Kernel ini merupakan kernel gentoo-sources yang telah dikompilasi oleh genkernel, utilitas kompilasi kernel otomatis Gentoo, yang akan memberikan kernel dengan kemampuan pengenalan dan konfigurasi hardware secara otomatis ketika boot.

3.g. Jaringan

Informasi Perangkat Jaringan

Pada layar ini anda dapat mengkonfigurasi berbagai perangkat jaringan yang ditemukan di sistem anda. Bacalah semua opsi dengan cermat.

Pada tab Hostname/Proxy Information/Other, anda harus menentukan nama host untuk komputer anda. Anda juga boleh menetapkan nama domain dan mengisi informasi server DNS jika diperlukan.

3.h. Daemon

Daemon Cron

Daemon cron merupakan program yang sangat berguna untuk menjalankan beberapa tugas pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Walaupun anda tidak harus untuk menginstalnya, daemon ini bisa jadi akan sangat berguna bagi anda. Anda hanya mendapatkan pilihan vixie-cron atau tidak menginstal daemon apapun.

Logger sistem

Logger sistem merupakan suatu kebutuhan penting bagi sistem operasi Linux manapun. Karena anda sedang menjalankan instalasi tanpa jaringan, anda hanya dapat memilih syslog-ng atau tidak menginstal logger sistem sama sekali.

3.i. Bootloader

Pada layar ini anda dapat memilih bootloader, dan mengisi parameter kernel tambahan yang akan digunakan ketika boot jika anda menginginkannya. Anda hanya mendapatkan pilihan grub atau tidak menginstal bootloader.

Anda dapat memilih disk yang untuk boot dengan memilih opsi yang sesuai dari Boot Drive. Di Linux, disk IDE pertama pada sistem anda dinamakan hda, disk IDE kedua dinamakan hdb, dan seterusnya. Jika anda memiliki disk SATA atau SCSI, maka akan dinamakan sda, sdb, dst. Tentukan pilihan yang sesuai untuk sistem anda.

Jika anda perlu menambahkan opsi lain pada kernel, seperti statemen video dan/atau VGA, tambahkan opsi-opsi tersebut ke seksi "Extra kernel parameters".

Jika anda men-jumper harddisk anda karena BIOS tidak mampu menangani harddisk besar, anda perlu menambahkan hdx=stroke. Jika anda memiliki perangkat SCSI, anda perlu menambahkan doscsi sebagai opsi kernel.

3.j. User

Menambahkan user dan grup

Pertama tentukan password root untuk administrator sistem (user root).

Kami sangat menganjurkan anda untuk membuat sebuah akun user biasa untuk penggunaan sehari-hari. Menggunakan akun root untuk pekerjaan sehari-hari sangatlah berbahaya dan harus dihindari! Buatlah akun user anda, tentukan password-nya, lalu tambahkan ke grup yang diperlukan. Anda juga boleh mengubah direktori home-nya, memilih shell login dan menambahkan komentar lain.

3.k. Paket-paket Tambahan

Opsional: Instalasi Paket-paket Tambahan

LiveCD berisi banyak paket jadi. Jika anda ingin menginstalnya, pilih kotak yang sesuai.

3.l. Servis Startup

Pada layar ini anda dapat memilih berbagai servis yang akan dijalankan ketika sistem anda boot. Bacalah pilihan-pilihan yang ada bersama penjelasannya dengan cermat, lalu pilih servis yang anda inginkan. Misalnya, jika anda telah menginstal xorg-x11 dan anda ingin langsung masuk ke desktop grafis, maka anda perlu memilih "xdm" dari daftar.

3.m. Pengaturan Lain

Pilihan-pilihan Lain

Sekarang anda dapat mengubah berbagai pengaturan, termasuk layout keyboard, pengatur tampilan grafis, editor default, dan memilih antara UTC atau waktu lokal untuk jam hardware anda.

3.n. Merampungkan

Sampai di sini, anda sudah selesai. Anda boleh reboot ke sistem Gentoo baru anda kapanpun anda mau.

Selamat, sekarang sistem anda sudah lengkap! Lanjutkan denganKemanakah setelah ini? untuk belajar lebih jauh lagi tentang Gentoo.

4. Menggunakan Installer Gentoo Linux Berbasis Dialog

4.a. Administrasi User

Menambahkan Akun User untuk Penggunaan Sehari-hari

Bekerja sebagai root di sistem Unix/Linux sangat berbahaya dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Karena itu, anda sangat dianjurkan untuk membuat akun user baru untuk penggunaan sehari-hari.

Grup yang diikuti oleh user menentukan aktifitas apa saja yang boleh dilakukan oleh user. Tabel di bawah ini berisi sejumlah grup penting yang mungkin ingin anda gunakan:

Grup Penjelasan
audio boleh mengakses perangkat suara
cdrom boleh mengakses perangkat optikal secara langsung
floppy boleh mengakses floppy secara langsung
games boleh memainkan games
portage boleh melakukan emerge --pretend sebagai user biasa
usb boleh mengakses perangkat USB
plugdev boleh me-mount dan menggunakan perangkat pluggable, seperti kamera dan stik USB
video boleh mengakses perangkat untuk merekam video dan melakukan akselerasi hardware video
wheel boleh menggunakan su

Sebagai contoh, untuk membuat akun user baru bernama john yang merupakan anggota dari grup wheel, users, dan audio, login dulu sebagai root (hanya root yang dapat membuat akun user) kemudian jalankan useradd:

Daftar Kode 1.1: Membuat akun user untuk penggunaan sehari-hari

Login: root
Password: (Ketik password root)

# useradd -m -G users,wheel,audio -s /bin/bash john
# passwd john
Password: (Tetapkan password untuk john)
Re-enter password: (Ketik lagi password tersebut untuk memastikan)

Jika user ini harus menjalankan beberapa tugas sebagai root, ia dapat menggunakan perintah su - untuk mendapatkan akses root sementara. Cara lain adalah dengan menggunakan paket sudo yang, jika dikonfigurasi dengan benar, sangat aman.

4.b. Opsional: Instalasi Paket GRP

Penting: Bagian ini hanya untuk pengguna GRP. Pengguna lain harus melewatkan bagian ini dan melanjutkan ke Kemanakah setelah ini?.

Sekarang setelah sistem anda sukses boot, login sebagai user yang telah anda buat (misalnya john) lalu gunakan su - untuk mendapatkan hak root:

Daftar Kode 2.1: Mendapatkan hak root

$ su -
Password: (Ketik password root)

Sekarang kita perlu mengubah konfigurasi Portage agar mencari paket jadi dari CD kedua (CD Paket Gentoo). Pertama, mount CD ini:

Daftar Kode 2.2: Mount CD Paket

(Masukkan CD Paket Gentoo di CD-ROM)
# mount /mnt/cdrom

Sekarang konfigurasikan Portage untuk menggunakan /mnt/cdrom sebagai tempat paket jadi:

Daftar Kode 2.3: Mengatur Portage agar menggunakan /mnt/cdrom

# ls /mnt/cdrom

(Jika ada direktori /mnt/cdrom/packages:)
# export PKGDIR="/mnt/cdrom/packages"

(Jika tidak:)
# export PKGDIR="/mnt/cdrom"

Sekarang instal paket-paket yang anda inginkan. CD Paket berisi banyak binari jadi, misalnya KDE dan GNOME.

Daftar Kode 2.4: Instalasi GNOME

# emerge --usepkg gnome

Untuk mengetahui paket jadi apa saja yang tersedia, lihatlah file-file yang ada di /mnt/cdrom/All. Misalnya, untuk mengetahui apakah KDE dapat di-emerge:

Daftar Kode 2.5: Mencari tahu apakah KDE dapat diinstal

# ls /mnt/cdrom/All/kde*

Anda harus menginstal paket binari sekarang juga. Ketika anda melakukan emerge --sync untuk memperbarui Portage (seperti yang akan anda pelajari nanti), paket jadi mungkin tidak akan cocok dengan ebuild yang dimiliki oleh Portage yang telah anda perbarui. Anda dapat menyiasatinya dengan menggunakan perintah emerge --usepkgonly sebagai ganti emerge --usepkg.

Selamat, sistema anda sekarang telah lengkap! Lanjutkan dengan Kemanakah Setelah ini? untuk belajar lebih jauh lagi tentang Gentoo.

5. Kemanakah setelah ini?

5.a. Dokumentasi

Selamat! Anda sekarang telah memiliki sistem Gentoo yang berfungsi. Tetapi, kemanakah setelah ini? Apa saja pilihan anda sekarang? Apa yang harus dijelajahi terlebih dahulu? Gentoo menyediakan banyak kemungkinan untuk para penggunanya, dan karena itu banyak fitur-fitur yang telah didokumentasi (dan sedikit yang belum didokumentasi).

Anda sebaiknya membaca bagian selanjutnya dari Buku Pegangan Gentoo yang berjudul Bekerja dengan Gentoo yang menjelaskan cara memlihara software anda agar tetap up-to-date, cara menginstal software lain, apa itu flag USE, cara sistem init Gentoo bekerja, dll.

Jika anda tertarik untuk mengoptimasi sistem anda untuk penggunaan desktop, atau anda ingin mempelajari cara mengkonfigurasi sistem anda menjadi sebuah sistem desktop yang berfungsi penuh, bacalah Sumber Dokumentasi Desktop Gentoo. Selain itu, anda juga mungkin ingin menggunakan panduan lokalisasi kami agar anda lebih betah bekerja dengan sistem anda.

Kami juga menyediakan Buku Pegangan Keamanan Gentoo yang sangat baik untuk dibaca.

Untuk mendapatkan daftar lengkap dari seluruh dokumentasi kami yang tersedia, periksa halaman Sumber Dokumentasi kami.

5.b. Gentoo Online

Anda tentu saja akan selalu diterima dengan senang hati di Forum Gentoo atau salah satu channel IRC Gentoo kami.

Kami juga memiliki beberapa milis yang terbuka untuk seluruh pengguna kami. Informasi tentang cara bergabung dapat ditemui di halaman tersebut.

Kami akan diam sekarang dan membiarkan anda menikmati sistem Gentoo anda :-)

5.c. Perubahan Gentoo pada 2007.0

Perubahan?

Gentoo merupakan distribusi Linux yang bergerak cepat. Seksi berikut ini menjelaskan perubahan-perubahan penting yang mempengaruhi instalasi Gentoo. Kami hanya menuliskan perubahan yang berhubungan dengan instalasi, bukan dengan paket karena tidak akan mempengaruhi instalasi.

Tidak terdapat perubahan penting.

B. Bekerja menggunakan Gentoo

1. Pengenalan Portage

1.a. Selamat Datang di Portage

Mungkin Portage adalah inovasi Gentoo yang paling dikenal dalam dunia manajemen software. Dengan fleksibilitasnya yang tinggi dan jumlah fitur yang banyak, Portage sering dianggap sebagai utilitas manajemen software terbaik yang tersedia untuk Linux.

Portage ditulis dengan Python dan Bash, jadi sangat transparan kepada user, karena keduanya merupakan bahasa skript.

Kebanyakan user akan berkerja dengan Portage melalui utilitas emerge. Bab ini tidak dimaksudkan untuk menduplikasi informasi yang telah tersedia di manual emerge. Untuk mengetahui seluruh opsi-opsi emerge, silahkan baca manualnya"

Daftar Kode 1.1: Membaca manual emerge

$ man emerge

1.b. Pohon Portage

Ebuild

Ketika kami berbicara tentang paket, kami sering mengartikannya sebagai nama-nama software yang tersedia untuk para pengguna Gentoo melalui pohon Portage. Pohon Portage adalah sebuah koleksi ebuild, file yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan Portage untuk memelihara sofware (install, search, query, ...). Ebuild-ebuild ini secara default ditempatkan di /usr/portage.

Kapanpun anda meminta Portage untuk menjalankan beberapa aksi yang berhubungan dengan software, Portage akan menggunakan ebuild yang terdapat pada sistem anda sebagai basisnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi anda untuk mengupdate ebuild-ebuild di sistem anda secara berkala agar Portage mengetahui software baru, update keamanan, dll.

Memperbarui pohon portage

Pohon Portage biasanya diupdate dengan rsync, sebuah utilitas transfer file berkembang. Memperbarui portage sangat mudah karena perintah emerge telah menyediakan sebuah front-end untuk rsync:

Daftar Kode 2.1: Memperbarui pohon portage

# emerge --sync

Jika anda tidak dapat menjalankan rsync karena terhalang oleh firewall, anda masih dapat memperbarui pohon Portage dengan menggunakan snapshot pohon Portage kami yang diperbarui setiap hari. Utilitas emerge-webrsync dengan otomatis akan mendownload dan menginstal snapshot terbaru di sistem anda:

Daftar Kode 2.2: Menjalankan emerge-webrsync

# emerge-webrsync

1.c. Pemeliharaan Software

Mencari software

Untuk mencari nama software di pohon Portage, anda dapat menggunakan fitur pencarian emerge. Secara default, emerge --search akan menampilkan nama-nama paket yang sesuai dengan pencarian anda (baik lengkap maupun sebagian).

Sebagai contoh, untuk mencari semua paket yang memiliki "pdf" pada namanya:

Daftar Kode 3.1: Mencari paket bernama pdf

$ emerge --search pdf

Jika anda ingin mencari paket melalui penjelasannya, anda dapat menggunakan opsi --searchdesc (atau -S):

Daftar Kode 3.2: Mencari paket yang berhubungan dengan pdf

$ emerge --searchdesc pdf

Ketika anda melihat outputnya, anda akan tahu melihat banyak sekali informasi yang diberikan. Setiap bagian telah diberikan label yang jelas, jadi kami tidak akan menjelaskan arti masing-masing lebih jauh:

Daftar Kode 3.3: Contoh output 'emerge --search'

*  net-print/cups-pdf
      Latest version available: 1.5.2
      Latest version installed: [ Not Installed ]
      Size of downloaded files: 15 kB
      Homepage:    http://cip.physik.uni-wuerzburg.de/~vrbehr/cups-pdf/
      Description: Provides a virtual printer for CUPS to produce PDF files.
      License:     GPL-2

Instalasi software

Setelah menemukan nama software yang anda inginkan, dengan mudah anda dapat menginstalnya dengan perintah emerge: tambahkan saja nama paket. Misalnya, untuk menginstal gnumeric:

Daftar Kode 3.4: Instalasi gnumeric

# emerge gnumeric

Karena banyak aplikasi yang saling bergantung satu sama lain, setiap instalasi software tertentu mungkin akan menghasilkan instalasi ketergantungannya (dependensi) juga. Jangan khawatir, Portage dapat menangani dependensi ini. Jika anda ingin tahu paket apa saja yang akan diinstal oleh Portage ketika anda ingin menginstal sebuah paket, tambahkan opsi --pretend, misalnya:

Daftar Kode 3.5: Instalasi palsu gnumeric

# emerge --pretend gnumeric

Ketika anda memerintahkan Portage untuk menginstal sebuah paket, Portage akan mendownload semua source code yang diperlukan dari internet (jika memang perlu) dan secara default meletakkannya di /usr/portage/distfiles. Selanjutnya Portage akan mengekstrak, mengkompilasi dan menginstal paket tersebut. Jika anda ingin agar Portage hanya mendownload source code tanpa menginstalnya, tambahkan opsi --fetchonly ke perintah emerge:

Daftar Kode 3.6: Download source code untuk gnumeric

# emerge --fetchonly gnumeric

Mencari dokumentasi paket yang telah terinstal

Banyak paket software yang memiliki dokumentasinya sendiri. Terkadang, flag USE doc menentukan apakah dokumentasi sebuah paket software akan diinstal atau tidak. Anda dapat memeriksa keberadaan flag USE doc dengan perintah emerge -vp <nama paket>.

Daftar Kode 3.7: Memeriksa keberadaan flag USE doc

(alsa-lib hanya sebuah contoh, pastinya)
# emerge -vp alsa-lib
[ebuild  N    ] media-libs/alsa-lib-1.0.14_rc1  -debug +doc 698 kB

Cara terbaik untuk mengaktifkan flag USE doc adalah dengan mengaktifkannya untuk masing-masing paket di file /etc/portage/package.use agar anda hanya mendapatkan dokumentasi yang anda inginkan saja. Mengaktifkan flag ini secara global diketahui dapat menyebabkan masalah dependensi. Untuk mempelajari masalah ini lebih dalam lagi, bacalah Bab Flag-flag USE.

Ketika paket telah terinstal, dokumentasinya biasanya dapat ditemukan di sebuah subdirektori yang bernama sama dengan nama paket di dalam direktori /usr/share/doc. Anda juga dapat melihat file apa saja yang telah terinstal dengan menggunakan utilitas equery yang merupakan bagian dari paket app-portage/gentoolkit.

Daftar Kode 3.8: Melihat dokumentasi sebuah paket

# ls -l /usr/share/doc/alsa-lib-1.0.14_rc1 
total 28
-rw-r--r--  1 root root  669 May 17 21:54 ChangeLog.gz
-rw-r--r--  1 root root 9373 May 17 21:54 COPYING.gz
drwxr-xr-x  2 root root 8560 May 17 21:54 html
-rw-r--r--  1 root root  196 May 17 21:54 TODO.gz

(Atau gunakan equery:)
# equery files alsa-lib | less
media-libs/alsa-lib-1.0.9_rc3
* Contents of media-libs/alsa-lib-1.0.14_rc1:
/usr
/usr/bin
/usr/bin/alsalisp
(Output dipotong)

Menghapus software

Jika anda ingin menghapus sebuah software dari sistem anda, gunakan perintah emerge --unmerge. Perintah ini akan menyuruh Portage untuk menghapus semua file paket tersebut yang terinstal dari sitem anda kecuali file-file konfigurasi paket tersebut, jika anda pernah merubah isinya setelah instalasi. Hal ini akan memudahkan anda bekerja dengan paket tersebut jika suatu saat nanti anda ingin menginstalnya kembali.

Tapi, ada peringatan keras: Portage tidak akan memeriksa apakah paket yang ingin anda hapus tersebut dibutuhkan oleh paket yang lain. Bagaimanapun juga, Portage akan memperingatkan anda ketika anda ingin menghapus sebuah paket penting yang dapat merusak sistem jika anda membuangnya.

Daftar Kode 3.9: Menghapus gnumeric dari sistem

# emerge --unmerge gnumeric

Ketika anda menghapus sebuah paket dari sistem anda, dependensi paket tersebut yang terinstal secara otomatis tidak ikut dihapus. Agar Portage mencari semua dependensi yang dapat sekarang dihapus, gunakan fungsionalitas --depclean milik emerge. Kita akan membicarakannya nanti.

Memperbarui sistem

Untuk menjaga sistem anda agar tetap sempurna, (juga menginstal update keamanan terbaru) anda perlu memperbarui sistem anda secara berkala. Karena Portage hanya memeriksa ebuild-ebuild yang ada di pohon Portage anda, pertama-tama anda harus memperbarui pohon Portage anda. Ketika pohon Portage telah diperbarui, anda dapat memperbarui sistem anda dengan menjalankan perintah emerge --update world. Pada contoh berikut ini, kita juga akan menggunakan opsi --ask yang akan memerintahkan Portage untuk menampilkan daftar paket yang akan diperbarui kemudian menanyakan anda apakah anda ingin melanjutkan atau tidak:

Daftar Kode 3.10: Memperbarui sistem

# emerge --update --ask world

Selanjutnya Portage akan mencari versi terbaru dari setiap software yang telah anda instal. Tetapi, Portage hanya akan mencari aplikasi yang telah anda instal secara eksplisit (aplikasi yang terdaftar di /var/lib/portage/world) - tetapi tidak memeriksa dependensi. Jika anda ingin memperbarui semua paket yang terinstal di sistem anda, tambahkan opsi --deep:

Daftar Kode 3.11: Memperabui sistem secara menyeluruh

# emerge --update --deep world

Karena banyak update keamanan untuk paket yang tidak anda instal secara eksplisit di sistem anda (tetapi diinstal sebagai dependensi program lain), anda dianjurkan untuk sesekali menjalankan perintah ini.

Jika anda pernah merubah flag-flag USE anda, mungkin anda juga ingin menambahkan opsi --newuse. Portage akan memeriksa apakah perubahan ini membutuhkan instalasi paket-paket baru atau kompilasi ulang paket yang telah telah terinstal:

Daftar Kode 3.12: Menjalankan update secara menyeluruh

# emerge --update --deep --newuse world

Paket Meta

Beberapa paket di pohon Portage tidak memiliki isi yang sesungguhnya tetapi digunakan untuk menginstal sebuah koleksi paket-paket. Misalnya, paket kde akan menginstal lingkungan KDE lengkap di sistem anda dengan mengikutsertakan semua paket yang berhubungan dengan KDE sebagai dependensi.

Jika anda ingin menghapus paket seperti ini dari sistem anda, menjalankan emerge --unmerge untuk paket tersebut tidak akan terlalu banyak berpengaruh karena semua dependensinya masih dibiarkan di sistem.

Portage juga memiliki kemampuan untuk menghapus dependensi yang tidak lagi memiliki induknya, tapi karena keberadaan software saling bergantung satu sama lain dengan dinamis, pertama-tama anda perlu mengupdate sistem anda secara penuh, termasuk perubahan terbaru anda di flag-flag USE. Selanjutnya anda dapat menjalankan emerge --depclean untuk menghapus dependensi-dependensi tadi. Setelah ini selesai, anda perlu membangun ulang (rebuild) semua aplikasi yang terkait secara dinamis dengan software yang telah anda hapus tersebut.

