Disclaimer :
Dokumen ini masih berupa rancangan dan belum dapat dianggap sebagai dokumen resmi.
|
Buku Pegangan Gentoo Linux AMD64
Daftar Isi:
-
Instalasi Gentoo
Pada bagian ini, anda akan belajar cara menginstal Gentoo di komputer anda.
-
Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux
Bab ini menjelaskan metode instalasi yang digunakan pada bagian ini.
-
Memilih Media Instalasi yang Tepat
Anda dapat menginstal Gentoo dengan berbagai cara. Pada bab ini, kami akan
menjelaskan cara menginstal Gentoo dengan CD Instalasi Minimal, namun, anda
juga dapat melakukan instalasi dengan LiveCD Installer.
-
Konfigurasi Jaringan (Internet)
Untuk mendapatkan source code terbaru, anda perlu mengkonfigurasi jaringan
(internet) anda.
-
Mempersiapkan Disk
Untuk menginstal Gentoo, anda harus menyediakan partisi-partisi yang
diperlukan. Bab ini menjelaskan cara mem-partisi sebuah agar dapat digunakan.
-
Instalasi File Instalasi Gentoo
Proses instalasi Gentoo menggunakan sebuah arsip stage3. Pada bab ini, kami
akan menjelaskan cara mengekstrak arsip stage3 dan mengkonfigurasi Portage.
-
Instalasi Sistem Dasar Gentoo
Setelah menginstal dan mengkonfigurasi stage3, anda akan mendapatkan dasar
Gentoo. Bab ini menjelaskan cara menginstal sistem dasar tersebut.
-
Konfigurasi Kernel
Kernel Linux adalah jantung dari setiap distro. Bab ini menjelaskan
cara mengkonfigurasi kernel.
-
Konfigurasi Sistem
Anda perlu mengedit beberapa file konfigurasi penting. Pada bab ini, anda
diberikan garis besar tentang file-file ini beserta penjelasannya.
-
Instalasi Utilitas Sistem yang Diperlukan
Pada bab ini, kami akan membantu anda memilih dan menginstal beberapa utilitas
penting.
-
Konfigurasi Bootloader
-
Menyelesaikan Instalasi Gentoo
Anda hampir selesai. Kita hanya perlu menambahkan satu (atau lebih) user di
sistem.
-
Kemanakah setelah ini?
Sekarang anda sudah memiliki sistem Gentoo; Selanjutnya apa?
-
Bekerja menggunakan Gentoo
Belajar cara menggunakan Gentoo: menginstal software, mengubah variabel,
mengubah tingkah laku portage, dll.
-
Pengenalan Portage
Bab ini menjelaskan cara "sederhana" yang harus diketahui setiap pengguna untuk
memelihara software pada sistemnya.
-
Flag USE
Flag USE sangat penting di Gentoo. Pada bab ini, anda akan mempelajari cara
menggunakan flag USE dan mengerti bagaimana flag USE berinteraksi dengan sistem
anda.
-
Fitur-fitur Portage
Kenali fitur-fitur Portage seperti kompilasi terdistribusi, ccache, dan masih
banyak lagi.
-
Skrip Init
Gentoo menggunakan sebuah format skrip init khusus yang, di antara fitur-fitur
lain, menyediakan pilihan berdasarkan dependensi dan skrip init virtual. Bab
ini menjelaskan seluruh aspek tersebut dan cara bekerja dengan skrip-skrip ini.
-
Variabel Lingkungan
Menggunakan Gentoo, anda dengan mudah dapat menangani variabel lingkungan
untuk sistem anda. Bab ini menjelaskan cara melakukannya, dan juga menjabarkan
beberapa variabel yang sering digunakan.
-
Bekerja dengan Portage
"Bekerja dengan Portage" melingkupi penjelasan mendalam tentang Portage,
Alat Pengatur Software Gentoo.
-
File dan Direktori
Jika anda ingin mengenal portage lebih dalam lagi, anda harus mengetahui di
mana portage meletakkan file dan data-datanya.
-
Konfigurasi dengan Variabel
Portage dapat dikonfigurasi dengan bermacam-macam variabel yang bisa anda atur
di file konfigurasi sebagai variabel lingkungan.
-
Mencampur Cabang-cabang Software
Gentoo menyediakan software yang dipisahkan pada beberapa cabang, berdasarkan
kestabilan dan dukungan arsitektur (jenis CPU). "Mencampur Cabang-cabang
Software" akan memberikan anda informasi tentang cara mengkonfigurasi dan
mengesampingkan pemisahan cabang-cabang secara individual.
-
Utilitas Tambahan Portage
Portage memiliki beberapa utilitas tambahan yang mungkin bisa membuat
pengalaman anda dengan Gentoo lebih asyik. Baca terus untuk mengetahui cara
menggunakan dispatch-conf dan utilitas lain.
-
Beralih dari Pohon Portage Resmi
"Beralih dari Pohon Portage Resmi" memberikan anda beberapa tips dan trik
bagaimana cara menggunakan Pohon Portage anda sendiri, bagaimana cara
mengsinkronkan hanya kategori yang anda inginkan, menyuntikkan paket, dll.
-
Konfigurasi Jaringan Gentoo
Sebuah panduan mendalam tentang jaringan di Gentoo.
-
Siap Memulai
Panduan konfigurasi jaringan dengan cepat pada kebanyakan lingkungan umum.
-
Konfigurasi Advanced
Di sini kita akan belajar tentang cara kerja konfigurasi - anda harus
mengetahuinya sebelum belajar tentang jaringan modular.
-
Jaringan Modular
Gentoo menyediakan jaringan yang fleksibel untuk anda - di sini anda akan
diajarkan tentang memilih jenis-jenis klien DHCP, menyiapkan bonding, bridging,
VLAN, dan banyak lagi.
-
Jaringan Nirkabel
Wireless agak sedikit rumit. Mudah-mudahan kami dapat membantu anda
memfungsikannya!
-
Menambahkan Kegunaan
Jika anda ingin bereksperimen, anda dapat menambahkan fungsi-fungsi anda
sendiri ke jaringan.
-
Manajemen Jaringan
Untuk pengguna laptop atau yang sering memindahkan komputer mereka di area
jaringan yang berbeda.
A. Instalasi Gentoo
1. Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux
1.a. Pendahuluan
Selamat Datang!
Pertama-tama, selamat datang di Gentoo! Anda akan memasuki dunia yang
penuh dengan pilihan dan performa. Konsep Gentoo adalah kebebasan memilih.
Ketika anda menginstal Gentoo, hal ini akan diperjelas beberapa kali -- anda
dapat memilih sejauh mana anda ingin mengkompilasi sistem anda, cara menginstal
Gentoo, sistem log apa yang anda inginkan, dll.
Gentoo adalah metadistro modern yang kencang dengan rancangan yang rapi
dan fleksibel. Gentoo dibangun dengan software bebas dan tidak akan
menyembunyikan apapun yang berada dibalik Gentoo dari para penggunanya.
Portage, sistem pengatur paket yang digunakan oleh Gentoo, ditulis dengan
Python, yang berarti anda dapat dengan mudah melihat dan memodifikasi source
code-nya. Sistem paket Gentoo menggunakan source code (walaupun dukungan
terhadap paket-paket prebuilt diikutsertakan juga) dan konfigurasi Gentoo
menggunakan file text biasa. Dengan kata lain, keterbukaan ada dimana-mana.
Sangat penting bagi anda untuk mengerti bahwa pilihan adalah apa yang
membuat Gentoo berfungsi. Kami mencoba untuk tidak memaksa anda terhadap apapun
yang tidak anda sukai. Jika anda merasa kami memaksa anda, silakan buat laporan
bug.
Bagaimana proses instalasi diorganisasi?
Proses instalasi Gentoo dapat dirangkum dalam 10 langkah, yang terdiri dari bab
2 sampai 11. Setiap langkah menghasilkan satu situasi tertentu:
-
Setelah langkah 1, anda akan berada di dalam lingkungan kerja yang siap
digunakan untuk menginstal Gentoo
-
Setelah langkah 2, koneksi internet anda sudah siap digunakan untuk
menginstal Gentoo.
-
Setelah langkah 3, harddisk anda siap untuk melakukan proses instalasi
Gentoo
-
Setelah langkah 4, lingkungan instalasi anda sudah siap dan anda siap untuk
melakukan chroot ke lingkungan baru.
-
Setelah langkah 5, paket-paket inti, yang sama untuk seluruh instalasi
Gentoo, telah terinstal
-
Setelah langkah 6, anda telah mengkompilasi kernel Linux anda
-
Setelah langkah 7, anda telah mengkonfigurasi hampir semua file konfigurasi
sistem Gentoo
-
Setelah langkah 8, aplikasi-aplikasi sistem penting (yang dapat anda pilih
dari sebuah daftar) telah terinstal
-
Setelah langkah 9, bootloader pilihan anda telah terinstal dan dikonfigurasi,
dan anda sudah masuk ke instalasi Gentoo baru anda
-
Setelah langkah 10, sistem Gentoo Linux anda sudah siap untuk beraksi
Ketika kami memberikan beberapa pilihan, kami mencoba sebaik mungkin untuk
menjelaskan setiap kelebihan dan kelemahan dari masing-maing pilihan tersebut.
Kemudian, kami akan melanjutkan dengan pilihan default, dapat dikenali dengan
tanda "Default: " pada judulnya. Pilihan lain akan ditandai dengan
"Alternatif: ". Jangan berasumsi bahwa pilihan default adalah apa yang
kami anjurkan. Pilihan ini hanyalah apa yang kami percaya akan digunakan oleh
kebanyakan pengguna.
Kadang-kadang anda dapat mengambil langkah opsional. Langkah-langkah tersebut
ditandai dengan "Opsional: " dan tidak diperlukan untuk menginstal Gentoo.
Bagaimanapun juga, beberapa langkah opsional bergantung kepada pilihan anda
sebelumnya. Kami akan memberitahukannya kepada anda ketika hal ini terjadi,
yaitu ketika anda memilih, dan sesaat sebelum langkah opsional dijelaskan.
Apa saja pilihan saya?
Anda dapat menginstal Gentoo dengan berbagai cara. Anda dapat mendownload
salah satu CD instalasi kami dan menggunakannya untuk instalasi, atau melakukan
instalasi dari sebuah distro yang telah terinstal, dari CD bootable (mis.
Knoppix), dari lingkungan netboot, dari rescue floppy, dsb.
Dokumen ini menjelaskan proses instalasi dengan CD Instalasi Gentoo, atau pada
beberapa kasus, boot jaringan. Instalasi ini menganggap bahwa anda ingin
menginstal versi terbaru yang ada untuk setiap paket. Jika anda ingin melakukan
instalasi tanpa jaringan (internet), bacalah Buku Pegangan Gentoo 2008.0 yang berisi
petunjuk instalasi tanpa jaringan (internet).
Perlu dicatat juga bahwa, jika anda berencana untuk menggunakan GRP (Gentoo
Reference Platform, sebuah koleksi paket yang telah dikompilasi terlebih
dulu yang berguna agar Gentoo langsung bisa digunakan setelah instalasi), anda
harus mengikuti petunjuk di Buku Pegangan
Gentoo 2008.0.
Untuk cara instalasi lain, bacalah Panduan Instalasi Alternatif. Kami juga
menyediakan sebuah dokumen Tips & Trik yang mungkin
bisa bermanfaat. Jika anda merasa petunjuk instalasi ini terlalu panjang,
anda dapat mengikuti Panduan Instalasi Singkat kami yang tersedia di Sumber Dokumentasi jika arsitektur anda memilikinya.
Terdapat juga beberapa kemungkinan: anda dapat mengkompilasi seluruh
sistem dari dasar atau menginstal paket-paket prebuilt untuk mendapatkan
sistem Gentoo dalam waktu yang singkat. Dan tentu saja terdapat solusi
penengah, yaitu ketika anda tidak perlu melakukan kompilasi dari dasar,
tetapi dari sistem setengah jadi.
Mendapatkan masalah?
Jika anda mendapatkan masalah dalam proses instalasi (atau dokumentasi
instalasi), kunjungilah sistem pelacak
bug kami dan periksa apakah bug tersebut telah diketahui (dilaporkan)
atau belum. Jika belum, buatlah laporan bug tentang masalah tersebut agar
kami dapat memperbaikinya. Jangan takut dengan para pengembang yang ditugaskan
pada bug anda -- mereka biasanya tidak memakan orang.
Perlu diketahui bahwa, walaupun dokumen yang sedang anda baca ini dikhususkan
untuk satu arsitektur tertentu, dokumen ini akan tetap memiliki referensi ke
arsitektur lain juga. Hal ini disebabkan oleh beberapa bagian dari Buku
Pegangan Gentoo yang menggunakan source code yang sama/umum di semua arsitektur
(untuk menghindari duplikasi usaha dan pemborosan sumber daya pengembangan).
Kami akan berusaha untuk menguranginya seminimal mungkin agar tidak terjadi
kebingungan.
Jika anda tidak yakin apakah masalah tersebut merupakan akibat dari kesalahan
anda sendiri (beberapa error yang anda perbuat karena tidak membaca dokumentasi
dengan seksama) atau masalah software (beberapa error yang kami perbuat karena
tidak memeriksa instalasi/dokumentasi secara hati-hati), anda dapat bergabung
dan bertanya di #gentoo di irc.freenode.net. Tentu saja, anda tidak harus jika
anda tidak mau :)
Jika anda memiliki pertanyaan tentang Gentoo, bacalah FAQ kami, yang tersedia di Dokumentasi Gentoo. Anda dapat juga membaca
FAQ ini di forum Gentoo. Jika anda tidak dapat
menemukan jawabannya di sana, cobalah untuk bertanya di #gentoo, channel IRC
kami di irc.freenode.net. Memang, sebagian dari kami adalah orang-orang aneh
yang suka bermalas-malasan di IRC :-)
2. Memilih Media Instalasi yang Tepat
2.a. Kebutuhan Hardware
Pendahuluan
Sebelum kita mulai, pertama-tama mari kita tuliskan daftar hardware yang anda
perlukan untuk menginstal Gentoo dengan sukses di komputer anda.
Kebutuhan hardware
| CD Minimal |
LiveCD |
| CPU |
CPU AMD64 apa saja atau CPU EM64T (Core 2
Duo & Quad processors termasuk EM64T)
|
| Memori |
64 MB |
| Ruang disk |
1.5 GB (belum termasuk swap) |
| Swap |
Paling sedikit 256 MB |
Anda sebaiknya mengunjungi Halaman Proyek
AMD64 Gentoo sebelum melanjutkan.
2.b. CD Instalasi Gentoo
Pendahuluan
CD Instalasi Gentoo adalah CD bootable yang berisi lingkungan
pendukung Gentoo. Anda dapat mem-boot Linux dari CD tersebut. Ketika proses
boot berlangsung, hardware anda akan dikenali dan driver-driver yang diperlukan
akan dimuat. CD tersebut diurus oleh para pengembang Gentoo.
Anda dapat boot, menyiapkan jaringan, menciptakan partisi, dan mulai menginstal
Gentoo dari internet menggunakan setiap CD Instalasi. Saat ini kami menyediakan
dua CD Instalasi yang sama-sama cocok digunakan untuk instalasi Gentoo, selama
anda berniat melakukan instalasi berbasis internet dengan menggunakan
paket-paket terbaru yang tersedia.
Penting:
Jika anda ingin menginstal Gentoo tanpa sambungan Internet atau ingin
menggunakan salah satu installer yang tersedia, bacalah petunjuknya di Buku-buku Pegangan Gentoo 2008.0.
|
CD Instalasi yang kami sediakan saat ini adalah:
-
CD Instalasi Minimal Gentoo, ramping, tanpa basa-basi, CD bootable
yang kegunaan utamanya adalah untuk mem-boot sistem, menyiapkan jaringan,
dan kemudian melanjutkan instalasi Gentoo.
-
LiveCD Installer Gentoo berisi semua yang anda butuhkan untuk
menginstal Gentoo. CD ini berisi lingkungan grafikal, juga installer
berbasis grafik dan konsol yang akan melakukan instalasi secara otomatis,
dan pastinya petunjuk instalasi untuk arsitektur komputer anda.
Untuk membantu anda memutuskan CD Instalasi mana yang anda butuhkan, kami
telah menuliskan kelebihan dan kekurangan utama dari masing-masing CD.
CD Instalasi Minimal Gentoo
CD Instalasi Minimal bernama install-amd64-minimal-2008.0_beta1.iso dan hanya
membutuhkan ruang disk sebesar 50 MB. Anda dapat
menggunakan CD Instalasi ini untuk menginstal Gentoo, tetapi anda harus
memiliki sambungan internet.
| CD Instalasi Minimal |
Kelebihan dan Kelemahan |
| + |
Ukuran download paling kecil |
| - |
Tidak berisi tarbal stage3, tidak ada snapshot Portage, tidak ada
paket-paket GRP dan karena itu, tidak cocok untuk instalasi tanpa
jaringan (internet).
|
LiveCD Installer Gentoo
LiveCD Installer bernama livecd-amd64-installer-2008.0_beta1.iso dan membutuhkan
ruang sebesar 696 MB. Anda dapat menggunakannya untuk
menginstal Gentoo, bahkan tanpa sambungan internet, kalau-kalau anda ingin
membawa Gentoo di komputer selain yang sedang anda instal Gentoo saat ini :)
| LiveCD Installer |
Kelebihan dan Kelemahan |
| + |
Berisi semua yang anda butuhkan. Anda bahkan bisa menginstal Gentoo
tanpa sambungan internet.
|
| - |
Ukuran download besar |
Tarbal stage3
Tarbal stage3 merupakan sebuah arsip yang berisi lingkungan Gentoo minimal,
cocok dipakai untuk melanjutkan instalasi Gentoo dengan petunjuk yang ada di
panduan ini. Dahulu Buku Pegangan Gentoo menjelaskan instalasi dengan salah
satu dari tiga tarbal stage. Walaupun Gentoo masih menyediakan tarbal stage1
dan stage2, metode instalasi resmi menggunakan tarbal stage3. Jika anda
tertarik untuk melakukan instalasi Gentoo menggunakan tarbal stage1 atau
stage2, silakan baca FAQ Gentoo di Bagaimana Cara Menginstal Gentoo Menggunakan
Tarbal Stage1 atau Stage2?
Tarbal stage3 dapat didownload di releases/amd64/2008.0_beta1/stages/ dari salah satu Mirror Resmi Gentoo dan tidak tersedia
di LiveCD.
2.c. Download, Burn dan Boot CD Instalasi Gentoo
Download dan burn CD Instalasi
Anda telah memilih menggunakan CD Instalasi Gentoo kami. Pertama-tama, kita
akan mulai dengan mendownload dan burn CD Instalasi pilihan anda. Sebelumnya,
kita telah membicarakan beberapa CD Instalasi yang tersedia, tetapi di manakah
anda dapat menemukan CD tersebut?
Anda dapat mendownload CD Instalasi dari salah satu mirror kami. CD Instalasi berada di dalam
direktori releases/amd64/2008.0_beta1/installcd/.
Anda dapat mendownload CD Instalasi (dan, jika anda mau, CD Paket juga) dari
salah satu mirror kami. CD Instalasi
berada di dalam direktori releases/amd64/2008.0_beta1/installcd/.
Di dalam direktori tersebut, anda akan menemukan file-file ISO. File-file
tersebut merupakan imej CD penuh yang dapat anda tuliskan ke sebuah CD-R.
Jika anda ingin memeriksa keabsahan file yang baru saja anda download, anda
dapat memeriksa MD5 checksum-nya dan membandingkannya dengan MD5 checksum yang
kami sediakan (mis. install-amd64-minimal-2008.0_beta1.iso.DIGESTS). Anda
dapat memeriksa MD5 checksum dengan utilitas md5sum di Linux/Unix atau
md5sum untuk Windows.
Cara lain untuk memeriksa keabsahan file adalah dengan menggunakan GnuPG untuk
memeriksa tanda kriptografi yang kami sediakan (file dengan akhiran
.asc). Download file tersebut dan dapatkan kunci publik:
Daftar Kode 3.1: Mendapatkan kunci publik |
$ gpg --keyserver subkeys.pgp.net --recv-keys 17072058
|
Sekarang, periksa tandanya:
Daftar Kode 3.2: Memeriksa tanda kriptografi |
$ gpg --verify <signature file> <downloaded iso>
|
Untuk menyalin file ISO hasil download, anda harus menggunakan metode
raw-burning. Caranya tergantung pada program yang anda gunakan. Kami
hanya akan menjelaskan cdrecord dan K3B di sini; informasi
lainnya bisa anda dapatkan di FAQ
Gentoo kami.
-
Dengan cdrecord, anda hanya perlu mengetikkan cdrecord
dev=/dev/hdc <file iso yang baru di-download>
(gantikan /dev/hdc dengan CD-RW drive anda).
-
Dengan K3B, pilih Tools > Burn Image. Lalu, anda dapat
mencari file ISO anda di bagian "Image to Burn". Terakhir, klik
Start.
Boot CD Instalasi
Setelah anda menyalin CD instalasi anda, sekarang saatnya untuk boot. Keluarkan
semua CD dari CD-ROM, reboot sistem anda dan masuklah ke BIOS, biasanya dengan
menekan tombol DEL, F1, atau ESC, tergantung BIOS anda. Dari BIOS, gantilah
urutan boot agar CD-ROM anda dicoba dahulu daripada harddisk. Biasanya anda
dapat menemukan opsi tersebut di "CMOS Setup". Jika anda tidak mengganti urutan
ini, sistem anda akan reboot melalui harddisk, bukan melalui CD-ROM.
Sekarang, masukkan CD instalasi ke CD-ROM drive anda dan reboot. Anda akan
menemukan layar boot yang menarik dengan logo Gentoo Linux. Pada layar ini,
anda dapat menekan Enter untuk memulai proses boot dengan opsi boot default,
atau boot CD instalasi dengan opsi boot yang berbeda dengan menuliskan nama
kernel diikuti oleh opsi boot dan menekan Enter.
Menuliskan nama kernel? Ya, kami menyediakan beberapa kernel di CD Instalasi
kami. Kernel default adalah gentoo. Kernel-kernel lainnya diperuntukkan
bagi hardware dengan kebutuhan khusus, dan tipe -nofb yang akan
menonaktifkan framebuffer.
Berikut ini adalah rangkuman singkat tentang kernel-kernel yang tersedia:
| Kernel |
Penjelasan |
| gentoo |
Kernel default dengan dukungan untuk CPU K8 (termasuk dukungan NUMA dan CPU
EM64T
|
| gentoo-nofb |
Sama dengan gentoo, namun tanpa dukungan framebuffer |
| memtest86 |
Memeriksa error pada RAM anda |
Anda juga dapat menuliskan opsi kernel. Opsi kernel tersebut merupakan
pengaturan yang dapat anda (non)aktifkan sesuka anda. Daftar berikut sama
dengan yang akan anda lihat ketika anda menekan F2 pada layar boot.
Opsi Hardware:
- acpi=on
-
Memuat dukungan untuk ACPI, juga menjalakan daemon acpid ketika CD boot.
Anda hanya memerlukan opsi ini jika sistem anda memerlukan ACPI. Opsi ini
tidak diperlukan untuk mendapatkan dukungan Hyperthreading.
- acpi=off
-
Menonaktifkan ACPI secara menyeluruh. Opsi ini berguna untuk komputer model
lama, juga harus digunakan ketika anda ingin mendapatkan dukungan APM. Opsi
ini akan mengaktifkan dukungan Hyperthreading untuk prosesor anda.
- console=X
-
Opsi ini mengaktifkan akses konsol serial di CD. Opsi pertama adalah nama
device, biasanya ttyS0 di x86, diikuti dengan opsi koneksi lainnya, yang
dipisahkan dengan koma. Opsi default adalah 9600,8,n,1.
- dmraid=X
-
Dengan opsi ini, anda bisa menambahkan opsi yang anda inginkan pada
device-mapper RAID subsystem. Setiap opsi harus dikurung dengan tanda kutip.
- doapm
-
Opsi ini memuat dukungan driver APM. Untuk dapat menggunakan opsi ini, anda
juga harus menggunakan opsi acpi=off.
- dopcmcia
-
Opsi ini memuat dukungan untuk perangkat PCMCIA dan Cardbus, sekaligus
menjalankan pcmcia cardmgr. Anda hanya memerlukannya jika anda melakukan boot
dari perangkat PCMCIA/Cardbus.
- doscsi
-
Opsi ini memuat dukungan untuk kebanyakan SCSI controller. Opsi ini juga
diperlukan untuk melakukan boot dari perangkat USB, karena perangkat USB
menggunakan subsistem SCSI di kernel.
- hda=stroke
-
Dengan opsi ini anda dapat mempartisi seluruh harddisk anda, bahkan jika BIOS
anda tidak mampu menangani harddisk dengan kapasitas besar. Opsi ini hanya
digunakan pada komputer yang memiliki BIOS keluaran lama. Gantikan hda dengan
harddisk yang memerlukan opsi ini.
- ide=nodma
-
Opsi ini memaksa penonaktifan DMA di kernel, yang diperlukan oleh beberapa
chipset IDE dan CDROM model lama. Jika komputer anda mendapatkan masalah
ketika melacak CDROM IDE, coba gunakan opsi ini. Opsi ini juga akan
menonaktifkan pengaturan default hdparm.
- noapic
-
Opsi ini menonaktifkan Advanced Programmable Interrupt Controller yang
terdapat pada beberapa motherboard model baru. Opsi ini diketahui dapat
menyebabkan masalah jika digunakan pada motherboard model lama.
- nodetect
-
Menonaktifkan semua pelacakan hardware otomatis yang dilakukan oleh CD,
termasuk DHCP. Opsi ini akan sangat berguna ketika anda ingin mengetahui
penyebab masalah, baik itu dari CD maupun dari driver.
- nodhcp
-
Opsi ini menonaktifkan DHCP pada kartu jaringan yang ditemukan. Opsi ini
berguna jika anda ingin menggunakan alamat IP tetap.
- nodmraid
-
Menonaktifkan dukungan untuk device-mapper RAID, seperti yang digunakan oleh
IDE/SATA RAID controller onboard.
- nofirewire
-
Menonaktifkan pemuatan modul Firewire. Opsi ini sebaiknya hanya digunakan
ketika anda mendapatkan masalah ketika boot dari CD yang disebabkan oleh
Firewire.
- nogpm
- Menonaktifkan dukungan mouse konsol gpm.
- nohotplug
-
Mencegah initscript hotplug dan coldplug pada saat boot. Opsi ini berguna
untuk mencari penyebab masalah boot dari CD.
- nokeymap
- Opsi ini menonaktifkan pemilihan layout keyboard non-US.
- nolapic
- Menonaktifkan APIC lokal pada kernel Uniprocessor.
- nosata
-
Menonaktifkan pemuatan modul-modul SATA. Opsi ini berguna jika sistem anda
mendapatkan masalah yang disebabkan oleh subsistem SATA.
- nosmp
-
Opsi ini menonaktifkan SMP, atau Symmetric Multiprocessing, pada kernel yang
memiliki dukungan SMP. Berguna untuk mencari penyebab masalah pada beberapa
driver dan motherboard.
- nosound
-
Menonaktifkan dukungan suara. Berguna jika dukungan suara menyebabkan masalah
pada sistem.
- nousb
-
Opsi ini menonaktifkan pemuatan modul-modul USB. Berguna untuk mencari
penyebab masalah.
- slowusb
-
Menambahkan waktu tunda pada proses boot yang diperlukan oleh CDROM USB,
seperti yang terdapat pada komputer IBM BladeCenter.
Volume/Device Management:
- doevms
-
Mengaktifkan dukungan untuk EVM IBM, atau Enterprise Volume Management
System. Opsi ini tidak aman digunakan dengan lvm.
- dolvm
-
Mengaktifkan dukungan untuk s Logical Volume Management Linux. Tidak aman
digunakan dengan evms.
Opsi-opsi Lain:
- debug
-
Mengaktifkan kode-kode debug. Anda mungkin akan mendapatkan banyak data acak
yang ditampilkan di layar.
- docache
-
Opsi ini akan menyimpan seluruh bagian yang diperlukan untuk menjalankan
sistem dari CD ke RAM, agar anda dapat mengeluarkan CD. Anda memerlukan
RAM dengan ukuran paling sedikit dua kali lipat dari ukuran CD.
- doload=X
-
Opsi ini akan memerintahkan ramdisk untuk memuat semua modul yang anda
cantumkan, berikut dependensinya. Gantikan X dengan modul yang anda
perlukan. Anda dapat mencantumkan lebih dari satu modul dengan
menggunakan koma sebagai pemisah.
- dosshd
-
Menjalankan sshd ketika boot, sangat berguna untuk melakukan instalasi
jarak jauh/tanpa campur tangan.
- passwd=foo
- Menetapkan foo sebagai password root, diperlukan oleh opsi dosshd.
- noload=X
-
Opsi ini memerintahkan ramdisk untuk tidak memuat modul tertentu, yang
mungkin akan menyebabkan masalah. Sintaks opsi ini sama dengan sintaks yang
digunakan oleh opsi doload.
- nonfs
- Opsi ini mencegah portmap/nfsmount agar tidak dijalankan ketika boot.
- nox
-
Opsi ini mencegah X pada LiveCD agar tidak dijalankan secara otomatis.
Sebagai gantinya, anda akan dibawa ke konsol.
- scandelay
-
Opsi ini memerintahkan CD untuk jeda selama 10 detik pada bagian tertentu
dari proses boot agar perangkat yang lambat dapat melakukan inisialisasi dan
siap digunakan.
- scandelay=X
-
Dengan opsi ini anda dapat menentukan waktu jeda yang anda inginkan, dalam
satuan detik. Gantikan X dengan waktu jeda yang anda inginkan.
Catatan:
CD akan memeriksa opsi "no*" sebelum menjalankan opsi "do*", agar anda dapat
merubah opsi berdasarkan urutan yang anda inginkan.
|
Nantinya, anda akan disambut dengan layar boot dan sebuah progress bar.
Jika anda menginstal Gentoo di sistem dengan keyboard non-US, pastikan anda
langsung menekan Alt-F1 untuk mengganti ke modus verbose kemudian ikuti
prompt-nya. Jika anda tidak memilih apapun dalam waktu 10 detik, maka keyboard
default (US) akan dimuat dan proses boot akan dilanjutkan. Setelah proses boot
selesai, anda akan secara otomatis login ke Gentoo Linux "Live" sebagai "root",
atau super user. Anda seharusnya akan menemukan prompt root ("#") di
konsol tersebut. Anda juga dapat berpindah konsol dengan menekan Alt-F2, Alt-F3
dan Alt-F4. Kembalilah ke konsol pertama anda dengan menekan Alt-F1.
Sekarang, lanjutkan dengan Konfigurasi hardware
tambahan.
Konfigurasi hardware tambahan
Ketika CD Instalasi boot, semua hardware anda akan dikenali dan modul-modul
kernel yang diperlukan untuk mendukung hardware anda akan dimuat. Pada
kebanyakan kasus, proses ini sukse. Tetapi, pada beberapa kasus lainnya,
proses tersebut mungkin gagal memuat modul kernel yang dibutuhkan secara
otomatis. Jika proses otodeteksi perangkat PCI melewatkan beberapa hardware
di sistem anda, anda harus memuat modul kernel tersebut secara manual.
Pada contoh berikut ini, kita akan mencoba memuat modul 8139too
(dukungan untuk beberapa jenis perangkat network):
Daftar Kode 3.3: Memuat modul kernel |
# modprobe 8139too
|
Opsional: Tweak performa harddisk
Jika anda adalah pengguna advance, anda mungkin ingin men-tweak
performa harddisk IDE anda menggunakan hdparm. Anda dapat memeriksa
performa harddisk anda dengan opsi -tT (jalankan beberapa kali untuk
mendapatkan nilai yang lebih tepat):
Daftar Kode 3.4: Memeriksa performa harddisk |
# hdparm -tT /dev/hda
|
Untuk melakukan tweak, anda dapat menggunakan salah satu contoh berikut (atau
coba sendiri) yang menggunakan /dev/hda sebagai harddisk (gantikan
dengan harddisk anda):
Daftar Kode 3.5: Tweak performa harddisk |
# hdparm -d 1 /dev/hda
# hdparm -d 1 -A 1 -m 16 -u 1 -a 64 /dev/hda
|
Opsional: Akun user
Jika anda berencana untuk memberikan akses kepada orang lain ke lingkungan
instalasi anda atau ingin chat menggunakan irssi tanpa akses root (untuk
alasan keamanan), anda perlu menciptakan akun user yang diperlukan dan
mengganti password root.