Seluruh proses tersebut ditangani oleh tiga perintah berikut ini:

Daftar Kode 3.13: Menghapus dependensi lama

# emerge --update --deep --newuse world
# emerge --depclean
# revdep-rebuild

revdep-rebuild disediakan oleh paket gentoolkit; jangan lupa untuk menginstalnya:

Daftar Kode 3.14: Instalasi paket gentoolkit

# emerge gentoolkit

1.d. Ketika Portage Mengeluh...

Tentang SLOT, Virtual, Cabang-cabang, Arsitektur, dan Profil

Seperti yang telah kami katakan tadi, Portage sangat handal dan mendukung banyak sekali fitur yang tidak dimiliki oleh tool manajemen software lain. Untuk memahami semua ini, kami akan menjelaskan beberapa aspek tentang Portage dengan tidak terlalu terinci.

Dengan Portage, beberapa versi berbeda dari sebuah paket dapat diinstal di sistem yang sama. Jika distro lain sering mengganti nama paket-paket mereka dengan merujuk ke versi tersebut (mis. freetype dan freetype2), Portage menggunakan sebuah teknologi yang disebut SLOT. Sebuah ebuild menerangkan SLOT tertentu untuk versinya. Ebuild-ebuild yang memiliki SLOT-SLOT berbeda dapat bergandengan di dalam satu sistem yang sama. Sebagai contoh, paket freetype memiliki ebuild dengan SLOT="1" dan SLOT="2".

Terdapat juga beberapa paket yang menyediakan fungsionalitas sama, tetapi diimplementasikan dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, metalogd, sysklogd dan syslog-ng merupakan logger sistem. Aplikasi yang membutuhkan "sebuah logger sistem" tidak dapat bergantung hanya kepada metalogd, karena logger sistem yag lain juga sama bagusnya. Portage mengizinkan penggunaan virtual: setiap logger sistem menyediakan virtual/syslog agar aplikasi yang membutuhkan sebuah sistem logger dapat bergantung hanya kepada virtual/syslog.

Software yang terdapat di pohon Portage dapat dibagi menjadi tiga bagian. Secara default, sistem anda hanya menerima paket-paket yang dianggap stabil oleh Gentoo. Kebanyakan software, ketika dirilis, ditambahkan ke cabang percobaan, yang berarti masih dibutuhkan pengujian lebih jauh terhadap software ini sebelum dianggap stabil. Walaupun anda bisa melihat software ini di pohon Portage, Portage tidak akan memperbaruinya sebelum dipindahkan ke cabang stabil.

Beberapa software hanya tersedia untuk sebagian arsitektur. Atau, karena software-software tersebut tidak dapat berfungsi di arsitektur lain, atau juga karena dibutuhkan pengujian lebih jauh, atau karena para pengembang yang memelihara software tersebut tidak dapat memastikan jika paket tersebut dapat berfungsi di arstitektur lain.

Setiap instalasi Gentoo melekat pada sebuah profil tertentu yang berisi, di antara informasi lain, daftar paket yang dibutuhkan oleh sebuah sistem untuk dapat berfungsi dengan normal.

Paket-paket terblokir

Daftar Kode 4.1: Peringatan Portage tentang paket-paket terblokir (dengan --pretend)

[blocks B     ] mail-mta/ssmtp (is blocking mail-mta/postfix-2.2.2-r1)

Daftar Kode 4.2: Peringatan Portage tentang paket-paket terblokir (tanpa --pretend)

!!! Error: the mail-mta/postfix package conflicts with another package.
!!!        both can't be installed on the same system together.
!!!        Please use 'emerge --pretend' to determine blockers.

Ebuild-ebuild berisi bagian-bagian khusus yang menginformasikan Portage tentang dependensinya. Ada dua dependensi yang memungkinkan: dependensi build, dinyatakan dengan DEPEND, dan dependensi run-time, dinyatakan dengan RDEPEND. Ketika salah satu dari dependensi ini secara eksplisit menandakan bahwa sebuah paket atau virtual tidak kompatibel, Portage akan mencetuskan halangan (blockage).

Untuk memperbaiki sebuah blockage, anda memiliki pilihan untuk tidak menginstal paket yang diblokir, atau menghapus dahulu paket yang memblokir. Pada contoh di atas, anda dapat memilih untuk tidak menginstal postfix atau menghapus dahulu ssmtp.

Anda juga mungkin akan melihat paket penghalang dengan atom tertentu seperti <media-video/mplayer-bin-1.0_rc1-r2. Masalah ini dapat anda atasi dengan memperbarui paket penghalang.

Mungkin juga kedua paket yang konflik sama-sama belum terinstal. Pada kasus yang jarang terjadi ini, anda harus mencari tahu, mengapa anda ingin menginstal keduanya. Pada kebanyakan kasus, anda dapat menginstal salah satu dari kedua paket yang konflik tersebut. Jika tidak silahan kirimkan laporan bug di sistem pelacak bug Gentoo.

Paket-paket yang di-mask

Daftar Kode 4.3: Peringatan Portage tentang paket-paket yang di-mask

!!! all ebuilds that could satisfy "bootsplash" have been masked.

Daftar Kode 4.4: Peringatan Portage tentang paket-paket yang dimask - alasan

!!! possible candidates are:

- gnome-base/gnome-2.8.0_pre1 (masked by: ~x86 keyword)
- lm-sensors/lm-sensors-2.8.7 (masked by: -sparc keyword)
- sys-libs/glibc-2.3.4.20040808 (masked by: -* keyword)
- dev-util/cvsd-1.0.2 (masked by: missing keyword)
- games-fps/unreal-tournament-451 (masked by: package.mask)
- sys-libs/glibc-2.3.2-r11 (masked by: profile)

Ketika anda ingin menginstal sebuah paket yang tidak tersedia untuk sistem anda, anda akan mendapatkan error mask tersebut. Anda harus mencoba untuk menginstal aplikasi lain yang tersedia untuk sistem anda atau menunggu sampai paket tersebut tersedia. Selalu ada alasan mengapa sebuah paket dimask:

  • keyword ~arch berarti aplikasi tersebut belum cukup teruji untuk diletakkan di cabang stabil. Tunggulah beberapa hari/pekan lalu coba lagi.
  • keyword -arch atau keyword -* berarti aplikasi tersebut tidak dapat berfungsi di arsitektur anda. Jika anda yakin sebaliknya, maka silakan buat laporan bug di website bugzilla kami.
  • missing keyword berarti aplikasi tersebut belum diuji di arsitektur anda. Mintalah tim port arsitektur anda untuk menguji paket tersebut atau lakukan sendiri pengujiannya, kemudian laporkan hasil yang anda dapatkan ke website bugzilla kami.
  • package.mask berarti paket ini telah dianggap rusak, tidak stabil, atau bahkan telah disarankan untuk tidak dipakai.
  • profile berarti paket tersebut dianggap tidak cocok dengan profil yang anda gunakan. Aplikasi ini mungkin dapat merusak sistem anda jika anda menginstalnya, atau tidak kompatibel dengan profil yang anda gunakan.

Dependensi yang tidak ditemukan

Daftar Kode 4.5: Peringatan Portage tentang dependensi yang tidak ditemukan

emerge: there are no ebuilds to satisfy ">=sys-devel/gcc-3.4.2-r4".

!!! Problem with ebuild sys-devel/gcc-3.4.2-r2
!!! Possibly a DEPEND/*DEPEND problem.

Aplikasi yang ingin anda instal bergantung kepada paket lain yang tidak tersedia untuk sistem anda. Silahkan periksa bugzilla apakah masalah ini telah diketahui. Jika belum, silakan buat laporan. Hal ini kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi, kecuali anda mencampurkan cabang-cabang software.

Nama ambigu ebuild

Daftar Kode 4.6: Peringatan Portage tentang nama-nama ebuild ambigu

!!! The short ebuild name "aterm" is ambiguous.  Please specify
!!! one of the following fully-qualified ebuild names instead:

    dev-libs/aterm
    x11-terms/aterm

Aplikasi yang ingin anda instal memiliki nama yang sama dengan paket lain. Anda pelu memberikan nama kategorinya juga. Portage akan memberikan nama-nama yang memungkinkan yang dapat anda pilih.

Circular Dependencies

Daftar Kode 4.7: Peringatan Portage tentang circular dependencies

!!! Error: circular dependencies:

ebuild / net-print/cups-1.1.15-r2 depends on ebuild / app-text/ghostscript-7.05.3-r1
ebuild / app-text/ghostscript-7.05.3-r1 depends on ebuild / net-print/cups-1.1.15-r2

Dua paket (atau lebih) yang ingin anda instal saling bergantung satu sama lain sehingga tidak dapat diinstal. Kemungkinan besar ini adalah bug di pohon Portage. Lakukan rsync setelah beberapa saat lalu coba lagi. Anda juga dapat memeriksa bugzilla untuk melihat apakah masalah ini telah diketahui, jika belum tolong laporkan.

Kegagalan download

Daftar Kode 4.8: Peringatan Portage tentang download yang gagal

!!! Fetch failed for sys-libs/ncurses-5.4-r5, continuing...
(...)
!!! Some fetch errors were encountered.  Please see above for details.

Portage tidak dapat mendownload source dari aplikasi yang ingin anda instal dan akan terus mencoba untuk menginstal aplikasi lain (jika diperintahkan). Kegagalan ini bisa disebabkan oleh sebuah mirror yang belum menksinkronisasikan isinya dengan benar, atau ebuild yang menunjuk ke lokasi yang salah. Mungkin juga karena server tempat source code sedang offline karena satu dan lain hal.

Silahkan coba kembali setelah satu jam untuk melihat apakah masalah ini telah teratasi.

Proteksi profil sistem

Daftar Kode 4.9: Peringatan Portage tentang paket yang dilindungi oleh profil

!!! Trying to unmerge package(s) in system profile. 'sys-apps/portage'
!!! This could be damaging to your system.

Anda telah meminta Portage untuk meghapus sebuah paket yang merupakan bagian dari paket-paket inti sistem anda. Paket ini terdaftar di profil anda sebagai paket yang dibutuhkan, untuk itu tidak boleh dihapus dari sistem.

Kegagalan pemeriksaan digest

Terkadang, anda gagal ketika mencoba untuk meng-emerge sebuah paket, dan mendapatkan pesan error:

Daftar Kode 4.10: Kegagalan pemeriksaan digest

>>> checking ebuild checksums
!!! Digest verification failed:

Ini berarti ada sesuatu yang tidak beres pada pohon Portage -- biasanya, hal ini disebabkan oleh seorang pengembang yang mungkin telah membuat kesalahan ketika menambahkan sebuah paket ke pohon Portage.

Ketika pemeriksaan digest gagal, jangan mencoba untuk men-digest ulang sendiri paket tersebut. Menjalankan ebuild foo digest tidak akan menyelesaikan permasalahan; bahkan bisa menjadikannya lebih parah.

Tetapi, tunggulah satu atau dua jam sampai pohon Portage diperbaiki. Kemungkinan besar kesalahan tersebut sudah diketahui, tapi juga dibutuhkan waktu yang agak lama untuk memperbaiki pohon Portage. Sambil menunggu, periksalah Bugzilla untuk melihat apakah ada orang yang telah melaporkan masalah tersebut atau belum. Jika belum, silakan laporkan bug untuk paket yang rusak tersebut.

Ketika anda telah melihat bahwa masalah tersebut sudah diatasi, anda mungkin ingin kembali mengsinkronkan pohon Portage anda untuk mendapatkan digest yang telah diperbaiki.

Penting: Hal ini bukan berarti anda boleh mensinkronkan pohon Portage anda berkali-kali! Seperti yang telah dinyatakan pada aturan rsync (ketika anda menjalankan emerge --sync), pengguna yang terlalu sering melakukan rsync bisanya akan diusir. Malahan lebih baik lagi jika anda menunggu sampai jadwal rsync anda selanjutnya agar anda tidak memberatkan server rsync.

2. Flag USE

2.a. Apakah Flag USE itu?

Ide dibalik flag USE

Ketika anda menginstal Gentoo (atau distribusi yang lain, atau bahkan sistem operasi yang lain), anda membuat pilihan berdasarkan lingkungan tempat anda bekerja. Pengaturan suatu server berbeda dari pengaturan workstation. Workstation untuk game juga berbeda dari workstation untuk render 3D.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk memilih paket apa saja yang akan anda instal, tetapi juga fitur apa yang harus didukung oleh paket-paket tertentu. Jika anda tidak membutuhkan OpenGL, mengapa anda harus repot-repot menginstal OpenGL dan mengaktifkan dukungan OpenGL pada hampir semua paket anda? Jika anda tidak ingin menggunakan KDE, mengapa anda harus melakukan kompilasi paket dengan dukungan untuk KDE jika paket tersebut bisa berjalan lancar tanpa dukungan itu?

Untuk membantu pengguna dalam menentukan apa saja yang akan diinstal/diaktifkan dan yang tidak, kami menginginkan pengguna menentukan lingkungannya sendiri dengan cara yang mudah. Hal ini akan memaksa pengguna untuk menentukan apa saja yang benar-benar diinginkannya dan memudahkan proses Portage, sistem pengaturan paket kami, untuk mengambil keputusan yang tepat.

Definisi suatu flag USE

Perhatikan flag USE. Flag tersebut adalah suatu kata kunci yang mengaktifkan dukungan dan informasi dependensi untuk suatu konsep tertentu. Jika anda mendefinisikan suatu flag USE, Portage tahu bahwa anda akan membutuhkan dukungan untuk beberapa kata kunci pilihan. Tentu saja hal ini akan mengubah informasi dependensi untuk sebuah paket.

Marilah kita melihat sebuah contoh khusus: kata kunci kde. Jika anda tidak memiliki kata kunci ini pada variabel USE anda, semua paket yang memiliki opsi dukungan KDE akan dikompilasi tanpa dukungan KDE. Semua paket yang memiliki dependensi opsi KDE akan diinstal tanpa instalasi pustaka KDE (sebagai ketergantungannya). Jika anda menggunakan kata kunci kde, maka paket tersebut akan dikompilasi dengan dukungan KDE, dan pustaka KDE akan diinstal sebagai dependensinya.

Dengan mendefinisikan kata-kata kunci secara benar, anda akan mendapatkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan snda.

Apa saja flag USE yang tersedia?

Terdapat dua jenis flag USE : flag USE global dan lokal.

  • Sebuah flag USE global digunakan oleh beberapa paket, untuk keseluruhan sistem. Flag ini yang paling sering ditemui orang sebagai flag-flag USE.
  • Sebuah flag USE lokal digunakan oleh suatu paket tunggal untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan paket tertentu.

Daftar flag USE global yang tersedia dapat diperoleh online atau secara lokal di file /usr/portage/profiles/use.desc.

Daftar flag-flag USE lokal yang tersedia dapat ditemukan di /usr/portage/profiles/use.local.desc.

2.b. Menggunakan flag USE

Deklarasi flag USE secara permanen

Dengan harapan anda dapat diyakinkan akan pentingnya flag USE, kami akan menginformasikan bagaimana cara mendeklarasikan flag USE.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, semua flag USE dideklarasikan di dalam variabel USE. Untuk memudahkan user mencari dan memilih flag USE, kami telah memberikan sebuah pengaturan USE default. Pengaturan ini adalah kumpulan dari flag USE yang kami rasa sering digunakan oleh user Gentoo. Setting default ini dideklarasikan pada file make.defaults, yang merupakan bagian dari profil anda.

Profil yang digunakan oleh sistem anda ditunjukkan oleh simlink make.profile. Setiap profil bekerja di atas profil lain yang lebih luas, hasil akhirnya adalah rangkuman dari seluruh profil. Profil teratas adalah profil base (/usr/portage/profiles/base).

Mari kita lihat pengaturan USE default untuk profil 2004.3:

Daftar Kode 2.1: Variabel USE make.defaults untuk profil 2004.3

(Contoh ini merupakan rangkuman dari setting di profil base,
  default-linux, default-linux/x86 dan default-linux/x86/2004.3)
USE="x86 oss apm arts avi berkdb bitmap-fonts crypt cups encode fortran f77
     foomaticdb gdbm gif gpm gtk imlib jpeg kde gnome libg++ libwww mad
     mikmod motif mpeg ncurses nls oggvorbis opengl pam pdflib png python qt
     quicktime readline sdl spell ssl svga tcpd truetype X xml2 xmms xv zlib"

Seperti yang anda lihat, variabel ini sudah memiliki cukup banyak kata kunci. Jangan mengubah file /etc/make.profile/make.defaults untuk menyesuaikan variabel USE dengan kebutuhan anda: perubahan ini akan dibatalkan ketika anda memperbarui Portage!

Untuk mengubah pengaturan default ini, anda perlu menambahkan atau mengubah kata kunci pada variabel USE. Hal ini dilakukan secara global dengan mendefinisikan variabel USE pada /etc/make.conf. Dalam variabel ini, Anda menambahkan flag USE tambahan yang Anda butuhkan, atau membuang flag USE yang tidak anda butuhkan. Yang kedua ini dapat dilakukan dengan menambahkan kata kunci dengan tanda minus ("-").

Sebagai contoh, untuk membuang dukungan untuk KDE dan QT tetapi menambahkan dukungan untuk ldap, variabel USE berikut dapat didefinisikan pada /etc/make.conf:

Daftar Kode 2.2: Contoh pengaturan USE di /etc/make.conf

USE="-kde -qt3 -qt4 ldap"

Deklarasi flag-flag USE untuk paket-paket individual

Kadang-kadang anda ingin menggunakan sebuah flag USE khusus untuk satu (atau beberapa) aplikasi tetapi bukan untuk seluruh sistem. Untuk melakukannya, anda perlu menciptakan direktori /etc/portage (jika belum ada) lalu edit /etc/portage/package.use. Biasanya package.use merupakan sebuah file biasa, tetapi juga bisa berupa direktori; bacalah man portage untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Contoh berikut ini menganggap package.use sebagai sebuah file.

Sebagai contoh, jika anda tidak ingin dukungan berkdb secara global tetapi anda menginginkannya untuk mysql, anda harus menambahkan:

Daftar Kode 2.3: Contoh /etc/portage/package.use

dev-db/mysql berkdb

Tentu saja anda dapat juga secara eksplisit menonaktifkan flag-flag USE untuk sebuah aplikasi tertentu. Sebagai contoh, jika anda tidak ingin dukungan java di PHP:

Daftar Kode 2.4: Contoh lain /etc/portage/package.use

dev-php/php -java

Deklarasi flag USE sementara

Kadang-kadang anda ingin mendefinisikan pengaturan pada USE tertentu untuk penggunaan sekali saja. Daripada mengubah file /etc/make.conf dua kali (melakukan dan membatalkan perubahan USE), anda dapat mendeklarasikan variabel USE sebagai variabel lingkungan. Perlu diingat, ketika anda menginstal ulang atau memperbarui aplikasi ini (secara eksplisit atau sebagai bagian dari update sistem), perubahan-perubahan anda akan hilang!

Sebagai contoh, kita akan menonaktifkan java untuk sementara dari pengaturan USE selama instalasi seamonkey.

Daftar Kode 2.5: Menggunakan USE sebagai variabel lingkungan

# USE="-java" emerge seamonkey

Urutan-urutan

Tentu saja terdapat urutan-urutan pengaturan yang memiliki prioritas terhadap pengaturan USE. Anda tentu saja tidak ingin menggunakan USE="-java" hanya untuk melihat bahwa java ternyata telah digunakan. Urutan untuk pengaturan USE adalah, diurutkan berdasarkan prioritas (yang pertama mempunyai prioritas terendah):

  1. Pengaturan USE default yang ditentukan di file make.defaults sebagai bagian dari profil anda
  2. Pengaturan USE yang didefinisikan ditentukan di /etc/make.conf
  3. Pengaturan USE yang ditentukan oleh pengguna di /etc/portage/package.use
  4. Pengaturan USE yang ditentukan oleh pengguna sebagai variabel lingkungan

Untuk melihat pengaturan USE akhir yang akan digunakan oleh Portage, jalankan emerge --info. Perintah ini akan memberikan daftar yang berisi semua variabel yang relevan (termasuk variabel USE) yang digunakan oleh Portage.

Daftar Kode 2.6: Menjalankan emerge --info

# emerge --info

Mengadaptasikan seluruh sistem ke pengaturan flag USE baru

Jika anda telah mengubah flag-flag USE anda dan ingin memperbarui seluruh sistem anda agar menggunakan flag-flag USE baru tersebut, gunakan opsi --newuse pada perintah emerge:

Daftar Kode 2.7: Memperbarui seluruh sistem

# emerge --update --deep --newuse world

Selanjutnya, jalankan depclean Portage untuk menghapus semua dependensi kondisional yang ter-emerge pada sistem "lama" anda, tetapi tidak lagi digunakan karena flag-flag USE baru.

Peringatan: emerge --depclean adalah langkah yang berbahaya dan sebaiknya digunakan dengan sangat hati-hati. Periksa kembali daftar paket-paket "usang" yang ditampilkan untuk memastikan agar Portage tidak menghapus paket-paket yang anda perlukan. Pada contoh berikut ini, kami menambahkan opsi -p agar depclean hanya menampilkan daftar paket-paket tanpa menghapusnya.

Daftar Kode 2.8: Menghapus paket-paket usang

# emerge -p --depclean

Setelah depclean selesai, jalankan revdep-rebuild untuk membangun ulang aplikasi yang terkait secara dinamis dengan objek-objek yang disediakan oleh paket-paket yang telah dibuang. revdep-rebuild merupakan bagian dari paket gentoolkit; jangan lupa untuk menginstalnya:

Daftar Kode 2.9: Menjalankan revdep-rebuild

# revdep-rebuild

Setelah semuanya selesai, sistem anda sekarang menggunakan setting flag-flag USE yang baru.

2.c. Flag USE dari paket tertentu

Melihat flag USE yang tersedia

Mari kit gunakan seamonkey sebagai contoh: flag USE saja yang digunakan? Untuk mengetahuinya, kita menggunakan emerge dengan opsi --pretend dan --verbose:

Daftar Kode 3.1: Melihat flag USE yang digunakan

# emerge --pretend --verbose seamonkey
These are the packages that I would merge, in order:

Calculating dependencies ...done!
[ebuild   R   ] www-client/seamonkey-1.0.7  USE="crypt gnome java -debug -ipv6
-ldap -mozcalendar -mozdevelop -moznocompose -moznoirc -moznomail -moznopango
-moznoroaming -postgres -xinerama -xprint" 0 kB

emerge bukanlah satu-satunya alat untuk pekerjaan ini. Sebenarnya kami memiliki suatu utilitas yang didedikasikan untuk melihat informasi paket yang bernama equery, yang merupakan bagian dari paket gentoolkit. Pertama, instal gentoolkit:

Daftar Kode 3.2: Instalasi gentoolkit

# emerge gentoolkit

Sekarang jalankan equery dengan argumen uses untuk melihat flag USE dari suatu paket. Sebagai contoh, untuk paket gnumeric:

Daftar Kode 3.3: Menggunakan equery untuk melihat flag USE yang digunakan

# equery uses =gnumeric-1.6.3 -a
[ Searching for packages matching =gnumeric-1.6.3... ]
[ Colour Code : set unset ]
[ Legend        : Left column  (U) - USE flags from make.conf  ]
[               : Right column (I) - USE flags packages was installed with ]
[ Found these USE variables for app-office/gnumeric-1.6.3 ]
 U I
 - - debug  : Enable extra debug codepaths, like asserts and extra output.
                     If you want to get meaningful backtraces see
                     http://www.gentoo.org/proj/en/qa/backtraces.xml.
 - - gnome  : Adds GNOME support
 + + python  : Adds support/bindings for the Python language
 - - static : !!do not set this during bootstrap!! Causes binaries to be
+                       statically linked instead of dynamically

3. Fitur-fitur Portage

3.a. Fitur-fitur Portage

Portage memiliki berbagai fitur tambahan yang dapat menjadikan pengalaman anda dengan Gentoo lebih asyik. Kebanyakan dari fitur ini bergantung pada beberapa software yang dapat meningkatkan performa, kehandalan, dan keamanan sistem,...

Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur-fitur tertentu Portage, anda perlu mengedit variabel FEATURES di file /etc/make.conf yang berisi keyword fitur, dipisahkan dengan spasi. Pada beberapa kasus, anda juga perlu menginstal utilitas tambahan yang diperlukan oleh fitur tersebut.

Tidak semua fitur yang didukung Portage kami jelaskan di sini. Untuk gambaran secara menyeluruh, silahkan baca manual make.conf:

Daftar Kode 1.1: Membaca manual make.conf

$ man make.conf

Untuk mengetahui FEATURES apa yang telah digunakan secara default, jalankan emerge --info lalu cari variabel FEATURES, atau grep:

Daftar Kode 1.2: Mengetahui FEATURES yang telah digunakan

$ emerge --info | grep FEATURES

3.b. Kompilasi Terdistribusi

Menggunakan distcc

distcc adalah sebuah program untuk mendistribusikan proses kompilasi kepada beberapa mesin, tidak harus sama jenisnya, yang terhubung di dalam sebuah jaringan. Klien distcc mengirimkan semua informasi yang diperlukan ke server distcc yang tersedia (yang menjalankan distccd), sehingga mereka dapat mengkompilasi potongan-potongan source code untuk klien. Hasil akhirnya adalah waktu kompilasi yang lebih singkat.

Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang distcc (dan informasi bagaimana menjalankannya pada Gentoo) di Dokumentasi Distcc Gentoo kami.

Instalasi distcc

Distcc dilengkapi dengan sebuah monitor grafis untuk memonitor tugas-tugas yang dikirimkan oleh komputer Anda untuk kompilasi. Jika anda menggunakan Gnome maka tambahkan 'gnome' pada variabel USE anda. Jika anda tidak menggunakan Gnome dan tetap ingin memiliki monitor ini, maka anda harus menambahkan 'gtk' pada variabel USE anda.

Daftar Kode 2.1: Instalasi Distcc

# emerge distcc

Aktivasi Dukungan Portage

Tambahkan distcc pada variabel FEATURES di file /etc/make.conf. Selanjutnya, edit variabel MAKEOPTS sesuai dengan keinginan anda. Sebuah garis pedoman yang diketahui adalah mengisi -jX dengan X adalah jumlah CPU yang menjalankan distccd (termasuk juga host tersebut) ditambah satu. Tapi anda mungkin saja bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan nilai lain.

Sekarang jalankan distcc-config dan masukkan daftar dari server-server distcc yang tersedia. Sebagai contoh sederhana, kami ganggap server distcc yang tersedia adalah 192.168.1.102 (host ini), 192.168.1.103 dan 192.168.1.104 (dua host "remote"):

Daftar Kode 2.2: Konfigurasi distcc untuk menggunakan tiga server distcc yang tersedia

# distcc-config --set-hosts "192.168.1.102 192.168.1.103 192.168.1.104"

Tentu saja, jangan lupa jalankan daemon distccd:

Daftar Kode 2.3: Menjalankan daemon distcc

# rc-update add distccd default
# /etc/init.d/distccd start

3.c. ccache

Tentang ccache

ccache adalah cache compiler yang cepat. Ketika anda mengkompilasi sebuah program, hasil tengah kompilasi akan dicache, sehingga jika anda mengkompilasi ulang program yang sama, waktu kompilasinya akan berkurang drastis. Untuk kompilasi umum, hasil yang dicapai adalah kompilasi yang lebih singkat 5 sampai 10 kali.

Jika anda tertarik untuk lebih mengenal ccache, silahkan kunjungi website ccache.

Instalasi ccache

Untuk menginstal ccache, jalankan emerge ccache:

Daftar Kode 3.1: Instalasi ccache

# emerge ccache

Aktivasi Dukungan Portage

Buka file /etc/make.conf lalu tambahkan ccache ke variabel FEATURES. Kemudian, tambahkan variabel baru bernama CCACHE_SIZE dan set ke "2G":

Daftar Kode 3.2: Edit CCACHE_SIZE di /etc/make.conf

CCACHE_SIZE="2G"

Untuk memeriksa apakah ccache bekerja, mintalah ccache untuk memberikan statistiknya kepada anda. Karena Portage menggunakan direktori home ccache yang berbeda, anda juga perlu mengeset variabel CCACHE_DIR:

Daftar Kode 3.3: Melihat statistik ccache

# CCACHE_DIR="/var/tmp/portage" ccache -s

/var/tmp/ccache adalah lokasi direktori home ccache default Portage; jika anda ingin merubahnya, anda dapat melakukannya melalui variabel CCACHE_DIR di /etc/make.conf.

Bagaimanapun juga, ketika anda menjalankan ccache, lokasi default ${HOME}/.ccache akan digunakan, itulah sebabnya anda perlu mengatur variabel CCACHE_DIR ketika ingin melihat statistik ccache (Portage).

Menggunakan ccache untuk kompilasi C non-portage

Jika anda ingin menggunakan ccache untuk kompilasi non-Portage, tambahkan /usr/lib/ccache/bin di awal variabel PATH anda (sebelum /usr/bin). Ini dapat dilakukan dengan mengedit .bash_profile di direktori home anda. Penggunaan .bash_profile adalah salah satu cara untuk mendefinisikan variabel PATH.

Daftar Kode 3.4: Edit .bash_profile

PATH="/usr/lib/ccache/bin:/opt/bin:${PATH}"

3.d. Dukungan Paket Binari

Menciptakan paket prebuilt

Portage mendukung instalasi paket-paket prebuilt. Walaupun Gentoo tidak menyediakan paket-paket prebuilt (kecuali snapshot GRP), Portage dapat dengan mudah diatur untuk menangani paket prebuilt.

Untuk menciptakan sebuah paket prebuilt, anda dapat menggunakan quickpkg jika paket tersebut telah terinstal di sistem anda, atau emerge dengan opsi --buildpkg atau --buildpkgonly.

Jika anda ingin agar Portage selalu menciptakan paket prebuilt untuk setiap software yang anda instal, tambahkan buildpkg ke variabel FEATURES.

Dukungan yang lebih luas untuk pembuatan kumpulan paket prebuilt dapat dilakukan dengan catalyst. Untuk info lebih lanjut tentang catalyst, bacalah FAQ Catalyst.

Instalasi paket prebuilt

Walaupun Gentoo tidak menyediakannya, anda dapat menciptakan sebuah repositori pusat tempat anda menyimpan paket-paket prebuilt. Jika anda ingin menggunakan repositori ini, anda perlu memberitahukannya kepada Portage dengan menambahkan variabel PORTAGE_BINHOST yang menunjuk ke repositori tersebut. Sebagai contoh, jika paket-paket prebuilt tersimpan di ftp://buildhost/gentoo:

Daftar Kode 4.1: Set PORTAGE_BINHOST di /etc/make.conf

PORTAGE_BINHOST="ftp://buildhost/gentoo"

Ketika anda ingin menginstal sebuah paket prebuilt, tambahkan opsi --getbinpkg ke perintah emerge bersama opsi --usepkg. Opsi pertama akan memerintahkan emerge untuk mendownload paket prebuilt dari server yang telah ditentukan. Sedangkan opsi kedua akan memerintahkan emerge untuk mencoba menginstal paket prebuilt dulu sebelum mendowload source dan mengkompilasinya.

Sebagai contoh, untuk menginstal gnumeric dari paket prebuilt:

Daftar Kode 4.2: Instalasi paket prebuilt gnumeric

# emerge --usepkg --getbinpkg gnumeric

Informasi lebih lanjut tentang opsi-opsi paket prebuilt emerge dapat anda temukan di manual emerge:

Daftar Kode 4.3: Membaca manual emerge

# man emerge

3.e. Mendownload File

Download paralel

Ketika anda meng-emerge sejumlah paket, Portage dapat mendownload file source untuk paket selanjutnya yang ada di daftar bahkan ketika sedang mengkompilasi paket lain, jadi dapat mempersingkat waktu kompilasi. Untuk menggunakannya, tambahkan "parallel-fetch" di variabel FEATURES.

Userfetch

Ketika Portage dijalankan sebagai root, FEATURES="userfetch" akan mengizinkan Portage untuk menanggalkan hak root. Ini merupakan sebuah peningkatan kecil untuk keamanan sistem.

4. Skrip Init

4.a. Runlevel

Boot Sistem

Ketika sistem anda boot, anda akan melihat banyak teks yang beterbangan. Jika anda memperhatikan dengan benar, anda akan mengetahui bahwa teks ini adalah teks yang selalu ditampilkan setiap kali sistem anda boot. Urutan dalam semua proses ini disebut boot sequences dan (lebih kurang) didefenisikan secara statis.

Pertama-tama, bootloader akan memuat imej kernel yang telah anda tentukan di konfigurasi bootloader ke dalam memori, setelah itu bootloader memerintahkan CPU untuk menjalankan kernel. Ketika kernel telah dimuat dan dialankan, bootloader akan menginisialisasi semua struktur dan tugas-tugas khusus kernel dan memulai proses init.

Proses ini kemudian akan memastikan bahwa semua filesystem (yang didefenisikan dalam /etc/fstab) dimuat dan siap digunakan. Kemudian beberapa skrip yang berada pada /etc/init.d akan dijalankan, yang akan memulai servis yang anda perlukan untuk menghasilkan suatu sistem yang sukses di-boot.

Terakhir, setelah semua skrip dijalankan, init mengaktifkan terminal-terminal (dalam banyak kasus ini berupa konsol virtual yang tersembunyi di dalam Alt-F1, Alt-F2, dst) dengan melampirkan proses khusus yang disebut agetty padanya. Proses ini akan memastikan bahwa anda dapat login melalui terminal-terminal ini dengan menjalankan login.

Skrip Init

init tidak hanya menjalankan skrip yang ada di dalam /etc/init.d secara acak. Bahkan tidak menjalankan semua skrip yang berada di dalam /etc/init.d, melainkan hanya skrip yang telah diperintahkan untuk dijalankan saja. Skrip yang akan dijalankan ditentukan dengan melihat isi /etc/runlevels.

Pertama-tama, init menjalankan semua skrip dari /etc/init.d yang mempunyai symlink di /etc/runlevels/boot. Biasanya, skrip dijalankan sesuai dengan urutan abjad, tetapi beberapa skrip mempunyai dependensi di dalamnya, memberitahukan kepada sistem bahwa skrip yang lain harus dijalankan terlebih dahulu sebelum ia dapat dijalankan.

Ketika semua skrip yang direferensikan oleh /etc/runlevels/boot telah dijalankan, init melanjutkannya dengan menjalankan skrip yang memiliki symlink di /etc/runlevels/default. Lagi-lagi, init akan menggunakan urutan abjad untuk menentukan skrip mana yang akan dijalankan lebih dulu, kecuali jika suatu skrip mempunyai dependensi di dalamnya yang menyebabkan perubahan urutan agar skrip-skrip dijalankan dengan urutan yang benar.

Cara Kerja Init

Tentu saja init tidak memutuskan semuanya sendirian. Diperlukan sebuah file konfigurasi yang menentukan tindakan apa saja yang harus diambil. File konfigurasi ini adalah /etc/inittab.

Jika anda mengingat urutan boot yang telah kami jelaskan, anda akan mengingat bahwa tindakan init yang pertama adalah melakukan mount semua filesystem. Tindakan ini ditentukan pada baris berikut ini dalam /etc/inittab:

Daftar Kode 1.1: Baris inisialisasi sistem pada /etc/inittab

si::sysinit:/sbin/rc sysinit

Baris ini memerintahkan init untuk menjalankan /sbin/rc sysinit untuk menginisialisasi sistem. Skrip /sbin/rc menangani proses inisialisasi, jadi anda boleh saja mengatakan bahwa init tidaklah bekerja banyak -- ia hanya memberikan tugas untuk menginisialisasi sistem kepada proses lain.

Kedua, init menjalankan semua skrip yang mempunyai symlink di /etc/runlevels/boot yang ditentukan pada baris berikut ini:

Daftar Kode 1.2: Inisialisasi sistem, lanjutan

rc::bootwait:/sbin/rc boot

Kemudian skrip rc akan melakukan tugas-tugas yang diperlukan. Perlu dicatat bahwa opsi yang diberikan kepada rc (boot) sama dengan subdirektori dari /etc/runlevels yang dipergunakan.

Sekarang init akan memeriksa file konfigurasinya untuk melihat runlevel apa yang perlu dijalankan. Untuk memutuskan hal ini, maka baris berikut ini dari /etc/inittab akan dibaca:

Daftar Kode 1.3: Baris init default

id:3:initdefault:

Dalam hal ini (dimana mayoritas pengguna Gentoo akan menggunakannya), id runlevel adalah 3. Dengan menggunakan informasi ini, init akan memeriksa apa saja yang harus dijalankan untuk memulai runlevel 3:

Daftar Kode 1.4: Defenisi runlevel

l0:0:wait:/sbin/rc shutdown
l1:S1:wait:/sbin/rc single
l2:2:wait:/sbin/rc nonetwork
l3:3:wait:/sbin/rc default
l4:4:wait:/sbin/rc default
l5:5:wait:/sbin/rc default
l6:6:wait:/sbin/rc reboot

Baris yang mendefenisikan level 3, sekali lagi, menggunakan skrip rc untuk memulai servis (dengan argumen default). Perlu dicatat juga bahwa argumen rc sama dengan subdirektori di dalam /etc/runlevels.

Ketika rc selesai dijalankan, init menentukan konsol virtual apa yang perlu diaktifkan dan perintah apa yang perlu dijalankan pada setiap konsol:

Daftar Kode 1.5: Defenisi konsol virtual

c1:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty1 linux
c2:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty2 linux
c3:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty3 linux
c4:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty4 linux
c5:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty5 linux
c6:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty6 linux

Apakah runlevel itu?

Anda telah mengetahui bahwa init menggunakan skema penomoran untuk menentukan runlevel apa yang harus diaktifkan. Sebuah runlevel adalah sebuah kondisi dimana sistem berjalan dan berisi koleksi skrip (skrip runlevel atau initscripts) yang harus dijalankan ketika anda memasuki atau meninggalkan suatu runlevel.

Di Gentoo, terdapat tujuh runlevel yang didefenisikan, tiga runlevel internal, dan empat runlevel yang didefenisikan user. Runlevel internal terdiri dari sysinit, shutdown dan reboot dan melakukan hal-hal yang sama dengan nama mereka: inisialisasi sistem, mematikan sistem dan reboot sistem.

Runlevel yang didefenisikan user berada di dalam subdirektori /etc/runlevels: boot, default, nonetwork dan single. Runlevel boot memulai semua servis penting untuk sistem yang akan digunakan oleh runlevel-runlevel lainnya. Sisa tiga runlevel dibedakan dari servis yang dimulai: default digunakan untuk penggunaan sehari-hari, nonetwork digunakan bila koneksi jaringan tidak diperlukan, dan single digunakan ketika Anda harus memperbaiki sistem.

Bekerja dengan Skrip Init

Skrip yang dimulai oleh proses rc disebut skrip init. Setiap skrip pada /etc/init.d dapat dieksekusi dengan argumen start, stop, restart, pause, zap, status, ineed, iuse, needsme, usesme atau broken.

Untuk memulai, menghentikan atau memulai kembali suatu servis (dan semua servis yang bergantung padanya), start, stop dan restart harus digunakan:

Daftar Kode 1.6: Memulai postfix

# /etc/init.d/postfix start

Catatan: Hanya servis yang memerlukan servis yang diberikan yang akan dihentikan atau dimulai ulang. Servis lain yang bergantung padanya (yang menggunakan servis ini tetapi tidak memerlukannya) tidak akan diutak-atik.

Jika anda ingin menghentikan suatu servis, tetapi bukan servis yang bergantung padanya, anda dapat menggunakan argumen pause:

Daftar Kode 1.7: Menghentikan postfix tetapi membiarkan servis yang bergantung padanya tetap berjalan

# /etc/init.d/postfix pause

Jika Anda ingin melihat status dari suatu servis (started, stopped, paused, ...) Anda dapat menggunakan argumen status:

Daftar Kode 1.8: Informasi status postfix

# /etc/init.d/postfix status

Jika informasi status memberitahukan Anda bahwa suatu servis sedang berjalan, tetapi Anda tahu bahwa itu tidak berjalan, maka Anda dapat mereset informasi status ke "stopped" dengan argumen zap:

Daftar Kode 1.9: Reset informasi status postfix

# /etc/init.d/postfix zap

Untuk memeriksa dependensi dari servis tersebut, Anda dapat menggunakan iuse atau ineed. Dengan ineed anda dapat melihat servis yang benar-benar diperlukan oleh suatu servis untuk dapat berfungsi dengan benar. Pada sisi lain, iuse menunjukkan servis yang dapat digunakan oleh servis itu, tetapi tidak terlalu diperlukan untuk berfungsi dengan benar.

Daftar Kode 1.10: Melihat daftar semua servis yang dibutuhkan oleh postfix

# /etc/init.d/postfix ineed

Demikian juga, anda dapat melihat servis-servis apa saja yang memerlukan servis tersebut (needsme) atau yang dapat menggunakannya (usesme):

Daftar Kode 1.11: Melihat daftar semua servis yang membutuhkan postfix

# /etc/init.d/postfix needsme

Terakhir, anda dapat melihat dependensi apa yang saja yang diperlukan oleh servis tersebut tetapi tidak tersedia:

Daftar Kode 1.12: Melihat daftar dependensi yang tidak tersedia untuk postfix

# /etc/init.d/postfix broken

4.b. Bekerja dengan rc-update

Apakah rc-update itu?

Sistem init Gentoo menggunakan suatu pohon dependensi untuk menentukan servis-servis apa saja yang harus dijalankan terlebih dulu. Karena ini merupakan tugas yang membosankan, maka kami tidak ingin user kami melakukannya secara manual. Kami telah membuatkan sebuah utilitas yang memudahkan administrasi runlevel dan skrip init.

Dengan rc-update anda dapat menambah dan menghapus skrip init dari suatu runlevel. Utilitas rc-update kemudian akan secara otomatis memerintahkan skrip depscan.sh untuk membangun ulang pohon dependensi.

Menambah dan Menghapus Servis

Anda telah menambahkan beberapa skrip init pada runlevel "default" ketika melakukan instalasi Gentoo. Pada saat itu, mungkin anda sama sekali tidak mempunyai bayangan "default" itu untuk apa, tetapi sekarang anda seharusnya sudah tahu. Skrip rc-update membutuhkan argumen kedua yang mendefenisikan aksi: add, del atau show.