Untuk mengganti password root, gunakan perintah passwd:
Daftar Kode 3.6: Mengganti password root |
# passwd
New password:
Re-enter password:
|
Untuk membuat sebuah akun, pertama-tama kita masukkan identitasnya, diikuti
dengan sebuah password. Kita dapat menggunakan perintah useradd dan
passwd. Pada contoh berikut, kita akan membuat sebuah akun user
bernama "john".
Daftar Kode 3.7: Membuat akun user |
# useradd john
# passwd john
New password:
Re-enter password:
|
Anda dapat mengganti id user anda dari root menjadi user yang baru dibuat
dengan perintah su:
Daftar Kode 3.8: Mengganti id user |
# su - john
|
Opsional: Membaca dokumentasi selama instalasi
Jika anda ingin membaca Buku Pegangan Gentoo (dari CD ataupun online) ketika
melakukan instalasi, pastikan anda telah membuat akun user (baca Opsional: Akun user). Lalu tekan Alt-F2 untuk
masuk ke terminal baru dan login.
Jika anda ingin membaca dokumentasi di CD, anda dapat langsung menjalankan
links untuk membacanya:
Daftar Kode 3.9: Membaca dokumentasi di CD |
# links /mnt/cdrom/docs/html/index.html
|
Bagaimanapun juga, kami menganjurkan anda menggunakan Buku Pegangan Gentoo
online karena versi online lebih baru daripada versi di CD. Anda dapat
membacanya dengan links juga, tetapi hanya setelah anda menyelesaikan
bab Konfigurasi Jaringan (Internet) (jika tidak, anda tidak akan
dapat terhubung ke internet untuk membaca dokumentasi):
Daftar Kode 3.10: Membaca Dokumentasi online |
# links http://www.gentoo.org/doc/id/handbook/handbook-amd64.xml
|
Anda dapat kembali ke terminal awal dengan menekan Alt-F1.
Opsional: Menjalankan daemon SSH
Jika anda ingin mengizinkan pengguna lain untuk mengakses komputer anda selama
proses instalasi Gentoo (mungkin ia akan membantu anda menginstal Gentoo,
ataupun melakukannya sendiri untuk anda), anda perlu membuat sebuah akun
untuknya, atau memberitahukan password root anda kepadanya (hanya
lakukan jika anda benar-benar percaya kepada pengguna tersebut).
Untuk menjalankan daemon SSH, jalankan perintah berikut:
Daftar Kode 3.11: Menjalankan daemon SSH |
# /etc/init.d/sshd start
|
Untuk dapat menggunakan sshd, anda harus menyiapkan jaringan anda terlebih
dahulu. Lanjutkan dengan bab berikutnya tentang Konfigurasi Jaringan.
3. Konfigurasi Jaringan (Internet)
3.a. Deteksi Otomatis Jaringan
Mungkin telah berfungsi?
Jika sistem anda terhubung ke jaringan melalui server DHCP, kemungkinan besar
konfigurasi jaringan anda sudah diatur secara otomatis. Jika benar, maka anda
seharusnya sudah bisa menggunakan berbagai perintah jaringan pada CD Instalasi
seperti ssh, scp, ping, irssi, wget,
links, dll.
Jika jaringan anda sudah berfungsi, maka perintah /sbin/ifconfig akan
menampilkan beberapa intarface jaringan selain lo, seperti eth0:
Daftar Kode 1.1: /sbin/ifconfig untuk konfigurasi jaringan yang sudah siap |
# /sbin/ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:50:BA:8F:61:7A
inet addr:192.168.0.2 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::50:ba8f:617a/10 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:1498792 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1284980 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:1984 txqueuelen:100
RX bytes:485691215 (463.1 Mb) TX bytes:123951388 (118.2 Mb)
Interrupt:11 Base address:0xe800
|
Opsional: Konfigurasi proxy
Jika anda mengakses internet melalui proxy, anda mungkin perlu mengatur proxy
tersebut sewaktu instalasi. Untuk menggunakan proxy, anda dapat dengan mudah
menggunakan variabel yang berisi informasi server proxy tersebut.
Pada kebanyakan kasus, anda hanya perlu mengatur variabel dengan menggunakan
nama server tersebut. Sebagai contoh, kami menganggap proxy anda adalah
proxy.gentoo.org dengan port 8080.
Daftar Kode 1.2: Menentukan server proxy |
# export http_proxy="http://proxy.gentoo.org:8080"
# export ftp_proxy="ftp://proxy.gentoo.org:8080"
# export RSYNC_PROXY="proxy.gentoo.org:8080"
|
Jika proxy anda memerlukan username dan password, anda harus menggunakan
sintaks berikut ketika mengatur variabel proxy:
Daftar Kode 1.3: Menambahkan username/password pada variabel proxy |
http://username:password@proxy.gentoo.org:8080
|
Pengujian koneksi jaringan
Anda mungkin ingin mencoba ping ke server DNS ISP anda (dapat ditemukan di
/etc/resolv.conf) dan salah satu website pilihan anda, untuk
memastikan apakah paket-paket yang dikirimkan sudah dapat mencapai jaringan
(internet) atau belum, penerjemahan nama DNS sudah berfungsi, dll.
Daftar Kode 1.4: Menguji koneksi jaringan |
# ping -c 3 www.gentoo.org
|
Jika anda sudah bisa menggunakan jaringan anda, anda dapat melewati sisa dari
seksi ini dan melanjutkan dengan Mempersiapkan
Disk. Jika tidak, maka lanjutkan.
3.b. Konfigurasi jaringan secara otomatis
Jika koneksi jaringan anda tidak dapat langsung berfungsi, pada beberapa media
instalasi, anda dapat menggunakan net-setup (untuk jaringan biasa atau
wireless), ppoe-setup (untuk pengguna ADSL) atau pptp (untuk
pengguna PPTP - hanya tersedia untuk x86, amd64, alpha, ppc dan ppc64).
Jika media instalasi yang anda gunakan tidak memiliki utilitas-utilitas
tersebut, atau jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan ke Konfigurasi jaringan secara manual.
Default: Menggunakan net-setup
Cara paling mudah untuk menyiapkan koneksi jaringan anda jika belum diatur
secara otomatis adalah dengan menjalankan skrip net-setup:
Daftar Kode 2.1: Menjalankan skrip net-setup |
# net-setup eth0
|
net-setup akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang lingkungan
jaringan anda. Setelah selesai, anda seharusnya akan memiliki koneksi jaringan
yang berfungsi. Tes koneksi jaringan anda seperti dijelaskan di atas. Jika
koneksi jaringan anda telah berfungsi, selamat! Anda sekarang telah siap untuk
menginstal Gentoo. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.
Jika koneksi jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan dengan
Konfigurasi jaringan secara manual.
Alternatif: Menggunakan PPP
Jika anda menggunakan PPPoE untuk melakukan koneksi ke internet, CD Instalasi
(semua versi) telah mempermudah konfigurasi jaringan anda dengan
mengikutsertakan utilitas ppp. Gunakan skrip ppoe-setup yang
tersedia untuk mengkonfigurasi jaringan anda. Anda akan ditanyakan tentang
kartu jaringan yang terhubung ke modem adsl anda, username dan password anda,
IP dari server DNS anda, dan apakah anda memerlukan firewall dasar atau tidak.
Daftar Kode 2.2: Menggunakan ppp |
# ppoe-setup
# ppoe-start
|
Jika masih belum berfungsi, periksa lagi apakah anda sudah username dan
password yang anda cantumkan sudah benar, dengan memeriksa file
/etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets, dan
pastikan bahwa anda menggunakan kartu jaringan yang tepat. Jika kartu jaringan
anda tidak ditemukan, anda harus memuat modulnya anda secara manual. Untuk
mengetahui caranya, anda harus melanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual yang menjelaskan
cara memuat modul untuk kartu jaringan anda.
Jika semua berjalan lancar, lanjutkan dengan
Mempersiapkan Disk.
Alternatif: Menggunakan PPTP
Jika anda memerlukan dukungan PPTP, anda dapat menggunakan utilitas
pptpclient yang disediakan di CD Instalasi. Tetapi, sebelumnya anda
harus memastikan dahulu bahwa konfigurasi anda sudah benar. Edit file
/etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets
agar berisi kombinasi username/password anda yang benar:
Daftar Kode 2.3: Edit file /etc/ppp/chap-secrets |
# nano -w /etc/ppp/chap-secrets
|
Lalu, ubah file /etc/ppp/options.pptp seperlunya:
Daftar Kode 2.4: Edit file /etc/ppp/options.pptp |
# nano -w /etc/ppp/options.pptp
|
Setelah semuanya selesai, jalankan perintah pptp (diikuti dengan
opsi-opsi yang tidak dapat anda tetapkan di options.pptp) untuk
melakukan koneksi ke server:
Daftar Kode 2.5: Koneksi ke server dial-in |
# pptp <server ip>
|
Sekarang, lanjutkan dengan Mempersiapkan
Disk.
3.c. Konfigurasi Jaringan secara Manual
Memuat modul jaringan yang tepat
Sewaktu CD Instalasi boot, seluruh hardware anda akan dikenali dan modul-modul
kernel yang diperlukan untuk mendukung hardware anda akan dimuat. Pada
kebanyakan kasus, proses ini berjalan lancar. Tetapi, pada beberapa kasus lain,
CD Instalasi mungkin gagal memuat modul kernel yang anda perlukan.
Jika net-setup atau ppoe-setup gagal, mungkin kartu jaringan anda
tidak ditemukan secara otomatis. Ini berarti anda harus memuat modul kernel
tersebut secara manual.
Untuk mengetahui modul kernel apa saja yang kami sediakan untuk jaringan,
gunakan perintah berikut:
Daftar Kode 3.1: Memeriksa modul yang tersedia |
# ls /lib/modules/`uname -r`/kernel/drivers/net
|
Jika anda menemukan driver untuk kartu jaringan anda, gunakan perintah
modprobe untuk memuat modul tersebut:
Daftar Kode 3.2: Menggunakan modprobe untuk memuat modul kernel |
# modprobe pcnet32
|
Gunakan ifconfig untuk memeriksa apakah kartu jaringan anda telah
ditemukan. Contoh output jika kartu jaringan telah dikenali adalah sebagai
berikut:
Daftar Kode 3.3: Pemeriksaan kartu jaringan, sukses |
# ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr FE:FD:00:00:00:00
BROADCAST NOARP MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:0 (0.0 b)
|
Tetapi, jika anda mendapatkan error berikut, artinya kartu jaringan anda belum
dikenali:
Daftar Kode 3.4: Pemeriksaan kartu jaringan, gagal |
# ifconfig eth0
eth0: error fetching interface information: Device not found
|
Jika anda memiliki beberapa kartu jaringan di komputer anda, kartu-kartu
tersebut akan dinamai eth0, eth1, dll. Pastikan kartu jaringan
yang ingin anda gunakan berfungsi baik dan jangan lupa menggunakan nama yang
tepat di seluruh dokumen ini. Kami menganggap anda menggunakan eth0.
Anggap anda kartu jaringan anda sudah dikenali, anda sekarang dapat mencoba
lagi net-setup atau adsl-setup (yang harusnya sukses sekarang),
tetapi untuk para hardcore, kami akan menjelaskan cara mengkonfigurasi
jaringan anda secara manual.
Pilih salah satu topik berikut yang sesuai dengan konfigurasi jaringan anda:
Menggunakan DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memungkinkan anda untuk menerima
informasi jaringan (alamat IP, netmask, alamat broadcast, gateway, nameserver,
dll.) secara otomatis. Cara ini hanya dapat berfungsi jika anda memiliki server
DHCP di jaringan anda (atau jika provider anda menyediakan layanan DHCP). Untuk
menggunakan DHCP untuk menerima informasi ini secara otomatis, gunakan
dhcpcd:
Daftar Kode 3.5: Menggunakan dhcpcd |
# dhcpcd eth0
# dhcpcd -HD eth0
|
Jika berhasil (coba ping beberapa server internet, mis. Google), berarti anda sudah siap untuk
melanjutkan. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.
Mempersiapkan akses wireless
Catatan:
Dukungan untuk perintah iwconfig hanya tersedia pada CD Instalasi x86,
amd64 dan ppc. Anda tetap dapat memfungsikan ekstensinya dengan mengikuti
petunjuk dari proyek
linux-wlan-ng.
|
Jika anda menggunakan kartu wireless (802.11), anda mungkin perlu
mengkonfigurasi wireless anda sebelum melanjutkan. Untuk melihat pengaturan
wireless pada kartu anda saat ini, anda dapat menggunakan perintah
iwconfig. Output dari iwconfig mungkin seperti berikut:
Daftar Kode 3.6: Melihat pengaturan wireless saat ini |
# iwconfig eth0
eth0 IEEE 802.11-DS ESSID:"GentooNode"
Mode:Managed Frequency:2.442GHz Access Point: 00:09:5B:11:CC:F2
Bit Rate:11Mb/s Tx-Power=20 dBm Sensitivity=0/65535
Retry limit:16 RTS thr:off Fragment thr:off
Power Management:off
Link Quality:25/10 Signal level:-51 dBm Noise level:-102 dBm
Rx invalid nwid:5901 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0 Tx
excessive retries:237 Invalid misc:350282 Missed beacon:84
|
Catatan:
Beberapa kartu wireless mungkin memiliki nama perangkat wlan0 atau
ra0, bukan eth0. Jalankan iwconfig tanpa parameter apapun
untuk mengetauhi nama perangkat yang digunakan.
|
Untuk kebanyakan pengguna, hanya ada dua pengaturan yang harus diganti, yaitu
ESSID (atau nama jaringan wireless) atau kunci WEP. Jika ESSID dan alamat titik
akses yang ditampilkan adalah titik akses anda dan anda tidak menggunakan WEP,
maka koneksi wireless anda sudah berfungsi. Jika anda perlu mengubah ESSID atau
menambahkan sebuah kunci WEP, anda dapat menjalankan perintah berikut:
Daftar Kode 3.7: Mengubah ESSID dan/atau menambah kunci WEP |
# iwconfig eth0 essid GentooNode
# iwconfig eth0 key 1234123412341234abcd
# iwconfig eth0 key s:password-anda
|
Anda kemudian dapat memastikan pengaturan wireless anda lagi dengan menjalankan
iwconfig. Setelah koneksi wireless anda berfungsi, anda dapat
melanjutkan dengan mengkonfigurasi opsi-opsi jaringan setingkat IP seperti yang
dijelaskan pada bagian selanjutnya (Mengerti
terminologi jaringan) atau menggunakan utilitas net-setup seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya.
Mengerti terminologi jaringan
Catatan:
Jika anda sudah mengetahui apa itu alamat IP, alamat broadcast, netmask dan
nameserver, maka anda dapat melewati seksi ini dan lanjutkan dengan Menggunakan ifconfig dan route.
|
Jika semua cara di atas gagal, anda harus mengkonfigurasi jaringan anda secara
manual. Jangan khawatir, cara ini sama sekali tidak sulit. Bagaimanapun juga,
anda perlu mengerti beberapa terminologi jaringan, karena anda akan
membutuhkannya untuk mengkonfigurasi jaringan anda sesuai dengan kebutuhan
anda. Setelah anda selesai membaca bagian ini, anda akan mengetahui arti dari
gateway, fungsi dari netmask, bagaimana cara menulis alamat
broadcast, dan mengapa anda memerlukan nameserver.
Di dalam jaringan, sebuah komputer dikenal melalui alamat IP (Internet
Protocol)-nya. Alamat tersebut merupakan kombinasi dari empat nomor-nomor
antara 0 dan 255. Begitulah cara kita mengartikannya. Sebenarnya, alamat IP
dibentuk dengan 32 bit (satu dan nol). Mari kita lihat sebuah contoh:
Daftar Kode 3.8: Contoh alamat IP |
IP Address (numbers): 192.168.0.2
IP Address (bits): 11000000 10101000 00000000 00000010
-------- -------- -------- --------
192 168 0 2
|
Sebuah alamat IP dimiliki oleh satu komputer khusus dalam sebuah jaringan
(semua komputer yang dapat anda akses memiliki satu alamat IP khusus). Untuk
membedakan antara komputer dalam sebuah jaringan dan komputer di luar jaringan,
alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian jaringan dan bagian
host.
Pemisahan ini ditulis dengan netmask, yaitu kumpulan angka-angka satu
yang diikuti oleh angka-angka nol. Bagian dari alamat IP yang ditutupi oleh
angka-angka satu merupakan bagian jaringan, sedangkan sisanya merupakan bagian
host. Seperti biasa, netmask dapat ditulis sebagai alamat IP.
Daftar Kode 3.9: Contoh pemisahan jaringan/host |
IP-address: 192 168 0 2
11000000 10101000 00000000 00000010
Netmask: 11111111 11111111 11111111 00000000
255 255 255 0
+--------------------------+--------+
Network Host
|
Dengan kata lain, 192.168.0.14 masih merupakan bagian dari jaringan contoh
kita, tetapi 192.168.1.2 bukan.
Alamat broadcast merupakan alamat IP dengan bagian jaringannya sama
dengan jaringan anda, tetapi hanya angka-angka satu pada bagian host-nya.
Setiap komputer di jaringan memperhatikan alamat IP ini. Alamat ini digunakan
hanya untuk mem-broadcast paket.
Daftar Kode 3.10: Alamat broadcast |
IP-address: 192 168 0 2
11000000 10101000 00000000 00000010
Broadcast: 11000000 10101000 00000000 11111111
192 168 0 255
+--------------------------+--------+
Network Host
|
Untuk dapat menjelajahi internet, anda harus mengetahui komputer mana yang
membagi koneksi internet. Komputer ini dikenal sebagai gateway. Karena
gateway merupakan komputer biasa juga, gateway juga memiliki sebuah alamat IP
(mis. 192.168.0.1).
Sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa setiap komputer memiliki alamat IP
khusus. Untuk mengakses komputer ini dengan namanya (bukan alamat IP), anda
memerlukan sebuah layanan yang menerjemahkan nama (mis. dev.gentoo.org)
ke alamat IP-nya (mis. 64.5.62.82). Layanan tersebut adalah "name
service". Untuk menggunakannya, anda harus menentukan nameserver yang
anda gunakan di file /etc/resolv.conf.
Pada beberapa kasus, gateway anda juga bertindak sebagai nameserver. Jika
tidak, anda perlu mencantumkan nameserver yang disediakan oleh ISP anda.
Sebagai rangkuman, anda memerlukan informasi-informasi berikut sebelum
melanjutkan:
| Informasi Jaringan |
Contoh |
| Alamat IP anda |
192.168.0.2 |
| Netmask |
255.255.255.0 |
| Broadcast |
192.168.0.255 |
| Gateway |
192.168.0.1 |
| Nameserver |
195.130.130.5, 195.130.130.133 |
Menggunakan ifconfig dan route
Untuk menyiapkan jaringan, anda harus menjalankan tiga langkah berikut.
Pertama, kita menetapkan sebuah alamat IP untuk komputer kita dengan perintah
ifconfig. Kemudian, kita atur routing ke gateway dengan perintah
route. Dan terakhir, kita akan mencantumkan alamat IP nameserver di file
/etc/resolv.conf.
Untuk menetapkan sebuah alamat IP, anda memerlukan alamat IP anda, alamat
broadcast dan netmask, lalu jalankan perintah berikut, jangan lupa gantikan
${IP_ADDR} dengan alamat IP anda, ${BROADCAST} dengan alamat
broadcast anda dan ${NETMASK} dengan netmask anda:
Daftar Kode 3.11: Menggunakan ifconfig |
# ifconfig eth0 ${IP_ADDR} broadcast ${BROADCAST} netmask ${NETMASK} up
|
Sekarang, atur routing dengan perintah route. Gantikan ${GATEWAY}
dengan alamat IP gateway anda:
Daftar Kode 3.12: Menggunakan route |
# route add default gw ${GATEWAY}
|
Selanjutnya, buka file /etc/resolv.conf dengan editor kesukaan
anda (pada contoh kita, nano):
Daftar Kode 3.13: Menciptakan /etc/resolv.conf |
# nano -w /etc/resolv.conf
|
Sekarang, isi nameserver-nameserver anda seperti pada contoh berikut. Jangan
lupa untuk mengganti ${NAMESERVER1} dan ${NAMESERVER2} dengan
alamat nameserver yang tepat:
Daftar Kode 3.14: Contoh /etc/resolv.conf |
nameserver ${NAMESERVER1}
nameserver ${NAMESERVER2}
|
Ya, itu saja. Sekarang cobalah jaringan anda dengan melakukan ping ke beberapa
server internet (mis. Google). Jika
berhasil, selamat! Anda sekarang sudah siap untuk menginstal Gentoo. Lanjutkan
ke Mempersiapkan Disk.
4. Mempersiapkan Disk
4.a. Pengenalan Block Device
Block Device
Kita akan melihat lebih dekat lagi pada aspek disk di Gentoo dan Linux secara
umum, termasuk filesystem di Linux, partisi, dan block device.
Kemudian, setelah anda mengenalnya, anda akan mempelajari cara menyiapkan
partisi dan filesystem untuk instalasi Gentoo Linux.
Pertama, kita akan berkenalan dengan block device. Block device yang
paling dikenal di Linux mungkin adalah device IDE pertama, yaitu
/dev/hda. Jika komputer anda menggunakan driver SCSI, maka driver
pertama anda dalah /dev/sda. Drive SATA juga
/dev/sda walaupun tetap merupakan drive IDE. Jika anda menggunakan
libata framework baru di kernel, semua harddisk anda akan diberi label
/dev/sd*.
Block device di atas merepresentasikan antarmuka abstrak ke disk. Aplikasi akan
dapat menggunakannya untuk berinteraksi dengan disk tanpa perlu mengetahui
jenis disk itu sendiri, apakah IDE, SCSI, atau yang lainnya. Aplikasi cukup
mengalamatkan penyimpanannya di disk sebagai blok-blok berukuran 512 byte yang
dapat diakses dengan cara acak.
Partisi
Walaupun secara teori anda dapat menggunakan seluruh disk anda untuk sistem
Linux, hal ini hampir tidak pernah diterapkan. Tetapi, block device disk
dipisah-pisahkan lagi menjadi block device yang lebih kecil, lebih mudah
ditangani. Pada sistem AMD64, block device kecil tersebut
dikenal sebagai partisi.
Partisi dapat dibagi menjadi tiga jenis:
primary, extended, dan logical.
Partisi primary adalah sebuah partisi yang informasinya tersimpan di MBR
(Master Boot Record). Karena MBR sangat kecil (512 byte), hanya empat partisi
primary yang dapat diciptakan (sebagai contoh, /dev/hda1 sampai
/dev/hda4).
Partisi extended adalah partisi primary khusus (artinya partisi extended
adalah salah satu dari empat partisi primary yang mungkin) yang berisi lebih
banyak partisi di dalamnya. Partisi tersebut pada awalnya tidak ada, tetapi
karena empat partisi dianggap sangat sedikit, maka partisi extended diciptakan
untuk menambahkan skema partisi tanpa kehilangan kompatibilitas terhadap skema
yang lama.
Partisi logical adalah partisi di dalam partisi extended. Informasi
partisi tersebut tidak tersimpan di MBR, tetapi didefinisikan di dalam partisi
extended.
Advanced Storage
CD Instalasi AMD64 menyediakan dukungan untuk EVMS dan LVM2.
EVMS dan LVM2 meningkatkan fleksibilitas ketika anda menciptakan partisi.
Selama proses instalasi, kami akan berfokus pada partisi "biasa", tetapi bagus
juga untuk mengetahui bahwa EVMS dan LVM2 juga didukung.
4.b. Merancang Skema Partisi
Skema partisi default
Jika anda tidak tertarik untuk merancang skema partisi anda sendiri, anda dapat
menggunakan skema partisi yang kami gunakan di seluruh buku ini:
| Partisi |
Filesystem |
Besar |
Penjelasan |
| /dev/hda1 |
ext2 |
32M |
Partisi boot |
| /dev/hda2 |
(swap) |
512M |
Partisi swap |
| /dev/hda3 |
ext3 |
Sisa dari disk |
Partisi root |
Jika anda tertarik untuk mengetahui seberapa besar sebuah partisi harusnya,
atau tentang berapa banyak partisi yang anda perlukan, baca terus bagian
selanjutnya. Jika tidak, lanjutkan dengan proses pembuatan partisi, dengan
membaca Menggunakan fdisk untuk mem-partisi disk:
Berapa banyak dan berapa besar?
Jumlah partisi sangat tergantung pada lingkungan anda. Sebagai contoh, jika
anda memiliki banyak pengguna, anda mungkin sekali ingin menciptakan partisi
/home yang terpisah untuk meningkatkan keamanan dan
mempermudah proses backup. Jika anda menginstal Gentoo sebagai server mail,
partisi /var anda sebaiknya dipisahkan karena surat-surat anda
disimpan di partisi /var. Pilihan filesystem yang tepat juga dapat
meningkatkan performa. Server-server game sebaiknya memiliki
partisi /opt yang terpisah karena kebanyakan server game diinstal
di partisi tersebut. Alasan utamanya juga sama dengan partisi
/home: keamanan dan backup. Anda pasti ingin menjaga
/usr agar tetap luas: bukan hanya karena partisi ini menampung
hampir semua aplikasi, tetapi pohon Portage saja memerlukan ruang sebesar 500MB,
belum termasuk berbagai macam source code yang disimpan di dalamnya.
Seperti yang anda lihat, jumlah partisi sangat tergantung pada tujuan
anda. Partisi-partisi yang terpisah memiliki beberapa keuntungan:
-
Anda dapat memilih filesystem yang paling tepat untuk setiap partisi
-
Seluruh sistem anda tidak akan kehabisan ruang kosong jika sebuah aplikasi
secara terus-menerus menulis file-file ke sebuah partisi.
-
Waktu untuk memeriksa filesystem lebih cepat, karena beberapa pemeriksaan
dapat dijalankan secara bersamaan (walaupun keuntungan ini lebih dirasakan
oleh multi-disk daripada multi-partisi)
-
Keamanan dapat ditingkatkan dengan me-mount beberapa partisi secara
read-only nosuid (setuid bit diabaikan), noexec (executable bit
diabaikan), dll.
Walaupun begitu, multi-partisi memiliki satu kelemahan utama: jika tidak
dikonfigurasi dengan benar, anda akan mendapatkan sistem yang memiliki banyak
ruang kosong di satu partisi dan kekurangan ruang di partisi yang lain. Untuk
sistem SCSI dan SATA, terdapat batas partisi sebanyak 15.
Berikut ini adalah contoh tabel partisi disk 20 GB, yang digunakan pada laptop
(berisi webserver, mailserver, gnome, ...):
Daftar Kode 2.1: Contoh Penggunaan Filesystem |
$ df -h
Filesystem Type Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda5 ext3 509M 132M 351M 28% /
/dev/hda2 ext3 5.0G 3.0G 1.8G 63% /home
/dev/hda7 ext3 7.9G 6.2G 1.3G 83% /usr
/dev/hda8 ext3 1011M 483M 477M 51% /opt
/dev/hda9 ext3 2.0G 607M 1.3G 32% /var
/dev/hda1 ext2 51M 17M 31M 36% /boot
/dev/hda6 swap 516M 12M 504M 2% <not mounted>
|
Partisi /usr hampir penuh (terpakai 83%) pada contoh di atas,
tetapi setelah seluruh software terinstal, partisi /usr tidak
akan berkembang banyak lagi. Untuk partisi /var, Kelihatannya
ruang yang dialokasikan terlalu banyak, ingatlah bahwa Portage secara default
menggunakan partisi ini untuk mengkompliasi semua program. Jika anda ingin
menjaga /var agar tetap memiliki ukuran yang cukup, misalnya
1GB, anda perlu mengganti variabel PORTAGE_TMPDIR di
/etc/make.conf agar menunjuk ke sebuah pertisi yang memiliki ruang
kosong yang cukup untuk mengkompilasi paket-paket besar seperti OpenOffice.
4.c. Menggunakan fdisk untuk mem-partisi disk
Bagian berikut ini menjelaskan cara menciptakan tabel partisi seperti yang
dijabarkan sebelumnya, yaitu:
| Partisi |
Penjelasan |
| /dev/hda1 |
Partisi boot |
| /dev/hda2 |
Partisi swap |
| /dev/hda3 |
Partisi root |
Gantilah tabel partisi anda sesuai kebutuhan anda.
Menampilkan tabel partisi saat ini
fdisk merupakan utilitas yang populer dan bagus untuk membagi disk
menjadi beberapa partisi. Jalankan fdisk pada disk anda (pada contoh
ini, kita menggunakan /dev/hda):
Daftar Kode 3.1: Menjalankan fdisk |
# fdisk /dev/hda
|
Setelah anda berada di dalam fdisk, anda akan mendapatkan prompt seperti
berikut:
Daftar Kode 3.2: prompt fdisk |
Command (m for help):
|
Ketik p untuk menampilkan tabel partisi disk anda saat ini:
Daftar Kode 3.3: Contoh tabel partisi |
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 240 heads, 63 sectors, 2184 cylinders
Units = cylinders of 15120 * 512 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 1 14 105808+ 83 Linux
/dev/hda2 15 49 264600 82 Linux swap
/dev/hda3 50 70 158760 83 Linux
/dev/hda4 71 2184 15981840 5 Extended
/dev/hda5 71 209 1050808+ 83 Linux
/dev/hda6 210 348 1050808+ 83 Linux
/dev/hda7 349 626 2101648+ 83 Linux
/dev/hda8 627 904 2101648+ 83 Linux
/dev/hda9 905 2184 9676768+ 83 Linux
Command (m for help):
|
Disk tersebut berisi tujuh partisi Linux (setiap partisi dengan System
tertulis sebagai "Linux") dan juga sebuah partisi swap (tertulis sebagai
"Linux swap").
Menghapus semua partisi
Pertama, kita akan menghapus semua partisi yang sudah ada. Ketik d
untuk menghapus partisi. Sebagai contoh, untuk menghapus partisi
/dev/hda1:
Daftar Kode 3.4: Menghapus partisi |
Command (m for help): d
Partition number (1-4): 1
|
Partisi tersebut telah dijadwalkan untuk dihapus dan tidak akan lagi
ditampilkan ketika anda mengetik p, tetapi tidak juga akan dihapus
sebelum anda menyimpan perubahan anda. Jika anda melakukan kesalahan dan
ingin membatalkan tanpa menyimpan perubahan, segera ketik q dan tekan
Enter, partisi anda tidak akan dihapus.
Sekarang, anggap anda benar-benar ingin menghapus seluruh partisi anda,
ketikkan p untuk menampilkan tabel partisi lalu diikuti dengan d
dan nomor partisi untuk menghapusnya. Pada akhirnya, anda akan mendapatkan
tabel partisi kosong:
Daftar Kode 3.5: Tabel partisi kosong |
Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
Command (m for help):
|
Setelah tabel partisi di memori telah kosong, anda sudah siap untuk menciptakan
partisi. Kita akan menggunakan skema partisi default seperti yang dijabarkan
sebelumnya. Tentu saja, jangan ikuti instruksi ini tanpa penyesuaian jika anda
tidak ingin menggunakan skema partisi yang sama!
Menciptakan partisi boot
Pertama-tama, kita akan menciptakan sebuah boot kecil. Ketik n untuk
menciptakan sebuah partisi, lalu p untuk memilih partisi primary,
diikuti dengan 1 untuk memilih partisi primary pertama. Jika anda
ditanyakan tentang silinder pertama, tekan Enter. Ketika ditanyakan tentang
silinder terakhir, ketik +32M untuk menciptakan partisi sebesar 32MB:
Daftar Kode 3.6: Menciptakan partisi boot |
Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 1
First cylinder (1-3876, default 1):
Using default value 1
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (1-3876, default 3876): +32M
|
Sekarang, jika anda menekan p, anda akan melihat tabel partisi seperti
berikut:
Daftar Kode 3.7: Partisi boot baru |
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 1 14 105808+ 83 Linux
|
Kita perlu menjadikan partisi tersebut bootable. Ketik a untuk
mengaktifkan flag bootable pada partisi ini dan pilih 1. Jika anda
menekan p lagi, anda akan melihat tanda * di kolom "Boot".
Menciptakan partisi swap
Sekarang mari kita ciptakan partisi swap. Untuk melakukannya, ketik n
untuk menciptakan partisi baru, lalu p untuk membuat partisi primary.