Untuk menambah atau menghapus sebuah skrip init, berikan argumen add atau del kepada rc-update, diikuti dengan skrip init dan runlevel. Sebagai contoh:

Daftar Kode 2.1: Menghapus postfix dari runlevel default

# rc-update del postfix default

Perintah rc-update -v show akan menunjukkan semua skrip init yang ada dan daftar runlevel tempat mereka dijalankan:

Daftar Kode 2.2: Menampilkan informasi skrip init

# rc-update -v show

Anda juga bisa menjalankan rc-update show (tanpa opsi -v) jika anda hanya ingin melihat skrip init yang telah diaktifkan bersama runlevelnya.

4.c. Pengaturan Servis

Mengapa Diperlukan Pengaturan Tambahan?

Skrip init dapat menjadi begitu rumit. Oleh karena itu akan menjadi sangat tidak menarik bagi user untuk mengedit skrip init secara langsung, karena akan membuatnya menjadi rentan terhadap kesalahan. Bagaimanapun juga, pengaturan servis tersebut tetaplah penting. Contohnya, Anda mungkin ingin memberikan opsi lebih untuk servis itu sendiri.

Alasan kedua untuk memiliki pengaturan ini di luar skrip init adalah agar dapat melakukan update skrip init tanpa harus khawatir dibatalkannya perubahan pada pengaturan anda.

Direktori /etc/conf.d

Gentoo memberikan cara mudah untuk mengatur suatu servis: setiap skrip init yang dapat dikonfigurasi, mempunyai suatu file di dalam /etc/conf.d. Contohnya, skrip init apache2 (bernama /etc/init.d/apache2) mempunyai suatu file konfigurasi yang bernama /etc/conf.d/apache2, yang dapat berisi opsi-opsi yang ingin anda berikan kepada server Apache 2 ketika memulai servis tersebut:

Daftar Kode 3.1: Variable yang didefenisikan pada /etc/conf.d/apache2

APACHE2_OPTS="-D PHP5"

File konfigurasi tersebut berisi variabel, dan hanya variabel (seperti /etc/make.conf), sehingga konfigurasi servis menjadi sangat mudah. Dan juga, kita dapat memberikan lebih banyak informasi mengenai variabel (sebagai komentar).

4.d. Menulis Skrip Init

Haruskah saya melakukannya?

Tidak. Menulis skrip init biasanya tidak diperlukan, karena Gentoo telah menyediakan skrip init siap pakai untuk semua servis yang disediakan. Tetapi, anda mungkin telah menginstal suatu servis tanpa menggunakan Portage, sehingga anda harus membuat sendiri skrip initnya.

Jangan gunakan skrip init yang disediakan oleh servis tersebut bila tidak disebutkan secara jelas bahwa skrip tersebut ditulis untuk Gentoo: skrip init Gentoo tidak kompatibel dengan skrip init yang digunakan oleh distro lain!

Layout

Layout dasar dari sebuah skrip init ditunjukkan di bawah ini.

Daftar Kode 4.1: Layout dasar skrip init

#!/sbin/runscript

depend() {
  (Informasi dependensi)
}

start() {
  (Perintah penting untuk memulai servis)
}

stop() {
  (Perintah penting untuk menghentikan servis)
}

restart() {
  (Perintah penting untuk memulai kembali servis)
}

Semua skrip init mengharuskan fungsi start() didefenisikan. Sedangkan seksi yang lain adalah opsional.

Dependensi

Terdapat dua dependensi yang dapat Anda defenisikan: use dan need. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, dependensi need lebih ketat daripada dependensi use. Mengikuti tipe dependensi ini, anda memasukkan servis yang dibutuhkan atau dependensi virtual.

Dependensi virtual adalah suatu dependensi yang diberikan oleh suatu servis, tetapi tidak melulu cuma bisa diberikan oleh servis itu saja. Skrip anda dapat bergantung pada logger sistem, tetapi terdapat banyak logger sistem yang tersedia (metalogd, syslog-ng, sysklogd, ...). Karena anda tidak dapat menjalankan semuanya (tidak ada sistem yang menginstal dan menjalankan semua logger sistem ini dalam satu waktu) kami memastikan bahwa semua servis ini menyediakan sebuah dependensi virtual.

Mari kita lihat informasi dependensi untuk servis postfix.

Daftar Kode 4.2: Informasi dependensi postfix

depend() {
  need net
  use logger dns
  provide mta
}

Seperti yang anda lihat, servis postfix:

  • membutuhkan dependensi net (virtual) (yang disediakan oleh - misalnya - /etc/init.d/net.eth0)
  • menggunakan dependensi logger (virtual) (yang disediakan oleh - misalnya - /etc/init.d/syslog-ng)
  • menggunakan dependensi dns (virtual) (yang disediakan oleh - misalnya - /etc/init.d/named)
  • menyediakan dependensi mta (virtual) (yang umum untuk semua server mail)

Mengatur urutan

Dalam beberapa kasus, anda mungkin tidak membutuhkan suatu servis, tetapi menginginkan servis anda dimulai sebelum (atau sesudah) servis yang lain dijalankan jika tersedia dalam sistem (catatan kondisi - ini sudah bukan merupakan dependensi) dan berjalan dalam runlevel yang sama (catatan kondisi - hanya servis yang berada dalam runlevel yang sama yang terlibat). Anda dapat memberikan informasi ini dengan before atau after.

Sebagai contoh, kita akan melihat setting dari servis Portmap:

Daftar Kode 4.3: Fungsi depend() pada servis portmap

depend() {
  need net
  before inetd
  before xinetd
}

Anda dapat juga menggunakan glob "*" untuk menangkap semua servis yang berada pada runlevel yang sama, meskipun hal ini tidak dianjurkan.

Daftar Kode 4.4: Menjalankan skrip init sebagai skrip pertama pada runlevel

depend() {
  before *
}

Jika servis anda harus menulis ke disk lokal, servis tersebut harus memerlukan localmount. Jika servis tersebut menempatkan sesuatu di dalam /var/run sebagai sebuah pidfile, maka servis tersebut harus dijalankan setelah bootmisc:

Daftar Kode 4.5: Contoh fungsi depend()

depend() {
  need localmount
  after bootmisc
}

Fungsi standar

Setelah fungsi depend(), anda juga perlu mendefenisikan fungsi start(). Fungsi ini berisi semua perintah yang diperlukan untuk menginisialisasi servis Anda. Dianjurkan untuk menggunakan fungsi ebegin dan eend untuk menginformasikan kepada user apa saja yang sedang terjadi:

Daftar Kode 4.6: Contoh fungsi start()

start() {
  ebegin "Starting my_service"
  start-stop-daemon --start --quiet --exec /path/to/my_service \
    --pidfile /path/to/my_pidfile
  eend $?
}

--exec dan --pidfile harus digunakan pada fungsi start dan stop. Jika servis tidak menciptakan sebuah pidfile, maka gunakan --make-pidfile jika memungkinkan, tetapi anda harus mencobanya dahulu untuk memastikan. Jika tidak, jangan gunakan pidfile. Anda juga dapat menambahkan --quiet pada opsi start-stop-daemon, tapi hal ini tidak dianjurkan kecuali servis tersebut sangat verbose. Penggunaan --quiet dapat menghalangi proses debugging jika servic tersebut gagal dimulai.

Catatan: Pastikan agar --exec benar-benar memanggil sebuah servis, bukannya skrip shell yang menjalankan servis kemudian berhenti -- inilah yang seharusnya dijalankan oleh skrip init.

Jika anda memerlukan contoh lebih lanjut terkait fungsi start(), silakan baca kode sumber dari skrip init yang tersedia di dalam direktori /etc/init.d.

Fungsi lain yang dapat anda defenisikan adalah: stop() dan restart(). Anda tidak diharuskan untuk mendefenisikan fungsi-fungsi ini! Sistem init kita cukup cerdas untuk mengisi fungsi-fungsi ini secara otomatis jika anda sudah menggunakan start-stop-daemon.

Walaupun anda tidak harus menciptakan fungsi stop(), berikut ini adalah contohnya:

Daftar Kode 4.7: Contoh fungsi stop()

stop() {
  ebegin "Stopping my_service"
  start-stop-daemon --stop --exec /path/to/my_service \
    --pidfile /path/to/my_pidfile
  eend $?
}

Jika servis anda menjalankan skrip lain (mis. bash, python, atau perl), dan skrip ini nantinya akan mengganti nama-nama (mis. foo.py ke foo), maka anda perlu menambahkan --name ke start-stop-daemon. Anda harus menentukan nama yang akan diganti oleh skrip anda. Pada contoh ini, sebuah servis menjalankan foo.py, yang kemudian berganti nama menjadi foo:

Daftar Kode 4.8: Servis yang menjalankan skrip foo

start() {
  ebegin "Starting my_script"
  start-stop-daemon --start --exec /path/to/my_script \
    --pidfile /path/to/my_pidfile --name foo
  eend $?
}

start-stop-daemon menyediakan manual yang sangat bagus jika anda memerlukan informasi lebih lanjut:

Daftar Kode 4.9: Membaca manual start-stop-daemon

# man start-stop-daemon

Sintaks skrip init Gentoo berbasis Bourne Again Shell (bash), jadi anda bebas menggunakan konstruksi yang kompatibel dengan bash di dalam skrip init anda.

Menambahkan opsi kustomisasi

Jika anda ingin skrip init anda mendukung opsi yang lebih advanced daripada opsi-opsi yang telah kami sediakan, anda harus menambahkan opsi tersebut pada variabel opts, dan membuat suatu fungsi dengan nama yang sama dengan opsi tersebut. Contohnya, untuk mendukung sebuah opsi bernama restartdelay:

Daftar Kode 4.10: Menambahkan dukungan opsi restartdelay

opts="${opts} restartdelay"

restartdelay() {
  stop()
  sleep 3    # Tunggu 3 detik sebelum menjalankan lagi
  start()
}

Variabel konfigurasi servis

Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk menyediakan sebuah file konfigurasi di dalam /etc/conf.d: jika skrip init anda dijalankan, file-file berikut ini secara otomatis akan dijadikan sebagai sumber (variabel-variabel tersedia untuk digunakan):

  • /etc/conf.d/<skrip init anda>
  • /etc/conf.d/basic
  • /etc/rc.conf

Juga, jika skrip init anda menyediakan dependensi virtual (seperti net), maka file yang diasosiasikan dengan dependensi itu (seperti /etc/conf.d/net) juga akan dijadikan sebagai sumber.

4.e. Mengubah Tingkah Laku Runlevel

Siapa yang akan diuntungkan?

Banyak pengguna laptop yang mengetahui situasi ini: di rumah anda memerlukan net.eth0 sementara di perjalanan, anda tidak memerlukannya (karena tidak ada jaringan yang tersedia). Dengan Gentoo, anda dapat mengubah tingkah laku runlevel agar sesuai keinginan anda.

Contoh, anda dapat membuat suatu runlevel "default" kedua yang memiliki skrip init yang berbeda di dalamnya. Kemudian, pada saat boot anda dapat memilih runlevel default mana yang ingin anda gunakan.

Menggunakan softlevel

Pertama-tama, buatlah direktori runlevel untuk runlevel "default" anda yang kedua. Sebagai contoh kami akan membuat runlevel offline:

Daftar Kode 5.1: Membuat direktori runlevel

# mkdir /etc/runlevels/offline

Tambahkan skrip init yang diperlukan pada runlevel yang baru dibuat ini. Contoh, jika anda ingin memiliki duplikat yang sama persis dengan runlevel default anda sekarang, tetapi tanpa net.eth0:

Daftar Kode 5.2: Menambahkan skrip init yang diperlukan

(Salin seluruh servis dari runlevel default ke runlevel offline)
# cd /etc/runlevels/default
# for service in *; do rc-update add $service offline; done
(Menghapus servis yang tidak diperlukan dari runlevel offline)
# rc-update del net.eth0 offline
(Menampilkan servis aktif dari runlevel offline)
# rc-update show offline
(Contoh sebagian output)
                acpid | offline
           domainname | offline
                local | offline
             net.eth0 |

Walaupun net.eth0 telah dihapus dari runlevel offline, udev masih akan tetap mencoba menjalankan semua perangkat yang ditemukannya dan meluncurkan servis yang sesuai. Untuk itu, anda perlu menambahkan setiap servis jaringan yang tidak anda ingin untuk dijalankan (juga servis untuk setiap perangkat yang mungkin akan dijalankan oleh udev) ke /etc/conf.d/rc seperti berikut:

Daftar Kode 5.3: Menonaktifkan peluncuran servis di /etc/conf.d/rc

RC_COLDPLUG="yes"
(Selanjutnya, tentukan servis yang tidak ingin langsung anda jalankan
RC_PLUG_SERVICES="!net.eth0"

Catatan: Untuk mendapatkan info lanjutan tentang hal ini, bacalah komentar di dalam file /etc/conf.d/rc.

Sekarang edit konfigurasi bootloader Anda dan tambahkan suatu entri baru untuk runlevel offline. Misalnya, di file /boot/grub/grub.conf:

Daftar Kode 5.4: Menambahkan sebuah entri untuk runlevel offline

title Gentoo Linux Offline Usage
  root (hd0,0)
  kernel (hd0,0)/kernel-2.4.25 root=/dev/hda3 softlevel=offline

VoilÃ, semuanya sudah siap sekarang. Jika Aada boot sistem dan memilih entri yang baru ditambahkan pada waktu boot, runlevel offline akan digunakan sebagai ganti dari default.

Menggunakan bootlevel

Menggunakan bootlevel sangat sejalan dengan softlevel. Perbedaannya di sini hanyalah anda mendefenisikan runlevel "boot" yang kedua dan bukan runlevel "default" yang ke dua.

5. Variabel Lingkungan

5.a. Variabel Lingkungan?

Apakah variabel lingkungan itu?

Variabel lingkungan adalah nama obyek yang berisi informasi yang digunakan oleh satu aplikasi atau lebih. Banyak user (khususnya mereka yang baru mengenal Linux) merasa hal ini agak aneh atau tidak dapat diatur. Pendapat ini tidak benar: dengan menggunakan variabel lingkungan, kita dengan mudah dapat melakukan perubahan konfigurasi untuk satu aplikasi atau lebih.

Contoh penting

Tabel berikut berisi daftar variabel yang digunakan oleh sistem Linux berikut penjelasannya. Contoh nilai ditunjukkan setelah tabelnya.

Variabel Penjelasan
PATH Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang digunakan oleh sistem anda untuk mencari file yang dapat dieksekusi. Jika anda memasukkan suatu nama file yang dapat dieksekusi (seperti ls, rc-update atau emerge) tetapi file ini ternyata tidak terdapat pada daftar direktori, maka sistem tidak akan menjalankan file ini (kecuali jika anda menuliskan path lengkap dari perintah tersebut, seperti /bin/ls).
ROOTPATH Variabel ini memiliki fungsi yang sama dengan PATH, tetapi hanya berisi daftar direktori yang akan diperiksa ketika user-root menjalankan sebuah perintah.
LDPATH Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang digunakan oleh linker dinamis untuk mencari pustaka (library).
MANPATH Varibel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang digunakan oleh perintah man untuk mencari halaman manual.
INFODIR Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang digunakan oleh perintah info untuk mencari halaman info.
PAGER Variable ini berisi path dari program yang digunakan untuk menunjukkan isi dari suatu file (mis. less atau more).
EDITOR Variabel ini berisi path dari program yang digunakan untuk mengubah isi dari suatu file (mis. nano atau vi).
KDEDIRS Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang berisi materi-materi khusus KDE.
CONFIG_PROTECT Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh spasi, yang harus dilindungi oleh Portage selama update.
CONFIG_PROTECT_MASK Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh spasi, yang tidak boleh dilindungi oleh Portage selama update.

Berikut ini adalah contoh definisi dari semua variabel-variabel tersebut:

Daftar Kode 1.1: Contoh definisi variabel

PATH="/bin:/usr/bin:/usr/local/bin:/opt/bin:/usr/games/bin"
ROOTPATH="/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/usr/local/sbin:/usr/local/bin"
LDPATH="/lib:/usr/lib:/usr/local/lib:/usr/lib/gcc-lib/i686-pc-linux-gnu/3.2.3"
MANPATH="/usr/share/man:/usr/local/share/man"
INFODIR="/usr/share/info:/usr/local/share/info"
PAGER="/usr/bin/less"
EDITOR="/usr/bin/vim"
KDEDIRS="/usr"
CONFIG_PROTECT="/usr/X11R6/lib/X11/xkb /opt/tomcat/conf \
                /usr/kde/3.1/share/config /usr/share/texmf/tex/generic/config/ \
                /usr/share/texmf/tex/platex/config/ /usr/share/config"
CONFIG_PROTECT_MASK="/etc/gconf

5.b. Mendefinisikan Variabel secara Global

Direktori /etc/env.d

Untuk kebutuhan sentralisasi definisi variabel-variabel ini, Gentoo memperkenalkan direktori /etc/env.d. Di dalam direktori ini, anda akan menemukan beberapa file, seperti 00basic, 05gcc, dll, yang berisi variabel yang dibutuhkan oleh aplikasi yang bersesuaian namanya.

Contohnya, ketika anda menginstal gcc, file 05gcc akan diciptakan oleh ebuild, yang berisi definisi dari variabel-variabel berikut:

Daftar Kode 2.1: /etc/env.d/05gcc

PATH="/usr/i686-pc-linux-gnu/gcc-bin/3.2"
ROOTPATH="/usr/i686-pc-linux-gnu/gcc-bin/3.2"
MANPATH="/usr/share/gcc-data/i686-pc-linux-gnu/3.2/man"
INFOPATH="/usr/share/gcc-data/i686-pc-linux-gnu/3.2/info"
CC="gcc"
CXX="g++"
LDPATH="/usr/lib/gcc-lib/i686-pc-linux-gnu/3.2.3"

Distro lain meminta anda untuk mengubah atau menambahkan definisi variabel lingkungan di /etc/profile atau lokasi yang lain. Gentoo memberikan kemudahan bagi Anda (dan bagi Portage) untuk memelihara dan mengatur variabel lingkungan tanpa perlu memberikan perhatian penuh pada sejumlah file yang mungkin berisi variabel lingkungan.

Contohnya, ketika gcc diperbarui, file /etc/env.d/05gcc juga akan langsung diperbarui tanpa campur tangan user.

Hal ini bukan hanya menguntungkan Portage, tetapi juga anda sebagai pengguna. Kadang-kadang anda mungkin akan diminta untuk melakukan pengaturan variabel lingkungan dari keseluruhan sistem. Contohnya, kita gunakan variabel http_proxy. Daripada berpusing ria dengan /etc/profile, anda sekarang cukup membuat suatu file (/etc/env.d/99local) dan memasukkan definisi anda di dalamnya:

Daftar Kode 2.2: /etc/env.d/99local

http_proxy="proxy.server.com:8080"

Dengan menggunakan file yang sama untuk semua variabel, anda akan mendapatkan ringkasan cepat dari variabel yang telah anda definisikan.

Skrip env-update

Beberapa file yang berada di dalam /etc/env.d mendefinisikan variabel PATH. Hal ini tidak salah: ketika anda menjalankan env-update, beberapa definisi akan ditambahkan sebelum variabel lingkungan diperbarui, sehingga memudahkan paket (atau pengguna) untuk menambahkan variabel lingkungannya sendiri tanpa mempengaruhi nilai variabel yang telah ada.

Skrip env-update akan menambahkan nilai-nilai dalam urutan abjad ke dalam file /etc/env.d. Nama-nama file harus dimulai dengan dua angka desimal.

Daftar Kode 2.3: Urutan update yang digunakan oleh env-update

         00basic        99kde-env       99local
     +-------------+----------------+-------------+
PATH="/bin:/usr/bin:/usr/kde/3.2/bin:/usr/local/bin"

Rangkaian variable tidak selalu terjadi, untuk variabel-variabel berikut ini: KDEDIRS, PATH, LDPATH, MANPATH, INFODIR, INFOPATH, ROOTPATH, CONFIG_PROTECT, CONFIG_PROTECT_MASK, PRELINK_PATH dan PRELINK_PATH_MASK. Untuk semua variabel lain, nilai terakhir yang didefinisikan (dengan urutan abjad dari nama file di /etc/env.d) digunakan.

Ketika Anda menjalankan env-update, skrip ini akan menciptakan semua variabel lingkungan dan menempatkannya di /etc/profile.env (yang digunakan oleh /etc/profile). Skrip ini juga akan mengambil informasi dari variabel LDPATH dan menggunakannya untuk membuat /etc/ld.so.conf. Setelah itu, skrip ini akan menjalankan ldconfig untuk membuat kembali file /etc/ld.so.cache yang digunakan oleh linker dinamis.

Jika anda ingin mendapatkan hasil env-update sesegera mungkin setelah anda menjalankan skripnya, jalankan perintah berikut untuk memperbarui lingkungan anda. Pengguna yang menginstal sendiri Gentoo-nya mungkin masih mengingatnya dari instruksi instalasi:

Daftar Kode 2.4: Memperbarui lingkungan

# env-update && source /etc/profile

Catatan: Perintah di atas hanya akan memperbarui variabel di terminal yang sedang anda gunakan, konsol-konsol baru, dan turunannya. Jadi jika anda bekerja di lingkungan X11, anda perlu mengetikkan source /etc/profile di semua terminal baru yang anda buka, atau restart X agar semua terminal mengetahui variabel baru. Jika anda menggunakan sebuah login manager, jadilah user root kemudian jalankan /etc/init.d/xdm restart. Jika tidak, anda perlu logout dan login kembali agar X menerapkan semua variabel baru.