Kemudian, ketik 2 untuk menciptakan partisi primary kedua, yaitu
/dev/hda2. Jika anda ditanyakan tentang silinder pertama, tekan
Enter. Ketika ditanyakan tentang silinder terakhir, ketik +512M untuk
menciptakan partisi sebesar 512MB. Selanjutnya, ketik t untuk mengatur
tipe partisi, 2 untuk memilih partisi yang baru anda ciptakan, lalu
ketikkan 82 untuk menggunakan tipe partisi "Linux Swap". Setelah anda
menyelesaikan langkah-langkah di atas, anda akan melihat tabel partisi seperti
ini ketika anda menekan p:
Daftar Kode 3.8: Tabel partisi setelah partisi swap diciptakan |
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 14 105808+ 83 Linux
/dev/hda2 15 81 506520 82 Linux swap
|
Menciptakan partisi root
Terakhir, mari kita ciptakan partisi root. Ketik n untuk menciptakan
sebuah partisi baru, lalu p untuk membuat primary. Kemudian, ketik
3 untuk menciptakan partisi primary ketiga, yaitu /dev/hda3.
Jika anda ditanyakan tentang silinder pertama, tekan Enter. Ketika ditanyakan
tentang silinder terakhir, tekan Enter untuk menciptakan partisi sebesar sisa
disk anda. Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, anda akan melihat
tabel partisi seperti di bawah ini ketika anda menekan p:
Daftar Kode 3.9: Tabel partisi setelah partisi root diciptakan |
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 14 105808+ 83 Linux
/dev/hda2 15 81 506520 82 Linux swap
/dev/hda3 82 3876 28690200 83 Linux
|
Menyimpan tabel partisi
Untuk menyimpan tabel partisi dan keluar dari fdisk, ketik w.
Daftar Kode 3.10: Menyimpan tabel dan keluar dari fdisk |
Command (m for help): w
|
Sekarang setelah partisi-partisi anda siap, anda dapat melanjutkan ke
Menciptakan Filesystem.
4.d. Menciptakan Filesystem
Pendahuluan
Setelah semua partisi anda diciptakan, sekarang saatnya untuk menempatkan
filesystem pada partisi tersebut. Jika anda tidak tahu harus memilih tipe
filesystem apa yang harus anda gunakan dan puas dengan apa yang kami gunakan
di buku ini, lanjutkan ke Menciptakan
filesystem di partisi. Jika tidak, baca terus untuk mengetahui filesystem
apa saja yang tersedia...
Filesystem
Ada beberapa filesystem yang tersedia. Sebagian di antaranya dianggap stabil di
arsitektur amd64 dan sebagian lainnya masih dalam tahap percobaan. Beberapa
filesystem berikut ini telah dianggap stabil: ext2, ext3 dan XFS. JFS dan
ReiserFS mungkin sudah bisa digunakan, tetapi masih harus diuji. Jika anda
senang melakukan pengujian, anda boleh mencoba filesytem lain.
ext2 adalah filesystem asli Linux yang telah terpercaya, tetapi belum
memiliki metadata journaling, yang artinya, pemeriksaan filesystem ext2
pada saat boot bisa memakan waktu yang cukup lama. Sekarang sudah tersedia
banyak filesystem baru dengan dukungan jurnal yang tidak memakan waktu lama
pada saat pemeriksaan. Filesystem seperti ini biasanya lebih dipilih ketimbang
filesystem lain yang belum memiliki dukungan jurnal. Filesystem dengan dukungan
jurnal dapat mencegah waktu tunda yang cukup lama ketika pemeriksaan
berlangsung pada saat boot.
ext3 adalah filesystem ext2 dengan dukungan jurnal, menyediakan
metadata journaling agar dapat melakukan perbaikan dengan cepat, juga
memiliki keutamaan lainnya seperti full data dan ordered data
journaling. Filesystem ini menggunakan HTree index yang dapat
memberikan performa tinggi pada hampir semua keadaan. Pendek kata, ext3 adalah
filesystem yang sangat bagus dan dapat diandalkan. Ext3 dianjurkan untuk
digunakan pada semua platform untuk semua kebutuhan.
JFS adalah filesystem dari IBM yang memiliki dukungan jurnal. JFS adalah
filesystem yang ringan, kencang dan stabil, berbasis B+tree, memiliki performa
tinggi pada berbagai keadaan.
ReiserFS adalah filesystem berbasis B+tree-based dan secara umum
memiliki performa yang cukup bagus, terutama ketika menangani file-file
berukuran kecil (dengan menggunakan putaran CPU yang cukup banyak).
Kelihatannya ReiserFS sudah tidak mendapatkan penanganan dan perbaikan yang
cukup jika dibandingkan dengan filesystem lain.
XFS adalah filesystem dengan dukungan metadata journaling dan
memiliki sejumlah fitur yang sangat bagus dan teroptimasi untuk skalabilitas.
XFS kurang bertoleransi dengan hardware yang bermasalah.
Menciptakan filesystem di partisi
Untuk menciptakan filesystem di sebuah partisi, anda dapat menggunakan
beberapa utilitas yang tersedia untuk setiap filesystem:
| Filesystem |
Perintah |
| ext2 |
mke2fs |
| ext3 |
mke2fs |
| reiserfs |
mkreiserfs |
| xfs |
mkfs.xfs |
| jfs |
mkfs.jfs |
Sebagai contoh, untuk menciptakan filesystem ext2 di partisi boot
(/dev/hda1 di contoh kita) dan ext3 di partisi root
(/dev/hda3 di contoh kita), anda perlu menjalankan:
Daftar Kode 4.1: Menciptakan filesystem di partisi |
# mke2fs /dev/hda1
# mke2fs -j /dev/hda3
|
Sekarang ciptakan filesystem untuk setiap partisi anda.
Aktivasi partisi swap
mkswap adalah perintah untuk menciptakan partisi swap:
Daftar Kode 4.2: Menciptakan partisi swap |
# mkswap /dev/hda2
|
Untuk mengaktifkan partisi swap, gunakan swapon:
Daftar Kode 4.3: Aktivasi partisi swap |
# swapon /dev/hda2
|
Ciptakan dan aktifkan swap seperti contoh di atas.
4.e. Mount
Setelah semua partisi anda memiliki filesystem-nya masing-masing, sekarang
saatnya untuk me-mount partisi-partisi tersebut. Gunakan perintah mount.
Jangan lupa ciptakan dahulu semua direktori mount yang diperlukan untuk setiap
partisi anda. Sebagai contoh, kita akan me-mount partisi root dan boot:
Daftar Kode 5.1: Mount partisi |
# mount /dev/hda3 /mnt/gentoo
# mkdir /mnt/gentoo/boot
# mount /dev/hda1 /mnt/gentoo/boot
|
Catatan:
Jika anda ingin agar /tmp anda diletakkan di partisi terpisah,
jangan lupa mengubah perizinannya setelah proses mount: chmod 1777
/mnt/gentoo/tmp. Hal ini juga berlaku untuk /var/tmp.
|
Kita juga perlu me-mount filesystem proc (penghubung kernel virtual) di
/proc. Tetapi, pertama kita perlu menyalin file-file kita di
partisi.
Lanjutkan ke Instalasi File-file
Instalasi Gentoo.
5. Instalasi File Instalasi Gentoo
5.a. Instalasi Stage
Pengaturan tanggal/jam
Sebelum melanjutkan, anda perlu memeriksa tanggal/waktu sistem anda dan
memperbaruinya. Jam yang tidak diatur dengan benar dapat menyebabkan hasil
yang aneh nantinya!
Untuk mengetahui tanggal/waktu sistem saat ini, jalankan date:
Daftar Kode 1.1: Memeriksa tanggal/waktu |
# date
Fri Mar 29 16:21:18 UTC 2005
|
Jika tanggal/waktu yang ditampilkan salah, perbaruilah dengan perintah
date MMDDhhmmYYYY (Month/bulan, Day/hari, hour/jam,
minute/menit, dan Year/tahun). Untuk saat ini anda harus
menggunakan waktu UTC. Anda dapat menentukan zona waktu anda nanti. Misalnya,
untuk mengatur tanggal menjadi 29 Maret, 16:21 di tahun 2005:
Daftar Kode 1.2: Pengaturan tanggal/waktu UTC |
# date 032916212005
|
Menentukan pilihan
Langkah selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah menginstal tarbal
stage3 ke sistem anda. Anda memiliki pilihan untuk mendownload tarbal
yang diperlukan dari internet atau, jika anda boot dari salah satu CD
atau LiveDVD Instalasi Universal Gentoo, salin stage tersebut dari CD. Jika
anda memiliki CD Universal dan stage yang anda inginkan tersedia di CD,
mendownloadnya lagi dari internet hanya menyia-nyiakan waktu dan
bandwidth karena file stage tersebut biasanya sama. Perintah uname
-m dapat digunakan untuk membantu anda memutuskan stage mana yang harus
didownload.
CD Minimal dan LiveCD tidak berisi stage3, namun LiveDVD memilikinya.
5.b. Default: Menggunakan Stage dari Internet
Download tarbal stage
Masuklah ke titik mount Gentoo tempat anda me-mount filesystem anda
(kemungkinan besar /mnt/gentoo):
Daftar Kode 2.1: Masuk ke titik mount Gentoo |
# cd /mnt/gentoo
|
Tergantung pada media instalasi anda, tersedia beberapa utilitas untuk
mendownload stage. Jika program links tersedia, maka anda dapat langsung
membuka daftar mirror Gentoo dan memilih
mirror yang dekat dengan anda.
Jika links tidak tersedia, anda seharusnya memiliki lynx. Jika
anda harus melewati proxy, export-lah variabel http_proxy dan
ftp_proxy:
Daftar Kode 2.2: Pengaturan informasi proxy untuk lynx |
# export http_proxy="http://proxy.server.com:port"
# export ftp_proxy="http://proxy.server.com:port"
|
Sekarang kami anggap anda sudah memiliki links.
Masuk ke direktori releases/amd64/2008.0_beta1/. Di sana,
anda seharusnya akan melihat semua file stage yang tersedia untuk arsitektur
anda (mungkin disimpan di dalam subdirektori tiap sub arsitektur). Pilih satu
lalu tekan D untuk mendownloadnya. Setelah selesai, tekan Q
untuk keluar dari browser.
Daftar Kode 2.3: Membuka daftar mirror dengan links |
# links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
# links -http-proxy proxy.server.com:8080 http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
|
Pastikan anda mendownload tarbal stage3 - instalasi dengan tarbal stage1
atau stage2 sudah tidak lagi didukung.
Jika anda ingin memeriksa keadaan tarbal stage yang anda download, gunakan
program md5sum dan bandingkan hasilnya dengan checksum MD5 yang
disediakan di mirror.
Daftar Kode 2.4: Pemeriksaan keadaan tarbal stage |
# md5sum -c stage3-amd64-2008.0_beta1.tar.bz2.DIGESTS
stage3-amd64-2008.0_beta1.tar.bz2: OK
|
Ekstrak tarbal stage
Sekarang ekstrak stage yang telah anda download ke sistem anda. Kita akan
menggunakan tar, karena cara ini paling mudah:
Daftar Kode 2.5: Ekstrak stage |
# tar xvjpf stage3-*.tar.bz2
|
Pastikan anda menggunakan opsi-opsi yang sama (xvjpf). Opsi x
merupakan singkatan dari Extract, opsi v adalah verbose
untuk melihat apa saja yang sedang terjadi ketika proses ekstrak berlangsung
(opsional), opsi j adalah Decompress with bz2, opsi p
adalah Preserve permissions dan opsi f artinya ekstrak sebuah
file, bukan standard input.
Catatan:
CD Instalasi dan imej boot untuk beberapa arsitektur (mis. MIPS) bergantung
pada tar yang dikompilasi di BusyBox yang untuk saat ini belum mendukung
opsi v. Untuk itu gunakan opsi xjpf.
|
Setelah stage terinstal, lanjutkan ke Instalasi Portage.
5.c. Instalasi Portage
Instalasi snapshot portage
Sekarang anda harus menginstal snapshot portage, yaitu kumpulan file yang
menginformasikan Portage tentang software apa saja yang dapat anda instal,
profil apa saja yang tersedia, dll.
Download dan instalasi snapshot portage
Masuklah ke titik mount tempat anda me-mount filesystem anda. (biasanya di
/mnt/gentoo):
Daftar Kode 3.1: Masuk ke titik mount Gentoo |
# cd /mnt/gentoo
|
Jalankan links (atau lynx) kemudian masuk ke daftar mirror Gentoo. Pilih mirror yang dekat
dengan lokasi anda kemudian masuk ke direktori snapshots/. Dari
sana, downloadlah snapshot Portage terbaru
(portage-latest.tar.bz2) dengan memilih, kemudian menekan
D.
Daftar Kode 3.2: Membuka daftar mirror Gentoo |
# links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
|
Sekarang keluar dari browser dengan menekan Q. Anda telah memiliki
snapshot Portage di /mnt/gentoo.
Jika anda ingin memeriksa integritas snapshot yang baru di-download, gunakan
md5sum kemudian bandingkan output-nya dengan MD5 checksum yang tersedia
di mirror.
Daftar Kode 3.3: Memeriksa integritas snapshot portage |
# md5sum -c portage-latest.tar.bz2.md5sum
portage-latest.tar.bz2: OK
|
Pada langkah selanjutnya, kita akan mengekstrak snapshot portage ke system
anda. Pastikan anda menggunakan perintah yang sama; opsi terakhir merupakan
huruf kapital C, bukan c.
Daftar Kode 3.4: Ekstrak snapshot portage |
# tar xvjf /mnt/gentoo/portage-latest.tar.bz2 -C /mnt/gentoo/usr
|
5.d. Konfigurasi Opsi Kompilasi
Pendahuluan
Untuk mengoptimasi Gentoo, anda dapat mengatur beberapa variabel yang
mengendalikan tingkah laku Portage. Variabel-variabel tersebut dapat ditetapkan
sebagai variabel lingkungan (dengan perintah export) tetapi tidak
permanen. Untuk menyimpan pengaturan anda, Portage menyediakan file
/etc/make.conf, yaitu file konfigurasi Portage. File inilah yang
akan kita edit sekarang.
Catatan:
Daftar variabel-variabel lengkap yang diberikan komentar bisa anda baca di
/mnt/gentoo/etc/make.conf.example. Agar proses instalasi Gentoo
anda sukses, anda hanya perlu mengatur variabel-variabel yang dijelaskan di
bawah ini.
|
Jalankan editor favorit anda (pada dokumen ini, kami menggunakan nano)
agar anda dapat mengubah variabel-variabel optimasi yang akan kami jelaskan.
Daftar Kode 4.1: Membuka /etc/make.conf |
# nano -w /mnt/gentoo/etc/make.conf
|
Seperti yang anda lihat, file make.conf.example diurutkan dengan
cara yang umum: baris-baris yang merupakan komentar dimulai dengan tanda "#",
baris-baris lain menentukan variabel dengan sintaks VARIABLE="content".
File make.conf menggunakan sintaks yang sama. Sebagian dari
variabel tersebut akan kita diskusikan nanti.
CHOST
Variabel CHOST menentukan untuk arsitektur apa gcc harus
mengkompilasi program. Variabel ini seharusnya sudah diisi dengan nilai yang
benar. Jangan diubah karena bisa merusak sistem anda. Jika
menurut anda variabel CHOST tidak benar, anda mungkin menggunakan
tarbal stage3 yang salah.
CFLAGS dan CXXFLAGS
Variabel CFLAGS dan CXXFLAGS menentukan flag-flag optimasi
untuk compiler C dan C++ gcc. Walaupun kita menetapkan variabel
tersebut secara umum di sini, anda hanya akan mendapatkan performa maksimal
jika anda mengoptimasi flag-flag ini untuk setiap program secara terpisah.
Alasannya adalah, karena setiap program berbeda.
di file make.conf, anda sebaiknya menentukan flag-flag optimasi
yang anda rasa akan membuat sistem anda lebih responsif secara umum.
Jangan gunakan nilai-nilai percobaan pada variabel ini; optimasi yang terlalu
tinggi dapat membuat program bertingkah laku aneh (crash, atau bahkan,
tidak dapat berfungsi sama sekali).
Kami tidak akan menjelaskan semua opsi optimasi. Jika anda ingin mengetahui
opsi-opsi tersebut, bacalah Manual
Online GNU atau halaman info gcc (info gcc -- hanya dapat
dijalankan pada sistem Linux). File make.conf.example sendiri
berisi banyak contoh dan informasi; jangan lupa untuk membaca file ini juga.
Pengaturan pertama adalah flag -march= atau -mtune=yang
menentukan nama arsitektur target. Opsi-opsi yang dapat anda gunakan bisa anda
ketahui dari penjelasan di dalam file make.conf.example(sebagai
komentar).
Pengaturan kedua adalah flag -O (O adalah huruf besar O, bukan nol),
yang menentukan tingkatan optimasi gcc. Tingktan yang tersedia adalah
s (optimasi size/ukuran), 0 (nol - tidak dioptimasi), 1,
2 atau 3 untuk optimasi kecepatan (setiap tingkatan memiliki flag
yang sama dengan tingkatan sebelumnya, dengan beberapa tambahan). -O2
adalah pengaturan default yang dianjurkan.
Flag-flag optimasi populer lainnya adalah -pipe (gunakan pipe
daripada file-file sementara untuk berkomunikasi antara berbagai stage pada
saat kompilasi).
Kami ingatkan anda bahwa penggunaan -fomit-frame-pointer (tidak
menyimpan pointer frame di register untuk fungsi-fungsi yang tidak
memerlukannya) kemungkinan bisa berakibat serius ketika melakukan
debug pada beberapa aplikasi!
Ketika anda menetapkan variabel CFLAGS dan CXXFLAGS, anda
sebaiknya mengkombinasikan beberapa flag-flag optimasi. Nilai default dari
stage3 sudah cukup bagus. Berikut ini hanyalah contoh:
Daftar Kode 4.2: Menentukan variabel CFLAGS dan CXXFLAGS |
CFLAGS="-march=k8 -O2 -pipe"
CXXFLAGS="${CFLAGS}"
|
MAKEOPTS
Pada variabel MAKEOPTS, anda dapat menentukan berapa banyak kompilasi
paralel yang akan dijalankan ketika anda menginstal sebuah paket. Pilihan yang
bagus adalah jumlah CPU di sistem anda tambah satu, tetapi aturan ini tidaklah
selalu sempurna.
Daftar Kode 4.3: MAKEOPTS untuk sistem 1 CPU umum |
MAKEOPTS="-j2"
|
Siap, Mulai!
Edit file /mnt/gentoo/etc/make.conf sesuai dengan kebutuhan
anda lalu simpan (pengguna nano harus menekan Ctrl-X). Anda
sekarang dapat melanjutkan ke Instalasi Sistem Dasar Gentoo.
6. Instalasi Sistem Dasar Gentoo
6.a. Chroot
Opsional: Memilih Mirror
Untuk mendownload source code dengan cepat, anda dianjurkan untuk memilih
sebuah mirror yang kencang. Portage akan memeriksa variable
GENTOO_MIRRORS di /etc/make.conf dan menggunakan mirror
yang tercantum. Anda bisa melihat daftar
mirror kami dan mencari satu mirror (atau lebih) yang dekat dengan anda
(karena biasanya inilah yang paling kencang), tetapi kami juga menyediakan
sebuah utilitas mirrorselect yang menyediakan antarmuka yang bagus bagi
anda untuk memilih mirror yang anda inginkan.
Daftar Kode 1.1: Menggunakan mirrorselect untuk variabel GENTOO_MIRRORS |
# mirrorselect -i -o >> /mnt/gentoo/etc/
|
Peringatan:
Jangan memilih mirror IPv6 apapun. Stage kami untuk saat ini belum mendukung
IPv6.
|
Pengaturan penting kedua adalah SYNC di make.conf. Variabel ini
berisi server rsync yang ingin anda gunakan ketika memperbarui pohon Portage
anda (kumpulan ebuild, skrip yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan
oleh Portage untuk mendownload dan menginstal software). Walaupun anda boleh
menentukan server SYNC secara manual, mirrorselect dapat memudahkannya
untuk anda:
Daftar Kode 1.2: Memilih mirror rsync dengan mirrorselect |
# mirrorselect -i -r -o >> /mnt/gentoo/etc/make.conf
|
Setelah menjalankan mirrorselect, sebaiknya anda memeriksa kembali
semua pengaturan di /mnt/gentoo/etc/make.conf.
Informasi DNS
Satu hal yang masih harus dilakukan sebelum kita memasuki lingkungan baru
adalah menyalin informasi DNS di file /etc/resolv.conf. Anda harus
melakukan langkah ini untuk memastikan koneksi jaringan anda tetap berfungsi
setelah memasuki lingkungan baru. File /etc/resolv.conf berisi
nameserver untuk jaringan anda.
Daftar Kode 1.3: Menyalin informasi DNS |
# cp -L /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/etc/resolv.conf
|
Mount filesystem /proc dan /dev
Mount filesystem /proc ke /mnt/gentoo/proc agar
proses instalasi dapat menggunakan informasi dari kernel walaupun berada di
lingkungan chroot, kemudian mount-bind filesystem /dev.
Daftar Kode 1.4: Mount /proc dan /dev |
# mount -t proc none /mnt/gentoo/proc
# mount -o bind /dev /mnt/gentoo/dev
|
Memasuki lingkungan baru
Setelah semua partisi diciptakan dan lingkungan dasar terinstal, sekarang
saatnya untuk memasuki lingkungan instalasi baru kita dengan melakukan
chroot ke dalamnya. Artinya, kita berpindah tempat dari lingkungan
instalasi kita saat ini (CD Instalasi atau media instalasi lain) ke sistem
instalasi anda (yaitu partisi-partisi yang baru diciptakan).
Proses chroot ini dilakukan dengan tiga langkah. Pertama, kita akan memindahkan
root dari / (di media instalasi) ke /mnt/gentoo (di
partisi anda) dengab perintah chroot. Kemudian, kita akan menciptakan
sebuah lingkungan baru dengan perintah env-update, yang akan menciptakan
variabel-variabel lingkungan. Terakhir, kita akan memuat variabel-variabel
tersebut dengan perintah source.
Daftar Kode 1.5: Melakukan chroot ke lingkungan baru |
# chroot /mnt/gentoo /bin/bash
# env-update
>> Regenerating /etc/ld.so.cache...
# source /etc/profile
# export PS1="(chroot) $PS1"
|
Selamat! Sekarang anda sudah berada di lingkungan Gentoo Linux baru anda. Tentu
saja, ini masih jauh dari selesai, karena proses instalasi masih memiliki
beberapa bagian lagi :-)
6.b. Konfigurasi Portage
Memperbarui pohon Portage
Sekarang anda harus memperbarui pohon Portage anda ke versi yang paling baru.
emerge --sync dapat melakukannya untuk anda.
Daftar Kode 2.1: Memperbarui pohon portage |
# emerge --sync
# emerge --sync --quiet
|
Jika anda menggunakan firewall yang menghalangi jalur rsync, anda dapat
menggunakan emerge-webrsync yang akan mendownload dan menginstal
snapshot portage untuk anda.
Jika anda mendapatkan pesan bahwa versi Portage yang lebih baru telah tersedia
dan anda sebaiknya memperbarui portage, anda harus melakukannya sekarang
juga dengan perintah emerge --oneshot portage.
Memilih profil yang sesuai
Pertama, penjelasan singkat tentang profil.
Profil adalah sebuah blok bangunan untuk sitem Gentoo. Profil tidak hanya
menentukan nilai-nilai default untuk CHOST, CFLAGS dan variabel penting
lainnya, tetapi juga mengunci sistem pada versi-versi paket dalam tingkatan
tertentu.
Sebelumnya, profil jarang sekali disentuh oleh pengguna. Namun begiru, ada
beberapa situasi ketika anda dapat memutuskan apakah penggantian profil memang
diperlukan.
Anda dapat mengetahui profil yang sedang anda gunakan sekarang dengan perintah
berikut:
Daftar Kode 2.2: Memeriksa profil sistem |
# ls -FGg /etc/make.profile
lrwxrwxrwx 1 48 Apr 8 18:51 /etc/make.profile -> ../usr/portage/profiles/default-linux/amd64/2008.0
|
Profil default menyediakan sistem berbasis kernel 2.6. Inilah profil default
yang dianjurkan, namun anda juga memiliki opsi untuk memilih profil yang lain.
Tersedia juga subprofil desktop dan server untuk sebagian
arsitektur. Lihatlah isi profil 2008.0 untuk mengetahui apakah
subprofil untuk arsitektur anda tersedia. Anda juga mungkin ingin melihat file
make.defaults dari subprofil desktop untuk mengetahui
apakah isinya sesuai dengan kebutuhan anda.
Setelah melihat semua profil yang tersedia untuk arsitektur anda, anda boleh
mengganti profil jika ingin:
Daftar Kode 2.3: Mengganti profil |
# ln -snf /usr/portage/profiles/<nama profile> /etc/make.profile
|
Jika anda ingin menggunakan sistem 64-bit murni tanpa aplikasi atau pustaka
32-bit, anda harus menggunakan profil non-multilib:
Daftar Kode 2.4: Berpindah ke profil non-multilib |
# ln -snf /usr/portage/profiles/default-linux/amd64/2008.0/no-multilib
# /etc/make.profile
|
Konfigurasi variabel USE
USE merupakan salah satu variabel paling mengagumkan yang disediakan
oleh Gentoo untuk para penggunanya. Sejumlah program dapat dikompilasi dengan
atau tanpa dukungan tambahan terhadap beberapa hal. Sebagai contoh, beberapa
program dapat dikompilasi dengan dukungan gtk, atau dengan dukungan
qt. Program-program lainnya dapat dikompilasi dengan atau tanpa dukungan
SSL. Beberapa program bahkan dapat dikompilasi dengan dukungan framebuffer
(svgalib) sebagai ganti X11 (X-server).
Kebanyakan distro Linux mengkompilasi paket-paketnya dengan dukungan sebanyak
mungkin, yang akhirnya memperbesar ukuran program dan memperpanjang waktu yang
diperlukan untuk menjalankan program tersebut, dan banyaknya dependensi yang
diperlukan. Dengan Gentoo, anda dapat menentukan opsi apa saja yang harus
dikompilasi pada sebuah paket. Di sinilah variabel USE berperan penting.
Dengan variabel USE, anda dapat menentukan kata kunci yang tertuju pada
opsi kompilasi. Sebagai contoh, ssl akan mengkompilasi dukungan ssl
untuk program yang mendukungnya. -X akan menonaktifkan dukungan server X
(perhatikan tanda minus di depannya). gnome gtk -kde -qt3 -qt4 akan
mengkompilasi program-program anda dengan dukungan gnome (dan gtk), tanpa
dukungan kde (dan qt), sehingga sistem anda akan lebih ramping untuk GNOME.
Pengaturan default USE disimpan di file
/etc/make.profile/make.defaults. Pengaturan yang anda tetapkan di
file /etc/make.conf akan dikalkulasikan dengan pengaturan default.
Jika anda menambahkan sebuah kata kunci pada pengaturan USE, kata kunci
tersebut akan ditambahkan pada daftar default. Sebaliknya, jika anda menghapus
sebuah kata kunci dari pengaturan USE (dengan menambahkan tanda minus di
depannya), kata kunci tersebut akan dihapus dari daftar default (tentu saja,
jika sebelumnya kata kunci tersebut berada di dalam daftar default). Jangan
pernah mengubah sesuatu di dalam direktori /etc/make.profile;
isi direktori tersebut akan ditimpa setiap kali anda memperbarui pohon Portage!
Penjelasan lengkap tentang variabel USE bisa anda dapatkan pada bagian
kedua dari Buku Pegangan Gentoo, Flag USE.
Penjelasan lengkap tentang flag-flag USE yang tersedia bisa anda dapatkan di
sistem anda pada file /usr/portage/profiles/use.desc.
Daftar Kode 2.5: Melihat flag USE yang tersedia |
# less /usr/portage/profiles/use.desc
|
Sebagai contoh, kita akan melihat pengaturan USE untuk sistem berbasis
KDE dengan dukungan DVD, ALSA dan CD-Recording:
Daftar Kode 2.6: Membuka file /etc/make.conf |
# nano -w /etc/make.conf
|
Daftar Kode 2.7: Pengaturan USE |
USE="-gtk -gnome qt3 qt4 kde dvd alsa cdr"
|
Opsional: Locales glibc
Anda mungkin hanya ingin menggunakan satu atau dua locales di sistem anda.
Anda dapat menentukan locales yang akan anda butuhkan di
/etc/locale.gen.
Daftar Kode 2.8: Membuka file /etc/locale.gen |
# nano -w /etc/locale.gen
|
Berikut ini adalah pengaturan untuk mendapatkan locales English (United States)
dan German (Germany) bersama format karakternya (seperti UTF-8).
Daftar Kode 2.9: Menentukan locales |
en_US/ISO-8859-1
en_US.UTF-8/UTF-8
de_DE/ISO-8859-1
de_DE@euro/ISO-8859-15
|
Langkah berikutnya adalah menjalankan locale-gen. Perintah ini akan
mengaktifkan semua locales yang telah anda tentukan di dalam file
/etc/locale.gen.
Sekarang lanjutkan ke Konfigurasi Kernel.
7. Konfigurasi Kernel
7.a. Zona Waktu (Timezone)
Pertama, anda perlu memilih zona waktu anda dari
/usr/share/zoneinfo, lalu salin ke /etc/localtime dan
tetapkan di /etc/conf.d/clock. Hindari penggunaan zona waktu
/usr/share/zoneinfo/Etc/GMT* karena namanya tidak mengindikasikan
zona yang diharapkan. Misalnya, GMT-8 sesungguhnya adalah GMT+8.
Daftar Kode 1.1: Mengatur zona waktu |
# ls /usr/share/zoneinfo
# nano -w /etc/conf.d/clock
TIMEZONE="Asia/Jakarta"
# cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
|
7.b. Instalasi Source Kernel
Memilih kernel
Inti/jantung dari semua distro adalah kernel Linux. Kernel merupakan sebuah
lapisan antara program-program pengguna dengan hardware sistem. Gentoo
menyediakan beberapa kernel kepada para penggunanya. Sebuah daftar lengkap
beserta penjelasannya bisa anda dapatkan di Panduan Kernel Gentoo.
Untuk sistem berbasis AMD64 Gentoo menyediakan, di antara
kernel-kernel lainnya, gentoo-sources (kernel yang telah dilengkapi
dengan fitur-fitur tambahan).
Pilihlah kernel anda lalu instal dengan perintah emerge.
Daftar Kode 2.1: Instalasi kernel |
# emerge gentoo-sources
|
Jika anda melihat isi direktori /usr/src, anda akan menemukan
link simbolik (symlink) bernama linux yang menunjuk ke kernel
gentoo-sources-2.6.23-r8. Versi anda mungkin
berbeda, jadi ingatlah ini.
Daftar Kode 2.2: Melihat symlink kernel |
# ls -l /usr/src/linux
lrwxrwxrwx 1 root root 12 Oct 13 11:04 /usr/src/linux -> linux-2.6.23-r8
|
Sekarang saatnya untuk mengkonfigurasi dan kompilasi kernel. Anda dapat
menggunakan genkernel untuk melakukannya, yang akan menciptakan sebuah
kernel generik seperti yang digunakan oleh CD Instalasi. Kami akan menjelaskan
cara konfigurasi secara "manual" dahulu, karena cara ini adalah cara terbaik
untuk mengoptimasi sistem anda.
Jika anda ingin mengkonfigurasi kernel anda secara manual, lanjutkan ke
Default: Konfigurasi Manual. Jika anda ingin
menggunakan genkernel, sebaiknya anda membaca bagian Alternatif: Menggunakan genkernel.
7.c. Default: Konfigurasi Manual
Pendahuluan
Konfigurasi kernel secara manual sering dianggap sebagai langkah tersulit yang
harus dijalankan oleh setiap pengguna Linux. Memang benar -- setelah
mengkonfigurasi beberapa kernel, anda tidak akan lagi ingat bahwa cara
tersebut sulit ;-)
Bagaimanapun juga, satu hal selalu benar: anda harus mengenal sistem
anda sebelum mulai mengkonfigurasi kernel secara manual. Banyak informasi yang
bisa anda dapatkan dengan menginstal pciutils (emerge pciutils) yang
berisi lspci. Anda juga dapat menggunakan lspci dari dalam
lingkungan chroot. Abaikan saja peringatan pcilib (seperti pcilib:
cannot open /sys/bus/pci/devices) yang diberikan oleh lspci. Anda
juga dapat menggunakan lspci dari lingkungan non-chroot. Hasilnya
sama saja. Selain itu, anda juga dapat menjalankan lsmod untuk melihat
modul kernel apa saja yang digunakan oleh CD Instalasi (tampilan tersebut
mungkin memberi gambaran bagi anda tentang opsi apa saja yang harus
diaktifkan).
Sekarang, masuklah ke direktori kernel anda dan jalankan make
menuconfig. Perintah ini akan menjalankan menu konfigurasi berbasis
ncurses.
Daftar Kode 3.1: Menjalankan menuconfig |
# cd /usr/src/linux
# make menuconfig
|
Anda akan menemukan beberapa seksi konfigurasi. Pertama kami akan menjelaskan
beberapa opsi yang harus anda aktifkan (jika tidak, Gentoo tidak dapat berjalan
dengan benar tanpa tweak tambahan).
Mengaktifkan opsi-opsi yang diperlukan
Pastikan agar setiap driver yang diperlukan untuk mem-boot sistem anda
(mis. SCSI Controller, ...) dikompilasi di kernel, dan bukan
sebagai modul, jika tidak, sistem anda tidak akan bisa boot dengan sempurna.
Kemudian kita harus memilih tipe prosesor yang tepat. Para pengurus kernel
x86_64 sangat menganjurkan untuk mengaktifkan fitur-fitur MCE agar mereka bisa
tahu jika ada permasalahan dengan hardware. Di x86_64, error-error ini tidak
akan ditampilkan ke dmesg seperti di arsitektur lain, tapi ke
/dev/mcelog. Untuk itu diperlukan paket app-admin/mcelog.
Jangan lupa pilih IA32 Emulation jika anda ingin menjalankan program-program
32-bit. Secara default Gentoo akan menginstal sistem multilib (komputasi
gabungan 32-bit dan 64-bit), jadi kemungkinan besar anda perlu memilih opsi
ini.
Daftar Kode 3.2: Memilih tipe prosesor dan fitur-fitur |
Processor type and features --->
[ ] Intel MCE Features
[ ] AMD MCE Features
Processor family (AMD-Opteron/Athlon64) --->
( ) AMD-Opteron/Athlon64
( ) Intel EM64T
( ) Generic-x86-64
Executable file formats / Emulations --->
[*] IA32 Emulation
|
Sekarang masuklah ke File Systems dan aktifkan dukungan untuk
filesystem yang anda gunakan. Jangan kompilasi dukungan tersebut
sebagai modul, jika tidak, sistem Gentoo anda tidak akan dapat me-mount
partisi-partisi anda. Aktifkan juga Virtual memory dan /proc file
system.
Jika anda menggunakan PPPoE untuk koneksi internet atau modem dial-up,
anda memerlukan opsi-opsi berikut di kernel:
Daftar Kode 3.3: Memilih driver-driver PPPoE yang diperlukan |
Device Drivers --->
Networking support --->
<*> PPP (point-to-point protocol) support
<*> PPP support for async serial ports
<*> PPP support for sync tty ports
|
Kedua opsi kompresi tidak berbahaya tetapi tidak benar-benar diperlukan, begitu
juga dengan opsi PPP over Ethernet, opsi-opsi tersebut mungkin hanya
digunakan oleh ppp jika dikonfigurasi untuk melakukan koneksi PPPoE modus
kernel.
Jika anda memerlukannya, jangan lupa untuk mengikutsertakan dukungan kernel
untuk kartu jaringan anda.
Jika anda memiliki multi-CPU Opteron atau multi-core (misal AMD64 X2), anda harus
mengaktifkan "Symmetric multi-processing support":
Daftar Kode 3.4: Aktivasi dukungan SMP |
Processor type and features --->
[*] Symmetric multi-processing support
|
Catatan:
Pada sistem multi-core, setiap core dianggap sebagai satu prosesor.
|
Jika anda menggunakan perangkat input USB (seperti Keyboard atau Mouse),
jangan lupa untuk mengaktifkan dukungannya juga:
Daftar Kode 3.5: Aktivasi dukungan USB untuk Perangkat Input |
Device Drivers --->
USB Support --->
<*> USB Human Interface Device (full HID) support
|
Kompilasi dan instalasi kernel
Setelah kernel anda dikonfigurasi, sekarang saatnya untuk mengkompilasi dan
menginstalnya. Keluarlah dari menu konfigurasi dan mulailah proses kompilasi:
Daftar Kode 3.6: Kompilasi kernel |
# make && make modules_install
|
Setelah kernel selesai dikompilasi, salin imej kernel tersebut ke
/boot. Gunakan nama apapun yang anda rasa cocok untuk pilihan anda
dan ingatlah karena anda akan memerlukannya nanti pada saat mengkonfigurasi
bootloader. Jangan lupa untuk mengganti ${nama-kernel}
dengan nama dan versi kernel anda.
Daftar Kode 3.7: Instalasi kernel |
# cp arch/x86_64/boot/bzImage /boot/${nama-kernel}
|
Sekarang lanjutkan dengan Modul-Modul Kernel.
7.d. Alternatif: Menggunakan genkernel
Jika anda membaca bagian ini, berarti anda memilih menggunakan skrip
genkernel kami untuk mengkonfigurasi kernel bagi anda.
Setelah source kernel anda terinstal, sekarang saatnya untuk mengkompilasi
kernel anda dengan skrip genkernel kami untuk membangun kernel secara
otomatis. genkernel bekerja dengan mengkonfigurasi kernel yang hampir
sama dengan cara kernel CD Instalasi kami dikonfigurasi. Hal ini berarti, jika
anda menggunakan genkernel untuk membangun kernel, sistem anda akan
secara umum mendeteksi semua perangkat keras anda pada saat boot, seperti yang
dilakukan oleh CD Instalasi kami. Karena genkernel tidak memerlukan konfigurasi
kernel secara manual, cara ini merupakan cara yang ideal bagi para pengguna
yang belum terbiasa mengkompilasi kernel mereka sendiri.
Sekarang, mari kita lihat cara menggunakan genkernel. Pertama, emerge paket
genkernel:
Daftar Kode 4.1: Emerge genkernel |
# emerge genkernel
|
Lalu, kompilasilah kernel anda dengan menjalankan perintah genkernel
all. Perlu diketahui juga, karena genkernel mengkompilasi kernel
yang mendukung hampir semua perangkat keras, kompilasi ini akan berjalan
cukup lama!
Catat juga, jika partisi boot anda tidak menggunakan ext2 atau ext3 sebagai
filesystem-nya, anda mungkin perlu mengkonfigurasi kernel anda secara manual
menggunakan perintah genkernel --menuconfig all dan tambahkan dukungan
untuk filesystem anda di kernel (bukan sebagai modul). Pengguna
EVMS2 atau LVM2 mungkin juga ingin menambahkan --evms2 atau
--lvm2 sebagai argumen.
Daftar Kode 4.2: Menjalankan genkernel |
# genkernel all
|
Setelah genkernel selesai, sebuah kernel, kumpulan lengkap modul, dan
initial root disk (initrd) akan diciptakan. Kita akan menggunakan kernel
dan initrd tersebut pada saat mengkonfigurasi bootloader nantinya. Catat nama
kernel dan initrd ini karena anda akan memerlukannya nanti pada saat menulis
file konfigurasi bootloader. initrd akan dijalankan secara otomatis pada saat
boot untuk melakukan otodeteksi perangkat keras (hardware) (seperti CD
Instalasi) sebelum sistem "asli" dijalankan.
Daftar Kode 4.3: Memeriksa nama kernel dan initrd yang baru diciptakan |
# ls /boot/kernel* /boot/initramfs*
|
7.e. Modul-Modul Kernel
Konfigurasi Modul
Sekarang anda harus mencantumkan semua modul yang ingin anda muat secara
otomatis di /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6. Anda boleh
menambahkan opsi-opsi khusus jika diperlukan.
Untuk melihat modul apa saja yang tersedia, jalankan perintah find
berikut ini. Jangan lupa untuk mengganti "<kernel version>" dengan versi
kernel yang baru saja anda kompilasi:
Daftar Kode 5.1: Melihat modul yang tersedia |
# find /lib/modules/<kernel version>/ -type f -iname '*.o' -or -iname '*.ko'
|
Misalnya, untuk memuat modul 3c59x.ko secara otomatis, sunting file
kernel-2.6 dan cantumkan nama modul tersebut di dalamnya.
Daftar Kode 5.2: Menyunting /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6 |
# nano -w /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6
|
Daftar Kode 5.3: /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6 |
3c59x
|
Sekarang lanjutkan dengan Konfigurasi
Sistem.
8. Konfigurasi Sistem
8.a. Informasi Filesystem
Apa itu fstab?
Di Linux, semua partisi yang digunakan di sistem harus terdaftar di
/etc/fstab. File ini berisi titik mount dari semua partisi
tersebut (yang dapat ditemui pada struktur filesystem), cara partisi di-mount
dan dengan opsi-opsi khusus apa saja (otomatis atau tidak, dapatkah user
me-mount, dll.).
Menulis /etc/fstab
/etc/fstab menggunakan sebuah sintaks khusus. Setiap baris terdiri
dari enam bagian, yang dipisahkan oleh spasi (spasi, tab, atau keduanya).
Setiap bagian memiliki artinya tersendiri:
-
Bagian pertama berisi partisi yang dijelaskan (path ke file device
tersebut)
-
Bagian kedua berisi titik mount tempat partisi tersebut di-mount
-
Bagian ketiga berisi filesystem yang digunakan oleh partisi tersebut
-
Bagian keempat berisi opsi mount yang digunakan oleh mount
ketika me-mount partisi tersebut. Karena setiap filesystem memiliki opsi
mount yang berbeda-beda, anda dianjurkan untuk membaca manual mount (man
mount) untuk mendapatkan daftar yang lengkap. Opsi-opsi mount dipisahkan
dengan koma.
-
Bagian kelima digunakan oleh dump untuk menentukan apakah partisi
perlu di-dump atau tidak. Pada umumnya, anda dapat mengisi bagian ini
dengan 0 (nol)
-
Bagian keenam digunakan oleh fsck untuk menentukan urutan dari
filesystem yang akan diperiksa jika sistem tidak dimatikan dengan
benar. Filesystem root seharusnya berisi angka 1 dan sisanya berisi
angka 2 (atau 0 jika pemeriksaan filesystem tidak diperlukan)
Penting:
File /etc/fstab default yang disediakan oleh Gentoo bukanlah
file fstab yang benar, anda harus menulisfile /etc/fstab
anda sendiri:
|
Daftar Kode 1.1: Membuka /etc/fstab |
# nano -w /etc/fstab
|
Mari kita lihat cara menulis opsi-opsi untuk partisi /boot.
Berikut ini hanyalah contoh, jika anda tidak membuat atau tidak dapat membuat
/boot, jangan ditiru langsung.
Pada contoh partisi AMD64 default kita, /boot
biasanya merupakan partisi /dev/hda1 (atau
/dev/sda* jika anda menggunakan drive SATA atau SCSI) dengan
ext2 sebagai filesystem-nya. Partisi ini perlu diperiksa selama proses
boot, jadi kita isi dengan:
Daftar Kode 1.2: Contoh baris /boot di /etc/fstab |
/dev/hda1 /boot ext2 defaults 1 2
|
Bagi anda yang tidak ingin me-mount partisi /boot secara otomatis
untuk meningkatkan keamanan sistem, gantikan defaults dengan
noauto. Ini berarti anda perlu me-mount partisi ini secara manual setiap
kali ingin menggunakannya.
Tambahkan baris-baris yang sesuai dengan skema partisi anda, juga baris untuk
CD-ROM, dan tentunya, jika anda memiliki partisi atau drive lain, jangan lupa
tambahkan juga.
Sekarang gunakan contoh di bawah ini untuk menciptakan
/etc/fstab anda:
Daftar Kode 1.3: Contoh /etc/fstab lengkap |
/dev/hda1 /boot ext2 defaults,noatime 1 2
/dev/hda2 none swap sw 0 0
/dev/hda3 / ext3 noatime 0 1
/dev/cdrom /mnt/cdrom auto noauto,user 0 0
|
Opsi auto memerintahkan mount untuk menebak filesystem
(dianjurkan untuk media yang dapat dipindah-pindah karena media ini bisa diisi
dengan berbagai filesystem) dan opsi user mengizinkan user non-root
untuk me-mount CD.
Untuk meningkatkan performa, anda dapat menambahkan opsi mount noatime,
yang akan menjadikan sistem anda lebih kencang karena waktu akses tidak
didaftarkan (karena biasanya memang tidak diperlukan).
Periksa kembali file /etc/fstab anda, simpan dan keluarlah untuk
melanjutkan ke bagian selanjutnya.
8.b. Informasi Jaringan
Nama Host, Domain, dll
Salah satu pilihan yang harus dibuat oleh pengguna adalah memberi nama PC
mereka. Hal ini tampaknya mudah, tetapi banyak pengguna yang menemui
kesulitan ketika mencari nama yang tepat untuk komputer mereka. Untuk
mempersingkat waktu - nama yang anda pilih bisa anda ganti nantinya - anda
boleh saja memberi nama sistem anda tux dan nama domainnya
homenetwork.
Daftar Kode 2.1: Pengaturan nama host |
# nano -w /etc/conf.d/hostname
HOSTNAME="tux"
|
Kemudian, jika anda memerlukan domainname, maka tentukan di
/etc/conf.d/net. Anda hanya memerlukannya jika admin ISP atau
jaringan anda memerintahkan anda untuk menggunakannya, atau jika anda
menggunakan server DNS, bukan DHCP. Anda tidak perlu khawatir tentang DNS atau
domainname jika jaringan anda menggunakan DHCP.
Daftar Kode 2.2: Pengaturan domainname |
# nano -w /etc/conf.d/net
dns_domain_lo="homenetwork"
|
Catatan:
Jika anda memutuskan untuk tidak menetapkan domainname, anda dapat menghindari
pesan "This is hostname.(none)" pada layar login dengan mengedit
/etc/issue. Hapus saja .\O dari file tersebut.
|
Jika anda memiliki domain NIS (jika anda tidak mengetahuinya berarti anda tidak
memilikinya), anda harus menetapkannya juga:
Daftar Kode 2.3: Pengaturan domainname NIS |
# nano -w /etc/conf.d/net
nis_domain_lo="my-nisdomain"
|
Catatan:
Untuk info lebih lanjut tentang konfigurasi DNS dan NIS, bacalah contoh yang
terdapat di /etc/conf.d/net.example. Anda juga mungkin perlu
menginstal openresolv untuk mempermudah pengaturan DNS/NIS anda.
|
Konfigurasi jaringan
Sebelum anda berpikir "Hey, kita sudah melakukannya", anda seharusnya ingat
bahwa jaringan yang kita konfigurasi pada awal proses instalasi Gentoo
ditujukan untuk instalasi. Sekarang, anda akan mengkonfigurasi jaringan untuk
sistem Gentoo anda secara permanen.
Catatan:
Penjelasan lebih rinci tentang jaringan, termasuk topik-topik lanjutan seperti
bonding, bridging, 802.1Q VLANs atau jaringan nirkabel (wireless) terdapat di
bagian Konfigurasi Jaringan Gentoo.
|
Seluruh informasi jaringan dikumpulkan di file /etc/conf.d/net.
File tersebut menggunakan sintaks yang mudah tapi tidak mudah dimengerti.
Jika anda tidak tahu cara mengatur jaringan secara manual, tidak usah takut,
kami akan menjelaskan semuanya. Contoh-contoh (diberi komentar) untuk berbagai
macam konfigurasi terdapat di /etc/conf.d/net.example.
DHCP digunakan secara default. Agar DHCP berfungsi dengan benar, anda perlu
menginstal klien DHCP. Hal ini dijelaskan di Instalasi Utilitas Sistem yang
Diperlukan. Jangan lupa untuk menginstal klien DHCP.
Jika anda perlu mengkonfigurasi jaringan anda karena harus menggunakan opsi
khusus DHCP atau karena anda tidak menggunakan DHCP sama sekali, bukalah file
/etc/conf.d/net dengan editor favorit anda (nano pada
contoh ini):
Daftar Kode 2.4: Edit file /etc/conf.d/net |
# nano -w /etc/conf.d/net
|
Anda akan melihat file berikut ini:
Daftar Kode 2.5: Default /etc/conf.d/net |
# This blank configuration will automatically use DHCP for any net.*
# scripts in /etc/init.d. To create a more complete configuration,
# please review /etc/conf.d/net.example and save your configuration
# in /etc/conf.d/net (this file :]!).
|
Untuk memasukkan alamat IP, netmask dan gateway, anda perlu menentukan
config_eth0 dan routes_eth0:
Daftar Kode 2.6: Pengaturan informasi IP untuk eth0 secara manual |
config_eth0=( "192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 brd 192.168.0.255" )
routes_eth0=( "default gw 192.168.0.1" )
|
Untuk menggunakan DHCP dan opsi khusus DHCP, masukkan config_eth0 dan
dhcp_eth0:
Daftar Kode 2.7: Mendapatkan alamat IP untuk eth0 secara otomatis |
config_eth0=( "dhcp" )
dhcp_eth0="nodns nontp nonis"
|
Bacalah /etc/conf.d/net.example untuk mengetahui semua opsi yang
tersedia.
Jika anda memiliki banyak antarmuka jaringan, ulangi langkah-langkah di atas
untuk config_eth1, config_eth2, dll.
Sekarang simpan konfigurasi anda kemudian keluar.
Menjalankan Jaringan secara otomatis ketika boot
Agar antarmuka jaringan anda langsung diaktifkan ketika boot, anda perlu
menambahkannya ke runlevel default.
Daftar Kode 2.8: Menambahkan net.eth0 ke runlevel default |
# rc-update add net.eth0 default
|
Jika anda memiliki beberapa antarmuka jaringan, anda perlu menciptakan skrip
init net.eth1, net.eth2 dll, yang sesuai. Anda dapat
menggunakan ln untuk melakukannya:
Daftar Kode 2.9: Menciptakan skrip init tambahan |
# cd /etc/init.d
# ln -s net.lo net.eth1
# rc-update add net.eth1 default
|
Menulis informasi jaringan
Sekarang anda perlu menginformasikan jaringan anda kepada Linux. Informasi ini
ditetapkan di file /etc/hosts dan membantu dalam penerjemahan nama
host ke alamat IP dari host yang tidak dapat diterjemahkan oleh
nameserver anda. Anda perlu mencantumkan sistem anda. Anda juga mungkin
ingin mencantumkan sistem lain yang ada di jaringan anda jika anda ingin
mengatur sistem DNS internal anda.
Daftar Kode 2.10: Membuka file /etc/hosts |
# nano -w /etc/hosts
|
Daftar Kode 2.11: Mengisi informasi jaringan |
127.0.0.1 tux.homenetwork tux localhost
192.168.0.5 jenny.homenetwork jenny
192.168.0.6 benny.homenetwork benny
|
Simpan dan keluarlah dari editor untuk melanjutkan
Jika anda tidak memiliki PCMCIA, anda dapat langsung melanjutkan ke Informasi Sistem. Pengguna PCMCIA sebaiknya membaca
bagian berikut tentang PCMCIA.
Opsional: Memfungsikan PCMCIA
Pengguna PCMCIA harus menginstal paket pcmciautils:
Daftar Kode 2.12: Instalasi pcmciautils |
# emerge pcmciautils
|
8.c. Informasi Sistem
Password root
Pertama-tama, kita tentukan password root dengan:
Daftar Kode 3.1: Menetapkan password root |
# passwd
|
Informasi sistem
Gentoo menggunakan file /etc/rc.conf untuk konfigurasi umum
sistem. Bukalah file /etc/rc.conf dan nikmati semua komentar di
dalam file tersebut :-)
Daftar Kode 3.2: Membuka /etc/rc.conf |
# nano -w /etc/rc.conf
|
Setelah anda selesai mengkonfigurasi /etc/rc.conf, simpanlah
kemudian keluar.
Seperti yang dapat anda lihat, file ini berisi banyak komentar yang dapat
membantu anda ketika mengatur variabel-variabel konfigurasi penting. Anda dapat
mengkonfigurasi sistem anda untuk menggunakan unicode dan memilih editor
default serta display manager (seperti gdm atau kdm).
Gentoo menggunakan /etc/conf.d/keymaps untuk menangani konfigurasi
keyboard. Edit file ini untuk mengkonfigurasi keyboard anda.
Daftar Kode 3.3: Membuka /etc/conf.d/keymaps |
# nano -w /etc/conf.d/keymaps
|
Perhatikan dengan baik variable KEYMAP: jika anda memilih KEYMAP
yang salah, anda akan mendapatkan tampilan yang aneh ketika anda mengetik
di keyboard anda.
Anda harus mencantumkan zona waktu yang sebelumnya telah anda salin ke
/etc/localtime agar upgrade dari sys-libs/timezone-data
dapat memperbarui /etc/localtime. Sebagai contoh, jika anda
menggunakan zona waktu Jakarta, anda harus mencantumkan
TIMEZONE="Asia/Jakarta"
+
Setelah anda selesai mengkonfigurasi /etc/conf.d/keymaps,
simpanlah kemudian keluar.
Gentoo menggunakan /etc/conf.d/clock untuk mengatur opsi jam
(clock). Edit file ini sesuai kebutuhan anda.
Daftar Kode 3.4: Membuka /etc/conf.d/clock |
# nano -w /etc/conf.d/clock
|
Jika jam hardware anda tidak menggunakan UTC, anda perlu menambahkan
CLOCK="local" di file ini. Jika tidak, anda akan mendapatkan jam yang
tidak stabil.
Setelah selesai mengkonfigurasi /etc/conf.d/clock, simpanlah
kemudian keluar.
Lanjutkan dengan Instalasi Utilitas Sistem yang
Diperlukan.
9. Instalasi Utilitas Sistem yang Diperlukan
9.a. Logger Sistem
Ada beberapa utilitas yang tidak tersedia di stage3 karena sebagian
paket yang lain memiliki kegunaan yang sama. Sekarang anda bebas memilih
utilitas apa saja yang ingin anda instal.
Utilitas pertama yang perlu anda pilih adalah utilitas yang menyediakan
fasilitas logging untuk sistem anda. Unix dan Linux memiliki sejarah
yang bagus sekali tentang kemampuan logging -- jika anda mau, anda dapat me-log
segala hal yang terjadi di sistem anda di sebuah file log. Hal ini dilakukan
oleh logger sistem.
Gentoo menyediakan beberapa logger sistem yang dapat anda pilih. Yaitu,
sysklogd, yang merupakan logger sistem tradisional, syslog-ng,
logger sistem advanced, dan metalog yang merupakan logger sistem
yang sangat dapat dikonfigurasi. Logger-logger lainnya mungkin tersedia juga
di Portage - jumlah paket yang tersedia selalu bertambah dalam hitungan hari.
Jika anda berencana untuk menginstal sysklogd atau syslog-ng,
anda juga mungkin ingin menginstal logrotate setelah itu karena
logger-logger sistem ini tidak menyediakan mekanisme rotasi untuk file-file
log.
Untuk menginstal logger sistem pilihan anda, emerge-lah logger tersebut
lalu tambahkan ke runlevel default dengan perintah rc-update. Contoh
berikut ini akan menginstal syslog-ng. Tentu saja, gantikan dengan
logger sistem pilihan anda:
Daftar Kode 1.1: Instalasi logger sistem |
# emerge syslog-ng
# rc-update add syslog-ng default
|
9.b. Opsional: Daemon Cron
Berikutnya adalah cron daemon. Walaupun ini merupakan opsional dan tidak
terlalu diperlukan oleh sistem anda, akan lebih bijaksana jika anda
menginstalnya. Tetapi, apa itu daemon cron? Daemon cron menjalankan
perintah-perintah yang telah dijadwalkan. Utilitas ini sangat berguna jika
anda harus menjalankan beberapa program secara berkala (mis. per hari, per
minggu, atau per bulan).
Gentoo menyediakan tiga daemon cron, yaitu: dcron, fcron dan
vixie-cron. Cara menginstal utilitas ini sama dengan cara menginstal
logger sistem. Namun begitu, dcron dan fcron memerlukan perintah
konfigurasi tambahan, yaitu crontab /etc/crontab. Jika anda tidak yakin
harus memilih yang mana, gunakanlah vixie-cron.
Kami hanya menyediakan vixie-cron untuk instalasi tanpa jaringan.
Jika anda menginginkan daemon cron lainnya, anda dapat menunggu dan
menginstal paket tersebut nantinya.
Daftar Kode 2.1: Instalasi cron daemon |
# emerge vixie-cron
# rc-update add vixie-cron default
# crontab /etc/crontab
|
9.c. Opsional: File Indexing
Jika anda ingin meng-index file-file di sistem anda agar dapat ditemukan
dengan mudah dan cepat dengan menggunakan locate, anda harus menginstal
sys-apps/slocate.
Daftar Kode 3.1: Instalasi slocate |
# emerge slocate
|
9.d. Utilitas Filesystem
Tergantung pada filesystem yang anda gunakan, anda perlu menginstal utilitas
filesystem yang diperlukan (untuk memeriksa integritas filesystem, menciptakan
filesystem tambahan, dll.).
Tabel berikut berisi beberapa utilitas yang perlu anda instal jika anda
menggunakan filesystem tertentu:
| Filesystem |
Utilitas |
Perintah Instalasi |
| XFS |
xfsprogs |
emerge xfsprogs |
| ReiserFS |
reiserfsprogs |
emerge reiserfsprogs |
| JFS |
jfsutils |
emerge jfsutils |
Jika anda menggunakan EVMS, anda juga perlu menginstal evms.
Daftar Kode 4.1: Instalasi utilitas EVMS |
# USE="-gtk" emerge evms
|
USE="-gtk" akan mencegah instalasi dependensi. Jika anda ingin
mengaktifkan tool grafis evms, anda bisa mengkompilasi ulang
evms nanti.
9.e. Utilitas Jaringan
Jika anda tidak memerlukan utilitas lain yang berhubungan dengan jaringan (mis.
ppp atau klien dhcp), lanjutkan ke Konfigurasi Bootloader.
Opsional: Instalasi klien DHCP
Jika anda ingin agar Gentoo mendapatkan alamat IP secara otomatis untuk
antarmuka jaringan anda, maka anda perlu menginstal dhcpcd (atau
klien DHCP yang lain -- bacalah Jaringan
Modular untuk mengetahui klien DHCP yang tersedia). Jika anda tidak
melakukannya sekarang, anda mungkin tidak akan dapat terhubung ke internet
setelah instalasi selesai.
Daftar Kode 5.1: Instalasi dhcpcd |
# emerge dhcpcd
|
Opsional: Instalasi klien PPPoE
Jika anda memerlukan ppp untuk mendapatkan koneksi internet, maka
anda perlu menginstalnya.
Daftar Kode 5.2: Instalasi ppp |
# emerge ppp
|
Sekarang lanjutkan ke Konfigurasi
Bootloader.
10. Konfigurasi Bootloader
10.a. Menentukan Pilihan
Pendahuluan
Setelah kernel anda dikonfigurasi dan dikompilasi, serta file-file konfigurasi
sistem yang penting telah diisi dengan benar, saatnya untuk menginstal sebuah
program yang akan menjalankan kernel ketika komputer dinyalakan. Program
tersebut adalah bootloader.
Untuk AMD64, gentoo menyediakan GRUB dan
LILO.
Peringatan:
Menggunakan LILO di AMD64 tidak dianjurkan.
|
Namun sebelum kita menginstal bootloader, kami akan menunjukkan cara
mengkonfigurasi framebuffer (pastinya dengan anggapan anda ingin
menggunakannya). Dengan framebuffer, anda dapat menjalankan baris perintah Linux
dengan beberapa fitur (terbatas), seperti menggunakan gambar bootsplash
yang disediakan Gentoo).
Opsional: Framebuffer
Pertama, anda harus mengetahui jenis perangkat framebuffer apa yang sedang anda
gunakan. Jika anda menggunakan kernel Gentoo yang telah ditambal (seperti
gentoo-sources), anda akan memiliki kemungkinan untuk memilih
vesafb-tng sebagai tipe driver VESA (yang merupakan default untuk
kernel-kernel ini. Jika memang ini kasusnya, berarti anda menggunakan
vesafb-tng dan tidak perlu menggunakan statemen vga. Jika
bukan, berarti anda menggunakan driver vesafb dan perlu menggunakan
statemen vga.
Sistem 64-bit harus menggunakan driver vesafb, dan harus menambahkan
statemen vga.
Statemen vga mengendalikan resolusi dan kedalaman warna layar
framebuffer anda untuk vesafb. Seperti yang dijelaskan di
/usr/src/linux/Documentation/fb/vesafb.txt (yang terinstal
ketika anda menginstal paket source kernel), anda harus mencantumkan nomor VESA
yang sesuai dengan resolusi dan kedalaman warna yang dibutuhkan.
Tabel di bawah ini menjabarkan resolusi-resolusi dan kedalaman warna dan
menyesuaikannya dengan nilai yang harus anda cantumkan di statemen vga.
|
640x480 |
800x600 |
1024x768 |
1280x1024 |
| 256 |
0x301 |
0x303 |
0x305 |
0x307 |
| 32k |
0x310 |
0x313 |
0x316 |
0x319 |
| 64k |
0x311 |
0x314 |
0x317 |
0x31A |
| 16M |
0x312 |
0x315 |
0x318 |
0x31B |
Statemen video mengatur opsi-opsi display framebuffer. Anda perlu
mencantumkan driver framebuffer diikuti dengan statemen lain yang ingin anda
aktifkan. Semua variabel dijelaskan di
/usr/src/linux/Documentation/fb/vesafb.txt, Tiga opsi yang paling
sering digunakan adalah:
| Statemen |
Penjelasan |
| ywrap |
Dengan anggapan kartu grafis bisa melilit (wrap) di sekitar memori yang ada
(yakni melanjutkan lagi dari awal ketika telah mencapai bagian akhir)
|
| mtrr:n
|
Pengaturan register MTRR. n bisa salah satu dari:
0 - disabled
1 - uncachable
2 - write-back
3 - write-combining
4 - write-through
|
| mode |
(hanya uvesafb)
Menentukan resolusi, kedalaman warna dan refresh rate. Sebagai
contoh, 1024x768-32@85 untuk resolusi 1024x768, kedalaman warna
32 bit, dan refresh rate 85 Hz.
|
Hasil dari dua statemen di atas bisa berupa vga=0x318
video=uvesafb:mtrr:3,ywrap atau
video=vesafb:mtrr:3,ywrap,1024x768-32@85. Ingatlah (atau tulis) aturan
ini; anda akan membutuhkannya sebentar lagi.
Sekarang lanjutkan dengan instalasi GRUB. atau
LILO.
10.b. Default: Menggunakan GRUB
Mengerti terminologi GRUB
Bagian paling penting dalam mempelajari GRUB adalah berkenalan dengan cara
GRUB menamai harddisk dan partisi. Partisi Linux /dev/hda1
(untuk drive IDE) atau /dev/sda1 (untuk drive SATA/SCSI anda
kemungkinan besar akan dinamai (hd0,0) oleh GRUB. Perhatikan
tanda kurung di sekitar hd0,0 - tanda kurung tersebut diperlukan.
Harddisk dihitung mulai dari nol bukan "a" dan partisi-partisi dimulai dari nol
bukan satu. Anda juga perlu mengetahui bahwa untuk perangkat hd, hanya harddisk
yang dihitung, bukan perangkat atapi-ide seperti cdrom dan cd-rw. Selain itu,
penamaan yang sama berlaku juga untuk perangkat SCSI. (Biasanya perangkat SCSI
mendapatkan nomor yang lebih tinggi daripada perangkat IDE, kecuali jika bios
dikonfigurasi untuk boot dari perangkat SCSI). Ketika anda mengatur BIOS untuk
boot ke harddisk lain (misalkan slave pertama), harddisk itulah yang
dianggap sebagai hd0.
Anggap anda mempunyai sebuah harddisk di /dev/hda, sebuah
cdrom di /dev/hdb, sebuah cd-rw di /dev/hdc,
sebuah harddisk ke dua di /dev/hdd, dan tidak ada perangkat SCSI;
/dev/hdd7 akan dinamai (hd1,6). Mungkin kedengarannya
rumit, tetapi walaupun rumit, GRUB menyediakan mekanisme tab completion
yang sangat berguna bagi mereka yang memiliki banyak harddisk dan partisi, juga
bagi mereka yang kurang mengerti tentang skema penomoran GRUB.
Setelah anda terbiasa dengan skema penomoran GRUB, sekarang saatnya untuk
menginstal GRUB.