Penting: Anda tidak boleh menggunakan variabel shell ketika menentukan variabel lain. Artinya, penggunaan FOO="$BAR" ($BAR adalah variabel lain) dilarang.

5.c. Mendefinisikan Variabel Lokal

Khusus per user

Anda tidak selalu harus atau perlu mendefinisikan variabel lingkungan secara global. Contohnya, mungkin anda ingin menambahkan /home/my_user/bin ke dalam variabel PATH tetapi anda tidak ingin pengguna lain pada sistem tersebut memiliki PATH yang sama dengan milik anda. Jika anda ingin mendefinisikan variabel lingkungan lokal, anda perlu menggunakan ~/.bashrc atau ~/.bash_profile:

Daftar Kode 3.1: Memperluas PATH untuk penggunaan lokal dalam ~/.bashrc

(Titik dua yang tidak diikuti oleh nama direktori dianggap sebagai direktori kerja sekarang)
PATH="${PATH}:/home/my_user/bin:"

Ketika anda login kembali, variabel PATH anda akan diperbarui.

Khusus per sesi

Kadang-kadang diperlukan definisi yang lebih ketat. Anda mungkin ingin dapat menggunakan binari dari direktori sementara yang anda buat tanpa menggunakan path ke binari tersebut atau mengubah ~/.bashrc untuk kebutuhan beberapa saat tersebut.

Dalam kasus ini, anda dapat mendefinisikan variabel PATH pada sesi anda sekarang ini dengan menggunakan perintah export. Selama anda tidak logout, maka variabel PATH tetap akan menggunakan setting sementara tersebut.

Daftar Kode 3.2: Mendefinisikan variabel lingkungan khusus per sesi

# export PATH="${PATH}:/home/my_user/tmp/usr/bin"

C. Bekerja dengan Portage

1. File dan Direktori

1.a. File-file Portage

Perintah-perintah konfigurasi

Portage memiliki sebuah konfigurasi default yang ditempatkan di /etc/make.globals. Ketika anda melihat isi file ini, anda akan mengetahui bahwa semua konfigurasi portage ditangani oleh variabel-variabel. Variabel apa yang dibaca oleh Portage dan apa arti setiap variabel akan kita diskusikan nanti.

Karena banyak perintah konfigurasi yang berbeda untuk setiap arsitektur, Portage juga memiliki file-file konfigurasi default yang merupakan bagian dari profil anda. Profil yang anda gunakan ditunjukkan oleh symlink /etc/make.profile; semua konfigurasi portage diatur di file make.defaults milik profil anda dan semua profil parent. Kita akan berbicara tentang profil dan /etc/make.profile nanti.

Jika anda berencana untuk mengganti sebuah variabel konfigurasi, jangan merubah isi file /etc/make.globals atau make.defaults. Tapi ubahlah isi file /etc/make.conf yang memiliki hak lebih tinggi daripada file-file tersebut di atas. Anda juga akan menemukan file /etc/make.conf.example. Seperti namanya, file ini hanya merupakan file konfigurasi contoh - portage tidak membaca isi file ini.

Anda juga dapat mendefinisikan sebuah variabel konfigurasi Portage sebagai variabel lingkungan, tapi kami tidak menganjurkan penggunaannya.

Informasi khusus profil

Kita telah menemui direktori /etc/make.profile. Sebenarnya ini bukan sebuah direktori, tapi sebuah link symbolik yang menunjuk ke sebuah profil yang secara default adalah salah satu dari isi /usr/portage/profiles, walaupun anda juga dapat membuat profil anda sendiri. Profil yang ditunjuk oleh symlink ini adalah profil yang digunakan oleh sistem anda.

Sebuah profil berisi informasi spesifik arsitektur untuk Portage, seperti daftar paket yang dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan (di-mask) oleh sistem, dll.

Konfigurasi sepesifik pengguna

Jika anda ingin merubah tingkah laku portage ketika menginstal software, anda perlu mengedit file-file di /etc/portage. Anda sangat dianjurkan untuk menggunakan file-file di /etc/portage dan tidak merubah tingkah laku portage melalui variabel lingkungan!

Di dalam /etc/portage anda dapat menciptakan file-file berikut ini:

  • package.mask berisi daftar paket yang tidak pernah ingin anda instal dengan portage
  • package.unmask berisi daftar paket yang ingin anda instal walaupun para pengembang Gentoo sangat tidak menyarankan anda untuk menginstalnya
  • package.keywords berisi daftar paket yang ingin anda instal walaupun paket ini dianggap belum cocok dengan arsitektur anda.
  • package.use berisi flag-flag USE yang ingin anda gunakan pada paket-paket tertentu tanpa menggunakannya untuk seluruh sistem

Daftar tersebut di atas tidak harus berupa file, tetapi juga dapat berupa direktori yang berisi satu file untuk setiap paket. Untuk mempelajari kegunaan direktori /etc/portage dan mengetahui file apa saja yang bisa anda buat, bacalah manual Portage:

Daftar Kode 1.1: Membaca manual Portage

$ man portage

Mengganti file portage & lokasi direktori

File-file konfigurasi yang telah disebutkan di atas tidak dapat diletakkan di lokasi lain - portage akan selalu mencari file-file tersebut di tempat asalnya. Bagaimanapun juga, portage menggunakan banyak lokasi yang lain untuk berbagai macam kegunaan: direktori tempat kompilasi, tempat source code, lokasi pohon portage, ...

Semua kegunaan ini memiliki lokasi default yang telah dikenal baik, tapi dapat anda ganti sesuai keinginan anda melalui file /etc/make.conf. Selanjutnya di bab ini, kami hanya akan menjelaskan kegunaan khusus dari setiap lokasi yang digunakan Portage dan bagaimana cara merubah penempatannya di sistem anda.

Dokumen ini tidak dibuat untuk digunakan sebagai referensi. Jika anda ingin mengetahui secara mendalam, silahkan baca manual portage dan make.conf.

Daftar Kode 1.2: Membaca manual portage dan make.conf

$ man portage
$ man make.conf

1.b. Penempatan File-file

Pohon portage

Lokasi default pohon portage adalah /usr/portage. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel PORTDIR. Jika anda menempatkan pohon Portage di lokasi lain (dengan megubah variabel ini), jangan lupa untuk menyesuaikan symlink /etc/make.profile.

Jika anda merubah variabel PORTDIR, anda juga mungkin ingin merubah variabel-variabel berikut ini karena perubahan pada variabel PORTDIR tidak akan mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh cara Portage menangani variabel-variabel: PKGDIR, PKGDIR, DISTDIR, RPMDIR.

Binari prebuilt

Walaupun secara default portage tidak menggunakan binari prebuilt, portage sangat mendukungnya. Ketika anda meminta portage untuk bekerja dengan paket prebuilt, portage akan mencarinya di /usr/portage/packages. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel PKGDIR.

Source code

Secara default, source code diletakkan di /usr/portage/distfiles. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel DISTDIR.

Database portage

Portage menyimpan status (paket-paket apa saja yang telah terinstal, file apa milik paket mana,...) sistem anda di /var/db/pkg. Jangan merubah file-file ini karena dapat mengacaukan pengetahuan portage tentang sistem anda!

Cache portage

Cache portage (berisi waktu modifikasi, paket-paket virtual, informasi urutan dependensi, ...) ditempatkan di /var/cache/edb. Lokasi ini bernar-benar merupakan cache: anda dapat menghapusnya kapan saja jika anda sedang tidak melakukan kompilasi yang berhubungan dengan portage.

1.c. Membangun Software

File-file sementara portage

Secara default, file-file sementara portage diletakkan di /var/tmp. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel PORTAGE_TMPDIR.

Jika anda merubah variabel PORTAGE_TMPDIR, anda juga mungkin perlu merubah variabel-variabel berikut ini karena perubahan pada variabel PORTAGE_TMPDIR tidak mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh cara Portage menangani variabel BUILD_PREFIX.

Direktori kompilasi

Portage menciptakan direktori kompilasi khusus untuk setiap paket yang diinstal di dalam /var/tmp/portage. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel BUILD_PREFIX.

Lokasi live filesystem

Secara default, portage menginstal semua file ke filesystem yang sedang digunakan (/), tapi anda dapat merubahnya dengan variabel lingkungan ROOT. Ini berguna jika anda ingin menciptakan imej build baru.

1.d. Fitur-fitur Logging

Logging ebuild

Portage dapat menciptakan file log untuk setiap ebuild, tapi hanya jika variabel PORT_LOGDIR diatur untuk menunjuk ke sebuah lokasi yang dapat ditulis oleh portage (user portage). Secara default, variabel ini tidak ditentukan. Jika anda tidak menentukan PORT_LOGDIR, maka anda tidak akan mendapatkan log kompilasi dengan logger sistem saat ini, namun anda mungkin akan mendapatkan beberapa log dari elog baru. Jika anda tidak mendefinisikan PORT_LOGDIR dan anda menggunakan elog, anda akan mendapatkan log kompilasi dan log lain yang disimpan oleh elog, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Portage menyediakan kendali yang mantap atas logging dengan menggunakan elog:

  • PORTAGE_ELOG_CLASSES: Di sinilah tempat anda menentukan pesan apa saja yang ingin anda log. Anda dapat menggunakan kombinasi yang dipisahkan oleh spasi dari info, warn, error, log dan qa.
    • info: Me-log pesan-pesan "einfo" yang ditampilkan oleh ebuild
    • warn: Me-log pesan-pesan "ewarn" yang ditampilkan oleh ebuild
    • error: Me-log pesan-pesan "eerror" yang ditampilkan oleh ebuild
    • log: Me-log pesan-pesan "elog" yang ada pada beberapa ebuild
    • qa: Me-log pesan-pesan "QA Notice" yang ditampilkan oleh ebuild
  • PORTAGE_ELOG_SYSTEM: Variabel ini menentukan modul(-modul) yang akan memproses pesan-pesan log. Jika dikosngkan, logging akan dinonaktifkan. Anda dapat menggunakan kombinasi yang dipisahkan dengan spasi dari save, custom, syslog, dan save_summary, dan mail_summary. Anda harus memilih paling tidak satu modul untuk menggunakan elog.
    • save: Opsi ini akan menyimpan satu log untuk tiap paket di $PORT_LOGDIR/elog, atau /var/log/portage/elog jika $PORT_LOGDIR tidak didefinisikan.
    • custom: Mengirimkan semua pesan ke perintah yang ditentukan oleh pengguna di variabel $PORTAGE_ELOG_COMMAND; hal ini akan kita diskusikan nanti.
    • syslog: Mengirimkan semua pesan ke logger sistem yang terinstal.
    • mail: Mengirimkan semua pesan ke mailserver yang ditentukan oleh pengguna di variabel $PORTAGE_ELOG_MAILURI; hal ini akan kita diskusikan nanti. Fitur-fitur mail elog membutuhkan >=portage-2.1.1.
    • save_summary: Mirip dengan save, tetapi semua pesan akan digabungkan di $PORT_LOGDIR/elog/summary.log, atau /var/log/portage/elog/summary.log jika $PORT_LOGDIR tidak ditetapkan.
    • mail_summary: Mirip dengan mail, tetapi semua pesan akan digabungkan dalam satu e-mail ketika emerge selesai.
  • PORTAGE_ELOG_COMMAND: Variabel ini hanya digunakan ketika modul custom digunakan. Di sinilah tempat anda untuk menentukan perintah yang akan memproses pesan-pesan elog. Catat bahwa anda boleh menggunakan dua variabel: ${PACKAGE} adalah nama dan versi paket, sedangkan ${LOGFILE} adalah path absolut ke logfile. Berikut ini adalah contohnya:
    • PORTAGE_ELOG_COMMAND="/path/to/logger -p '\${PACKAGE}' -f '\${LOGFILE}'"
  • PORTAGE_ELOG_MAILURI: Variabel ini berisi pengaturan untuk modul mail seperti alamat, user, password, mailserver, dan nomor port. Aturan defaultnya adalah "root@localhost localhost".
  • Berikut ini adalah contoh untuk server smtp yang membutuhkan username dan otentikasi berbasis password pada sebuah port tertentu (defaultnya adalah port 25):
    • PORTAGE_ELOG_MAILURI="user@some.domain username:password@smtp.some.domain:995"
  • PORTAGE_ELOG_MAILFROM: Untuk mengatur alamat "from" di mail log; defaultnya adalah "portage" jika tidak diset.
  • PORTAGE_ELOG_MAILSUBJECT: Untuk menciptakan baris subject di mail log. Anda dapat menggunakan dua variabel: ${PACKAGE} akan menampilkan nama dan versi paket, sedangkan ${HOST} merupakan nama domain yang terkualifikasi dari host tempat Portage dijalankan.
  • Berikut ini adalah contoh penggunaannya:
    • PORTAGE_ELOG_MAILSUBJECT="paket \${PACKAGE} telah sukes diinstal di \${HOST} dengan beberapa pesan"

Penting: Jika anda telah menggunakan enotice dengan Portage-2.0.*, anda harus benar-benar membuang enotice karena tidak kompatibel dengan elog.

2. Konfigurasi dengan Variabel

2.a. Konfigurasi Portage

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Portage sangat dapat dikonfigurasi dengan berbagai macam variable yang harus didefinisikan di file /etc/make.conf. Silakan baca manual make.conf untuk informasi yang lebih lengkap.

Daftar Kode 1.1: Membaca manual make.conf

$ man make.conf

2.b. Opsi-opsi Khusus Kompilasi

Opsi configure dan compiler

Ketika Portage mengkompilasi sebuah aplikasi, portage melewati isi-isi dari variabel-variabel berikut ini ke compiler dan skrip configure:

  • CFLAGS & CXXFLAGS mendefinisikan flag-flag compiler untuk kompilasi C and C++
  • CHOST mendefinisikan informasi host tempat kompilasi untuk skrip configure aplikasi
  • MAKEOPTS dibawa ke perintah make dan biasanya digunakan untuk menentukan jumlah parallelism yang digunakan selama kompilasi. Info lebih lanjut tentang opsi-opsi make dapat anda baca di halaman manual make

Variabel USE juga digunakan selama proses configure dan kompilasi, tetapi hal ini telah dijelaskan dengan sangat terinci pada bab-bab sebelumnya.

Opsi-opsi merge

Ketika Portage telah selesai melakukan merge versi terbaru dari sebuah software, Portage akan menghapus file-file usang milik versi lama dari sistem anda. Portage akan memberikan watu 5 detik kepada user sebelum melakukan unmerge versi lama. Waktu 5 detik ini didefinisikan di variabel CLEAN_DELAY.

Anda dapat memerintahkan emerge untuk menggunakan beberapa opsi tertentu ketika dijalankan dengan menggunakan variabel EMERGE_DEFAULT_OPTS. Beberapa opsi yang mungkin berguna adalah --ask, --verbose, --tree, dll.

2.c. Konfigurasi Perlindungan File

Lokasi yang dilindungi oleh portage

Portage akan menimpa file-file dengan file dari versi baru sebuah software jika file-file tersebut tidak ditempatkan di lokasi yang dilindungi. Lokasi yang dilindungi ini didefinisikan oleh variabel CONFIG_PROTECT dan biasanya merupakan lokasi file-file konfigurasi. Urutan direktori dipisahkan oleh spasi.

Portage akan merubah nama sebuah file yang akan ditimpa dari lokasi ini lalu memberikan peringatan kepada user tentang keberadaan file (yang kemungkinan merupakan) konfigurasi yang lebih baru.

Anda dapat mengetahui pengaturan CONFIG_PROTECT saat ini dari output perintah emerge --info:

Daftar Kode 3.1: Melihat pengaturan CONFIG_PROTECT

$ emerge --info | grep 'CONFIG_PROTECT='

Info lebih lanjut tentang perlindungan file konfigurasi portage tersedia di bagian CONFIGURATION FILES di manual emerge:

Daftar Kode 3.2: Info lebih lanjut tentang perlindungan file konfigurasi

$ man emerge

Pengecualian direktori

Untuk 'tidak melindungi' subdirektori lokasi-lokasi yang dilindungi, anda dapat menggunakan variabel CONFIG_PROTECT_MASK.

2.d. Opsi-opsi Download

Lokasi server

Ketika data atau informasi yang diminta tidak tersedia di sistem anda, Portage akan mengambilnya dari internet. Lokasi server untuk berbagai macam data dan informasi didefinisikan di variabel-variabel berikut ini:

  • GENTOO_MIRRORS mendefinisikan daftar lokasi server yang menyimpan source code (distfiles)
  • PORTAGE_BINHOST mendefinisikan sebuah server khusus yang menyimpan paket-paket prebuilt untuk sistem anda

Pengaturan ketiga melibatkan lokasi server rsync yang dapat anda gunakan ketika anda memperbarui pohon portage:

  • SYNC mendefinisikan sebuah server khusus yang akan digunakan Portage untuk mendapatkan pohon Portage.

Variabel GENTOO_MIRRORS dan SYNC dapat diatur secara otomatis dengan aplikasi mirrorselect. Anda harus melakukan emerge mirrorselect sebelum dapat menggunakannya. Untuk info lebih lanjut, bacalah bantuan online mirrorselect.

Daftar Kode 4.1: Informasi lebih lanjut tentang mirrorselect

# mirrorselect --help

Jika lingkungan anda perlu menggunakan server proxy, anda dapat menggunakan variabel http_proxy, ftp_proxy dan RSYNC_PROXY untuk mendefinisikan server proxy.

Perintah-perintah download

Ketika portage perlu mendownload source code, secara default wget akan digunakan. Anda dapat menggantinya dengan variabel FETCHCOMMAND.

Portage dapat melanjutkan proses download source code yang terputus. Secara default, wget digunakan untuk ini, tapi anda dapat menggantinya dengan variabel RESUMECOMMAND.

Pastikan agar variabel FETCHCOMMAND dan RESUMECOMMAND anda menempatkan source code di lokasi yang benar. Di dalam variabel ini, anda harus menggunakan \${URI} dan \${DISTDIR} untuk menunjuk ke lokasi source code dan lokasi distfiles secara berurutan.

Anda juga dapat mendifinisikan opsi-opsi khusus untuk protokol tertentu dengan variabel FETCHCOMMAND_HTTP, FETCHCOMMAND_FTP, RESUMECOMMAND_HTTP, RESUMECOMMAND_FTP, dll.

Pengaturan rsync

Anda tidak dapat merubah perintah rsync yang digunakan Portage untuk memperbarui pohon Portage, tapi anda dapat mengatur beberapa variabel yang berhubungan dengan perintah rsync:

  • PORTAGE_RSYNC_OPTS mendefinisikan nilai variabel default yang digunakan ketika rsync dijalankan, dipisahkan dengan koma. Variabel ini sebaiknya tidak anda ganti kecuali anda benar-benar mengerti dengan apa yang sedang anda lakukan. Catat bahwa beberapa opsi yang benar-benar diperlukan akan selalu digunakan walaupun variabel PORTAGE_RSYNC_OPTS kosong.
  • PORTAGE_RSYNC_EXTRA_OPTS dapat digunakan untuk opsi-opsi tambahan ketika melakukan sync. Semua opsi dipisahkan dengan spasi.
    • --timeout=<number>: opsi ini mendefinisikan jumlah detik yang boleh digunakan oleh koneksi rsync untuk idle sebelum rsync menganggap koneksi telah time-out. Default variabel ini adalah 180, tetapi, pengguna dialup atau pengguna komputer lambat boleh mengaturnya ke 300 atau yang lebih tinggi.
    • --exclude-from=/etc/portage/rsync_excludes: Opsi ini menunjuk ke sebuah file yang berisi daftar paket dan/atau kategori yang harus diabaikan oleh proses update. Di sini, opsi ini menunjuk ke /etc/portage/rsync_excludes. Silakan baca Menggunakan Subset Pohon Portage untuk mengetahui sintaks yang digunakan oleh file ini.
    • --quiet: Mengurangi output di layar
    • --verbose: Menampilkan sebuah daftar file lengkap
    • --progress: Menampilkan ukuran progres untuk setiap file
  • PORTAGE_RSYNC_RETRIES menentukan berapa kali rsync harus mencoba kembali untuk melakukan koneksi ke mirror yang ditunjuk oleh variable SYNC sebelum menyerah. Default variabel ini adalah 3.

Untuk info lebih lanjut tentang opsi-opsi ini dan yang lainnya, silahkan baca man rsync.

2.e. Konfigurasi Gentoo

Pemilihan cabang

Anda dapat mengganti cabang default dengan menggunakan variabel ACCEPT_KEYWORDS. Defaultnya adalah cabang stabil untuk arsitektur anda. Informasi lebih lanjut tentang cabang-cabang software Gentoo dapat anda temukan pada bab selanjutnya.

Fitur-fitur portage

Anda dapat mengaktifkan beberapa fitur portage dengan variabel FEATURES. Fitur-fitur Portage telah kita diskusikan pada bab-bab sebelumnya, seperti Fitur-fitur portage.

2.f. Tingkah Laku Portage

Manajemen sumber daya

Dengan variabel PORTAGE_NICENESS, anda dapat mengurangi nilai "nice" yang digunakan portage. Nilai PORTAGE_NICENESS akan ditambahkan ke nilai nice saat ini.

Untuk info lebih lanjut tentang nilai nice, baca halaman manual nice:

Daftar Kode 6.1: Info lebih lanjut tentang nice

$ man nice

Tingkah laku output

Variabel NOCOLOR, yang defaultnya adalah "false", mendefinisikan apakah portage harus menonaktifkan output berwarna atau tidak.