Instalasi GRUB
Untuk menginstal GRUB, pertama mari kita emerge paketnya:
Penting:
Jika anda menggunakan profil non-multilib, anda tidak
boleh menginstal grub, tetapi grub-static.
|
Daftar Kode 2.1: Instalasi GRUB |
# emerge grub
|
Walaupun sekarang GRUB telah terinstal, kita masih perlu menuliskan file
konfigurasinya dan menginstal GRUB di MBR, agar GRUB secara otomatis dapat
mem-boot kernel yang baru anda buat. Ciptakan file
/boot/grub/grub.conf dengan nano (atau, jika ada, editor
lain):
Daftar Kode 2.2: Menulis file /boot/grub/grub.conf |
# nano -w /boot/grub/grub.conf
|
Sekarang kita akan menulis isi grub.conf. Di bawah ini, anda akan
menemukan dua contoh grub.conf untuk contoh skema partisi yang
kita gunakan pada panduan ini. Kami hanya memberikan banyak komentar pada
contoh grub.conf yang pertama. Pastikan anda menggunakan nama file
imej kernel anda, dan jika ada, imej initrd anda.
-
grub.conf pertama diperuntukkan bagi anda yang tidak
menggunakan genkernel untuk membangun kernel
-
grub.conf kedua diperuntukkan bagi pengguna genkernel
Catatan:
Jika filesystem root anda adalah JFS, anda harus menambahkan " ro" ke
baris kernel karena JFS perlu me-replay log-nya sebelum dapat
melakukan mount secara read-write.
|
Daftar Kode 2.3: grub.conf untuk pengguna non-genkernel |
default 0
timeout 30
splashimage=(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz
title=Gentoo Linux 2.6.23-r8
root (hd0,0)
kernel /boot/kernel-2.6.23-gentoo-r8 root=/dev/hda3
title Gentoo Linux 2.6.23-r8 (rescue)
root (hd0,0)
kernel /boot/kernel-2.6.23-gentoo-r8 root=/dev/hda3 init=/bin/bb
title Windows XP
rootnoverify (hd0,5)
makeactive
chainloader +1
|
Daftar Kode 2.4: grub.conf untuk pengguna genkernel |
default 0
timeout 30
splashimage=(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz
title Gentoo Linux 2.6.23-r8
root (hd0,0)
kernel /boot/kernel-genkernel-amd64-2.6.23-gentoo-r8 root=/dev/ram0 init=/linuxrc ramdisk=8192 real_root=/dev/hda3 udev
initrd /boot/initramfs-genkernel-amd64-2.6.23-gentoo-r8
title Windows XP
root (hd0,5)
makeactive
chainloader +1
|
Catatan:
udev yang diletakkan di akhir baris kernel diperlukan untuk menyiasati
bug pada beberapa versi genkernel jika anda menggunakan udev (yang
merupakan default).
|
Jika anda menggunakan skema partisi dan/atau imej kernel yang berbeda,
sesuaikanlah dengan partisi/kernel anda. Dan, perlu diingat bahwa semua yang
berhubungan dengan perangkat GRUB (mis. (hd0,0)) berada relatif
terhadap titik mount, bukan partisi root. Dengan kata lain,
(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz sebenarnya adalah
/boot/grub/splash.xpm.gz karena (hd0,0)
adalah partisi /boot.
Selain itu, jika anda menggunakan skema partisi yang berbeda dan tidak
meletakkan /boot pada partisi terpisah, maka prefix (awalan)
/boot yang digunakan pada contoh di atas benar-benar
diperlukan. Jika anda mengikuti skema partisi yang kami sarankan, maka
awalan /boot tidak diperlukan, karena symlink boot
akan mengatasinya. Singkatnya, contoh-contoh di atas seharusnya bisa berfungsi,
apakah anda menggunakan partisi /boot terpisah atau tidak.
Jika anda perlu menambahkan opsi-opsi lain ke kernel, tambahkan saja opsi-opsi
tersebut di akhir perintah kernel. Kita telah menambahkan opsi
(root=/dev/hda3 atau real_root=/dev/hda3), tetapi anda juga
dapat menambahkan opsi-opsi lain lagi. Sebagai contoh, kita tambahkan opsi
vga untuk dukungan framebuffer seperti yang telah kita bicarakan
sebelumnya.
Jika anda menggunakan kernel 2.6.7 atau yang lebih baru dan anda men-jumper
harddisk anda karena BIOS tidak mampu menangani harddisk besar, maka anda perlu
menambahkan hdx=stroke.
Pengguna genkernel seharusnya tahu bahwa kernel mereka menggunakan
opsi-opsi boot yang sama seperti CD Instalasi. Misalnya, jika anda memiliki
perangkat SCSI, anda seharusnya menambahkan doscsi sebagai opsi kernel.
Sekarang, simpanlah file grub.conf tersebut dan keluar. Anda
masih perlu menginstal GRUB di MBR (Master Boot Record) agar GRUB secara
otomatis dijalankan ketika sistem anda di-boot.
Para pengembang GRUB menganjurkan penggunaan grub-install. Tetapi, jika
karena satu dan lain hal grub-install gagal, anda tetap memiliki
pilihan untuk menginstal GRUB secara manual.
Lanjutkan dengan Default: Instalasi GRUB dengan
grub-install atau Alternatif: Instalasi
GRUB dengan instruksi manual.
Default: Instalasi GRUB dengan grub-install
Untuk menginstal GRUB, anda perlu menjalankan perintah grub-install.
Tetapi, grub-install tidak akan berfungsi karena kita berada di dalam
lingkungan chroot. Kita perlu memperbarui /etc/mtab (file yang
berisi informasi tentang semua filesystem yang telah di-mount) terlebih dahulu:
untungnya, ada cara mudah untuk melakukannya - salin saja
/proc/mounts ke /etc/mtab, kecuali baris
rootfs jika anda tidak membuat partisi boot terpisah. Perintah berikut
ini bisa digunakan pada kedua kasus.
Daftar Kode 2.5: Menciptakan /etc/mtab |
# grep -v rootfs /proc/mounts > /etc/mtab
|
Sekarang, kita dapat menginstal GRUB dengan grub-install:
Daftar Kode 2.6: Menjalankan grub-install |
# grub-install --no-floppy /dev/hda
|
Jika anda memiliki pertanyaan lain tentang GRUB, silahkan baca FAQ GRUB atau Manual GRUB.
Lanjutkan ke Reboot Sistem.
Alternatif: Instalasi GRUB dengan instruksi manual
Untuk mulai mengkonfigurasi GRUB, ketik grub. Anda akan mendapatkan
prompt baris perintah grub grub>. Sekarang, anda harus
mengetikkan perintah-perintah yang benar untuk menginstal GRUB ke harddisk
anda.
Daftar Kode 2.7: Menjalankan shell GRUB |
# grub --no-floppy
|
Catatan:
Jika sistem anda tidak memiliki drive floppy, tambahkan opsi --no-floppy
ke perintah di atas agar grub tidak mencari drive floppy (yang tidak ada).
|
Pada contoh konfigurasi, kita ingin menginstal GRUB agar GRUB membaca
informasinya dari partisi boot /dev/hda1, dan
menginstal catatan boot GRUB di MBR (Master Boot Record) harddisk, jadi hal
yang pertama kita lihat sewaktu menyalakan komputer adalah prompt GRUB. Tentu
saja, jika anda tidak mengikuti contoh konfigurasi kami, gantikan
agar perintah-perintahnya sesuai dengan konfigurasi anda.
Mekanisme tab completion GRUB dapat digunakan di dalam GRUB. Sebagai
contoh, jika anda mengetikkan "root (" diikuti oleh TAB, GRUB akan
menampilkan sebuah daftar perangkat (mis. hd0). Jika anda
mengetikkan "root (hd0," diikuti oleh TAB, anda akan mendapatkan daftar
partisi yang tersedia untuk dipilih (mis. hd0,0).
Dengan menggunakan mekanisme tab completion ini, GRUB seharusnya tidak sulit
untuk dikonfigurasi. Sekarang lanjutkan, dengan mengkonfigurasi GRUB :-)
Daftar Kode 2.8: Instalasi GRUB di MBR |
grub> root (hd0,0)
grub> setup (hd0)
grub> quit
|
Catatan:
Jika anda ingin menginstal GRUB di partisi tertentu, bukan di MBR, anda harus
mengganti perintah setup tadi agar GRUB menunjukkan partisi yang benar.
Jika anda ingin menginstal GRUB di partisi /dev/hda3, maka
perintahnya akan menjadi setup (hd0,2). Walaupun begitu, hanya sedikit
pengguna yang ingin melakukan hal ini.
|
Jika anda memiliki pertanyaan lain tentang GRUB, bacalah FAQ GRUB atau Manual GRUB.
Lanjutkan dengan Reboot Sistem.
10.c. Alternatif: Menggunakan LILO
Instalasi LILO
Peringatan:
Menggunakan LILO di AMD64 tidak dianjurkan.
|
LILO, singkatan dari LInux LOader, adalah bootloader Linux asli yang telah
terpercaya. Namun begitu, LILO tidak memiliki beberapa fitur yang dimiliki oleh
GRUB (yang juga menjadi alasan mengapa GRUB sangat populer saat ini). Alasan
LILO masih tetap digunakan pada beberapa sistem adalah karena GRUB tidak dapat
berfungsi dan LILO dapat berfungsi. Tentu saja, LILO masih digunakan juga
karena beberapa orang sangat mengenal LILO dan ingin tetap menggunakannya.
Untuk alasan apapun, Gentoo mendukung keduanya, dan sepertinya anda telah
memutuskan untuk menggunakan LILO.
Instalasi LILO sangat mudah, gunakan saja emerge.
Daftar Kode 3.1: Instalasi LILO |
# emerge lilo
|
Konfigurasi LILO
Untuk mengkonfigurasi LILO, anda harus menciptakan file
/etc/lilo.conf. Jalankan editor favorit anda (di buku pegangan ini,
kami menggunakan nano agar tetap konsisten) dan tulislah file tersebut.
Daftar Kode 3.2: Menulis /etc/lilo.conf |
# nano -w /etc/lilo.conf
|
Pada beberapa bagian sebelumnya kami meminta anda untuk mengingat nama imej
kernel yang anda buat. Pada contoh lilo.conf berikut ini, kami
menggunakan contoh skema partisi sebelumnya yang ada di panduan ini. Terdapat
dua bagian yang terpisah, yaitu:
-
Satu untuk para pengguna yang tidak menggunakan genkernel untuk
menciptakan kernel.
-
Satu lagi untuk pengguna genkernel.
Jangan lupa untuk mengganti nama imej kernel anda dan, jika diperlukan,
nama imej initrd anda.
Catatan:
Jika filesystem root anda adalah JFS, anda harus menambahkan " ro" ke baris
kernel karena JFS perlu me-replay log-nya sebelum bisa melakukan
mount secara read-write.
|
Daftar Kode 3.3: Contoh /etc/lilo.conf |
boot=/dev/hda
prompt
timeout=50
default=gentoo
image=/boot/kernel-2.6.23-gentoo-r8
label=gentoo
read-only
root=/dev/hda3
image=/boot/kernel-2.6.23-gentoo-r8
label=gentoo.rescue
read-only
root=/dev/hda3
append="init=/bin/bb"
image=/boot/kernel-genkernel-amd64-2.6.23-gentoo-r8
label=gentoo
read-only
root=/dev/ram0
append="init=/linuxrc ramdisk=8192 real_root=/dev/hda3 udev"
initrd=/boot/initramfs-genkernel-amd64-2.6.23-gentoo-r8
other=/dev/hda6
label=windows
|
Catatan:
udev yang diletakkan di akhir baris kernel diperlukan untuk menyiasati
bug pada beberapa versi genkernel jika anda menggunakan udev (yang
merupakan default).
|
Catatan:
Jika anda menggunakan skema partisi dan/atau imej kernel yang berbeda, maka
sesuaikanlah dengan partisi/kernel anda.
|
Jika anda perlu menambahkan opsi-opsi kernel tambahan, tambahkan argumen
append ke seksi tersebut. Sebagai contoh, kita tambahkan argumen
vga=788 untuk mengaktifkan dukungan framebuffer:
Daftar Kode 3.4: Menggunakan append untuk menambahkan opsi kernel |
image=/boot/kernel-2.6.23-gentoo-r8
label=gentoo
read-only
root=/dev/hda3
append="video=vesafb:mtrr,ywrap,1024x768-32@85"
|
Jika anda menggunakan kernel 2.6.7 atau yang lebih tinggi, dan anda men-jumper
harddisk anda karena BIOS tidak dapat menangani hardisk besar, anda perlu
menambahkan hdx=stroke.
Pengguna genkernel seharusnya tahu bahwa kernel mereka menggunakan
opsi-opsi boot yang sama seperti LiveCD. Misalnya, jika anda memiliki perangkat
SCSI, anda seharusnya menambahkan doscsi sebagai opsi kernel.
Sekarang simpanlah file tersebut dan keluar. Sebagai langkah terakhir, anda
harus menjalankan perintah /sbin/lilo agar LILO menerapkan
konfigurasi /etc/lilo.conf ke sistem anda (instal LILO ke disk).
Perlu diingat bahwa anda harus menjalankan kembali /sbin/lilo setiap
kali anda menginstal kernel baru atau melakukan perubahan pada menu!
Daftar Kode 3.5: Menyelesaikan instalasi LILO |
# /sbin/lilo
|
Jika anda memiliki pertanyaan tentang LILO, silahkan baca halaman
wikipedia LILO.
Sekarang lanjutkan ke Reboot Sistem.
10.d. Reboot Sistem
Keluarlah dari lingkungan chroot dan unmount semua partisi yang dimount.
Lalu ketik perintah ajaib yang telah anda tunggu-tunggu: reboot.
Daftar Kode 4.1: Unmount semua partisi dan reboot |
# exit
cdimage ~# cd
cdimage ~# umount /mnt/gentoo/boot /mnt/gentoo/dev /mnt/gentoo/proc /mnt/gentoo
cdimage ~# reboot
|
Tentu saja, jangan lupa keluarkan CD bootable, jika tidak CD tersebut akan
di-boot kembali.
Setelah anda reboot ke sistem Gentoo anda, selesaikan dengan Menyelesaikan Instalasi Gentoo.
11. Menyelesaikan Instalasi Gentoo
11.a. Administrasi User
Menambahkan user untuk penggunaan sehari-hari
Bekerja sebagai root di sistem Unix/Linux sangatlah berbahaya dan
sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Karena itu, anda sangat dianjurkan
untuk membuat sebuah akun user untuk penggunaan sehari-hari.
Grup yang diikuti oleh user menyatakan aktifitas apa saja yang boleh dilakukan
oleh user tersebut. Tabel di bawah ini berisi sejumlah grup penting yang
mungkin ingin anda gunakan:
| Grup |
Penjelasan |
| audio |
Boleh mengakses perangkat audio |
| cdrom |
Boleh mengakses perangkat optikal secara langsung |
| floppy |
Boleh mengakses floppy secara langsung |
| games |
Boleh memainkan games |
| portage |
Boleh melakukan emerge --pretend
|
| usb |
Boleh mengakses perangkat USB |
| plugdev |
Boleh me-mount dan menggunakan perangkat pluggable, seperti kamera
dan stik USB
|
| video |
Boleh mengakses perangkat untuk merekam video dan melakukan akselerasi
hardware video
|
| wheel |
Boleh menggunakan su
|
Sebagai contoh, untuk membuat akun user bernama john yang merupakan
anggota dari grup wheel, users, dan audio, login dulu
sebagai root (hanya root yang dapat membuat user) kemudian jalankan
useradd:
Daftar Kode 1.1: Membuat akun user untuk penggunaan sehari-hari |
Login: root
Password:
# useradd -m -G users,wheel,audio -s /bin/bash john
# passwd john
Password:
Re-enter password:
|
Jika user ini perlu menjalankan beberapa tugas sebagai root, ia dapat
menggunakan perintah su - untuk mendapatkan akses root sementara.
Cara lain adalah dengan menggunakan paket sudo yang, jika
dikonfigurasi dengan benar, sangat aman.
11.b. Pembersihan
Hapus tarbal
Setelah anda menyelesaikan instalasi Gentoo dan reboot, jika semuanya berjalan
dengan lacar, anda boleh menghapus tarbal stage3 dan snapshot Portage yang anda
download. Letaknya ada di direktori (/)
Daftar Kode 2.1: Hapus tarbal stage3 |
# rm /stage3-*.tar.bz2*
|
Daftar Kode 2.2: Hapus snapshot Portage |
# rm /portage-latest.tar.bz2*
|
12. Kemanakah setelah ini?
12.a. Dokumentasi
Selamat! Sekarang anda sudah memiliki sistem Gentoo yang berfungsi.
Tetapi, kemanakah setelah ini? Apa saja pilihan-pilihan anda sekarang? Apa yang
harus dijelajahi terlebih dahulu? Gentoo menyediakan banyak sekali pilihan
untuk para penggunanya, dan karena itu banyak fitur-fitur yang telah
didokumentasikan (dan sedikit yang belum didokumentasikan).
Anda sebaiknya membaca bagian selanjutnya dari Buku Pegangan Gentoo yang
berjudul Bekerja dengan Gentoo yang menjelaskan cara
menjaga software anda agar tetap up-to-date, cara menginstal software
lain, apa itu flag USE, cara kerja sistem init Gentoo, dll.
Jika anda tertarik untuk mengoptimasi sistem anda untuk penggunaan desktop,
atau anda ingin mempelajari cara mengkonfigurasi sistem anda menjadi sebuah
sistem desktop yang berfungsi penuh, bacalah Sumber Dokumentasi Desktop Gentoo.
Selain itu, anda juga mungkin ingin menggunakan panduan lokalisasi kami agar anda
lebih betah bekerja dengan sistem anda.
Kami juga menyediakan Buku Pegangan Keamanan
Gentoo yang sangat baik untuk dibaca.
Untuk mendapatkan daftar lengkap dari seluruh dokumentasi kami yang tersedia,
periksa halaman Sumber Dokumentasi kami.
12.b. Gentoo Online
Anda tentu saja akan selalu diterima dengan senang hati di Forum Gentoo atau salah satu dari channel IRC Gentoo kami.
Kami juga memiliki beberapa milis
yang terbuka untuk seluruh pengguna kami. Informasi tentang cara bergabung
bisa anda dapatkan dari halaman tersebut.
Kami akan diam sekarang dan membiarkan anda menikmati sistem Gentoo anda :-)
B. Bekerja menggunakan Gentoo
1. Pengenalan Portage
1.a. Selamat Datang di Portage
Mungkin Portage adalah inovasi Gentoo yang paling dikenal dalam dunia
manajemen software. Dengan fleksibilitasnya yang tinggi dan jumlah fitur
yang banyak, Portage sering dianggap sebagai utilitas manajemen software
terbaik yang tersedia untuk Linux.
Portage ditulis dengan Python dan
Bash, jadi sangat transparan
kepada user, karena keduanya merupakan bahasa skript.
Kebanyakan user akan berkerja dengan Portage melalui utilitas emerge.
Bab ini tidak dimaksudkan untuk menduplikasi informasi yang telah tersedia
di manual emerge. Untuk mengetahui seluruh opsi-opsi emerge, silahkan baca
manualnya"
Daftar Kode 1.1: Membaca manual emerge |
$ man emerge
|
1.b. Pohon Portage
Ebuild
Ketika kami berbicara tentang paket, kami sering mengartikannya sebagai
nama-nama software yang tersedia untuk para pengguna Gentoo melalui pohon
Portage. Pohon Portage adalah sebuah koleksi ebuild, file yang
berisi seluruh informasi yang dibutuhkan Portage untuk memelihara sofware
(install, search, query, ...). Ebuild-ebuild ini secara default ditempatkan
di /usr/portage.
Kapanpun anda meminta Portage untuk menjalankan beberapa aksi yang berhubungan
dengan software, Portage akan menggunakan ebuild yang terdapat pada sistem
anda sebagai basisnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi anda untuk
mengupdate ebuild-ebuild di sistem anda secara berkala agar Portage mengetahui
software baru, update keamanan, dll.
Memperbarui pohon portage
Pohon Portage biasanya diupdate dengan rsync, sebuah utilitas transfer file
berkembang. Memperbarui portage sangat mudah karena perintah emerge
telah menyediakan sebuah front-end untuk rsync:
Daftar Kode 2.1: Memperbarui pohon portage |
# emerge --sync
|
Jika anda tidak dapat menjalankan rsync karena terhalang oleh firewall, anda
masih dapat memperbarui pohon Portage dengan menggunakan snapshot pohon Portage
kami yang diperbarui setiap hari. Utilitas emerge-webrsync dengan
otomatis akan mendownload dan menginstal snapshot terbaru di sistem anda:
Daftar Kode 2.2: Menjalankan emerge-webrsync |
# emerge-webrsync
|
1.c. Pemeliharaan Software
Mencari software
Untuk mencari nama software di pohon Portage, anda dapat menggunakan fitur
pencarian emerge. Secara default, emerge --search akan
menampilkan nama-nama paket yang sesuai dengan pencarian anda (baik lengkap
maupun sebagian).
Sebagai contoh, untuk mencari semua paket yang memiliki "pdf" pada namanya:
Daftar Kode 3.1: Mencari paket bernama pdf |
$ emerge --search pdf
|
Jika anda ingin mencari paket melalui penjelasannya, anda dapat menggunakan
opsi --searchdesc (atau -S):
Daftar Kode 3.2: Mencari paket yang berhubungan dengan pdf |
$ emerge --searchdesc pdf
|
Ketika anda melihat outputnya, anda akan tahu melihat banyak sekali informasi
yang diberikan. Setiap bagian telah diberikan label yang jelas, jadi kami tidak
akan menjelaskan arti masing-masing lebih jauh:
Daftar Kode 3.3: Contoh output 'emerge --search' |
* net-print/cups-pdf
Latest version available: 1.5.2
Latest version installed: [ Not Installed ]
Size of downloaded files: 15 kB
Homepage: http://cip.physik.uni-wuerzburg.de/~vrbehr/cups-pdf/
Description: Provides a virtual printer for CUPS to produce PDF files.
License: GPL-2
|
Instalasi software
Setelah menemukan nama software yang anda inginkan, dengan mudah anda dapat
menginstalnya dengan perintah emerge: tambahkan saja nama paket.
Misalnya, untuk menginstal gnumeric:
Daftar Kode 3.4: Instalasi gnumeric |
# emerge gnumeric
|
Karena banyak aplikasi yang saling bergantung satu sama lain, setiap instalasi
software tertentu mungkin akan menghasilkan instalasi ketergantungannya
(dependensi) juga. Jangan khawatir, Portage dapat menangani dependensi ini.
Jika anda ingin tahu paket apa saja yang akan diinstal oleh Portage
ketika anda ingin menginstal sebuah paket, tambahkan opsi
--pretend, misalnya:
Daftar Kode 3.5: Instalasi palsu gnumeric |
# emerge --pretend gnumeric
|
Ketika anda memerintahkan Portage untuk menginstal sebuah paket, Portage akan
mendownload semua source code yang diperlukan dari internet (jika memang perlu)
dan secara default meletakkannya di /usr/portage/distfiles.
Selanjutnya Portage akan mengekstrak, mengkompilasi dan menginstal paket
tersebut. Jika anda ingin agar Portage hanya mendownload source code tanpa
menginstalnya, tambahkan opsi --fetchonly ke perintah emerge:
Daftar Kode 3.6: Download source code untuk gnumeric |
# emerge --fetchonly gnumeric
|
Mencari dokumentasi paket yang telah terinstal
Banyak paket software yang memiliki dokumentasinya sendiri. Terkadang, flag
USE doc menentukan apakah dokumentasi sebuah paket software akan
diinstal atau tidak. Anda dapat memeriksa keberadaan flag USE doc
dengan perintah emerge -vp <nama paket>.
Daftar Kode 3.7: Memeriksa keberadaan flag USE doc |
# emerge -vp alsa-lib
[ebuild N ] media-libs/alsa-lib-1.0.14_rc1 -debug +doc 698 kB
|
Cara terbaik untuk mengaktifkan flag USE doc adalah dengan
mengaktifkannya untuk masing-masing paket di file
/etc/portage/package.use agar anda hanya mendapatkan dokumentasi
yang anda inginkan saja. Mengaktifkan flag ini secara global diketahui dapat
menyebabkan masalah dependensi. Untuk mempelajari masalah ini lebih dalam lagi,
bacalah Bab Flag-flag USE.
Ketika paket telah terinstal, dokumentasinya biasanya dapat ditemukan di
sebuah subdirektori yang bernama sama dengan nama paket di dalam direktori
/usr/share/doc. Anda juga dapat melihat file apa saja yang
telah terinstal dengan menggunakan utilitas equery yang merupakan
bagian dari paket
app-portage/gentoolkit.
Daftar Kode 3.8: Melihat dokumentasi sebuah paket |
# ls -l /usr/share/doc/alsa-lib-1.0.14_rc1
total 28
-rw-r--r-- 1 root root 669 May 17 21:54 ChangeLog.gz
-rw-r--r-- 1 root root 9373 May 17 21:54 COPYING.gz
drwxr-xr-x 2 root root 8560 May 17 21:54 html
-rw-r--r-- 1 root root 196 May 17 21:54 TODO.gz
# equery files alsa-lib | less
media-libs/alsa-lib-1.0.9_rc3
* Contents of media-libs/alsa-lib-1.0.14_rc1:
/usr
/usr/bin
/usr/bin/alsalisp
|
Menghapus software
Jika anda ingin menghapus sebuah software dari sistem anda, gunakan perintah
emerge --unmerge. Perintah ini akan menyuruh Portage untuk menghapus
semua file paket tersebut yang terinstal dari sitem anda kecuali
file-file konfigurasi paket tersebut, jika anda pernah merubah isinya setelah
instalasi. Hal ini akan memudahkan anda bekerja dengan paket tersebut jika
suatu saat nanti anda ingin menginstalnya kembali.
Tapi, ada peringatan keras: Portage tidak akan memeriksa
apakah paket yang ingin anda hapus tersebut dibutuhkan oleh paket yang lain.
Bagaimanapun juga, Portage akan memperingatkan anda ketika anda ingin menghapus
sebuah paket penting yang dapat merusak sistem jika anda membuangnya.
Daftar Kode 3.9: Menghapus gnumeric dari sistem |
# emerge --unmerge gnumeric
|
Ketika anda menghapus sebuah paket dari sistem anda, dependensi paket tersebut
yang terinstal secara otomatis tidak ikut dihapus. Agar Portage mencari semua
dependensi yang dapat sekarang dihapus, gunakan fungsionalitas --depclean
milik emerge. Kita akan membicarakannya nanti.
Memperbarui sistem
Untuk menjaga sistem anda agar tetap sempurna, (juga menginstal update keamanan
terbaru) anda perlu memperbarui sistem anda secara berkala. Karena Portage
hanya memeriksa ebuild-ebuild yang ada di pohon Portage anda, pertama-tama
anda harus memperbarui pohon Portage anda. Ketika pohon Portage telah
diperbarui, anda dapat memperbarui sistem anda dengan menjalankan perintah
emerge --update world. Pada contoh berikut ini, kita juga akan menggunakan
opsi --ask yang akan memerintahkan Portage untuk menampilkan daftar
paket yang akan diperbarui kemudian menanyakan anda apakah anda ingin
melanjutkan atau tidak:
Daftar Kode 3.10: Memperbarui sistem |
# emerge --update --ask world
|
Selanjutnya Portage akan mencari versi terbaru dari setiap software yang telah
anda instal. Tetapi, Portage hanya akan mencari aplikasi yang telah anda instal
secara eksplisit (aplikasi yang terdaftar di
/var/lib/portage/world) - tetapi tidak memeriksa dependensi.
Jika anda ingin memperbarui semua paket yang terinstal di sistem anda,
tambahkan opsi --deep:
Daftar Kode 3.11: Memperabui sistem secara menyeluruh |
# emerge --update --deep world
|
Karena banyak update keamanan untuk paket yang tidak anda instal secara
eksplisit di sistem anda (tetapi diinstal sebagai dependensi program lain),
anda dianjurkan untuk sesekali menjalankan perintah ini.
Jika anda pernah merubah flag-flag USE
anda, mungkin anda juga ingin menambahkan opsi --newuse. Portage akan
memeriksa apakah perubahan ini membutuhkan instalasi paket-paket baru atau
kompilasi ulang paket yang telah telah terinstal:
Daftar Kode 3.12: Menjalankan update secara menyeluruh |
# emerge --update --deep --newuse world
|
Paket Meta
Beberapa paket di pohon Portage tidak memiliki isi yang sesungguhnya tetapi
digunakan untuk menginstal sebuah koleksi paket-paket. Misalnya, paket
kde akan menginstal lingkungan KDE lengkap di sistem anda dengan
mengikutsertakan semua paket yang berhubungan dengan KDE sebagai dependensi.
Jika anda ingin menghapus paket seperti ini dari sistem anda, menjalankan
emerge --unmerge untuk paket tersebut tidak akan terlalu banyak
berpengaruh karena semua dependensinya masih dibiarkan di sistem.
Portage juga memiliki kemampuan untuk menghapus dependensi yang tidak lagi
memiliki induknya, tapi karena keberadaan software saling bergantung satu sama
lain dengan dinamis, pertama-tama anda perlu mengupdate sistem anda secara
penuh, termasuk perubahan terbaru anda di flag-flag USE. Selanjutnya anda dapat
menjalankan emerge --depclean untuk menghapus dependensi-dependensi
tadi. Setelah ini selesai, anda perlu membangun ulang (rebuild) semua aplikasi
yang terkait secara dinamis dengan software yang telah anda hapus tersebut.
Seluruh proses tersebut ditangani oleh tiga perintah berikut ini:
Daftar Kode 3.13: Menghapus dependensi lama |
# emerge --update --deep --newuse world
# emerge --depclean
# revdep-rebuild
|
revdep-rebuild disediakan oleh paket gentoolkit; jangan lupa
untuk menginstalnya:
Daftar Kode 3.14: Instalasi paket gentoolkit |
# emerge gentoolkit
|
1.d. Ketika Portage Mengeluh...
Tentang SLOT, Virtual, Cabang-cabang, Arsitektur, dan Profil
Seperti yang telah kami katakan tadi, Portage sangat handal dan mendukung
banyak sekali fitur yang tidak dimiliki oleh tool manajemen software lain.
Untuk memahami semua ini, kami akan menjelaskan beberapa aspek tentang Portage
dengan tidak terlalu terinci.
Dengan Portage, beberapa versi berbeda dari sebuah paket dapat diinstal di
sistem yang sama. Jika distro lain sering mengganti nama paket-paket mereka
dengan merujuk ke versi tersebut (mis. freetype dan freetype2),
Portage menggunakan sebuah teknologi yang disebut SLOT. Sebuah ebuild
menerangkan SLOT tertentu untuk versinya. Ebuild-ebuild yang memiliki SLOT-SLOT
berbeda dapat bergandengan di dalam satu sistem yang sama. Sebagai contoh,
paket freetype memiliki ebuild dengan SLOT="1" dan
SLOT="2".
Terdapat juga beberapa paket yang menyediakan fungsionalitas sama, tetapi
diimplementasikan dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, metalogd,
sysklogd dan syslog-ng merupakan logger sistem. Aplikasi yang
membutuhkan "sebuah logger sistem" tidak dapat bergantung hanya kepada
metalogd, karena logger sistem yag lain juga sama bagusnya. Portage
mengizinkan penggunaan virtual: setiap logger sistem menyediakan
virtual/syslog agar aplikasi yang membutuhkan sebuah sistem logger
dapat bergantung hanya kepada virtual/syslog.
Software yang terdapat di pohon Portage dapat dibagi menjadi tiga bagian.
Secara default, sistem anda hanya menerima paket-paket yang dianggap stabil
oleh Gentoo. Kebanyakan software, ketika dirilis, ditambahkan ke cabang
percobaan, yang berarti masih dibutuhkan pengujian lebih jauh terhadap
software ini sebelum dianggap stabil. Walaupun anda bisa melihat software ini
di pohon Portage, Portage tidak akan memperbaruinya sebelum dipindahkan ke
cabang stabil.
Beberapa software hanya tersedia untuk sebagian arsitektur. Atau, karena
software-software tersebut tidak dapat berfungsi di arsitektur lain, atau
juga karena dibutuhkan pengujian lebih jauh, atau karena para pengembang
yang memelihara software tersebut tidak dapat memastikan jika paket tersebut
dapat berfungsi di arstitektur lain.
Setiap instalasi Gentoo melekat pada sebuah profil tertentu yang berisi,
di antara informasi lain, daftar paket yang dibutuhkan oleh sebuah sistem
untuk dapat berfungsi dengan normal.