3. Mencampur Cabang-cabang Software

3.a. Menggunakan Satu Cabang

Cabang stabil

Variabel ACCEPT_KEYWORDS mendefinisikan cabang software apa yang anda gunakan di sistem anda. Defaultnya adalah cabang stabil untuk arsitektur anda, sebagai contoh x86.

Kami anjurkan anda untuk hanya menggunakan cabang stabil. Bagaimanapun juga, jika anda tidak terlalu peduli dengan stabilitas dan anda ingin membantu Gentoo dengan cara melaporkan bug ke http://bugs.gentoo.org, silakan baca terus.

Cabang percobaan

Jika anda ingin menggunakan software yang lebih baru, anda boleh mempertimbangkan untuk menggunakan cabang percobaan. Agar Portage menggunakan cabang ini, tambahkan tanda ~ di depan arsitektur anda.

Cabang percobaan benar-benar merupakan cabang yang berarti nama itu - Percobaan. Jika sebuah paket masih dalam masa percobaan, berarti para pengembang merasa bahwa paket ini telah berfungsi tapi belum dicoba secara seksama. Anda boleh menjadi orang pertama yang menemukan bug pada paket ini dan dapat membuat laporan bug agar para pengembang mengetahuinya.

Tetapi waspadalah, anda mungkin akan mendapatkan masalah stabilitas, penanganan paket yang tidak sempurna (mis. ketergantungan yang keliru/tidak tersedia), terlalu sering update (yang mengakibatkan seringnya kompilasi) atau paket rusak. Jika anda tidak tahu cara kerja Gentoo dan cara memecahkan masalah, kami anjurkan anda untuk tetap menggunakan cabang stabil.

Sebagai contoh, untuk memilih cabang percobaan arsitektur x86, edit /etc/make.conf:

Daftar Kode 1.1: Pengaturan variabel ACCEPT_KEYWORDS

ACCEPT_KEYWORDS="~x86"

Jika anda memperbarui sistem anda sekarang, anda akan menemukan banyak paket yang akan diperbarui. Kami ingatkan anda, ketika anda telah memperbarui sistem anda untuk menggunakan cabang percobaan, tidak ada cara mudah untuk kembali lagi ke cabang stabil yang resmi (kecuali dengan menggunakan backup, pastinya).

3.b. Mencampur Cabang Stabil dengan Percobaan

Lokasi package.keywords

Anda dapat meminta Portage untuk mengizinkan cabang percobaan bagi paket-paket tertentu namun tetap menggunakan cabang stabil untuk paket lainnya. Untuk ini, tambahkan kategori dan nama paket yang ingin anda gunakan dari cabang percobaan di dalam file /etc/portage/package.keywords. Anda juga dapat menciptakan sebuah direktori (dengan nama yang sama) dan menulis sebuah file yang berisi daftar nama-nama paket di dalam direktori tersebut. Sebagai contoh, untuk menggunakan gnumeric dari cabang percobaan:

Daftar Kode 2.1: Pengaturan /etc/portage/package.keywords untuk gnumeric, baris penuh

app-office/gnumeric ~x86

Mencoba versi-versi tertentu

Jika anda ingin menggunakan sebuah versi software tertentu dari cabang percobaan tapi anda tidak ingin portage untuk menggunakan versi lainnya dari cabang percobaan, anda dapat menambahkan nomor versi tersebut ke lokasi package.keywords. Pada kasus ini, anda harus menggunakan operator = . Anda juga dapat menggunakan rentang versi dengan menggunakan operator <=, <, > or >=

Pada kasus manapun, jika anda menambahkan informasi versi, anda harus menggunakan sebuah operator. Jika anda tidak memasukkan nomor versi, anda tidak boleh menggunakan operator.

Pada contoh berikut ini, kita akan meminta Portage untuk mengizinkan gnumeric-1.2.13:

Daftar Kode 2.2: Mengizinkan sebuah versi percobaan tertentu dari gnumeric

=app-office/gnumeric-1.2.13 ~x86

3.c. Menggunakan Paket Tersembunyi

Lokasi package.unmask

Para pengembang Gentoo tidak mendukung penggunaan lokasi ini. Harap berhati-hati ketika anda menggunakannya. Permintaan dukungan yang berhubungan dengan package.unmask dan/atau package.mask tidak akan dijawab. Anda sudah diperingatkan.

Ketika sebuah paket disembunyikan oleh para pengembang Gentoo dan anda masih ingin menggunakannnya dengan tidak mempedulikan semua alasan yang disebutkan di file package.mask (secara default ditempatkan oleh /usr/portage/profiles), tambahkan baris yang sama persis di lokasi file /etc/portage/package.unmask atau file yang berada di dalam direktori tersebut.

Sebagai contoh, jika =net-mail/hotwayd-0.8 disembuyikan, anda dapat menginstalnya dengan menambahakan baris yang sama di lokasi package.unmask:

Daftar Kode 3.1: /etc/portage/package.unmask

=net-mail/hotwayd-0.8

Lokasi package.mask

Ketika anda tidak ingin Portage menginstal beberapa paket atau versi tertentu dari sebuah paket ke sistem anda, anda dapat menyembuyikan paket tersebut dengan cara menambahkan baris yang sesuai di lokasi /etc/portage/package.mask (boleh di dalam file tersebut ataupun file di dalam direktori dengan nama tersebut).

Sebagai contoh, jika anda tidak ingin Portage untuk menginstal source kernel yang lebih baru dari gentoo-sources-2.6.8.1, tambahkan baris berikut ini ke lokasi package.mask:

Daftar Kode 3.2: Contoh /etc/portage/package.mask

>sys-kernel/gentoo-sources-2.6.8.1

4. Utilitas Tambahan Portage

4.a. dispatch-conf

dispatch-conf adalah utilitas yang dapat anda gunakan untuk menggabungkan file-file ._cfg0000_<name>. File-file seperti ini adalah file yang diciptakan oleh Portage ketika Portage ingin menimpa sebuah file di dalam direktori yang tercantum padan variabel CONFIG_PROTECT.

Dengan dispatch-conf, anda dapat menggabungkan file konfigurasi baru sambil mengetahui semua perubahan yang terjadi. dispatch-conf menyimpan perbedaan dari file-file konfigurasi sebagai tambalan atau dengan mengguanakan sistem revisi RCS. Artinya, jika anda melakukan kesalahan ketika melakukan pembaruan file konfigurasi, anda dapat membatalkan perubahan yang telah anda lakukan dengan menggunakan versi terdahulu dari file konfigurasi kapanpun anda ingin.

Ketika menggunakan dispatch-conf, anda dapat memerintahkannya untuk membiarkan file konfigurasi apa adanya, menggunakan file konfigurasi baru, menyunting file konfigurasi lama, atau menggabungkan perbedaan antara file baru dan lama secara interaktif. dispatch-conf juga memiliki beberapa fitur lain:

  • Menggabungkan file konfigurasi secara otomatis jika update hanya berisi komentar tambahan
  • Menggabungkan file konfigurasi secara otomatis jika update hanya berisi tambahan spasi

Pastikan agar anda terlebih dahulu menyunting /etc/dispatch-conf.conf dan membuat direktori yang akan direferensikan oleh variabel archive-dir.

Daftar Kode 1.1: Menjalankan dispatch-conf

# dispatch-conf

Ketika menjalankan dispatch-conf, anda akan dihadapkan dengan semua file konfigurasi yang memiliki update sekaligus. Tekan u untuk memperbarui (menimpa) file konfigurasi lama dengan yang baru dan berlanjut ke file konfiguarsi selanjutnya. Tekan z untuk zap (menghapus) file konfigurasi baru dan berlanjut ke file selanjutnya. Jika semua file konfigurasi telah diperbarui, dispatch-conf akan tertutup. Anda juga dapat menekan q kapanpun anda ingin.

Untuk mendapatkan informasi lebih rinci, bacalah manual dispatch-conf. Manual ini berisi cara menggabungkan file konfigurasi lama dan baru secara interaktif, cara menyunting file konfigurasi, cara mengetahui perbedaan anatara kedua file, dan masih banyak lagi.

Daftar Kode 1.2: Membaca manual dispatch-conf

$ man dispatch-conf

4.b. etc-update

Anda juga dapat menggunakan etc-update untuk memperbarui file konfigurasi. Utilitas ini tidak semudah dispatch-conf, tidak memiliki fitur-fitur yang sama, tetapi juga memiliki fitur untuk menggabungkan file konfigurasi secara interaktif.

Tidak seperti dispatch-conf, etc-update tidak menyimpan file konfigurasi lama setelah anda melakukan pembaruan. Untuk itu berhati-hatilah!

Daftar Kode 2.1: Menjalankan etc-update

# etc-update

Setelah menggabungkan perubahan-perubahan sepele, anda akan diberikan daftar yang berisi update dari file-file yang dilindungi. Pada bagian bawah, anda akan disambut dengan beberapa opsi ini:

Daftar Kode 2.2: Opsi-opsi etc-update

Please select a file to edit by entering the corresponding number.
              (-1 to exit) (-3 to auto merge all remaining files)
                           (-5 to auto-merge AND not use 'mv -i'):

Jika anda mengetikkan -1, etc-update akan keluar dan tidak melanjutkan perubahan. Jika anda mengetikkan -3 atau -5, semua file konfigurasi yang tercantum akan ditimpa dengan versi yang lebih baru. Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk memilih dahulu file-file konfigurasi yang tidak boleh diupdate secara otomatis. Caranya dengan mengetikkan nomor yang tertera pada bagian kiri file konfigurasi yang bersangkutan.

Sebagai contoh, kita memilih file konfigurasi /etc/pear.conf:

Daftar Kode 2.3: Memperbarui file konfigurasi

Beginning of differences between /etc/pear.conf and /etc/._cfg0000_pear.conf
[...]
End of differences between /etc/pear.conf and /etc/._cfg0000_pear.conf
1) Replace original with update
2) Delete update, keeping original as is
3) Interactively merge original with update
4) Show differences again

Sekarang anda dapat melihat perbedaan antara kedua file. Jika anda yakin bahwa file yang baru dapat digunakan tanpa mendatangkan masalah, tekan 1. Jika anda yakin bahwa file konfigurasi yang baru tidak penting, atau tidak menyediakan informasi baru yang berguna, tekan 2. Jika anda ingin memperbarui file konfigurasi ini secara interaktif, tekan 3.

Tidak ada gunanya merincikan seluruh proses penggabungan interaktif di sini. Untuk alasan kelengkapan, kami akan memberikan daftar perintah yang bisa anda gunakan ketika anda menggabungkan dua file secara interaktif. Anda akan disambut dengan dua baris (baris asli, dan baris dari file baru) dan sebuah prompt tempat anda memasukkan salah satu dari perintah berikut ini:

Daftar Kode 2.4: Perintah-perintah yang tersedia untuk penggabungan interaktif

ed:     Edit then use both versions, each decorated with a header.
eb:     Edit then use both versions.
el:     Edit then use the left version.
er:     Edit then use the right version.
e:      Edit a new version.
l:      Use the left version.
r:      Use the right version.
s:      Silently include common lines.
v:      Verbosely include common lines.
q:      Quit.

Ketika anda selesai mengupdate file konfigurasi penting, anda dapat mengupdate semua file konfigurasi yang lain. etc-update akan keluar jika tidak ada lagi file konfigurasi yang perlu diupdate.

4.c. quickpkg

Dengan quickpkg, anda dapat membuat arsip dari paket yang telah terinstal di sistem anda. Arsip-arsip ini bisa digunakan sebagai paket prebuilt. Menjalankan quickpkg sangat mudah, tambahkan saja nama paket yang ingin anda arsipkan:

Sebagai contoh, untuk mengarsipkan curl, arts dan procps:

Daftar Kode 3.1: Contoh penggunaan quickpkg

# quickpkg curl arts procps

Paket-paket prebuilt ini akan disimpan di $PKGDIR/All (secara default /usr/portage/packages/All). Symllink yang menunjuk ke paket paket ini berada di $PKGDIR/<category>.

5. Beralih dari Pohon Portage Resmi

5.a. Menggunakan sebuah Subset Pohon Portage

Pengecualian paket/kategori

Anda boleh memperbarui beberapa categori/paket secara selektif dan membiarkan kategori/paket lainnya. Kita lakukan ini dengan cara melarang rsync untuk memperbarui kategori/paket tersebut ketika emerge --sync dijalankan.

Anda perlu mendefinisikan nama file yang berisi pengecualian di variabel --exclude-from pada file /etc/make.conf anda.

Daftar Kode 1.1: Mendefinisikan file pengecualian di /etc/make.conf

PORTAGE_RSYNC_EXTRA_OPTS="--exclude-from=/etc/portage/rsync_excludes"

Daftar Kode 1.2: Mengecualikan semua game di /etc/portage/rsync_excludes

games-*/*

Namun perlu dicatat bahwa langkah ini dapat mengakibatkan masalah dependensi karena paket baru yang diizinkan mungkin bergantung kepada paket baru yang dilarang.

5.b. Menambahkan Ebuild tidak Resmi

Mendefinisikan direktori overlay portage

Anda dapat meminta Portage untuk menggunakan ebuild yang tidak tersedia secara resmi di pohon Portage. Ciptakan sebuah direktori (mis. /usr/local/portage) sebagai tempat anda menyimpan ebuild dari pihak ketiga. Gunakan struktur direktori yang sama seperti pohon Portage resmi!

Kemudian definisikan PORTDIR_OVERLAY di /etc/make.conf agar menunjuk ke direktori tadi. Ebuild-ebuild ini akan dimasukkan ke akun portage ketika anda menggunakannya, dan tidak akan dihapus ketika anda melakukan emerge --sync.

Bekerja dengan beberapa overlay

Untuk pengguna yang memiliki beberapa overlay, atau ingin mencoba paket yang belum masuk ke pohon portage resmi, atau mungkin hanya ingin menggunakan ebuild tidak resmi dari berbagai sumber, paket app-portage/gentoolkit-dev dapat menyediakan perintah gensync untuk anda, sebuah tool yang dapat membantu anda menjaga gudang (repositori) overlay agar tetap up-to-date.

Dengan gensync anda dapat memperbarui semua repositori anda sekaligus, atau hanya memilih sebagian saja. Setiap repositori harus memiliki sebuah file .syncsource di dalam direktori konfigurasi /etc/gensync/ yang berisi lokasi repositori, nama, ID, dll.

Anggaplah anda ingin menggunakan dua repositori tambahan yang bernama java (untuk ebuild-ebuild java yang sedang dikembangkan) dan entapps (untuk aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan anda). Anda dapat memperbarui kedua repositori ini dengan perintah berikut:

Daftar Kode 2.1: Menggunakan gensync untuk memperbarui beberapa repositori

# gensync java entapps

5.c. Software yang Dipelihara Tanpa Menggunakan Portage

Menggunakan portage dengan software yang anda pelihara sendiri

Pada beberapa kasus anda ingin mengkonfigurasi, menginstal dan memelihara sendiri beberapa software tanpa meminta portage untuk mengotomatisasikan proses ini untuk anda, walaupun portage memiliki software tersebut. Kasus yang diketahui adalah source kernel dan driver nVidia. Anda dapat mengkonfigurasi portage agar mengetahui keberadaan software yang telah anda instal sendiri ke sistem anda. Proses ini disebut sebagai penyuntikan dan didukung oleh portage dengan menggunakan file /etc/portage/profile/package.provided.

Sebagai contoh, jika anda ingin memberitahukan portage tentang gentoo-sources-2.6.11.6 yang telah anda instal sendiri, tambahkan baris berikut ini ke file /etc/portage/profile/package.provided:

Daftar Kode 3.1: Baris contoh untuk package.provided

sys-kernel/gentoo-sources-2.6.11.6

D. Konfigurasi Jaringan Gentoo

1. Siap Memulai

1.a. Siap Memulai

Catatan: Dokumen ini menganggap anda telah mengkonfigurasi kernel beserta modul-modulnya untuk hardware anda dan anda mengetahui nama antarmuka jaringan anda. Kami juga menganggap anda ingin mengkonfigurasi eth0, tetapi bisa juga eth1, wlan0, dll.

Catatan: Dokumen ini mengharuskan anda untuk menggunakan baselayout-1.11.11 atau yang lebih baru.

Untuk mulai mengkonfigurasi kartu jaringan, anda perlu menginformasikannya kepada sistem RC Gentoo. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan symlink dari net.lo ke net.eth0 di /etc/init.d.

Daftar Kode 1.1: Menciptakan symlink net.eth0 ke net.lo

# cd /etc/init.d
# ln -s net.lo net.eth0

Sekarang sistem RC Gentoo telah mengetahui antarmuka tersebut. Sistem RC Gentoo juga perlu mengetahui cara mengkonfigurasi antarmuka baru. Semua antarmuka jaringan dikonfigurasikan di /etc/conf.d/net. Di bawah ini merupakan contoh konfigurasi untuk DHCP dan alamat-alamat statis.

Daftar Kode 1.2: Contoh-contoh untuk /etc/conf.d/net

# Untuk DHCP
config_eth0=( "dhcp" )

# Untuk IP statis menggunakan notasi CIDR
config_eth0=( "192.168.0.7/24" )
routes_eth0=( "default gw 192.168.0.1" )

# Untuk IP statis menggunakan notasi netmask
config_eth0=( "192.168.0.7 netmask 255.255.255.0" )
routes_eth0=( "default gw 192.168.0.1" )

Catatan: Jika anda tidak menentukan konfigurasi untuk antarmuka jaringan anda, maka DHCP akan digunakan.

Catatan: CIDR adalah singkatan dari Classless InterDomain Routing. Pada awalnya, alamat IPv4 diklasifikasikan sebagai A, B, atau C. Sistem klasifikasi terdahulu tidak mempertimbangkan popularitas Internet, dan sedang dalam bahaya besar karena hampir kehabisan alamat unik baru. CIDR merupakan skema pengalamatan yang mengizinkan satu alamat IP untuk dipecah menjadi banyak alamat IP. Alamat IP CIDR terlihat seperti alamat IP biasa kecuali berakhir dengan sebuah garis miring yang diikuti dengan nomor; misalnya 192.168.0.0/16. CIDR dijelaskan di RFC 1519.

Sekarang setelah kita mengkonfigurasi antarmuka jaringan, kita dapat mencoba untuk menyalakan dan mematikannya dengan perintah-perintah berikut ini.

Daftar Kode 1.3: Memulai dan menghentikan skrip-skrip jaringan

# /etc/init.d/net.eth0 start
# /etc/init.d/net.eth0 stop

Penting: Ketika menghadapi permasalahan jaringan, anda sebaiknya menetapkan RC_VERBOSE="yes" di /etc/conf.d/rc agar bisa mendapatkan informasi lebih rinci tentang apa yang terjadi.

Sekarang anda sudah bisa menyalakan dan mematikan antarmuka jaringan anda dengan sukses, anda mungkin ingin menyalakannya setiap kali Gentoo dinyalakan. Berikut ini cara melakukannya. Perintah rc terakhir memerintahkan Gentoo untuk menjalankan skrip-skrip yang ada di runlevel saat ini dan belum dijalankan.

Daftar Kode 1.4: Konfigurasi antarmuka jaringan agar dimuat ketika boot

# rc-update add net.eth0 default
# rc

2. Konfigurasi Lebih Lanjut

2.a. Konfigurasi Advance

Variabel config_eth0 merupakan jantung dari konfigurasi antarmuka jaringan. Variabel ini merupakan instruksi level tinggi untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan (eth0 pada contoh ini). Setiap perintah di daftar instruksi akan dijalankan secara berurutan. Antarmuka akan dianggap OK jika paling tidak salah satu perintah berhasil dijalankan.

Berikut ini merupakan daftar instruksi built-in.

Perintah Penjelasan
null Tidak melakukan apa-apa
noop Jika antarmuka telah menyala dan telah memiliki alamat, maka batalkan konfigurasi dengan sukses
sebuah alamat IPv4 atau IPv6 Menambahkan alamat ke antarmuka
dhcp, adsl atau apipa (atau sebuah perintah khusus dari modul pihak ketiga) Jalankan modul yang menyediakan perintah. Misalnya dhcp akan menjalankan modul yang menyediakan DHCP, bisa berupa dhcpcd, udhcpc, dhclient atau pump.

Jika perintah gagal, anda dapat menentukan perintah fallback. Fallback harus sama persis dengan struktur konfigurasi.

Anda dapat merangkai perintah-perintah ini bersamaan. berikut ini adalah beberapa contoh nyata.

Daftar Kode 1.1: Contoh-contoh konfigurasi

# Menambahkan tiga alamat IPv4
config_eth0=(
  "192.168.0.2/24"
  "192.168.0.3/24"
  "192.168.0.4/24"
)

# Menambahkan satu alamat IPv4 dan dua alamat IPv6
config_eth0=(
  "192.168.0.2/24"
  "4321:0:1:2:3:4:567:89ab"
  "4321:0:1:2:3:4:567:89ac"
)

# Tetap menggunakan alamat dari kernel, kecuali antarmuka kemudian
# mati, maka berikan alamat lain melalui DHCP. Jika DHCP gagal, maka
# tambahkan sebuah alamat tetap dari APIPA
config_eth0=(
  "noop"
  "dhcp"
)
fallback_eth0=(
  "null"
  "apipa"
)

Catatan: Ketika menggunakan modul ifconfig dan menambahkan lebih dari satu alamat, alias-alias antarmuka diciptakan untuk setiap alamat tambahan. Jadi dengan dua contoh di atas, anda akan mendapatkan antarmuka eth0, eth0:1 dan eth0:2. Anda tidak dapat melakukan hal-hal khusus dengan antarmuka ini karena kernel dan program lain hanya akan menganggap eth0:1 dan eth0:2 sebagai eth0.

Penting: Urutan fallback sangatlah penting! Jika kita tidak menentukan opsi null maka perintah apipa hanya akan dijalankan jika perintah noop gagal.

Catatan: APIPA dan DHCP akan kita bicarakan nanti.

2.b. Dependensi Jaringan

Skrip-skrip init di /etc/init.d dapat bergantung pada satu antarmuka khusus atau hanya net. net dapat didefinisikan di /etc/conf.d/rc agar berarti sebagai hal-hal lain dengan menggunakan variabel RC_NET_STRICT_CHECKING.

Nilai Penjelasan
none Servis net selalu dianggap menyala
no Opsi ini pada dasarnya berarti bahwa paling tidak salah satu dari servis net.* selain net.lo harus menyala. Ini dapat digunakan oleh pengguna laptop yang memiliki satu WIFI dan satu NIC statis, dan hanya ingin menyalakan salah satu saja pada setiap waktu agar servis net dianggap telah menyala.
lo Opsi ini sama dengan opsi no, tetapi net.lo juga dihitung. Ini berguna bagi anda yang tidak peduli tentang antarmuka mana yang harus dinyalakan ketika boot.
yes Untuk opsi ini, SEMUA antarmuka jaringan HARUS dinyalakan agar servis net dianggap menyala.

Tetapi bagaimana dengan net.br0 yang bergantung pada net.eth0 dan net.eth1? net.eth1 mungkin merupakan sebuah perangkat nirkabel atau PPP yang memerlukan konfigurasi sebelum dapat ditambahkan ke bridge. Ini tidak dapat dilakukan di /etc/init.d/net.br0 karena hanya merupakan symlink ke net.lo.

Jawabannya adalah dengan membuat sendiri fungsi depend() anda di /etc/conf.d/net.

Daftar Kode 2.1: Dependensi net.br0 di /etc/conf.d/net

# Anda boleh menggunakan dependensi apapun (use, after, before)
# seperti tertera di skrip-skrip yang telah ada
 depend_br0() {
  need net.eth0 net.eth1
}

Untuk penjelasan lebih rinci tentang dependensi, bacalah seksi Menulis Skrip Init di Buku Pegangan Gentoo.

2.c. Nama-nama dan nilai-nilai variabel

Nama-nama variabel selalu dinamis. Biasanya nama-nama ini mengikuti struktur variable_${interface|mac|essid|apmac}. Misalnya, variabel dhcpcd_eth0 berisi opsi-opsi dhcpcd untuk eth0 dan dhcpcd_essid berisi nilai untuk opsi-opsi dhcpcd ketika salah satu antarmuka melakukan koneksi ke "essid" ESSID.

Bagaimanapun juga, tidak ada aturan baku yang menyatakan nama-nama antarmuka haruslah ethx. Malahan, banyak antarmuka nirkabel yang memiliki nama seperti wlanx, rax, dan ethx. Juga, beberapa antarmuka yang dapat didefinisikan oleh pengguna seperti bridge dapat dinamakan apa saja, seperti foo. Agar lebih menarik, Access Point nirkabel boleh diberi nama yang berisi karakter bukan alpha-numeric - ini penting karena anda dapat mengkonfigurasi parameter jaringan per ESSID.

Kelemahan dari semua ini adalah, Gentoo menggunakan variabel bash untuk jaringan - dan bash tidak dapat menggunakan karakter apapun di luar alpha-numeric Inggris. Untuk menyiasati keterbatasan ini, kita akan mengganti semua karakter yang bukan alpha-numeric Inggris menjadi karakter _.

Kelemahan lain dari bash ialah isi dari variabel - beberapa karakter harus di-escape. Hal ini bisa kita dapatkan dengan menempatkan karakter \ di depan karakter yang perlu di-escape. Berikut ini merupakan karakter yang perlu di-escape dengan cara tersebut di atas: ", ' dan \.

Pada contoh berikut ini kita menggunakan ESSID nirkabel karena ESSID ini dapat menggunakan karakter terbanyak. Kita akan menggunakan ESSID My "\ NET:

Daftar Kode 3.1: Contoh nama variabel

(# Ini bisa, tetapi domain-nya salah)
dns_domain_My____NET="My \"\\ NET"

(# Variabel di atas menetapkan domain dns ke My "\ NET ketika sebuah
# kartu wireless terhubung ke sebuah AP yang ESSID-nya adalah My "\ NET)

3. Modular Networking

3.a. Modul-modul Jaringan

Kami sekarang mendukung skrip-skrip jaringan modular, yang berarti kita dapat menambahkan dukungan untuk jenis antarmuka baru dan konfigurasi modul sambil menjaga kompatibilitas dengan antarmuka yang telah ada.

Modul-modul akan langsung dimuat jika paket yang dibutuhkan telah terinstal. Jika di sini anda menentukan sebuah modul yang tidak memiliki paket yang dibutuhkan, maka anda akan mendapatkan pesan error yang memberitahukan paket apa yang perlu anda instal. Idealnya, anda hanya perlu menggunakan pengaturan modul jika anda telah menginstal dua paket atau lebih yang menyediakan servis yang sama dan anda mengutamakan salah satu dari yang lainnya.

Catatan: Semua pengaturan yang kita bicarakan di sini tersimpan di /etc/conf.d/net, kecuali ditentukan di tempat lain.

Daftar Kode 1.1: Urutan modul

# Mendahulukan iproute2 daripada ifconfig
modules=( "iproute2" )

# Anda juga dapat menentukan modul lain untuk sebuah antarmuka.
# Pada kasus ini kita mendahulukan udhcpc daripada dhcpcd
modules_eth0=( "udhcpc" )

# Anda juga dapat menentukan modul apa yang tidak ingin anda
# gunakan - misalnya anda boleh menggunakan sebuah permohonan atau linux-wlan-ng
# untuk mengendalikan konfigurasi wireless tetapi anda masih ingin mengatur
# jaringan per ESSID yang terasosiasi dengannya.
modules=( "!iwconfig" )

3.b. Pengatur Antarmuka

Kami menyediakan dua pengatur antarmuka: ifconfig dan iproute2. Anda memerlukan salah satunya untuk melakukan konfigurasi jaringan.

ifconfig merupakan default Gentoo saat ini dan diikutsertakan pada profil sistem. iproute2 merupakan sebuah palet yang lebih powerful dan fleksibel, tetapi tidak diikutsertakan secara default.

Daftar Kode 2.1: Instalasi iproute2

# emerge sys-apps/iproute2

# Untuk mendahulukan iproute2 dari ifconfig jika keduanya terinstal
modules=( "iproute2" )

Karena ifconfig dan iproute2 melakukan hal yang hampir sama, kami menjadikan konfigurasi dasar kedua-duanya kompatibel. Sebagai contoh, kedua potongan konfigurasi di bawah ini dapat digunakan pada kedua modul.

Daftar Kode 2.2: Contoh-contoh ifconfig dan iproute2

config_eth0=( "192.168.0.2/24" )
config_eth0=( "192.168.0.2 netmask 255.255.255.0" )

# Kita juga dapat menentukan broadcast
config_eth0=( "192.168.0.2/24 brd 192.168.0.255" )
config_eth0=( "192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255" )

3.c. DHCP

DHCP digunakan untuk mendapatkan informasi jaringan (alamat IP, server DNS, Gateway, dll) dari sebuah server DHCP. Artinya, jika terdapat sebuah server DHCP pada jaringan, anda hanya perlu mengatur setiap klien untuk menggunakan DHCP dan konfigurasi jaringan akan diatur dengan sendirinya. Tentunya, anda perlu mengkonfigurasi sendiri pengaturan lainnya, seperti wireless, PPP atau yang lainnya jika anda memerlukannya sebelum anda dapat menggunakan DHCP.

DHCP bisa didapatkan dari dhclient, dhcpcd, pump atau udhcpc. Setiap modul DHCP memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing - berikut ini adalah daftar singkatnya.

Modul DHCP Paket Kelebihan Kekurangan
dhclient net-misc/dhcp Diciptakan oleh ISC, yang membuat software BIND DNS. Sangat fleksibel Konfigurasinya terlalu rumit, software-nya agak besar, tidak bisa mendapatkan server NTP dari DHCP, tidak mengirimkan nama host secara default
dhcpcd net-misc/dhcpcd Default Gentoo sejak lama, tidak bergantung pada utilitas lain, masih terus dikembangkan oleh Gentoo Terkadang lambat, tidak berjalan di belakang ketika lease infinit
pump net-misc/pump Ringan, tidak bergantung pada utilitas lain Tidak lagi diurus oleh pembuatnya, kurang stabil, terutama untuk modem, tidak bisa mendapatkan server NIS dari DHCP
udhcpc net-misc/udhcp Ringan - klien DHCP terkecil, diciptakan untuk embedded system Kurang teruji - tidak ada distro yang menggunakannya secara default, tidak dapat menentukan timeout di atas 3 detik

Jika anda telah menginstal lebih dari satu klien DHCP, anda perlu menentukan klien mana yang ingin anda gunakan - jika tidak, dhcpcd akan digunakan secara default jika tersedia.

Untuk mengirimkan opsi-opsi tertentu ke modul DHCP, gunakan modul_eth0="..." (gantikan modul dengan modul DHCP yang anda gunakan - mis. dhcpcd_eth0).

Kita akan mencoba DHCP dan menjadikannya sedikit agnostik - kami mendukung perintah-perintah berikut dengan menggunakan variabel dhcp_eth0. Defaultnya tidak di-set:

  • release - melepas alamat IP untuk digunakan lagi
  • nodns - jangan menimpa /etc/resolv.conf
  • nontp - jangan menimpa /etc/ntp.conf
  • nonis - jangan menimpa /etc/yp.conf

Daftar Kode 3.1: Contoh konfigurasi DHCP di /etc/conf.d/net

# Hanya diperlukan jika anda memiliki lebih dari satu modul DHCP
modules=( "dhcpcd" )

config_eth0=( "dhcp" )
dhcpcd_eth0="-t 10" # Timeout setelah 10 detik
dhcp_eth0="release nodns nontp nonis" # Dapatkan hanya satu alamat

Catatan: dhcpcd, udhcpc dan pump mengirimkan nama host saat ini ke server DHCP secara default, jadi anda tidak perlu menentukannya lagi.

3.d. Modem ADSLdengan PPPoE/PPPoA

Pertama kita perlu menginstal software ADSL.

Daftar Kode 4.1: Instalasi paket ppp

# emerge net-dialup/ppp

Catatan: Jika anda membutuhkan PPPoA, maka anda harus menggunakan >=baselayout-1.12.x.

Selanjutnya, ciptakan skrip net PPP dan skrip net untuk antarmuka ethernet yang akan digunakan oleh PPP:

Daftar Kode 4.2: Menciptakan skrip net dan PPP

# ln -s /etc/init.d/net.lo /etc/init.d/net.ppp0
# ln -s /etc/init.d/net.lo /etc/init.d/net.eth0

Jangan lupa tetapkan RC_NET_STRICT_CHECKING="yes" di /etc/conf.d/rc.

Sekarang kita perlu mengkonfigurasi /etc/conf.d/net.

Daftar Kode 4.3: Pengaturan dasar PPPoE

config_eth0=( null ) (Menentukan antarmuka ethernet)
config_ppp0=( "ppp" )
link_ppp0="eth0" (Menentukan antarmuka ethernet)
plugins_ppp0=( "pppoe" )
username_ppp0='user'
password_ppp0='password'
pppd_ppp0=(
       "noauth"
       "defaultroute"
       "usepeerdns"
       "holdoff 3"
       "child-timeout 60"
       "lcp-echo-interval 15"
       "lcp-echo-failure 3"
       noaccomp noccp nobsdcomp nodeflate nopcomp novj novjccomp
)

depend_ppp0() {
    need net.eth0
}

Anda juga boleh menentukan password anda di /etc/ppp/pap-secrets.

Daftar Kode 4.4: Contoh /etc/ppp/pap-secrets

# Tanda * penting
"username"  *  "password"

Anda harus menginstal br2684ctl jika anda menggunakan PPPoE dengan modem USB. Bacalah /usr/portage/net-dialup/speedtouch-usb/files/README untuk mengetahui cara mengkonfigurasinya.

Penting: Bacalah seksi ADSL dan PPP di /etc/conf.d/net.example. File ini berisi penjelasan mendalam tentang semua pengaturan PPP yang kemungkinan besar anda perlukan

3.e. APIPA (Automatic Private IP Addressing)

APIPA mencoba untuk mendapatkan alamat bebas pada rentang 169.254.0.0-169.254.255.255 dengan melakukan arping sebuah alamat acak di rentang tersebut pada antarmuka jaringan. Jika tidak mendapatkan balasan maka alamat tersebut akan digunakan.

Ini hanya berguna untuk LAN yang tidak memiliki server DHCP dan anda tidak melakukan koneksi langsung ke internet dan ke semua komputer lain yang menggunakan APIPA.

Untuk dukungan APIPA, emerge net-misc/iputils atau net-analyzer/arping.

Daftar Kode 5.1: Konfigurasi APIPA di /etc/conf.d/net

# Gunakan DHCP dulu - jika gagal maka gunakan APIPA
config_eth0=( "dhcp" )
fallback_eth0=( "apipa" )

# Gunakan APIPA saja
config_eth0=( "apipa" )

3.f. Bonding

Untuk bonding/trunking link, emerge net-misc/ifenslave.

Bonding digunakan untuk meningkatkan bandwidth jaringan, jika anda memiliki dua kartu jaringan yang digunakan pada jaringan yang sama, anda dapat mem-bond keduanya agar aplikasi anda menganggapnya sebagai satu kartu jaringan tetapi kedua-duanya benar-benar digunakan.

Daftar Kode 6.1: Konfigurasi bonding di /etc/conf.d/net

# Untuk mem-bond beberapa antarmuka
slaves_bond0="eth0 eth1 eth2"

# Anda mungkin tidak ingin menentukan sebuah IP pada antarmuka
# yang di-bond
config_bond0=( "null" )

# Dependensi pada eth0, eth1 dan eth2 karena masing-masing mungkin
# memerlukan konfigurasi tambahan
depend_bond0() {
  need net.eth0 net.eth1 net.eth2
}

3.g. Bridging (dukungan 802.1d)

Untuk dukungan bridging, emerge net-misc/bridge-utils.

Bridging digunakan untuk menggabungkan dua jaringan. Sebagai contoh, anda mungkin memiliki sebuah server yang terhubung ke internet melalui modem ADSL dan sebuah kartu akses wireless agar komputer lain dapat terhubung ke internet melalui modem ADSL tersebut. Anda dapat menciptakan sebuah jembatan (bridge) untuk menghubungkan kedua antarmuka tersebut.

Daftar Kode 7.1: Konfigurasi bridge di /etc/conf.d/net

# Konfigurasi bridge - baca "man brctl"
brctl_br0=( "setfd 0" "sethello 0" "stp off" )

# Untuk menambahkan port ke bridge br0
bridge_br0="eth0 eth1"

# Anda perlu mengkonfigurasi port ke nilai null agar dhcp
# tidak dinyalakan
config_eth0=( "null" )
config_eth1=( "null" )

# Terakhir berikan alamat pada bridge - anda juga dapat
# menggunakan DHCP
config_br0=( "192.168.0.1/24" )

# Dependensi pada eth0 dan eth1 karena masing-masing mungkin
# memerlukan konfigurasi tambahan
depend_br0() {
  need net.eth0 net.eth1
}

Penting: Untuk penggunaan lebih dari satu pengaturan bridge, anda mungkin perlu membaca dokumentasi Nama Variabel.

3.h. Alamat MAC

Anda tidak perlu menginstal apapun untuk mengganti alamat MAC antarmuka anda jika anda memiliki sys-apps/baselayout-1.11.14 atau yang lebih baru dan ingin menggunakan alamat MAC tertentu. Tetapi, jika anda perlu menggantinya ke alamat MAC acak atau memiliki baselayout yang lebih tua dari versi tersebut di atas, anda perlu menginstal net-analyzer/macchanger untuk dapat menggunakan fitur ini.

Daftar Kode 8.1: Contoh penggantian alamat MAC

# Untuk mengatur alamat MAC antarmuka
mac_eth0="00:11:22:33:44:55"

# Untuk mengacak hanya 3 bytes terakhir
mac_eth0="random-ending"

# Untuk mengacak di antara tipe koneksi fisik yang sama (mis. fibre,
# copper, wireless), semua vendor
mac_eth0="random-samekind"

# Untuk mengacak tipe koneksi fisik apapun (mis. fibre,
# copper, wireless), semua vendor
mac_eth0="random-anykind"

# Acak penuh - PERINGATAN: beberapa alamat MAC yang diciptakan mungkin
# TIDAK berfungsi dengan benar
mac_eth0="random-full"

3.i. Tunnelling

Anda tidak perlu menginstal apapun untuk dapat melakukan tunnelling karena pengatur antarmuka dapat melakukannya untuk anda.

Daftar Kode 9.1: Konfigurasi tunnelling di /etc/conf.d/net

# Untuk tunnel GRE
iptunnel_vpn0="mode gre remote 207.170.82.1 key 0xffffffff ttl 255"

# Untuk tunnel IPIP
iptunnel_vpn0="mode ipip remote 207.170.82.2 ttl 255"

# Untuk mengkonfigurasi antarmuka
config_vpn0=( "192.168.0.2 peer 192.168.1.1" )

3.j. VLAN (dukungan 802.1q)

Untuk mendapatkan dukungan VLAN, emerge net-misc/vconfig.

Virtual LAN merupakan grup perangkat jaringan yang bertingkah seakan-akan mereka terhubung ke satu segmen jaringan - walaupun mungkin tidak. Anggota VLAN hanya dapat melihat anggota lain pada VLAN yang sama yang dibagi pada jaringan fisik yang sama.

Daftar Kode 10.1: Konfigurasi VLAN di /etc/conf.d/net

# Menentukan jumlah VLAN untuk antarmuka
# Pastikan ID VLAN anda TIDAK terlapis nol
vlans_eth0="1 2"

# Anda juga dapat mengkonfigurasi VLAN
# bacalah manual vconfig
vconfig_eth0=( "set_name_type VLAN_PLUS_VID_NO_PAD" )
vconfig_vlan1=( "set_flag 1" "set_egress_map 2 6" )

# Konfigurasi antarmuka seperti biasa
config_vlan1=( "172.16.3.1 netmask 255.255.254.0" )
config_vlan2=( "172.16.2.1 netmask 255.255.254.0" )

Penting: Untuk penggunaan lebih dari satu pengaturan VLAN, anda mungkin perlu membaca dokumentasi Nama Variabel.

4. Jaringan Nirkabel

4.a. Pendahuluan

Untuk saat ini kami mendukung pengaturan wireless dengan wireless-tools atau wpa_supplicant. Hal yang perlu diingat adalah anda melakukan konfigurasi untuk jaringan wireless pada basis global dan bukan pada basis antarmuka.

wpa_supplicant adalah pilihan terbaik, tetapi tidak mendukung semua driver. Untuk melihat daftar driver yang didukung, kunjungilah website wpa_supplicant. Selain itu, wpa_supplicant untuk saat ini hanya dapat melakukan koneksi ke ESSID yang telah anda konfigurasikan.

wireless-tools mendukung hampir semua driver, tetapi tidak dapat melakukan koneksi ke Akses Point khusus WPA.

Peringatan: Driver linux-wlan-ng tidak didukung oleh baselayout untuk saat ini. Ini karena linux-wlan-ng memiliki konfigurasinya sendiri yang sangat berbeda dengan driver yang lain. Pengembang linux-wlan-ng dikabarkan akan mengganti pengaturan mereka menjadi seperti wireless-tools - jika hal ini terjadi, anda mungkin dapat menggunakan linux-wlan-ng dengan baselayout.

4.b. WPA Supplicant

WPA Supplicant merupakan sebuah paket yang dapat anda gunakan untuk melakukan koneksi ke akses poin dengan WPA. Pengaturannya agak rumit karena masih dalam status beta - tetapi sudah dapat berfungsi dengan baik di banyak bagian.

Daftar Kode 2.1: Instalasi wpa_supplicant

# emerge net-wireless/wpa_supplicant

Penting: Anda harus mengaktifkan CONFIG_PACKET pada kernel anda agar wpa_supplicant dapat berfungsi.

Sekarang kita harus mengkonfigurasi /etc/conf.d/net sesuai kebutuhan kita, jadi kita mendahulukan wpa_supplicant daripada wireless-tools (jika keduanya terinstal, wireless-tools akan menjadi default).

Daftar Kode 2.2: Konfigurasi /etc/conf.d/net untuk wpa_supplicant

# Mendahulukan wpa_supplicant daripada wireless-tools
modules=( "wpa_supplicant" )

# Penting bagi kita untuk memberitahukan kepada wpa_supplicant tentang
# driver mana yang harus digunakan karena modul ini masih kurang pintar memilih
wpa_supplicant_eth0="-Dmadwifi"

Catatan: Jika anda menggunakan driver host-ap, anda harus menempatkan kartu anda di modus Managed sebelum dapat digunakan oleh wpa_supplicant dengan benar. Anda boleh menggunakan iwconfig_eth0="mode managed" untuk ini di /etc/conf.d/net.