Paket-paket terblokir
Daftar Kode 4.1: Peringatan Portage tentang paket-paket terblokir (dengan --pretend) |
[blocks B ] mail-mta/ssmtp (is blocking mail-mta/postfix-2.2.2-r1)
|
Daftar Kode 4.2: Peringatan Portage tentang paket-paket terblokir (tanpa --pretend) |
!!! Error: the mail-mta/postfix package conflicts with another package.
!!! both can't be installed on the same system together.
!!! Please use 'emerge --pretend' to determine blockers.
|
Ebuild-ebuild berisi bagian-bagian khusus yang menginformasikan Portage
tentang dependensinya. Ada dua dependensi yang memungkinkan: dependensi
build, dinyatakan dengan DEPEND, dan dependensi run-time, dinyatakan
dengan RDEPEND. Ketika salah satu dari dependensi ini secara eksplisit
menandakan bahwa sebuah paket atau virtual tidak kompatibel, Portage
akan mencetuskan halangan (blockage).
Untuk memperbaiki sebuah blockage, anda memiliki pilihan untuk tidak
menginstal paket yang diblokir, atau menghapus dahulu paket yang memblokir.
Pada contoh di atas, anda dapat memilih untuk tidak menginstal
postfix atau menghapus dahulu ssmtp.
Anda juga mungkin akan melihat paket penghalang dengan atom tertentu seperti
<media-video/mplayer-bin-1.0_rc1-r2. Masalah ini dapat anda atasi
dengan memperbarui paket penghalang.
Mungkin juga kedua paket yang konflik sama-sama belum terinstal. Pada kasus
yang jarang terjadi ini, anda harus mencari tahu, mengapa anda ingin menginstal
keduanya. Pada kebanyakan kasus, anda dapat menginstal salah satu dari kedua
paket yang konflik tersebut. Jika tidak silahan kirimkan laporan bug di sistem pelacak bug Gentoo.
Paket-paket yang di-mask
Daftar Kode 4.3: Peringatan Portage tentang paket-paket yang di-mask |
!!! all ebuilds that could satisfy "bootsplash" have been masked.
|
Daftar Kode 4.4: Peringatan Portage tentang paket-paket yang dimask - alasan |
!!! possible candidates are:
- gnome-base/gnome-2.8.0_pre1 (masked by: ~x86 keyword)
- lm-sensors/lm-sensors-2.8.7 (masked by: -sparc keyword)
- sys-libs/glibc-2.3.4.20040808 (masked by: -* keyword)
- dev-util/cvsd-1.0.2 (masked by: missing keyword)
- games-fps/unreal-tournament-451 (masked by: package.mask)
- sys-libs/glibc-2.3.2-r11 (masked by: profile)
|
Ketika anda ingin menginstal sebuah paket yang tidak tersedia untuk sistem
anda, anda akan mendapatkan error mask tersebut. Anda harus mencoba untuk
menginstal aplikasi lain yang tersedia untuk sistem anda atau menunggu sampai
paket tersebut tersedia. Selalu ada alasan mengapa sebuah paket dimask:
-
keyword ~arch berarti aplikasi tersebut belum cukup teruji untuk
diletakkan di cabang stabil. Tunggulah beberapa hari/pekan lalu coba lagi.
-
keyword -arch atau keyword -* berarti aplikasi tersebut
tidak dapat berfungsi di arsitektur anda. Jika anda yakin sebaliknya,
maka silakan buat laporan bug di website bugzilla kami.
-
missing keyword berarti aplikasi tersebut belum diuji di arsitektur
anda. Mintalah tim port arsitektur anda untuk menguji paket tersebut atau
lakukan sendiri pengujiannya, kemudian laporkan hasil yang anda dapatkan ke
website bugzilla kami.
-
package.mask berarti paket ini telah dianggap rusak, tidak stabil,
atau bahkan telah disarankan untuk tidak dipakai.
-
profile berarti paket tersebut dianggap tidak cocok dengan profil
yang anda gunakan. Aplikasi ini mungkin dapat merusak sistem anda jika anda
menginstalnya, atau tidak kompatibel dengan profil yang anda gunakan.
Dependensi yang tidak ditemukan
Daftar Kode 4.5: Peringatan Portage tentang dependensi yang tidak ditemukan |
emerge: there are no ebuilds to satisfy ">=sys-devel/gcc-3.4.2-r4".
!!! Problem with ebuild sys-devel/gcc-3.4.2-r2
!!! Possibly a DEPEND/*DEPEND problem.
|
Aplikasi yang ingin anda instal bergantung kepada paket lain yang tidak
tersedia untuk sistem anda. Silahkan periksa bugzilla apakah masalah ini telah
diketahui. Jika belum, silakan buat laporan. Hal ini kemungkinan besar tidak
akan pernah terjadi, kecuali anda mencampurkan cabang-cabang software.
Nama ambigu ebuild
Daftar Kode 4.6: Peringatan Portage tentang nama-nama ebuild ambigu |
!!! The short ebuild name "aterm" is ambiguous. Please specify
!!! one of the following fully-qualified ebuild names instead:
dev-libs/aterm
x11-terms/aterm
|
Aplikasi yang ingin anda instal memiliki nama yang sama dengan paket lain.
Anda pelu memberikan nama kategorinya juga. Portage akan memberikan nama-nama
yang memungkinkan yang dapat anda pilih.
Circular Dependencies
Daftar Kode 4.7: Peringatan Portage tentang circular dependencies |
!!! Error: circular dependencies:
ebuild / net-print/cups-1.1.15-r2 depends on ebuild / app-text/ghostscript-7.05.3-r1
ebuild / app-text/ghostscript-7.05.3-r1 depends on ebuild / net-print/cups-1.1.15-r2
|
Dua paket (atau lebih) yang ingin anda instal saling bergantung satu sama lain
sehingga tidak dapat diinstal. Kemungkinan besar ini adalah bug di pohon
Portage. Lakukan rsync setelah beberapa saat lalu coba lagi. Anda juga dapat
memeriksa bugzilla untuk melihat
apakah masalah ini telah diketahui, jika belum tolong laporkan.
Kegagalan download
Daftar Kode 4.8: Peringatan Portage tentang download yang gagal |
!!! Fetch failed for sys-libs/ncurses-5.4-r5, continuing...
!!! Some fetch errors were encountered. Please see above for details.
|
Portage tidak dapat mendownload source dari aplikasi yang ingin anda instal
dan akan terus mencoba untuk menginstal aplikasi lain (jika diperintahkan).
Kegagalan ini bisa disebabkan oleh sebuah mirror yang belum menksinkronisasikan
isinya dengan benar, atau ebuild yang menunjuk ke lokasi yang salah. Mungkin
juga karena server tempat source code sedang offline karena satu dan lain hal.
Silahkan coba kembali setelah satu jam untuk melihat apakah masalah ini
telah teratasi.
Proteksi profil sistem
Daftar Kode 4.9: Peringatan Portage tentang paket yang dilindungi oleh profil |
!!! Trying to unmerge package(s) in system profile. 'sys-apps/portage'
!!! This could be damaging to your system.
|
Anda telah meminta Portage untuk meghapus sebuah paket yang merupakan bagian
dari paket-paket inti sistem anda. Paket ini terdaftar di profil anda sebagai
paket yang dibutuhkan, untuk itu tidak boleh dihapus dari sistem.
Kegagalan pemeriksaan digest
Terkadang, anda gagal ketika mencoba untuk meng-emerge sebuah paket, dan
mendapatkan pesan error:
Daftar Kode 4.10: Kegagalan pemeriksaan digest |
>>> checking ebuild checksums
!!! Digest verification failed:
|
Ini berarti ada sesuatu yang tidak beres pada pohon Portage -- biasanya, hal
ini disebabkan oleh seorang pengembang yang mungkin telah membuat kesalahan
ketika menambahkan sebuah paket ke pohon Portage.
Ketika pemeriksaan digest gagal, jangan mencoba untuk men-digest ulang
sendiri paket tersebut. Menjalankan ebuild foo digest tidak akan
menyelesaikan permasalahan; bahkan bisa menjadikannya lebih parah.
Tetapi, tunggulah satu atau dua jam sampai pohon Portage diperbaiki. Kemungkinan
besar kesalahan tersebut sudah diketahui, tapi juga dibutuhkan waktu yang agak
lama untuk memperbaiki pohon Portage. Sambil menunggu, periksalah Bugzilla untuk melihat apakah ada orang
yang telah melaporkan masalah tersebut atau belum. Jika belum, silakan laporkan
bug untuk paket yang rusak tersebut.
Ketika anda telah melihat bahwa masalah tersebut sudah diatasi, anda mungkin
ingin kembali mengsinkronkan pohon Portage anda untuk mendapatkan digest yang
telah diperbaiki.
Penting:
Hal ini bukan berarti anda boleh mensinkronkan pohon Portage anda berkali-kali!
Seperti yang telah dinyatakan pada aturan rsync (ketika anda menjalankan
emerge --sync), pengguna yang terlalu sering melakukan rsync bisanya
akan diusir. Malahan lebih baik lagi jika anda menunggu sampai jadwal rsync
anda selanjutnya agar anda tidak memberatkan server rsync.
|
2. Flag USE
2.a. Apakah Flag USE itu?
Ide dibalik flag USE
Ketika anda menginstal Gentoo (atau distribusi yang lain, atau bahkan sistem
operasi yang lain), anda membuat pilihan berdasarkan lingkungan tempat anda
bekerja. Pengaturan suatu server berbeda dari pengaturan workstation.
Workstation untuk game juga berbeda dari workstation untuk render 3D.
Hal ini tidak hanya berlaku untuk memilih paket apa saja yang akan anda instal,
tetapi juga fitur apa yang harus didukung oleh paket-paket tertentu. Jika anda
tidak membutuhkan OpenGL, mengapa anda harus repot-repot menginstal OpenGL dan
mengaktifkan dukungan OpenGL pada hampir semua paket anda? Jika anda tidak
ingin menggunakan KDE, mengapa anda harus melakukan kompilasi paket dengan
dukungan untuk KDE jika paket tersebut bisa berjalan lancar tanpa dukungan itu?
Untuk membantu pengguna dalam menentukan apa saja yang akan diinstal/diaktifkan
dan yang tidak, kami menginginkan pengguna menentukan lingkungannya sendiri
dengan cara yang mudah. Hal ini akan memaksa pengguna untuk menentukan apa saja
yang benar-benar diinginkannya dan memudahkan proses Portage, sistem pengaturan
paket kami, untuk mengambil keputusan yang tepat.
Definisi suatu flag USE
Perhatikan flag USE. Flag tersebut adalah suatu kata kunci yang mengaktifkan
dukungan dan informasi dependensi untuk suatu konsep tertentu. Jika anda
mendefinisikan suatu flag USE, Portage tahu bahwa anda akan membutuhkan
dukungan untuk beberapa kata kunci pilihan. Tentu saja hal ini akan mengubah
informasi dependensi untuk sebuah paket.
Marilah kita melihat sebuah contoh khusus: kata kunci kde. Jika anda
tidak memiliki kata kunci ini pada variabel USE anda, semua paket yang
memiliki opsi dukungan KDE akan dikompilasi tanpa dukungan KDE.
Semua paket yang memiliki dependensi opsi KDE akan diinstal tanpa
instalasi pustaka KDE (sebagai ketergantungannya). Jika anda menggunakan kata
kunci kde, maka paket tersebut akan dikompilasi dengan dukungan
KDE, dan pustaka KDE akan diinstal sebagai dependensinya.
Dengan mendefinisikan kata-kata kunci secara benar, anda akan mendapatkan
sistem yang sesuai dengan kebutuhan snda.
Apa saja flag USE yang tersedia?
Terdapat dua jenis flag USE : flag USE global dan lokal.
-
Sebuah flag USE global digunakan oleh beberapa paket, untuk
keseluruhan sistem. Flag ini yang paling sering ditemui orang
sebagai flag-flag USE.
-
Sebuah flag USE lokal digunakan oleh suatu paket tunggal untuk
membuat keputusan yang berkaitan dengan paket tertentu.
Daftar flag USE global yang tersedia dapat diperoleh
online atau secara lokal di file
/usr/portage/profiles/use.desc.
Daftar flag-flag USE lokal yang tersedia dapat ditemukan di
/usr/portage/profiles/use.local.desc.
2.b. Menggunakan flag USE
Deklarasi flag USE secara permanen
Dengan harapan anda dapat diyakinkan akan pentingnya flag USE, kami akan
menginformasikan bagaimana cara mendeklarasikan flag USE.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, semua flag USE dideklarasikan di
dalam variabel USE. Untuk memudahkan user mencari dan memilih flag USE,
kami telah memberikan sebuah pengaturan USE default. Pengaturan ini
adalah kumpulan dari flag USE yang kami rasa sering digunakan oleh user Gentoo.
Setting default ini dideklarasikan pada file make.defaults, yang
merupakan bagian dari profil anda.
Profil yang digunakan oleh sistem anda ditunjukkan oleh simlink
make.profile. Setiap profil bekerja di atas profil lain yang
lebih luas, hasil akhirnya adalah rangkuman dari seluruh profil. Profil
teratas adalah profil base
(/usr/portage/profiles/base).
Mari kita lihat pengaturan USE default untuk profil 2004.3:
Daftar Kode 2.1: Variabel USE make.defaults untuk profil 2004.3 |
USE="x86 oss apm arts avi berkdb bitmap-fonts crypt cups encode fortran f77
foomaticdb gdbm gif gpm gtk imlib jpeg kde gnome libg++ libwww mad
mikmod motif mpeg ncurses nls oggvorbis opengl pam pdflib png python qt
quicktime readline sdl spell ssl svga tcpd truetype X xml2 xmms xv zlib"
|
Seperti yang anda lihat, variabel ini sudah memiliki cukup banyak kata kunci.
Jangan mengubah file /etc/make.profile/make.defaults untuk
menyesuaikan variabel USE dengan kebutuhan anda: perubahan ini akan
dibatalkan ketika anda memperbarui Portage!
Untuk mengubah pengaturan default ini, anda perlu menambahkan atau mengubah
kata kunci pada variabel USE. Hal ini dilakukan secara global dengan
mendefinisikan variabel USE pada /etc/make.conf. Dalam
variabel ini, Anda menambahkan flag USE tambahan yang Anda butuhkan, atau
membuang flag USE yang tidak anda butuhkan. Yang kedua ini dapat dilakukan
dengan menambahkan kata kunci dengan tanda minus ("-").
Sebagai contoh, untuk membuang dukungan untuk KDE dan QT tetapi menambahkan
dukungan untuk ldap, variabel USE berikut dapat didefinisikan pada
/etc/make.conf:
Daftar Kode 2.2: Contoh pengaturan USE di /etc/make.conf |
USE="-kde -qt3 -qt4 ldap"
|
Deklarasi flag-flag USE untuk paket-paket individual
Kadang-kadang anda ingin menggunakan sebuah flag USE khusus untuk satu (atau
beberapa) aplikasi tetapi bukan untuk seluruh sistem. Untuk melakukannya,
anda perlu menciptakan direktori /etc/portage (jika belum ada)
lalu edit /etc/portage/package.use. Biasanya
package.use merupakan sebuah file biasa, tetapi juga bisa berupa
direktori; bacalah man portage untuk mendapatkan informasi lebih
lengkap. Contoh berikut ini menganggap package.use sebagai sebuah file.
Sebagai contoh, jika anda tidak ingin dukungan berkdb secara global
tetapi anda menginginkannya untuk mysql, anda harus menambahkan:
Daftar Kode 2.3: Contoh /etc/portage/package.use |
dev-db/mysql berkdb
|
Tentu saja anda dapat juga secara eksplisit menonaktifkan flag-flag USE
untuk sebuah aplikasi tertentu. Sebagai contoh, jika anda tidak ingin dukungan
java di PHP:
Daftar Kode 2.4: Contoh lain /etc/portage/package.use |
dev-php/php -java
|
Deklarasi flag USE sementara
Kadang-kadang anda ingin mendefinisikan pengaturan pada USE tertentu untuk
penggunaan sekali saja. Daripada mengubah file /etc/make.conf
dua kali (melakukan dan membatalkan perubahan USE), anda dapat mendeklarasikan
variabel USE sebagai variabel lingkungan. Perlu diingat, ketika anda menginstal
ulang atau memperbarui aplikasi ini (secara eksplisit atau sebagai bagian dari
update sistem), perubahan-perubahan anda akan hilang!
Sebagai contoh, kita akan menonaktifkan java untuk sementara dari pengaturan USE
selama instalasi seamonkey.
Daftar Kode 2.5: Menggunakan USE sebagai variabel lingkungan |
# USE="-java" emerge seamonkey
|
Urutan-urutan
Tentu saja terdapat urutan-urutan pengaturan yang memiliki prioritas terhadap
pengaturan USE. Anda tentu saja tidak ingin menggunakan USE="-java"
hanya untuk melihat bahwa java ternyata telah digunakan. Urutan untuk
pengaturan USE adalah, diurutkan berdasarkan prioritas (yang pertama mempunyai
prioritas terendah):
-
Pengaturan USE default yang ditentukan di file make.defaults
sebagai bagian dari profil anda
-
Pengaturan USE yang didefinisikan ditentukan di /etc/make.conf
-
Pengaturan USE yang ditentukan oleh pengguna di
/etc/portage/package.use
-
Pengaturan USE yang ditentukan oleh pengguna sebagai variabel lingkungan
Untuk melihat pengaturan USE akhir yang akan digunakan oleh Portage,
jalankan emerge --info. Perintah ini akan memberikan daftar yang berisi
semua variabel yang relevan (termasuk variabel USE) yang digunakan oleh
Portage.
Daftar Kode 2.6: Menjalankan emerge --info |
# emerge --info
|
Mengadaptasikan seluruh sistem ke pengaturan flag USE baru
Jika anda telah mengubah flag-flag USE anda dan ingin memperbarui seluruh
sistem anda agar menggunakan flag-flag USE baru tersebut, gunakan opsi
--newuse pada perintah emerge:
Daftar Kode 2.7: Memperbarui seluruh sistem |
# emerge --update --deep --newuse world
|
Selanjutnya, jalankan depclean Portage untuk menghapus semua dependensi
kondisional yang ter-emerge pada sistem "lama" anda, tetapi tidak lagi
digunakan karena flag-flag USE baru.
Peringatan:
emerge --depclean adalah langkah yang berbahaya dan sebaiknya digunakan
dengan sangat hati-hati. Periksa kembali daftar paket-paket "usang" yang
ditampilkan untuk memastikan agar Portage tidak menghapus paket-paket yang anda
perlukan. Pada contoh berikut ini, kami menambahkan opsi -p agar depclean
hanya menampilkan daftar paket-paket tanpa menghapusnya.
|
Daftar Kode 2.8: Menghapus paket-paket usang |
# emerge -p --depclean
|
Setelah depclean selesai, jalankan revdep-rebuild untuk membangun ulang
aplikasi yang terkait secara dinamis dengan objek-objek yang disediakan oleh
paket-paket yang telah dibuang. revdep-rebuild merupakan bagian dari
paket gentoolkit; jangan lupa untuk menginstalnya:
Daftar Kode 2.9: Menjalankan revdep-rebuild |
# revdep-rebuild
|
Setelah semuanya selesai, sistem anda sekarang menggunakan setting flag-flag
USE yang baru.
2.c. Flag USE dari paket tertentu
Melihat flag USE yang tersedia
Mari kit gunakan seamonkey sebagai contoh: flag USE saja yang digunakan?
Untuk mengetahuinya, kita menggunakan emerge dengan opsi
--pretend dan --verbose:
Daftar Kode 3.1: Melihat flag USE yang digunakan |
# emerge --pretend --verbose seamonkey
These are the packages that I would merge, in order:
Calculating dependencies ...done!
[ebuild R ] www-client/seamonkey-1.0.7 USE="crypt gnome java -debug -ipv6
-ldap -mozcalendar -mozdevelop -moznocompose -moznoirc -moznomail -moznopango
-moznoroaming -postgres -xinerama -xprint" 0 kB
|
emerge bukanlah satu-satunya alat untuk pekerjaan ini. Sebenarnya kami
memiliki suatu utilitas yang didedikasikan untuk melihat informasi paket yang
bernama equery, yang merupakan bagian dari paket gentoolkit.
Pertama, instal gentoolkit:
Daftar Kode 3.2: Instalasi gentoolkit |
# emerge gentoolkit
|
Sekarang jalankan equery dengan argumen uses untuk melihat
flag USE dari suatu paket. Sebagai contoh, untuk paket gnumeric:
Daftar Kode 3.3: Menggunakan equery untuk melihat flag USE yang digunakan |
# equery uses =gnumeric-1.6.3 -a
[ Searching for packages matching =gnumeric-1.6.3... ]
[ Colour Code : unset ]
[ Legend : Left column (U) - USE flags from make.conf ]
[ : Right column (I) - USE flags packages was installed with ]
[ Found these USE variables for app-office/gnumeric-1.6.3 ]
U I
- - debug : Enable extra debug codepaths, like asserts and extra output.
If you want to get meaningful backtraces see
http://www.gentoo.org/proj/en/qa/backtraces.xml.
- - gnome : Adds GNOME support
+ + : Adds support/bindings for the Python language
- - static : !!do not set this during bootstrap!! Causes binaries to be
+ statically linked instead of dynamically
|
3. Fitur-fitur Portage
3.a. Fitur-fitur Portage
Portage memiliki berbagai fitur tambahan yang dapat menjadikan pengalaman anda
dengan Gentoo lebih asyik. Kebanyakan dari fitur ini bergantung pada beberapa
software yang dapat meningkatkan performa, kehandalan, dan keamanan sistem,...
Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur-fitur tertentu Portage, anda perlu
mengedit variabel FEATURES di file /etc/make.conf yang
berisi keyword fitur, dipisahkan dengan spasi. Pada beberapa kasus, anda juga
perlu menginstal utilitas tambahan yang diperlukan oleh fitur tersebut.
Tidak semua fitur yang didukung Portage kami jelaskan di sini. Untuk gambaran
secara menyeluruh, silahkan baca manual make.conf:
Daftar Kode 1.1: Membaca manual make.conf |
$ man make.conf
|
Untuk mengetahui FEATURES apa yang telah digunakan secara default, jalankan
emerge --info lalu cari variabel FEATURES, atau grep:
Daftar Kode 1.2: Mengetahui FEATURES yang telah digunakan |
$ emerge --info | grep FEATURES
|
3.b. Kompilasi Terdistribusi
Menggunakan distcc
distcc adalah sebuah program untuk mendistribusikan proses kompilasi
kepada beberapa mesin, tidak harus sama jenisnya, yang terhubung di dalam
sebuah jaringan. Klien distcc mengirimkan semua informasi yang
diperlukan ke server distcc yang tersedia (yang menjalankan distccd),
sehingga mereka dapat mengkompilasi potongan-potongan source code untuk klien.
Hasil akhirnya adalah waktu kompilasi yang lebih singkat.
Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang distcc (dan
informasi bagaimana menjalankannya pada Gentoo) di Dokumentasi Distcc Gentoo kami.
Instalasi distcc
Distcc dilengkapi dengan sebuah monitor grafis untuk memonitor tugas-tugas yang
dikirimkan oleh komputer Anda untuk kompilasi. Jika anda menggunakan Gnome
maka tambahkan 'gnome' pada variabel USE anda. Jika anda tidak
menggunakan Gnome dan tetap ingin memiliki monitor ini, maka anda harus
menambahkan 'gtk' pada variabel USE anda.
Daftar Kode 2.1: Instalasi Distcc |
# emerge distcc
|
Aktivasi Dukungan Portage
Tambahkan distcc pada variabel FEATURES di file
/etc/make.conf. Selanjutnya, edit variabel MAKEOPTS sesuai dengan
keinginan anda. Sebuah garis pedoman yang diketahui adalah mengisi -jX
dengan X adalah jumlah CPU yang menjalankan distccd (termasuk
juga host tersebut) ditambah satu. Tapi anda mungkin saja bisa mendapatkan
hasil yang lebih baik dengan nilai lain.
Sekarang jalankan distcc-config dan masukkan daftar dari server-server
distcc yang tersedia. Sebagai contoh sederhana, kami ganggap server distcc yang
tersedia adalah 192.168.1.102 (host ini), 192.168.1.103 dan
192.168.1.104 (dua host "remote"):
Daftar Kode 2.2: Konfigurasi distcc untuk menggunakan tiga server distcc yang tersedia |
# distcc-config --set-hosts "192.168.1.102 192.168.1.103 192.168.1.104"
|
Tentu saja, jangan lupa jalankan daemon distccd:
Daftar Kode 2.3: Menjalankan daemon distcc |
# rc-update add distccd default
# /etc/init.d/distccd start
|
3.c. ccache
Tentang ccache
ccache adalah cache compiler yang cepat. Ketika anda mengkompilasi
sebuah program, hasil tengah kompilasi akan dicache, sehingga jika anda
mengkompilasi ulang program yang sama, waktu kompilasinya akan berkurang drastis.
Untuk kompilasi umum, hasil yang dicapai adalah kompilasi yang lebih singkat
5 sampai 10 kali.
Jika anda tertarik untuk lebih mengenal ccache, silahkan kunjungi
website ccache.
Instalasi ccache
Untuk menginstal ccache, jalankan emerge ccache:
Daftar Kode 3.1: Instalasi ccache |
# emerge ccache
|
Aktivasi Dukungan Portage
Buka file /etc/make.conf lalu tambahkan ccache ke variabel
FEATURES. Kemudian, tambahkan variabel baru bernama CCACHE_SIZE dan set ke
"2G":
Daftar Kode 3.2: Edit CCACHE_SIZE di /etc/make.conf |
CCACHE_SIZE="2G"
|
Untuk memeriksa apakah ccache bekerja, mintalah ccache untuk memberikan
statistiknya kepada anda. Karena Portage menggunakan direktori home ccache yang
berbeda, anda juga perlu mengeset variabel CCACHE_DIR:
Daftar Kode 3.3: Melihat statistik ccache |
# CCACHE_DIR="/var/tmp/portage" ccache -s
|
/var/tmp/ccache adalah lokasi direktori home ccache default
Portage; jika anda ingin merubahnya, anda dapat melakukannya melalui variabel
CCACHE_DIR di /etc/make.conf.
Bagaimanapun juga, ketika anda menjalankan ccache, lokasi default
${HOME}/.ccache akan digunakan, itulah sebabnya anda perlu
mengatur variabel CCACHE_DIR ketika ingin melihat statistik ccache
(Portage).
Menggunakan ccache untuk kompilasi C non-portage
Jika anda ingin menggunakan ccache untuk kompilasi non-Portage, tambahkan
/usr/lib/ccache/bin di awal variabel PATH anda (sebelum
/usr/bin). Ini dapat dilakukan dengan mengedit
.bash_profile di direktori home anda. Penggunaan
.bash_profile adalah salah satu cara untuk mendefinisikan
variabel PATH.
Daftar Kode 3.4: Edit .bash_profile |
PATH="/usr/lib/ccache/bin:/opt/bin:${PATH}"
|
3.d. Dukungan Paket Binari
Menciptakan paket prebuilt
Portage mendukung instalasi paket-paket prebuilt. Walaupun Gentoo tidak
menyediakan paket-paket prebuilt (kecuali snapshot GRP), Portage dapat dengan
mudah diatur untuk menangani paket prebuilt.
Untuk menciptakan sebuah paket prebuilt, anda dapat menggunakan quickpkg
jika paket tersebut telah terinstal di sistem anda, atau emerge dengan
opsi --buildpkg atau --buildpkgonly.
Jika anda ingin agar Portage selalu menciptakan paket prebuilt untuk setiap
software yang anda instal, tambahkan buildpkg ke variabel FEATURES.
Dukungan yang lebih luas untuk pembuatan kumpulan paket prebuilt dapat
dilakukan dengan catalyst. Untuk info lebih lanjut tentang catalyst,
bacalah FAQ Catalyst.
Instalasi paket prebuilt
Walaupun Gentoo tidak menyediakannya, anda dapat menciptakan sebuah repositori
pusat tempat anda menyimpan paket-paket prebuilt. Jika anda ingin menggunakan
repositori ini, anda perlu memberitahukannya kepada Portage dengan menambahkan
variabel PORTAGE_BINHOST yang menunjuk ke repositori tersebut. Sebagai contoh,
jika paket-paket prebuilt tersimpan di ftp://buildhost/gentoo:
Daftar Kode 4.1: Set PORTAGE_BINHOST di /etc/make.conf |
PORTAGE_BINHOST="ftp://buildhost/gentoo"
|
Ketika anda ingin menginstal sebuah paket prebuilt, tambahkan opsi
--getbinpkg ke perintah emerge bersama opsi --usepkg. Opsi
pertama akan memerintahkan emerge untuk mendownload paket prebuilt dari server
yang telah ditentukan. Sedangkan opsi kedua akan memerintahkan emerge untuk
mencoba menginstal paket prebuilt dulu sebelum mendowload source dan
mengkompilasinya.
Sebagai contoh, untuk menginstal gnumeric dari paket prebuilt:
Daftar Kode 4.2: Instalasi paket prebuilt gnumeric |
# emerge --usepkg --getbinpkg gnumeric
|
Informasi lebih lanjut tentang opsi-opsi paket prebuilt emerge dapat anda
temukan di manual emerge:
Daftar Kode 4.3: Membaca manual emerge |
# man emerge
|
3.e. Mendownload File
Download paralel
Ketika anda meng-emerge sejumlah paket, Portage dapat mendownload file source
untuk paket selanjutnya yang ada di daftar bahkan ketika sedang mengkompilasi
paket lain, jadi dapat mempersingkat waktu kompilasi. Untuk menggunakannya,
tambahkan "parallel-fetch" di variabel FEATURES.
Userfetch
Ketika Portage dijalankan sebagai root, FEATURES="userfetch" akan mengizinkan
Portage untuk menanggalkan hak root. Ini merupakan sebuah peningkatan kecil
untuk keamanan sistem.
4. Skrip Init
4.a. Runlevel
Boot Sistem
Ketika sistem anda boot, anda akan melihat banyak teks yang beterbangan. Jika
anda memperhatikan dengan benar, anda akan mengetahui bahwa teks ini adalah
teks yang selalu ditampilkan setiap kali sistem anda boot. Urutan dalam semua
proses ini disebut boot sequences dan (lebih kurang) didefenisikan
secara statis.
Pertama-tama, bootloader akan memuat imej kernel yang telah anda tentukan di
konfigurasi bootloader ke dalam memori, setelah itu bootloader memerintahkan
CPU untuk menjalankan kernel. Ketika kernel telah dimuat dan dialankan,
bootloader akan menginisialisasi semua struktur dan tugas-tugas khusus kernel
dan memulai proses init.
Proses ini kemudian akan memastikan bahwa semua filesystem (yang didefenisikan
dalam /etc/fstab) dimuat dan siap digunakan. Kemudian beberapa
skrip yang berada pada /etc/init.d akan dijalankan, yang akan
memulai servis yang anda perlukan untuk menghasilkan suatu sistem yang sukses
di-boot.
Terakhir, setelah semua skrip dijalankan, init mengaktifkan
terminal-terminal (dalam banyak kasus ini berupa konsol virtual yang
tersembunyi di dalam Alt-F1, Alt-F2, dst) dengan melampirkan
proses khusus yang disebut agetty padanya. Proses ini akan memastikan
bahwa anda dapat login melalui terminal-terminal ini dengan menjalankan
login.
Skrip Init
init tidak hanya menjalankan skrip yang ada di dalam
/etc/init.d secara acak. Bahkan tidak menjalankan semua skrip yang
berada di dalam /etc/init.d, melainkan hanya skrip yang telah
diperintahkan untuk dijalankan saja. Skrip yang akan dijalankan ditentukan
dengan melihat isi /etc/runlevels.
Pertama-tama, init menjalankan semua skrip dari /etc/init.d
yang mempunyai symlink di /etc/runlevels/boot. Biasanya, skrip
dijalankan sesuai dengan urutan abjad, tetapi beberapa skrip mempunyai
dependensi di dalamnya, memberitahukan kepada sistem bahwa skrip yang lain
harus dijalankan terlebih dahulu sebelum ia dapat dijalankan.
Ketika semua skrip yang direferensikan oleh /etc/runlevels/boot
telah dijalankan, init melanjutkannya dengan menjalankan skrip yang
memiliki symlink di /etc/runlevels/default. Lagi-lagi, init akan
menggunakan urutan abjad untuk menentukan skrip mana yang akan dijalankan lebih
dulu, kecuali jika suatu skrip mempunyai dependensi di dalamnya yang menyebabkan
perubahan urutan agar skrip-skrip dijalankan dengan urutan yang benar.