Gampang kan? Bagaimanapun juga, kita masih harus mengkonfigurasi wpa_supplicant sendiri yang agak sedikit rumit, tergantung seberapa aman akses poin yang akan anda gunakan. Contoh berikut ini diambil dan disederhanakan dari /usr/share/doc/wpa_supplicant-<version>/wpa_supplicant.conf.gz yang disediakan oleh wpa_supplicant.

Daftar Kode 2.3: Contoh /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf

# Baris di bawah ini tidak akan diganti kecuali jika tidak berfungsi
ctrl_interface=/var/run/wpa_supplicant

# Pastikan agar hanya root yang dapat membaca konfigurasi WPA
ctrl_interface_group=0

# Biarkan wpa_supplicant mencari dan memilih AP
ap_scan=1

# kasus sederhana: WPA-PSK, PSK sebagai passphrase ASCII, izinkan
# semua angka yang benar
network={
  ssid="simple"
  psk="very secret passphrase"
  # Semakin besar prioritas, semakin cepat kita akan dicocokkan
  priority=5
}

# Sama seperti sebelumnya, tetapi meminta pencarian SSID khusus (untuk
# AP yang menolak untuk mem-broadcast SSID)
network={
  ssid="second ssid"
  scan_ssid=1
  psk="very secret passphrase"
  priority=2
}

# Hanya WPA-PSK yang digunakan. Semua kombinasi angka diterima
network={
  ssid="example"
  proto=WPA
  key_mgmt=WPA-PSK
  pairwise=CCMP TKIP
  group=CCMP TKIP WEP104 WEP40
  psk=06b4be19da289f475aa46a33cb793029d4ab3db7a23ee92382eb0106c72ac7bb
  priority=2
}

# Koneksi plaintext (bukan WPA, bukan IEEE 802.1X)
network={
  ssid="plaintext-test"
  key_mgmt=NONE
}

# Koneksi kunci WEP yang dibagi (bukan WPA, bukan IEEE 802.1X)
network={
  ssid="static-wep-test"
  key_mgmt=NONE
  wep_key0="abcde"
  wep_key1=0102030405
  wep_key2="1234567890123"
  wep_tx_keyidx=0
  priority=5
}

# Koneksi kunci WEP yang dibagi (bukan WPA, bukan IEEE 802.1X)
# menggunakan otentikasi Shared Key IEEE 802.11
network={
  ssid="static-wep-test2"
  key_mgmt=NONE
  wep_key0="abcde"
  wep_key1=0102030405
  wep_key2="1234567890123"
  wep_tx_keyidx=0
  priority=5
  auth_alg=SHARED
}

# Jaringan IBSS/ad-hoc dengan WPA-None/TKIP
network={
  ssid="test adhoc"
  mode=1
  proto=WPA
  key_mgmt=WPA-NONE
  pairwise=NONE
  group=TKIP
  psk="secret passphrase"
}

4.c. Wireless Tools

Pengaturan awal dan modus managed

Wireless Tools menyediakan cara umum untuk mengkonfigurasi antarmuka wireless dasar sampai ke level keamanan WEP. WEP merupakan metode keamanan yang lemah, tetapi juga merupakan metode yang paling lazim dipakai.

Konfigurasi Wireless Tools dikendalikan oleh beberapa variabel utama. Contoh konfigurasi di bawah ini akan cukup menjelaskan apa saja yang anda perlukan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada konfigurasi berarti "melakukan koneksi ke akses poin tidak ter-enkripsi yang paling kuat" - kita akan selalu mencoba untuk menghubungkan anda ke sesuatu.

Daftar Kode 3.1: Instalasi wireless-tools

# emerge net-wireless/wireless-tools

Catatan: Walaupun anda dapat menempatkan pengaturan wireless anda di file /etc/conf.d/wireless, panduan ini menganjurkan anda untuk menempatkannya di /etc/conf.d/net.

Penting: Anda wajib membaca dokumentasi Nama Variabel.

Daftar Kode 3.2: Contoh pengaturan iwconfig di /etc/conf.d/net

# Mendahulukan iwconfig daripada wpa_supplicant
modules=( "iwconfig" )

# Konfigurasi kunci WEP untuk Akses Poin bernama ESSID1 dan ESSID2
# Anda boleh mengkonfigurasi sampai 4 kunci WEP, tapi hanya satu yang akan
# aktif pada satu waktu, jadi kita memberikan indeks default [1] ke kunci set [1]
# kemudian kembali mengganti kunci aktif ke [1]
# Kita melakukan ini kalau-kalau anda menggunakan ESSID yang lain untuk menggunakan
# kunci WEP selain 1
#
# Meletakkan s; di depan kunci berarti kunci ini merupakan kunci ASCII, jika tidak
# berarti kunci HEX
#
# enc menentukan keterbukaan keamanan (paling aman)
# enc menolak kemapanan yang ditentukan (paling tidak aman)
key_ESSID1="[1] s:yourkeyhere key [1] enc open"
key_ESSID2="[1] aaaa-bbbb-cccc-dd key [1] enc restricted"

# Contoh di bawah ini hanya akan berfungsi ketika kita mencari
# akses poin yang tersedia

# Terkadang ditemukan lebih dari satu akses poin, jadi kita perlu
# menentukan urutan untuk melakukan koneksi
preferred_aps=( "ESSID1" "ESSID2" )

Peningkatan pemilihan akses poin

Anda dapat memberikan opsi-opsi tambahan untuk meningkatkan pemilihan akses poin, tetapi biasanya hal ini tidak diperlukan.

Anda dapat memilih untuk hanya melakukan koneksi ke akses poin yang anda inginkan atau tidak. Secara default, jika semua konfigurasi gagal tetapi kita dapat melakukan koneksi ke akses poin yang tidak ter-enkripsi, maka kita akan terhubung. Ini diatur oleh variabel associate_order. Berikut ini merupakan tabel nilai dan cara mengaturnya.

Nilai Penjelasan
any Tingkah-laku default
preferredonly Kita hanya akan melakukan koneksi ke AP yang terlihat di daftar
forcepreferred Kita akan memaksa untuk melakukan koneksi ke AP yang ada di daftar jika tidak ditemukan dalam pencarian
forcepreferredonly Jangan mencari AP - tetapi langsung mencoba melakukan koneksi ke salah satu
forceany Sama denganforcepreferred + koneksikan ke AP lain yang tersedia

Terakhir kita memiliki beberapa pilihan blacklist_aps dan unique_ap. blacklist_aps bekerja dengan cara yang mirip dengan preferred_aps. unique_ap merupakan nilai yes atau no yang menyatakan apakah antarmuka wireless kedua dapat melakukan koneksi ke AP yang sama dengan antarmuka pertama.

Daftar Kode 3.3: Contoh blacklist_aps dan unique_ap

# Terkadang anda sama sekali tidak ingin terhubung ke AP tertentu
blacklist_aps=( "ESSID3" "ESSID4" )

# Jika anda memiliki lebih dari satu kartu wireless, anda dapat
# menentukan apakah anda mengizinkan masing-masing kartu untuk diasosiasikan
# dengan AP yang sama atau tidak
# Nilai-nilainya adalah "yes" dan "no"
# Default adalah "yes"
unique_ap="yes"

Modus Ad-Hoc dan Master

Jika anda ingin menjadikan diri anda sebagai node Ad-Hoc jika anda gagal melakukan koneksi ke AP pada modus Managed, anda juga dapat melakukan ini.

Daftar Kode 3.4: fallback ke modus ad-hoc

adhoc_essid_eth0="This Adhoc Node"

Bagaimana dengan melakukan koneksi ke jaringan Ad-Hoc atau berjalan pada modus Master untuk menjadi Akses Poin? Berikut ini merupakan konfigurasinya! Anda mungkin perlu menentukan kunci-kunci WEP seperti yang disebutkan di atas.

Daftar Kode 3.5: Contoh konfigurasi ad-hoc/master

# Pengaturan modus- bisa managed (default), ad-hoc atau master
# Tidak semua driver mendukung semua modus
mode_eth0="ad-hoc"

# Set ESSID antarmuka
# Pada modus managed, ini memaksa antarmuka untuk hanya mencoba dan melakukan
# koneksi ke ESSID yang ditentukan
essid_eth0="This Adhoc Node"

# Kita menggunakan channel 3 jika anda tidak menentukan apapun
channel_eth0="9"

Penting: Berikut ini merupakan salinan asli dari dokumentasi wavelan BSD di Dokumentasi NetBSD. Terdapat 14 channel yang mungkin; Kami diberitahukan bahwa channel 1-11 legal untuk Amerika Utara, channel 1-13 untuk hampir seluruh Eropa, channel 10-13 untuk Prancis, dan hanya channel 14 untuk Jepang. Jika ragu, silakan baca dokumentasi kartu wireless atau akses poin anda. Pastikan agar channel yang anda pilih sama dengan channel akses poin anda (atau kartu lain pada sebuah jaringan ad-hoc). Default untuk kartu yang dijual di Amerika Utara dan kebanyakan negara Eropa adalah 3; 11 untuk Prancis, dan 14 untuk Jepang.

Memecahkan masalah seputar utilitas wireless

Terdapat beberapa variabel yang dapat anda gunakan untuk membantu anda menyalakan wireless jika terdapat masalah pada driver atau lingkungan. Berikut ini merupakan tabelnya.

Variabel Nilai Default Penjelasan
iwconfig_eth0 Baca manual iwconfig untuk rincian tentang apa yang harus dikirimkan ke iwconfig
iwpriv_eth0 Baca manual iwpriv untuk rincian tentang apa yang harus dikirimkan ke iwpriv
sleep_scan_eth0 0 Jumlah detik untuk istirahat sebelum mencoba melakukan pencarian. Ini diperlukan ketika driver/firmware memerlukan waktu untuk aktif sebelum dapat digunakan.
sleep_associate_eth0 5 Jumlah detik untuk menunggu sampai antarmuka diasosiasikan dengan akses poin sebelum berpindah ke AP selanjutnya
associate_test_eth0 MAC Beberapa driver tidak me-reset alamat MAC yang terasosiasi dengan yang tidak benar ketika kehilangan atau mencoba melakukan asosiasi. Beberapa driver tidak me-reset level kualitas ketika kehilangan atau mencoba melakukan asosiasi. Pengaturan yang dibolehkan adalah MAC, quality dan all.
scan_mode_eth0 Beberapa driver perlu melakukan pencarian pada modus ad-hoc, jadi jika pencarian gagal, coba gunakan ad-hoc di sini
iwpriv_scan_pre_eth0 Kirimkan beberapa perintah iwpriv ke antarmuka sebelum melakukan pencarian. Baca manual iwpriv untuk perinciannya.
iwpriv_scan_post_eth0 Kirimkan beberapa perintah iwpriv ke antarmuka setelah melakukan pencarian. Baca manual iwpriv untuk perinciannya.

4.d. Menentukan konfigurasi jaringan per-ESSID

Terkadang, anda memerlukan IP statis ketika anda melakukan koneksi ke ESSID1 dan anda memerlukan DHCP ketika anda melakukan koneksi ke ESSID2. Sebenarnya, hampir semua variabel modul dapat didefinisikan per ESSID. Berikut ini cara melakukannya.

Catatan: Ini berfungsi jika anda menggunakan WPA Supplicant atau Wireless Tools.

Penting: Anda perlu membaca dokumentasi Nama Variabel.

Daftar Kode 4.1: Menentukan setting jaringan per-ESSID

config_ESSID1=( "192.168.0.3/24 brd 192.168.0.255" )
routes_ESSID1=( "default via 192.168.0.1" )

config_ESSID2=( "dhcp" )
fallback_ESSID2=( "192.168.3.4/24" )
fallback_route_ESSID2=( "default via 192.168.3.1" )

# Kita dapat menentukan nameserver dan yang lainnya
# CATATAN: DHCP akan menimpa pengaturan ini, kecuali jika dilarang
dns_servers_ESSID1=( "192.168.0.1" "192.168.0.2" )
dns_domain_ESSID1="some.domain"
dns_search_domains_ESSID1="search.this.domain search.that.domain"

# Menentukan dengan alamat MAC Akses Poin
# Berguna jika anda pergi ke lokasi berbeda yang memiliki ESSID sama
config_001122334455=( "dhcp" )
dhcpcd_001122334455="-t 10"
dns_servers_001122334455=( "192.168.0.1" "192.168.0.2" )

5. Menambahkan Kegunaan

5.a. Hook Fungsi Standar

Empat fungsi dapat didefinisikan yang nantinya akan dipanggil di sekeliling operasi start/stop. Fungsi-fungsi dipanggil dengan nama antarmuka dulu agar satu fungsi dapat mengendalikan banyak antarmuka.

Nilai hasil untuk fungsi preup() dan predown() harus 0 (sukses) untuk mengindikasikan bahwa konfigurasi atau penghapusan konfigurasi antarmuka dapat dilanjutkan. Jika preup() memberikan nilai selain nol, maka konfigurasi antarmuka akan dibatalkan. Jika predown() memberikan hasil selain nol, maka antarmuka tidak akan diizinkan untuk melanjutkan penghapusan konfigurasi.

Nilai hasil untuk fungsi postup() dan postdown() akan diabaikan karena tidak ada yang perlu dilakukan jika fungsi-fungsi ini mengindikasikan kegagalan.

${IFACE} diisi dengan antarmuka ketika sedang dinyalakan/dimatikan. ${IFVAR} adalah ${IFACE} yang dikonversikan ke nama-nama variabel yang diizinkan oleh bash.

Daftar Kode 1.1: Contoh-contoh fungsi pre/post up/down

preup() {
  # Percobaan untuk link di antarmuka sebelum dinyalakan. Ini hanya
  # akan bekerja pada beberapa kartu jaringan dan membutuhkan paket ethtool.
  if ethtool ${IFACE} | grep -q 'Link detected: no'; then
    ewarn "No link on ${IFACE}, aborting configuration"
    return 1
  fi

  # Jangan lupa berikan nilai 0 jika sukses
  return 0
}

predown() {
  # Default pada skrip adalah menguji root NFS dan melarang antarmuka
  # untuk dimatikan pada kasus tersebut. Perlu diketahui bahwa jika anda
  # menentukan sebuah fungsi predown() anda akan menindih logika tersebut. Ini
  # dia, jika anda memang menginginkannya...
  if is_net_fs /; then
    eerror "root filesystem is network mounted -- can't stop ${IFACE}"
    return 1
  fi

  # Jangan lupa berikan nilai 0 jika sukses
  return 0
}

postup() {
  # Fungsi ini dapat digunakan, misalnya, untuk melakukan pendaftaran
  # ke sebuah servis DNS dinamis. Kemungkinan lainnya ialah untuk
  # mengirim/menerima email ketika antarmuka telah dinyalakan.
       return 0
}

postdown() {
  # Fungsi ini dicantumkan hanya untuk kelengkapan.... Penulis belum
  # pernah mendapatkan ide untuk melakukan apapun dengannya ;-)
  return 0
}

5.b. Hook Fungsi Tool Wireless

Catatan: Ini tidak akan bekerja dengan Permohonan WPA - tetapi variabel ${ESSID} dan ${ESSIDVAR} tersedia di fungsi postup().

Dua fungsi dapat didefinisikan yang akan dipanggil di sekeliling fungsi-fungsi terkait. Fungsi-fungsi ini dipanggil dengan nama antarmuka dulu agar satu fungsi dapat mengendalikan banyak antarmuka.

Nilai hasil dari fungsi preassociate() harus berupa 0 (sukses) untuk mengindikasikan bahwa konfigurasi atau penghapusan konfigurasi antarmuka dapat dilanjutkan. Jika preassociate() memberikan nilai bukan nol, maka konfigurasi antarmuka akan dibatalkan.

Nilai hasil dari fungsi postassociate() akan diabaikan karena tidak ada yang perlu dilakukan jika fungsi ini mengindikasikan kegagalan.

${ESSID} di-set ke ESSID yang tepat dari AP yang anda hubungi. ${ESSIDVAR} merupakan ${ESSID} yang dikonversikan ke nama-nama variabel yang diizinkan oleh bash.

Daftar Kode 2.1: Fungsi-fungsi asosiasi pre/post

preassociate() {
  # Fungsi-fungsi di bawah ini menambahkan dua variabel konfigurasi
  # leap_user_ESSID dan leap_pass_ESSID. Ketika keduanya dikonfigurasikan untuk
  # ESSID yang dihubungi maka kita akan menjalankan skrip CISCO LEAP

  local user pass
  eval user=\"\$\{leap_user_${ESSIDVAR}\}\"
  eval pass=\"\$\{leap_pass_${ESSIDVAR}\}\"

  if [[ -n ${user} && -n ${pass} ]]; then
    if [[ ! -x /opt/cisco/bin/leapscript ]]; then
      eend "For LEAP support, please emerge net-misc/cisco-aironet-client-utils"
      return 1
    fi
    einfo "Waiting for LEAP Authentication on \"${ESSID//\\\\//}\""
    if /opt/cisco/bin/leapscript ${user} ${pass} | grep -q 'Login incorrect'; then
      ewarn "Login Failed for ${user}"
      return 1
    fi
  fi

  return 0
}

postassociate() {
  # Fungsi ini dicantumkan hanya untuk kelengkapan.... Penulis belum
  # pernah mendapatkan ide untuk melakukan apapun dengannya ;-)

  return 0
}

Catatan: ${ESSID} dan ${ESSIDVAR} tidak tersedia di fungsi predown() dan postdown().

6. Manajemen Jaringan

6.a. Manajemen Jaringan

Jika anda dan komputer anda selalu berpindah tempat, anda mungkin tidak selalu menancpkan kabel ethernet atau mendapatkan akses point. Anda juga mungkin ingin agar jaringan langsung dapat digunakan ketika kabel ethernet ditancapkan atau sebuah akses point ditemukan.

Di sini anda akan menemukan beberapa tool yang dapat membantu anda untuk mengaturnya.

Catatan: Dokumen ini hanya menjelaskan ifplugd, tetapi ada alternatif lain seperti netplug. netplug adalah alternatif yang lebih ringan dari ifplugd, tetapi mensyaratkan agar driver jaringan dari kernel telah berfungsi dengan benar.

6.b. ifplugd

ifplugd merupakan daemon yang menyalakan dan mematikan antarmuka ketika kabel ethernet dipasang atau dilepas. Daemon ini juga dapat mengatur asosiasi deteksi ke akses poin atau ketika ada akses poin baru yang ditemukan.

Daftar Kode 2.1: Instalasi ifplugd

# emerge sys-apps/ifplugd

Konfigurasi ifplugd sangatlah mudah. File konfigurasi terletak di /etc/conf.d/net. Jalankan man ifplugd untuk mengetahui kegunaan kegunaan dari setiap variabel. Baca juga /etc/conf.d/net.example untuk mengetahui contoh-contoh konfigurasi.

Daftar Kode 2.2: Contoh konfigurasi ifplug

# Ganti eth0 dengan antarmuka jaringan yang akan dimonitor
ifplugd_eth0="..."

(Untuk mengawasi antarmuka wireless)
ifplugd_eth0="--api-mode=wlan"

Sebagai tambahan untuk pengaturan koneksi jaringan yang lebih dari satu, anda mungkin perlu menginstal sebuah tool untuk mempermudah penggunaan banyak server DNS dalam satu waktu beserta konfigurasinya. Tool ini sangat berguna jika anda mendapatkan alamat IP dari server DHCP. Cukup instal openresolv.

Daftar Kode 2.3: Instalasi openresolv

# emerge openresolv

Print

Diperbarui 17 April 2008

Versi asli dari terjemahan ini tidak diperbarui lagi

Rangkuman: Dokumen ini merupakan Buku Pegangan Instalasi Gentoo Tanpa Jaringa, yang berusaha menggabungkan semua informasi tentang Gentoo Linux. Buku Pegangan ini berisi petunjuk instalasi pada sistem AMD64 dan EM64T tanpa akses internet serta beberapa bagian tentang bekerja dengan Gentoo dan Portage

Sven Vermeulen
Author

Roy Marples
Author

Daniel Robbins
Author

Chris Houser
Author

Jerry Alexandratos
Author

Seemant Kulleen
Gentoo x86 Developer

Tavis Ormandy
Gentoo Alpha Developer

Jason Huebel
Gentoo AMD64 Developer

Guy Martin
Gentoo HPPA developer

Pieter Van den Abeele
Gentoo PPC developer

Joe Kallar
Gentoo SPARC developer

John P. Davis
Editor

Pierre-Henri Jondot
Editor

Eric Stockbridge
Editor

Rajiv Manglani
Editor

Jungmin Seo
Editor

Stoyan Zhekov
Editor

Jared Hudson
Editor

Colin Morey
Editor

Jorge Paulo
Editor

Carl Anderson
Editor

Jon Portnoy
Editor

Zack Gilburd
Editor

Jack Morgan
Editor

Benny Chuang
Editor

Erwin
Editor

Joshua Kinard
Editor

Tobias Scherbaum
Editor

Xavier Neys
Editor

Joshua Saddler
Editor

Grant Goodyear
Reviewer

Gerald J. Normandin Jr.
Reviewer

Donnie Berkholz
Reviewer

Ken Nowack
Reviewer

Lars Weiler
Contributor

Siauw Nam Khong
Translator

Dzikri Aziz
Translator

Donate to support our development efforts.

Copyright 2001-2014 Gentoo Foundation, Inc. Questions, Comments? Contact us.