Cara Kerja Init
Tentu saja init tidak memutuskan semuanya sendirian. Diperlukan sebuah
file konfigurasi yang menentukan tindakan apa saja yang harus diambil. File
konfigurasi ini adalah /etc/inittab.
Jika anda mengingat urutan boot yang telah kami jelaskan, anda akan mengingat
bahwa tindakan init yang pertama adalah melakukan mount semua filesystem.
Tindakan ini ditentukan pada baris berikut ini dalam /etc/inittab:
Daftar Kode 1.1: Baris inisialisasi sistem pada /etc/inittab |
si::sysinit:/sbin/rc sysinit
|
Baris ini memerintahkan init untuk menjalankan /sbin/rc sysinit
untuk menginisialisasi sistem. Skrip /sbin/rc menangani proses
inisialisasi, jadi anda boleh saja mengatakan bahwa init tidaklah
bekerja banyak -- ia hanya memberikan tugas untuk menginisialisasi sistem
kepada proses lain.
Kedua, init menjalankan semua skrip yang mempunyai symlink di
/etc/runlevels/boot yang ditentukan pada baris berikut ini:
Daftar Kode 1.2: Inisialisasi sistem, lanjutan |
rc::bootwait:/sbin/rc boot
|
Kemudian skrip rc akan melakukan tugas-tugas yang diperlukan. Perlu
dicatat bahwa opsi yang diberikan kepada rc (boot) sama dengan
subdirektori dari /etc/runlevels yang dipergunakan.
Sekarang init akan memeriksa file konfigurasinya untuk melihat
runlevel apa yang perlu dijalankan. Untuk memutuskan hal ini, maka
baris berikut ini dari /etc/inittab akan dibaca:
Daftar Kode 1.3: Baris init default |
id:3:initdefault:
|
Dalam hal ini (dimana mayoritas pengguna Gentoo akan menggunakannya), id
runlevel adalah 3. Dengan menggunakan informasi ini, init akan
memeriksa apa saja yang harus dijalankan untuk memulai runlevel 3:
Daftar Kode 1.4: Defenisi runlevel |
l0:0:wait:/sbin/rc shutdown
l1:S1:wait:/sbin/rc single
l2:2:wait:/sbin/rc nonetwork
l3:3:wait:/sbin/rc default
l4:4:wait:/sbin/rc default
l5:5:wait:/sbin/rc default
l6:6:wait:/sbin/rc reboot
|
Baris yang mendefenisikan level 3, sekali lagi, menggunakan skrip rc
untuk memulai servis (dengan argumen default). Perlu dicatat juga bahwa
argumen rc sama dengan subdirektori di dalam
/etc/runlevels.
Ketika rc selesai dijalankan, init menentukan konsol virtual apa
yang perlu diaktifkan dan perintah apa yang perlu dijalankan pada setiap konsol:
Daftar Kode 1.5: Defenisi konsol virtual |
c1:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty1 linux
c2:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty2 linux
c3:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty3 linux
c4:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty4 linux
c5:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty5 linux
c6:12345:respawn:/sbin/agetty 38400 tty6 linux
|
Apakah runlevel itu?
Anda telah mengetahui bahwa init menggunakan skema penomoran untuk
menentukan runlevel apa yang harus diaktifkan. Sebuah runlevel
adalah sebuah kondisi dimana sistem berjalan dan berisi koleksi skrip (skrip
runlevel atau initscripts) yang harus dijalankan ketika anda memasuki
atau meninggalkan suatu runlevel.
Di Gentoo, terdapat tujuh runlevel yang didefenisikan, tiga runlevel internal,
dan empat runlevel yang didefenisikan user. Runlevel internal terdiri dari
sysinit, shutdown dan reboot dan melakukan hal-hal yang
sama dengan nama mereka: inisialisasi sistem, mematikan sistem dan reboot sistem.
Runlevel yang didefenisikan user berada di dalam subdirektori
/etc/runlevels: boot, default,
nonetwork dan single. Runlevel boot
memulai semua servis penting untuk sistem yang akan digunakan oleh
runlevel-runlevel lainnya. Sisa tiga runlevel dibedakan dari servis yang
dimulai: default digunakan untuk penggunaan sehari-hari,
nonetwork digunakan bila koneksi jaringan tidak diperlukan, dan
single digunakan ketika Anda harus memperbaiki sistem.
Bekerja dengan Skrip Init
Skrip yang dimulai oleh proses rc disebut skrip init.
Setiap skrip pada /etc/init.d dapat dieksekusi dengan argumen
start, stop, restart, pause, zap,
status, ineed, iuse, needsme, usesme
atau broken.
Untuk memulai, menghentikan atau memulai kembali suatu servis (dan semua servis
yang bergantung padanya), start, stop dan restart harus
digunakan:
Daftar Kode 1.6: Memulai postfix |
# /etc/init.d/postfix start
|
Catatan:
Hanya servis yang memerlukan servis yang diberikan yang akan dihentikan
atau dimulai ulang. Servis lain yang bergantung padanya (yang menggunakan
servis ini tetapi tidak memerlukannya) tidak akan diutak-atik.
|
Jika anda ingin menghentikan suatu servis, tetapi bukan servis yang bergantung
padanya, anda dapat menggunakan argumen pause:
Daftar Kode 1.7: Menghentikan postfix tetapi membiarkan servis yang bergantung padanya tetap berjalan |
# /etc/init.d/postfix pause
|
Jika Anda ingin melihat status dari suatu servis (started, stopped, paused,
...) Anda dapat menggunakan argumen status:
Daftar Kode 1.8: Informasi status postfix |
# /etc/init.d/postfix status
|
Jika informasi status memberitahukan Anda bahwa suatu servis sedang berjalan,
tetapi Anda tahu bahwa itu tidak berjalan, maka Anda dapat mereset informasi
status ke "stopped" dengan argumen zap:
Daftar Kode 1.9: Reset informasi status postfix |
# /etc/init.d/postfix zap
|
Untuk memeriksa dependensi dari servis tersebut, Anda dapat menggunakan
iuse atau ineed. Dengan ineed anda dapat melihat servis
yang benar-benar diperlukan oleh suatu servis untuk dapat berfungsi dengan
benar. Pada sisi lain, iuse menunjukkan servis yang dapat digunakan oleh
servis itu, tetapi tidak terlalu diperlukan untuk berfungsi dengan benar.
Daftar Kode 1.10: Melihat daftar semua servis yang dibutuhkan oleh postfix |
# /etc/init.d/postfix ineed
|
Demikian juga, anda dapat melihat servis-servis apa saja yang memerlukan servis
tersebut (needsme) atau yang dapat menggunakannya (usesme):
Daftar Kode 1.11: Melihat daftar semua servis yang membutuhkan postfix |
# /etc/init.d/postfix needsme
|
Terakhir, anda dapat melihat dependensi apa yang saja yang diperlukan oleh
servis tersebut tetapi tidak tersedia:
Daftar Kode 1.12: Melihat daftar dependensi yang tidak tersedia untuk postfix |
# /etc/init.d/postfix broken
|
4.b. Bekerja dengan rc-update
Apakah rc-update itu?
Sistem init Gentoo menggunakan suatu pohon dependensi untuk menentukan
servis-servis apa saja yang harus dijalankan terlebih dulu. Karena ini
merupakan tugas yang membosankan, maka kami tidak ingin user kami melakukannya
secara manual. Kami telah membuatkan sebuah utilitas yang memudahkan
administrasi runlevel dan skrip init.
Dengan rc-update anda dapat menambah dan menghapus skrip init dari suatu
runlevel. Utilitas rc-update kemudian akan secara otomatis memerintahkan
skrip depscan.sh untuk membangun ulang pohon dependensi.
Menambah dan Menghapus Servis
Anda telah menambahkan beberapa skrip init pada runlevel "default" ketika
melakukan instalasi Gentoo. Pada saat itu, mungkin anda sama sekali tidak
mempunyai bayangan "default" itu untuk apa, tetapi sekarang anda seharusnya
sudah tahu. Skrip rc-update membutuhkan argumen kedua yang
mendefenisikan aksi: add, del atau show.
Untuk menambah atau menghapus sebuah skrip init, berikan argumen add
atau del kepada rc-update, diikuti dengan skrip init dan
runlevel. Sebagai contoh:
Daftar Kode 2.1: Menghapus postfix dari runlevel default |
# rc-update del postfix default
|
Perintah rc-update -v show akan menunjukkan semua skrip init yang ada
dan daftar runlevel tempat mereka dijalankan:
Daftar Kode 2.2: Menampilkan informasi skrip init |
# rc-update -v show
|
Anda juga bisa menjalankan rc-update show (tanpa opsi -v) jika
anda hanya ingin melihat skrip init yang telah diaktifkan bersama runlevelnya.
4.c. Pengaturan Servis
Mengapa Diperlukan Pengaturan Tambahan?
Skrip init dapat menjadi begitu rumit. Oleh karena itu akan menjadi sangat
tidak menarik bagi user untuk mengedit skrip init secara langsung, karena akan
membuatnya menjadi rentan terhadap kesalahan. Bagaimanapun juga, pengaturan
servis tersebut tetaplah penting. Contohnya, Anda mungkin ingin memberikan
opsi lebih untuk servis itu sendiri.
Alasan kedua untuk memiliki pengaturan ini di luar skrip init adalah agar dapat
melakukan update skrip init tanpa harus khawatir dibatalkannya perubahan pada
pengaturan anda.
Direktori /etc/conf.d
Gentoo memberikan cara mudah untuk mengatur suatu servis: setiap skrip init
yang dapat dikonfigurasi, mempunyai suatu file di dalam
/etc/conf.d. Contohnya, skrip init apache2 (bernama
/etc/init.d/apache2) mempunyai suatu file konfigurasi yang bernama
/etc/conf.d/apache2, yang dapat berisi opsi-opsi yang ingin anda
berikan kepada server Apache 2 ketika memulai servis tersebut:
Daftar Kode 3.1: Variable yang didefenisikan pada /etc/conf.d/apache2 |
APACHE2_OPTS="-D PHP5"
|
File konfigurasi tersebut berisi variabel, dan hanya variabel (seperti
/etc/make.conf), sehingga konfigurasi servis menjadi sangat mudah.
Dan juga, kita dapat memberikan lebih banyak informasi mengenai variabel
(sebagai komentar).
4.d. Menulis Skrip Init
Haruskah saya melakukannya?
Tidak. Menulis skrip init biasanya tidak diperlukan, karena Gentoo telah
menyediakan skrip init siap pakai untuk semua servis yang disediakan. Tetapi,
anda mungkin telah menginstal suatu servis tanpa menggunakan Portage, sehingga
anda harus membuat sendiri skrip initnya.
Jangan gunakan skrip init yang disediakan oleh servis tersebut bila tidak
disebutkan secara jelas bahwa skrip tersebut ditulis untuk Gentoo: skrip init
Gentoo tidak kompatibel dengan skrip init yang digunakan oleh distro lain!
Layout
Layout dasar dari sebuah skrip init ditunjukkan di bawah ini.
Daftar Kode 4.1: Layout dasar skrip init |
#!/sbin/runscript
depend() {
}
start() {
}
stop() {
}
restart() {
}
|
Semua skrip init mengharuskan fungsi start() didefenisikan.
Sedangkan seksi yang lain adalah opsional.
Dependensi
Terdapat dua dependensi yang dapat Anda defenisikan: use dan need.
Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, dependensi need lebih ketat
daripada dependensi use. Mengikuti tipe dependensi ini, anda memasukkan
servis yang dibutuhkan atau dependensi virtual.
Dependensi virtual adalah suatu dependensi yang diberikan oleh suatu
servis, tetapi tidak melulu cuma bisa diberikan oleh servis itu saja. Skrip
anda dapat bergantung pada logger sistem, tetapi terdapat banyak logger sistem
yang tersedia (metalogd, syslog-ng, sysklogd, ...). Karena anda tidak dapat
menjalankan semuanya (tidak ada sistem yang menginstal dan menjalankan
semua logger sistem ini dalam satu waktu) kami memastikan bahwa semua servis
ini menyediakan sebuah dependensi virtual.
Mari kita lihat informasi dependensi untuk servis postfix.
Daftar Kode 4.2: Informasi dependensi postfix |
depend() {
need net
use logger dns
provide mta
}
|
Seperti yang anda lihat, servis postfix:
-
membutuhkan dependensi net (virtual) (yang disediakan oleh -
misalnya - /etc/init.d/net.eth0)
-
menggunakan dependensi logger (virtual) (yang disediakan oleh -
misalnya - /etc/init.d/syslog-ng)
-
menggunakan dependensi dns (virtual) (yang disediakan oleh -
misalnya - /etc/init.d/named)
-
menyediakan dependensi mta (virtual) (yang umum untuk semua
server mail)
Mengatur urutan
Dalam beberapa kasus, anda mungkin tidak membutuhkan suatu servis, tetapi
menginginkan servis anda dimulai sebelum (atau sesudah) servis
yang lain dijalankan jika tersedia dalam sistem (catatan kondisi - ini
sudah bukan merupakan dependensi) dan berjalan dalam runlevel yang sama
(catatan kondisi - hanya servis yang berada dalam runlevel yang sama yang
terlibat). Anda dapat memberikan informasi ini dengan before atau
after.
Sebagai contoh, kita akan melihat setting dari servis Portmap:
Daftar Kode 4.3: Fungsi depend() pada servis portmap |
depend() {
need net
before inetd
before xinetd
}
|
Anda dapat juga menggunakan glob "*" untuk menangkap semua servis yang berada
pada runlevel yang sama, meskipun hal ini tidak dianjurkan.
Daftar Kode 4.4: Menjalankan skrip init sebagai skrip pertama pada runlevel |
depend() {
before *
}
|
Jika servis anda harus menulis ke disk lokal, servis tersebut harus memerlukan
localmount. Jika servis tersebut menempatkan sesuatu di dalam
/var/run sebagai sebuah pidfile, maka servis tersebut harus
dijalankan setelah bootmisc:
Daftar Kode 4.5: Contoh fungsi depend() |
depend() {
need localmount
after bootmisc
}
|
Fungsi standar
Setelah fungsi depend(), anda juga perlu mendefenisikan fungsi
start(). Fungsi ini berisi semua perintah yang diperlukan untuk
menginisialisasi servis Anda. Dianjurkan untuk menggunakan fungsi ebegin
dan eend untuk menginformasikan kepada user apa saja yang sedang terjadi:
Daftar Kode 4.6: Contoh fungsi start() |
start() {
ebegin "Starting my_service"
start-stop-daemon --start --quiet --exec /path/to/my_service \
--pidfile /path/to/my_pidfile
eend $?
}
|
--exec dan --pidfile harus digunakan pada fungsi start dan stop.
Jika servis tidak menciptakan sebuah pidfile, maka gunakan --make-pidfile
jika memungkinkan, tetapi anda harus mencobanya dahulu untuk memastikan. Jika
tidak, jangan gunakan pidfile. Anda juga dapat menambahkan --quiet pada
opsi start-stop-daemon, tapi hal ini tidak dianjurkan kecuali servis
tersebut sangat verbose. Penggunaan --quiet dapat menghalangi proses
debugging jika servic tersebut gagal dimulai.
Catatan:
Pastikan agar --exec benar-benar memanggil sebuah servis, bukannya skrip
shell yang menjalankan servis kemudian berhenti -- inilah yang seharusnya
dijalankan oleh skrip init.
|
Jika anda memerlukan contoh lebih lanjut terkait fungsi start(),
silakan baca kode sumber dari skrip init yang tersedia di dalam direktori
/etc/init.d.
Fungsi lain yang dapat anda defenisikan adalah: stop() dan
restart(). Anda tidak diharuskan untuk mendefenisikan fungsi-fungsi ini!
Sistem init kita cukup cerdas untuk mengisi fungsi-fungsi ini secara otomatis
jika anda sudah menggunakan start-stop-daemon.
Walaupun anda tidak harus menciptakan fungsi stop(), berikut ini
adalah contohnya:
Daftar Kode 4.7: Contoh fungsi stop() |
stop() {
ebegin "Stopping my_service"
start-stop-daemon --stop --exec /path/to/my_service \
--pidfile /path/to/my_pidfile
eend $?
}
|
Jika servis anda menjalankan skrip lain (mis. bash, python, atau perl), dan
skrip ini nantinya akan mengganti nama-nama (mis. foo.py ke foo),
maka anda perlu menambahkan --name ke start-stop-daemon. Anda
harus menentukan nama yang akan diganti oleh skrip anda. Pada contoh ini,
sebuah servis menjalankan foo.py, yang kemudian berganti nama menjadi
foo:
Daftar Kode 4.8: Servis yang menjalankan skrip foo |
start() {
ebegin "Starting my_script"
start-stop-daemon --start --exec /path/to/my_script \
--pidfile /path/to/my_pidfile --name foo
eend $?
}
|
start-stop-daemon menyediakan manual yang sangat bagus jika anda
memerlukan informasi lebih lanjut:
Daftar Kode 4.9: Membaca manual start-stop-daemon |
# man start-stop-daemon
|
Sintaks skrip init Gentoo berbasis Bourne Again Shell (bash), jadi anda bebas
menggunakan konstruksi yang kompatibel dengan bash di dalam skrip init anda.
Menambahkan opsi kustomisasi
Jika anda ingin skrip init anda mendukung opsi yang lebih advanced
daripada opsi-opsi yang telah kami sediakan, anda harus menambahkan opsi
tersebut pada variabel opts, dan membuat suatu fungsi dengan nama yang
sama dengan opsi tersebut. Contohnya, untuk mendukung sebuah opsi bernama
restartdelay:
Daftar Kode 4.10: Menambahkan dukungan opsi restartdelay |
opts="${opts} restartdelay"
restartdelay() {
stop()
sleep 3
start()
}
|
Variabel konfigurasi servis
Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk menyediakan sebuah file konfigurasi di
dalam /etc/conf.d: jika skrip init anda dijalankan, file-file
berikut ini secara otomatis akan dijadikan sebagai sumber (variabel-variabel
tersedia untuk digunakan):
- /etc/conf.d/<skrip init anda>
- /etc/conf.d/basic
- /etc/rc.conf
Juga, jika skrip init anda menyediakan dependensi virtual (seperti net),
maka file yang diasosiasikan dengan dependensi itu (seperti
/etc/conf.d/net) juga akan dijadikan sebagai sumber.
4.e. Mengubah Tingkah Laku Runlevel
Siapa yang akan diuntungkan?
Banyak pengguna laptop yang mengetahui situasi ini: di rumah anda memerlukan
net.eth0 sementara di perjalanan, anda tidak memerlukannya (karena
tidak ada jaringan yang tersedia). Dengan Gentoo, anda dapat mengubah tingkah
laku runlevel agar sesuai keinginan anda.
Contoh, anda dapat membuat suatu runlevel "default" kedua yang memiliki skrip
init yang berbeda di dalamnya. Kemudian, pada saat boot anda dapat memilih
runlevel default mana yang ingin anda gunakan.
Menggunakan softlevel
Pertama-tama, buatlah direktori runlevel untuk runlevel "default" anda yang
kedua. Sebagai contoh kami akan membuat runlevel offline:
Daftar Kode 5.1: Membuat direktori runlevel |
# mkdir /etc/runlevels/offline
|
Tambahkan skrip init yang diperlukan pada runlevel yang baru dibuat ini.
Contoh, jika anda ingin memiliki duplikat yang sama persis dengan runlevel
default anda sekarang, tetapi tanpa net.eth0:
Daftar Kode 5.2: Menambahkan skrip init yang diperlukan |
# cd /etc/runlevels/default
# for service in *; do rc-update add $service offline; done
# rc-update del net.eth0 offline
# rc-update show offline
acpid | offline
domainname | offline
local | offline
net.eth0 |
|
Walaupun net.eth0 telah dihapus dari runlevel offline, udev masih
akan tetap mencoba menjalankan semua perangkat yang ditemukannya dan
meluncurkan servis yang sesuai. Untuk itu, anda perlu menambahkan setiap servis
jaringan yang tidak anda ingin untuk dijalankan (juga servis untuk setiap
perangkat yang mungkin akan dijalankan oleh udev) ke
/etc/conf.d/rc seperti berikut:
Daftar Kode 5.3: Menonaktifkan peluncuran servis di /etc/conf.d/rc |
RC_COLDPLUG="yes"
RC_PLUG_SERVICES="!net.eth0"
|
Catatan:
Untuk mendapatkan info lanjutan tentang hal ini, bacalah komentar di dalam file
/etc/conf.d/rc.
|
Sekarang edit konfigurasi bootloader Anda dan tambahkan suatu entri baru untuk
runlevel offline. Misalnya, di file /boot/grub/grub.conf:
Daftar Kode 5.4: Menambahkan sebuah entri untuk runlevel offline |
title Gentoo Linux Offline Usage
root (hd0,0)
kernel (hd0,0)/kernel-2.4.25 root=/dev/hda3 softlevel=offline
|
VoilÃ, semuanya sudah siap sekarang. Jika Aada boot sistem dan memilih entri
yang baru ditambahkan pada waktu boot, runlevel offline akan digunakan
sebagai ganti dari default.
Menggunakan bootlevel
Menggunakan bootlevel sangat sejalan dengan softlevel.
Perbedaannya di sini hanyalah anda mendefenisikan runlevel "boot" yang kedua
dan bukan runlevel "default" yang ke dua.
5. Variabel Lingkungan
5.a. Variabel Lingkungan?
Apakah variabel lingkungan itu?
Variabel lingkungan adalah nama obyek yang berisi informasi yang digunakan
oleh satu aplikasi atau lebih. Banyak user (khususnya mereka yang baru mengenal
Linux) merasa hal ini agak aneh atau tidak dapat diatur. Pendapat ini tidak
benar: dengan menggunakan variabel lingkungan, kita dengan mudah dapat
melakukan perubahan konfigurasi untuk satu aplikasi atau lebih.
Contoh penting
Tabel berikut berisi daftar variabel yang digunakan oleh sistem Linux berikut
penjelasannya. Contoh nilai ditunjukkan setelah tabelnya.
| Variabel |
Penjelasan |
| PATH |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua,
yang digunakan oleh sistem anda untuk mencari file yang dapat dieksekusi.
Jika anda memasukkan suatu nama file yang dapat dieksekusi (seperti
ls, rc-update atau emerge) tetapi file ini ternyata
tidak terdapat pada daftar direktori, maka sistem tidak akan menjalankan
file ini (kecuali jika anda menuliskan path lengkap dari perintah tersebut,
seperti /bin/ls).
|
| ROOTPATH |
Variabel ini memiliki fungsi yang sama dengan PATH, tetapi hanya
berisi daftar direktori yang akan diperiksa ketika user-root menjalankan
sebuah perintah.
|
| LDPATH |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang
digunakan oleh linker dinamis untuk mencari pustaka (library).
|
| MANPATH |
Varibel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang
digunakan oleh perintah man untuk mencari halaman manual.
|
| INFODIR |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua, yang
digunakan oleh perintah info untuk mencari halaman info.
|
| PAGER |
Variable ini berisi path dari program yang digunakan untuk menunjukkan isi
dari suatu file (mis. less atau more).
|
| EDITOR |
Variabel ini berisi path dari program yang digunakan untuk mengubah isi
dari suatu file (mis. nano atau vi).
|
| KDEDIRS |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh titik dua,
yang berisi materi-materi khusus KDE.
|
| CONFIG_PROTECT |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh spasi,
yang harus dilindungi oleh Portage selama update.
|
| CONFIG_PROTECT_MASK |
Variabel ini berisi daftar direktori, yang dipisahkan oleh spasi,
yang tidak boleh dilindungi oleh Portage selama update.
|
Berikut ini adalah contoh definisi dari semua variabel-variabel tersebut:
Daftar Kode 1.1: Contoh definisi variabel |
PATH="/bin:/usr/bin:/usr/local/bin:/opt/bin:/usr/games/bin"
ROOTPATH="/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/usr/local/sbin:/usr/local/bin"
LDPATH="/lib:/usr/lib:/usr/local/lib:/usr/lib/gcc-lib/i686-pc-linux-gnu/3.2.3"
MANPATH="/usr/share/man:/usr/local/share/man"
INFODIR="/usr/share/info:/usr/local/share/info"
PAGER="/usr/bin/less"
EDITOR="/usr/bin/vim"
KDEDIRS="/usr"
CONFIG_PROTECT="/usr/X11R6/lib/X11/xkb /opt/tomcat/conf \
/usr/kde/3.1/share/config /usr/share/texmf/tex/generic/config/ \
/usr/share/texmf/tex/platex/config/ /usr/share/config"
CONFIG_PROTECT_MASK="/etc/gconf
|
5.b. Mendefinisikan Variabel secara Global
Direktori /etc/env.d
Untuk kebutuhan sentralisasi definisi variabel-variabel ini, Gentoo
memperkenalkan direktori /etc/env.d. Di dalam direktori ini,
anda akan menemukan beberapa file, seperti 00basic,
05gcc, dll, yang berisi variabel yang dibutuhkan oleh aplikasi
yang bersesuaian namanya.
Contohnya, ketika anda menginstal gcc, file 05gcc akan
diciptakan oleh ebuild, yang berisi definisi dari variabel-variabel berikut:
Daftar Kode 2.1: /etc/env.d/05gcc |
PATH="/usr/i686-pc-linux-gnu/gcc-bin/3.2"
ROOTPATH="/usr/i686-pc-linux-gnu/gcc-bin/3.2"
MANPATH="/usr/share/gcc-data/i686-pc-linux-gnu/3.2/man"
INFOPATH="/usr/share/gcc-data/i686-pc-linux-gnu/3.2/info"
CC="gcc"
CXX="g++"
LDPATH="/usr/lib/gcc-lib/i686-pc-linux-gnu/3.2.3"
|
Distro lain meminta anda untuk mengubah atau menambahkan definisi variabel
lingkungan di /etc/profile atau lokasi yang lain. Gentoo
memberikan kemudahan bagi Anda (dan bagi Portage) untuk memelihara dan mengatur
variabel lingkungan tanpa perlu memberikan perhatian penuh pada sejumlah file
yang mungkin berisi variabel lingkungan.
Contohnya, ketika gcc diperbarui, file /etc/env.d/05gcc
juga akan langsung diperbarui tanpa campur tangan user.
Hal ini bukan hanya menguntungkan Portage, tetapi juga anda sebagai pengguna.
Kadang-kadang anda mungkin akan diminta untuk melakukan pengaturan variabel
lingkungan dari keseluruhan sistem. Contohnya, kita gunakan variabel
http_proxy. Daripada berpusing ria dengan /etc/profile,
anda sekarang cukup membuat suatu file (/etc/env.d/99local)
dan memasukkan definisi anda di dalamnya:
Daftar Kode 2.2: /etc/env.d/99local |
http_proxy="proxy.server.com:8080"
|
Dengan menggunakan file yang sama untuk semua variabel, anda akan mendapatkan
ringkasan cepat dari variabel yang telah anda definisikan.
Skrip env-update
Beberapa file yang berada di dalam /etc/env.d mendefinisikan
variabel PATH. Hal ini tidak salah: ketika anda menjalankan
env-update, beberapa definisi akan ditambahkan sebelum variabel
lingkungan diperbarui, sehingga memudahkan paket (atau pengguna) untuk
menambahkan variabel lingkungannya sendiri tanpa mempengaruhi nilai variabel
yang telah ada.
Skrip env-update akan menambahkan nilai-nilai dalam urutan abjad ke
dalam file /etc/env.d. Nama-nama file harus dimulai dengan dua
angka desimal.
Daftar Kode 2.3: Urutan update yang digunakan oleh env-update |
00basic 99kde-env 99local
+-------------+----------------+-------------+
PATH="/bin:/usr/bin:/usr/kde/3.2/bin:/usr/local/bin"
|
Rangkaian variable tidak selalu terjadi, untuk variabel-variabel berikut ini:
KDEDIRS, PATH, LDPATH, MANPATH, INFODIR,
INFOPATH, ROOTPATH, CONFIG_PROTECT,
CONFIG_PROTECT_MASK, PRELINK_PATH dan PRELINK_PATH_MASK.
Untuk semua variabel lain, nilai terakhir yang didefinisikan (dengan urutan
abjad dari nama file di /etc/env.d) digunakan.
Ketika Anda menjalankan env-update, skrip ini akan menciptakan semua
variabel lingkungan dan menempatkannya di /etc/profile.env (yang
digunakan oleh /etc/profile). Skrip ini juga akan mengambil
informasi dari variabel LDPATH dan menggunakannya untuk membuat
/etc/ld.so.conf. Setelah itu, skrip ini akan menjalankan
ldconfig untuk membuat kembali file /etc/ld.so.cache yang
digunakan oleh linker dinamis.
Jika anda ingin mendapatkan hasil env-update sesegera mungkin setelah
anda menjalankan skripnya, jalankan perintah berikut untuk memperbarui
lingkungan anda. Pengguna yang menginstal sendiri Gentoo-nya mungkin masih
mengingatnya dari instruksi instalasi:
Daftar Kode 2.4: Memperbarui lingkungan |
# env-update && source /etc/profile
|
Catatan:
Perintah di atas hanya akan memperbarui variabel di terminal yang sedang anda
gunakan, konsol-konsol baru, dan turunannya. Jadi jika anda bekerja di
lingkungan X11, anda perlu mengetikkan source /etc/profile di semua
terminal baru yang anda buka, atau restart X agar semua terminal mengetahui
variabel baru. Jika anda menggunakan sebuah login manager, jadilah user root
kemudian jalankan /etc/init.d/xdm restart. Jika tidak, anda perlu logout
dan login kembali agar X menerapkan semua variabel baru.
|
Penting:
Anda tidak boleh menggunakan variabel shell ketika menentukan variabel lain.
Artinya, penggunaan FOO="$BAR" ($BAR adalah variabel lain)
dilarang.
|
5.c. Mendefinisikan Variabel Lokal
Khusus per user
Anda tidak selalu harus atau perlu mendefinisikan variabel lingkungan secara
global. Contohnya, mungkin anda ingin menambahkan
/home/my_user/bin ke dalam variabel PATH tetapi anda tidak
ingin pengguna lain pada sistem tersebut memiliki PATH yang sama dengan
milik anda. Jika anda ingin mendefinisikan variabel lingkungan lokal, anda
perlu menggunakan ~/.bashrc atau ~/.bash_profile:
Daftar Kode 3.1: Memperluas PATH untuk penggunaan lokal dalam ~/.bashrc |
PATH="${PATH}:/home/my_user/bin:"
|
Ketika anda login kembali, variabel PATH anda akan diperbarui.
Khusus per sesi
Kadang-kadang diperlukan definisi yang lebih ketat. Anda mungkin ingin dapat
menggunakan binari dari direktori sementara yang anda buat tanpa menggunakan
path ke binari tersebut atau mengubah ~/.bashrc untuk kebutuhan
beberapa saat tersebut.
Dalam kasus ini, anda dapat mendefinisikan variabel PATH pada sesi anda
sekarang ini dengan menggunakan perintah export. Selama anda tidak
logout, maka variabel PATH tetap akan menggunakan setting sementara
tersebut.
Daftar Kode 3.2: Mendefinisikan variabel lingkungan khusus per sesi |
# export PATH="${PATH}:/home/my_user/tmp/usr/bin"
|
C. Bekerja dengan Portage
1. File dan Direktori
1.a. File-file Portage
Perintah-perintah konfigurasi
Portage memiliki sebuah konfigurasi default yang ditempatkan di
/etc/make.globals. Ketika anda melihat isi file ini, anda akan
mengetahui bahwa semua konfigurasi portage ditangani oleh variabel-variabel.
Variabel apa yang dibaca oleh Portage dan apa arti setiap variabel akan
kita diskusikan nanti.
Karena banyak perintah konfigurasi yang berbeda untuk setiap arsitektur,
Portage juga memiliki file-file konfigurasi default yang merupakan bagian
dari profil anda. Profil yang anda gunakan ditunjukkan oleh symlink
/etc/make.profile; semua konfigurasi portage diatur di file
make.defaults milik profil anda dan semua profil parent. Kita akan
berbicara tentang profil dan /etc/make.profile nanti.
Jika anda berencana untuk mengganti sebuah variabel konfigurasi, jangan
merubah isi file /etc/make.globals atau make.defaults.
Tapi ubahlah isi file /etc/make.conf yang memiliki hak lebih tinggi
daripada file-file tersebut di atas. Anda juga akan menemukan file
/etc/make.conf.example. Seperti namanya, file ini hanya merupakan
file konfigurasi contoh - portage tidak membaca isi file ini.
Anda juga dapat mendefinisikan sebuah variabel konfigurasi Portage sebagai
variabel lingkungan, tapi kami tidak menganjurkan penggunaannya.
Informasi khusus profil
Kita telah menemui direktori /etc/make.profile. Sebenarnya ini
bukan sebuah direktori, tapi sebuah link symbolik yang menunjuk ke sebuah
profil yang secara default adalah salah satu dari isi
/usr/portage/profiles, walaupun anda juga dapat membuat profil
anda sendiri. Profil yang ditunjuk oleh symlink ini adalah profil yang
digunakan oleh sistem anda.
Sebuah profil berisi informasi spesifik arsitektur untuk Portage, seperti
daftar paket yang dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan (di-mask)
oleh sistem, dll.
Konfigurasi sepesifik pengguna
Jika anda ingin merubah tingkah laku portage ketika menginstal software, anda
perlu mengedit file-file di /etc/portage. Anda sangat
dianjurkan untuk menggunakan file-file di /etc/portage
dan tidak merubah tingkah laku portage melalui variabel lingkungan!
Di dalam /etc/portage anda dapat menciptakan file-file
berikut ini:
-
package.mask berisi daftar paket yang tidak pernah ingin
anda instal dengan portage
-
package.unmask berisi daftar paket yang ingin anda instal
walaupun para pengembang Gentoo sangat tidak menyarankan anda untuk
menginstalnya
-
package.keywords berisi daftar paket yang ingin anda instal
walaupun paket ini dianggap belum cocok dengan arsitektur anda.
-
package.use berisi flag-flag USE yang ingin anda gunakan
pada paket-paket tertentu tanpa menggunakannya untuk seluruh sistem
Daftar tersebut di atas tidak harus berupa file, tetapi juga dapat berupa
direktori yang berisi satu file untuk setiap paket. Untuk mempelajari kegunaan
direktori /etc/portage dan mengetahui file apa saja yang bisa anda
buat, bacalah manual Portage:
Daftar Kode 1.1: Membaca manual Portage |
$ man portage
|
Mengganti file portage & lokasi direktori
File-file konfigurasi yang telah disebutkan di atas tidak dapat diletakkan
di lokasi lain - portage akan selalu mencari file-file tersebut di tempat
asalnya. Bagaimanapun juga, portage menggunakan banyak lokasi yang lain
untuk berbagai macam kegunaan: direktori tempat kompilasi, tempat source code,
lokasi pohon portage, ...
Semua kegunaan ini memiliki lokasi default yang telah dikenal baik, tapi dapat
anda ganti sesuai keinginan anda melalui file /etc/make.conf.
Selanjutnya di bab ini, kami hanya akan menjelaskan kegunaan khusus dari setiap
lokasi yang digunakan Portage dan bagaimana cara merubah penempatannya di
sistem anda.
Dokumen ini tidak dibuat untuk digunakan sebagai referensi. Jika anda ingin
mengetahui secara mendalam, silahkan baca manual portage dan
make.conf.
Daftar Kode 1.2: Membaca manual portage dan make.conf |
$ man portage
$ man make.conf
|
1.b. Penempatan File-file
Pohon portage
Lokasi default pohon portage adalah /usr/portage. Lokasi ini
didefinisikan oleh variabel PORTDIR. Jika anda menempatkan pohon Portage di
lokasi lain (dengan megubah variabel ini), jangan lupa untuk menyesuaikan
symlink /etc/make.profile.
Jika anda merubah variabel PORTDIR, anda juga mungkin ingin merubah
variabel-variabel berikut ini karena perubahan pada variabel PORTDIR tidak
akan mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh cara Portage menangani
variabel-variabel: PKGDIR, PKGDIR, DISTDIR, RPMDIR.
Binari prebuilt
Walaupun secara default portage tidak menggunakan binari prebuilt, portage
sangat mendukungnya. Ketika anda meminta portage untuk bekerja dengan paket
prebuilt, portage akan mencarinya di /usr/portage/packages.
Lokasi ini didefinisikan oleh variabel PKGDIR.
Source code
Secara default, source code diletakkan di /usr/portage/distfiles.
Lokasi ini didefinisikan oleh variabel DISTDIR.
Database portage
Portage menyimpan status (paket-paket apa saja yang telah terinstal, file apa
milik paket mana,...) sistem anda di /var/db/pkg. Jangan
merubah file-file ini karena dapat mengacaukan pengetahuan portage tentang
sistem anda!
Cache portage
Cache portage (berisi waktu modifikasi, paket-paket virtual, informasi urutan
dependensi, ...) ditempatkan di /var/cache/edb. Lokasi ini
bernar-benar merupakan cache: anda dapat menghapusnya kapan saja jika anda
sedang tidak melakukan kompilasi yang berhubungan dengan portage.
1.c. Membangun Software
File-file sementara portage
Secara default, file-file sementara portage diletakkan di
/var/tmp. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel PORTAGE_TMPDIR.
Jika anda merubah variabel PORTAGE_TMPDIR, anda juga mungkin perlu merubah
variabel-variabel berikut ini karena perubahan pada variabel PORTAGE_TMPDIR
tidak mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh cara Portage menangani
variabel BUILD_PREFIX.
Direktori kompilasi
Portage menciptakan direktori kompilasi khusus untuk setiap paket yang diinstal
di dalam /var/tmp/portage. Lokasi ini didefinisikan oleh variabel
BUILD_PREFIX.
Lokasi live filesystem
Secara default, portage menginstal semua file ke filesystem yang sedang
digunakan (/), tapi anda dapat merubahnya dengan variabel
lingkungan ROOT. Ini berguna jika anda ingin menciptakan imej build baru.
1.d. Fitur-fitur Logging
Logging ebuild
Portage dapat menciptakan file log untuk setiap ebuild, tapi hanya jika
variabel PORT_LOGDIR diatur untuk menunjuk ke sebuah lokasi yang dapat ditulis
oleh portage (user portage). Secara default, variabel ini tidak ditentukan.
Jika anda tidak menentukan PORT_LOGDIR, maka anda tidak akan mendapatkan log
kompilasi dengan logger sistem saat ini, namun anda mungkin akan mendapatkan
beberapa log dari elog baru. Jika anda tidak mendefinisikan PORT_LOGDIR
dan anda menggunakan elog, anda akan mendapatkan log kompilasi dan log lain
yang disimpan oleh elog, seperti yang dijelaskan di bawah ini.
Portage menyediakan kendali yang mantap atas logging dengan menggunakan
elog:
-
PORTAGE_ELOG_CLASSES: Di sinilah tempat anda menentukan pesan apa saja
yang ingin anda log. Anda dapat menggunakan kombinasi yang dipisahkan
oleh spasi dari info, warn, error, log dan
qa.
-
info: Me-log pesan-pesan "einfo" yang ditampilkan oleh ebuild
-
warn: Me-log pesan-pesan "ewarn" yang ditampilkan oleh ebuild
-
error: Me-log pesan-pesan "eerror" yang ditampilkan oleh ebuild
-
log: Me-log pesan-pesan "elog" yang ada pada beberapa ebuild
-
qa: Me-log pesan-pesan "QA Notice" yang ditampilkan oleh ebuild
-
PORTAGE_ELOG_SYSTEM: Variabel ini menentukan modul(-modul) yang akan
memproses pesan-pesan log. Jika dikosngkan, logging akan dinonaktifkan.
Anda dapat menggunakan kombinasi yang dipisahkan dengan spasi dari
save, custom, syslog, dan save_summary, dan
mail_summary. Anda harus memilih paling tidak satu modul untuk
menggunakan elog.
-
save: Opsi ini akan menyimpan satu log untuk tiap paket di
$PORT_LOGDIR/elog, atau /var/log/portage/elog
jika $PORT_LOGDIR tidak didefinisikan.
-
custom: Mengirimkan semua pesan ke perintah yang ditentukan oleh
pengguna di variabel $PORTAGE_ELOG_COMMAND; hal ini akan kita
diskusikan nanti.
-
syslog: Mengirimkan semua pesan ke logger sistem yang
terinstal.
-
mail: Mengirimkan semua pesan ke mailserver yang ditentukan oleh
pengguna di variabel $PORTAGE_ELOG_MAILURI; hal ini akan kita
diskusikan nanti. Fitur-fitur mail elog membutuhkan
>=portage-2.1.1.
-
save_summary: Mirip dengan save, tetapi semua pesan akan
digabungkan di $PORT_LOGDIR/elog/summary.log, atau
/var/log/portage/elog/summary.log jika $PORT_LOGDIR tidak
ditetapkan.
-
mail_summary: Mirip dengan mail, tetapi semua pesan akan
digabungkan dalam satu e-mail ketika emerge selesai.
-
PORTAGE_ELOG_COMMAND: Variabel ini hanya digunakan ketika modul custom
digunakan. Di sinilah tempat anda untuk menentukan perintah yang akan
memproses pesan-pesan elog. Catat bahwa anda boleh menggunakan dua variabel:
${PACKAGE} adalah nama dan versi paket, sedangkan ${LOGFILE} adalah path
absolut ke logfile. Berikut ini adalah contohnya:
-
PORTAGE_ELOG_COMMAND="/path/to/logger -p '\${PACKAGE}' -f '\${LOGFILE}'"
-
PORTAGE_ELOG_MAILURI: Variabel ini berisi pengaturan untuk modul
mail seperti alamat, user, password, mailserver, dan nomor port.
Aturan defaultnya adalah "root@localhost localhost".
-
Berikut ini adalah contoh untuk server smtp yang membutuhkan username dan
otentikasi berbasis password pada sebuah port tertentu (defaultnya adalah
port 25):
-
PORTAGE_ELOG_MAILURI="user@some.domain
username:password@smtp.some.domain:995"
-
PORTAGE_ELOG_MAILFROM: Untuk mengatur alamat "from" di mail log; defaultnya
adalah "portage" jika tidak diset.
-
PORTAGE_ELOG_MAILSUBJECT: Untuk menciptakan baris subject di mail log.
Anda dapat menggunakan dua variabel: ${PACKAGE} akan menampilkan nama dan
versi paket, sedangkan ${HOST} merupakan nama domain yang terkualifikasi
dari host tempat Portage dijalankan.
-
Berikut ini adalah contoh penggunaannya:
-
PORTAGE_ELOG_MAILSUBJECT="paket \${PACKAGE} telah sukes diinstal di
\${HOST} dengan beberapa pesan"
Penting:
Jika anda telah menggunakan enotice dengan Portage-2.0.*, anda harus
benar-benar membuang enotice karena tidak kompatibel dengan elog.
|
2. Konfigurasi dengan Variabel
2.a. Konfigurasi Portage
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Portage sangat dapat
dikonfigurasi dengan berbagai macam variable yang harus didefinisikan
di file /etc/make.conf. Silakan baca manual make.conf
untuk informasi yang lebih lengkap.
Daftar Kode 1.1: Membaca manual make.conf |
$ man make.conf
|
2.b. Opsi-opsi Khusus Kompilasi
Opsi configure dan compiler
Ketika Portage mengkompilasi sebuah aplikasi, portage melewati isi-isi dari
variabel-variabel berikut ini ke compiler dan skrip configure:
-
CFLAGS & CXXFLAGS mendefinisikan flag-flag compiler untuk
kompilasi C and C++
-
CHOST mendefinisikan informasi host tempat kompilasi untuk skrip
configure aplikasi
-
MAKEOPTS dibawa ke perintah make dan biasanya digunakan untuk
menentukan jumlah parallelism yang digunakan selama kompilasi. Info lebih
lanjut tentang opsi-opsi make dapat anda baca di halaman manual make
Variabel USE juga digunakan selama proses configure dan kompilasi, tetapi hal
ini telah dijelaskan dengan sangat terinci pada bab-bab sebelumnya.
Opsi-opsi merge
Ketika Portage telah selesai melakukan merge versi terbaru dari sebuah
software, Portage akan menghapus file-file usang milik versi lama dari sistem
anda. Portage akan memberikan watu 5 detik kepada user sebelum melakukan
unmerge versi lama. Waktu 5 detik ini didefinisikan di variabel
CLEAN_DELAY.
Anda dapat memerintahkan emerge untuk menggunakan beberapa opsi tertentu
ketika dijalankan dengan menggunakan variabel EMERGE_DEFAULT_OPTS. Beberapa
opsi yang mungkin berguna adalah --ask, --verbose, --tree, dll.
2.c. Konfigurasi Perlindungan File
Lokasi yang dilindungi oleh portage
Portage akan menimpa file-file dengan file dari versi baru sebuah software
jika file-file tersebut tidak ditempatkan di lokasi yang dilindungi.
Lokasi yang dilindungi ini didefinisikan oleh variabel CONFIG_PROTECT dan
biasanya merupakan lokasi file-file konfigurasi. Urutan direktori dipisahkan
oleh spasi.
Portage akan merubah nama sebuah file yang akan ditimpa dari lokasi ini lalu
memberikan peringatan kepada user tentang keberadaan file (yang kemungkinan
merupakan) konfigurasi yang lebih baru.
Anda dapat mengetahui pengaturan CONFIG_PROTECT saat ini dari output perintah
emerge --info:
Daftar Kode 3.1: Melihat pengaturan CONFIG_PROTECT |
$ emerge --info | grep 'CONFIG_PROTECT='
|
Info lebih lanjut tentang perlindungan file konfigurasi portage tersedia di
bagian CONFIGURATION FILES di manual emerge:
Daftar Kode 3.2: Info lebih lanjut tentang perlindungan file konfigurasi |
$ man emerge
|
Pengecualian direktori
Untuk 'tidak melindungi' subdirektori lokasi-lokasi yang dilindungi, anda
dapat menggunakan variabel CONFIG_PROTECT_MASK.
2.d. Opsi-opsi Download
Lokasi server
Ketika data atau informasi yang diminta tidak tersedia di sistem anda, Portage
akan mengambilnya dari internet. Lokasi server untuk berbagai macam data dan
informasi didefinisikan di variabel-variabel berikut ini:
-
GENTOO_MIRRORS mendefinisikan daftar lokasi server yang menyimpan
source code (distfiles)
-
PORTAGE_BINHOST mendefinisikan sebuah server khusus yang menyimpan
paket-paket prebuilt untuk sistem anda
Pengaturan ketiga melibatkan lokasi server rsync yang dapat anda gunakan ketika
anda memperbarui pohon portage:
-
SYNC mendefinisikan sebuah server khusus yang akan digunakan Portage untuk
mendapatkan pohon Portage.
Variabel GENTOO_MIRRORS dan SYNC dapat diatur secara otomatis dengan aplikasi
mirrorselect. Anda harus melakukan emerge mirrorselect sebelum
dapat menggunakannya. Untuk info lebih lanjut, bacalah bantuan online
mirrorselect.
Daftar Kode 4.1: Informasi lebih lanjut tentang mirrorselect |
# mirrorselect --help
|
Jika lingkungan anda perlu menggunakan server proxy, anda dapat menggunakan
variabel http_proxy, ftp_proxy dan RSYNC_PROXY untuk mendefinisikan server
proxy.
Perintah-perintah download
Ketika portage perlu mendownload source code, secara default wget akan
digunakan. Anda dapat menggantinya dengan variabel FETCHCOMMAND.
Portage dapat melanjutkan proses download source code yang terputus. Secara
default, wget digunakan untuk ini, tapi anda dapat menggantinya
dengan variabel RESUMECOMMAND.
Pastikan agar variabel FETCHCOMMAND dan RESUMECOMMAND anda menempatkan source
code di lokasi yang benar. Di dalam variabel ini, anda harus menggunakan
\${URI} dan \${DISTDIR} untuk menunjuk ke lokasi source code dan lokasi
distfiles secara berurutan.
Anda juga dapat mendifinisikan opsi-opsi khusus untuk protokol tertentu
dengan variabel FETCHCOMMAND_HTTP, FETCHCOMMAND_FTP, RESUMECOMMAND_HTTP,
RESUMECOMMAND_FTP, dll.
Pengaturan rsync
Anda tidak dapat merubah perintah rsync yang digunakan Portage untuk
memperbarui pohon Portage, tapi anda dapat mengatur beberapa variabel yang
berhubungan dengan perintah rsync:
-
PORTAGE_RSYNC_OPTS mendefinisikan nilai variabel default yang digunakan
ketika rsync dijalankan, dipisahkan dengan koma. Variabel ini sebaiknya
tidak anda ganti kecuali anda benar-benar mengerti dengan apa yang
sedang anda lakukan. Catat bahwa beberapa opsi yang benar-benar diperlukan
akan selalu digunakan walaupun variabel PORTAGE_RSYNC_OPTS kosong.
-
PORTAGE_RSYNC_EXTRA_OPTS dapat digunakan untuk opsi-opsi tambahan ketika
melakukan sync. Semua opsi dipisahkan dengan spasi.
-
--timeout=<number>: opsi ini mendefinisikan jumlah detik yang
boleh digunakan oleh koneksi rsync untuk idle sebelum rsync menganggap
koneksi telah time-out. Default variabel ini adalah 180, tetapi,
pengguna dialup atau pengguna komputer lambat boleh mengaturnya ke
300 atau yang lebih tinggi.
-
--exclude-from=/etc/portage/rsync_excludes: Opsi ini menunjuk ke sebuah
file yang berisi daftar paket dan/atau kategori yang harus diabaikan
oleh proses update. Di sini, opsi ini menunjuk ke
/etc/portage/rsync_excludes. Silakan baca Menggunakan Subset Pohon Portage
untuk mengetahui sintaks yang digunakan oleh file ini.
- --quiet: Mengurangi output di layar
- --verbose: Menampilkan sebuah daftar file lengkap
- --progress: Menampilkan ukuran progres untuk setiap file
-
PORTAGE_RSYNC_RETRIES menentukan berapa kali rsync harus mencoba kembali
untuk melakukan koneksi ke mirror yang ditunjuk oleh variable SYNC sebelum
menyerah. Default variabel ini adalah 3.
Untuk info lebih lanjut tentang opsi-opsi ini dan yang lainnya, silahkan baca
man rsync.
2.e. Konfigurasi Gentoo
Pemilihan cabang
Anda dapat mengganti cabang default dengan menggunakan variabel
ACCEPT_KEYWORDS. Defaultnya adalah cabang stabil untuk arsitektur anda.
Informasi lebih lanjut tentang cabang-cabang software Gentoo dapat anda temukan
pada bab selanjutnya.
Fitur-fitur portage
Anda dapat mengaktifkan beberapa fitur portage dengan variabel FEATURES.
Fitur-fitur Portage telah kita diskusikan pada bab-bab sebelumnya, seperti
Fitur-fitur portage.
2.f. Tingkah Laku Portage
Manajemen sumber daya
Dengan variabel PORTAGE_NICENESS, anda dapat mengurangi nilai "nice" yang
digunakan portage. Nilai PORTAGE_NICENESS akan ditambahkan ke
nilai nice saat ini.
Untuk info lebih lanjut tentang nilai nice, baca halaman manual nice:
Daftar Kode 6.1: Info lebih lanjut tentang nice |
$ man nice
|
Tingkah laku output
Variabel NOCOLOR, yang defaultnya adalah "false", mendefinisikan apakah
portage harus menonaktifkan output berwarna atau tidak.
3. Mencampur Cabang-cabang Software
3.a. Menggunakan Satu Cabang
Cabang stabil
Variabel ACCEPT_KEYWORDS mendefinisikan cabang software apa yang anda gunakan
di sistem anda. Defaultnya adalah cabang stabil untuk arsitektur anda, sebagai
contoh x86.
Kami anjurkan anda untuk hanya menggunakan cabang stabil. Bagaimanapun juga,
jika anda tidak terlalu peduli dengan stabilitas dan anda ingin membantu
Gentoo dengan cara melaporkan bug ke http://bugs.gentoo.org,
silakan baca terus.
Cabang percobaan
Jika anda ingin menggunakan software yang lebih baru, anda boleh
mempertimbangkan untuk menggunakan cabang percobaan. Agar Portage menggunakan
cabang ini, tambahkan tanda ~ di depan arsitektur anda.
Cabang percobaan benar-benar merupakan cabang yang berarti nama itu -
Percobaan. Jika sebuah paket masih dalam masa percobaan, berarti para
pengembang merasa bahwa paket ini telah berfungsi tapi belum dicoba
secara seksama. Anda boleh menjadi orang pertama yang menemukan bug pada
paket ini dan dapat membuat laporan
bug agar para pengembang mengetahuinya.
Tetapi waspadalah, anda mungkin akan mendapatkan masalah stabilitas, penanganan
paket yang tidak sempurna (mis. ketergantungan yang keliru/tidak tersedia),
terlalu sering update (yang mengakibatkan seringnya kompilasi) atau paket
rusak. Jika anda tidak tahu cara kerja Gentoo dan cara memecahkan masalah, kami
anjurkan anda untuk tetap menggunakan cabang stabil.
Sebagai contoh, untuk memilih cabang percobaan arsitektur x86, edit
/etc/make.conf:
Daftar Kode 1.1: Pengaturan variabel ACCEPT_KEYWORDS |
ACCEPT_KEYWORDS="~x86"
|
Jika anda memperbarui sistem anda sekarang, anda akan menemukan banyak
paket yang akan diperbarui. Kami ingatkan anda, ketika anda telah memperbarui
sistem anda untuk menggunakan cabang percobaan, tidak ada cara mudah untuk
kembali lagi ke cabang stabil yang resmi (kecuali dengan menggunakan backup,
pastinya).
3.b. Mencampur Cabang Stabil dengan Percobaan
Lokasi package.keywords
Anda dapat meminta Portage untuk mengizinkan cabang percobaan bagi paket-paket
tertentu namun tetap menggunakan cabang stabil untuk paket lainnya. Untuk ini,
tambahkan kategori dan nama paket yang ingin anda gunakan dari cabang percobaan
di dalam file /etc/portage/package.keywords. Anda juga dapat
menciptakan sebuah direktori (dengan nama yang sama) dan menulis sebuah file
yang berisi daftar nama-nama paket di dalam direktori tersebut. Sebagai contoh,
untuk menggunakan gnumeric dari cabang percobaan:
Daftar Kode 2.1: Pengaturan /etc/portage/package.keywords untuk gnumeric, baris penuh |
app-office/gnumeric ~x86
|
Mencoba versi-versi tertentu
Jika anda ingin menggunakan sebuah versi software tertentu dari cabang
percobaan tapi anda tidak ingin portage untuk menggunakan versi lainnya dari
cabang percobaan, anda dapat menambahkan nomor versi tersebut ke lokasi
package.keywords. Pada kasus ini, anda harus menggunakan
operator = . Anda juga dapat menggunakan rentang versi dengan menggunakan
operator <=, <, > or >=
Pada kasus manapun, jika anda menambahkan informasi versi, anda harus
menggunakan sebuah operator. Jika anda tidak memasukkan nomor versi, anda
tidak boleh menggunakan operator.
Pada contoh berikut ini, kita akan meminta Portage untuk mengizinkan
gnumeric-1.2.13:
Daftar Kode 2.2: Mengizinkan sebuah versi percobaan tertentu dari gnumeric |
=app-office/gnumeric-1.2.13 ~x86
|
3.c. Menggunakan Paket Tersembunyi
Lokasi package.unmask
Para pengembang Gentoo tidak mendukung penggunaan lokasi ini. Harap
berhati-hati ketika anda menggunakannya. Permintaan dukungan yang berhubungan
dengan package.unmask dan/atau package.mask tidak akan dijawab.
Anda sudah diperingatkan.
Ketika sebuah paket disembunyikan oleh para pengembang Gentoo dan anda masih
ingin menggunakannnya dengan tidak mempedulikan semua alasan yang disebutkan
di file package.mask (secara default ditempatkan oleh
/usr/portage/profiles), tambahkan baris yang sama persis
di lokasi file /etc/portage/package.unmask atau file yang berada
di dalam direktori tersebut.
Sebagai contoh, jika =net-mail/hotwayd-0.8 disembuyikan, anda dapat
menginstalnya dengan menambahakan baris yang sama di lokasi
package.unmask:
Daftar Kode 3.1: /etc/portage/package.unmask |
=net-mail/hotwayd-0.8
|
Lokasi package.mask
Ketika anda tidak ingin Portage menginstal beberapa paket atau versi tertentu
dari sebuah paket ke sistem anda, anda dapat menyembuyikan paket tersebut
dengan cara menambahkan baris yang sesuai di lokasi
/etc/portage/package.mask (boleh di dalam file tersebut ataupun
file di dalam direktori dengan nama tersebut).
Sebagai contoh, jika anda tidak ingin Portage untuk menginstal source kernel
yang lebih baru dari gentoo-sources-2.6.8.1, tambahkan baris berikut
ini ke lokasi package.mask:
Daftar Kode 3.2: Contoh /etc/portage/package.mask |
>sys-kernel/gentoo-sources-2.6.8.1
|
4. Utilitas Tambahan Portage
4.a. dispatch-conf
dispatch-conf adalah utilitas yang dapat anda gunakan untuk
menggabungkan file-file ._cfg0000_<name>. File-file seperti
ini adalah file yang diciptakan oleh Portage ketika Portage ingin menimpa
sebuah file di dalam direktori yang tercantum padan variabel CONFIG_PROTECT.
Dengan dispatch-conf, anda dapat menggabungkan file konfigurasi baru
sambil mengetahui semua perubahan yang terjadi. dispatch-conf menyimpan
perbedaan dari file-file konfigurasi sebagai tambalan atau dengan mengguanakan
sistem revisi RCS. Artinya, jika anda melakukan kesalahan ketika melakukan
pembaruan file konfigurasi, anda dapat membatalkan perubahan yang telah anda
lakukan dengan menggunakan versi terdahulu dari file konfigurasi kapanpun anda
ingin.
Ketika menggunakan dispatch-conf, anda dapat memerintahkannya untuk
membiarkan file konfigurasi apa adanya, menggunakan file konfigurasi baru,
menyunting file konfigurasi lama, atau menggabungkan perbedaan antara file
baru dan lama secara interaktif. dispatch-conf juga memiliki beberapa
fitur lain:
-
Menggabungkan file konfigurasi secara otomatis jika update hanya berisi
komentar tambahan
-
Menggabungkan file konfigurasi secara otomatis jika update hanya berisi
tambahan spasi
Pastikan agar anda terlebih dahulu menyunting
/etc/dispatch-conf.conf dan membuat direktori yang akan
direferensikan oleh variabel archive-dir.
Daftar Kode 1.1: Menjalankan dispatch-conf |
# dispatch-conf
|
Ketika menjalankan dispatch-conf, anda akan dihadapkan dengan semua file
konfigurasi yang memiliki update sekaligus. Tekan u untuk memperbarui
(menimpa) file konfigurasi lama dengan yang baru dan berlanjut ke file
konfiguarsi selanjutnya. Tekan z untuk zap (menghapus) file
konfigurasi baru dan berlanjut ke file selanjutnya. Jika semua file
konfigurasi telah diperbarui, dispatch-conf akan tertutup. Anda juga
dapat menekan q kapanpun anda ingin.
Untuk mendapatkan informasi lebih rinci, bacalah manual dispatch-conf.
Manual ini berisi cara menggabungkan file konfigurasi lama dan baru secara
interaktif, cara menyunting file konfigurasi, cara mengetahui perbedaan
anatara kedua file, dan masih banyak lagi.
Daftar Kode 1.2: Membaca manual dispatch-conf |
$ man dispatch-conf
|
4.b. etc-update
Anda juga dapat menggunakan etc-update untuk memperbarui file
konfigurasi. Utilitas ini tidak semudah dispatch-conf, tidak memiliki
fitur-fitur yang sama, tetapi juga memiliki fitur untuk menggabungkan file
konfigurasi secara interaktif.
Tidak seperti dispatch-conf, etc-update tidak menyimpan file
konfigurasi lama setelah anda melakukan pembaruan. Untuk itu berhati-hatilah!
Daftar Kode 2.1: Menjalankan etc-update |
# etc-update
|
Setelah menggabungkan perubahan-perubahan sepele, anda akan diberikan daftar
yang berisi update dari file-file yang dilindungi. Pada bagian bawah, anda
akan disambut dengan beberapa opsi ini:
Daftar Kode 2.2: Opsi-opsi etc-update |
Please select a file to edit by entering the corresponding number.
(-1 to exit) (-3 to auto merge all remaining files)
(-5 to auto-merge AND not use 'mv -i'):
|
Jika anda mengetikkan -1, etc-update akan keluar dan tidak
melanjutkan perubahan. Jika anda mengetikkan -3 atau -5,
semua file konfigurasi yang tercantum akan ditimpa dengan versi
yang lebih baru. Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk memilih
dahulu file-file konfigurasi yang tidak boleh diupdate secara otomatis.
Caranya dengan mengetikkan nomor yang tertera pada bagian kiri file
konfigurasi yang bersangkutan.
Sebagai contoh, kita memilih file konfigurasi /etc/pear.conf:
Daftar Kode 2.3: Memperbarui file konfigurasi |
Beginning of differences between /etc/pear.conf and /etc/._cfg0000_pear.conf
End of differences between /etc/pear.conf and /etc/._cfg0000_pear.conf
1) Replace original with update
2) Delete update, keeping original as is
3) Interactively merge original with update
4) Show differences again
|
Sekarang anda dapat melihat perbedaan antara kedua file. Jika anda yakin
bahwa file yang baru dapat digunakan tanpa mendatangkan masalah, tekan
1. Jika anda yakin bahwa file konfigurasi yang baru tidak penting,
atau tidak menyediakan informasi baru yang berguna, tekan 2. Jika
anda ingin memperbarui file konfigurasi ini secara interaktif, tekan 3.
Tidak ada gunanya merincikan seluruh proses penggabungan interaktif di sini.
Untuk alasan kelengkapan, kami akan memberikan daftar perintah yang bisa anda
gunakan ketika anda menggabungkan dua file secara interaktif. Anda akan
disambut dengan dua baris (baris asli, dan baris dari file baru) dan sebuah
prompt tempat anda memasukkan salah satu dari perintah berikut ini:
Daftar Kode 2.4: Perintah-perintah yang tersedia untuk penggabungan interaktif |
ed: Edit then use both versions, each decorated with a header.
eb: Edit then use both versions.
el: Edit then use the left version.
er: Edit then use the right version.
e: Edit a new version.
l: Use the left version.
r: Use the right version.
s: Silently include common lines.
v: Verbosely include common lines.
q: Quit.
|
Ketika anda selesai mengupdate file konfigurasi penting, anda dapat mengupdate
semua file konfigurasi yang lain. etc-update akan keluar jika tidak
ada lagi file konfigurasi yang perlu diupdate.
4.c. quickpkg
Dengan quickpkg, anda dapat membuat arsip dari paket yang telah
terinstal di sistem anda. Arsip-arsip ini bisa digunakan sebagai paket
prebuilt. Menjalankan quickpkg sangat mudah, tambahkan saja nama
paket yang ingin anda arsipkan:
Sebagai contoh, untuk mengarsipkan curl, arts dan procps:
Daftar Kode 3.1: Contoh penggunaan quickpkg |
# quickpkg curl arts procps
|
Paket-paket prebuilt ini akan disimpan di $PKGDIR/All
(secara default /usr/portage/packages/All). Symllink yang
menunjuk ke paket paket ini berada di $PKGDIR/<category>.
5. Beralih dari Pohon Portage Resmi
5.a. Menggunakan sebuah Subset Pohon Portage
Pengecualian paket/kategori
Anda boleh memperbarui beberapa categori/paket secara selektif dan membiarkan
kategori/paket lainnya. Kita lakukan ini dengan cara melarang rsync
untuk memperbarui kategori/paket tersebut ketika emerge --sync
dijalankan.
Anda perlu mendefinisikan nama file yang berisi pengecualian di variabel
--exclude-from pada file /etc/make.conf anda.
Daftar Kode 1.1: Mendefinisikan file pengecualian di /etc/make.conf |
PORTAGE_RSYNC_EXTRA_OPTS="--exclude-from=/etc/portage/rsync_excludes"
|
Daftar Kode 1.2: Mengecualikan semua game di /etc/portage/rsync_excludes |
games-*/*
|
Namun perlu dicatat bahwa langkah ini dapat mengakibatkan masalah dependensi
karena paket baru yang diizinkan mungkin bergantung kepada paket baru yang
dilarang.
5.b. Menambahkan Ebuild tidak Resmi
Mendefinisikan direktori overlay portage
Anda dapat meminta Portage untuk menggunakan ebuild yang tidak tersedia secara
resmi di pohon Portage. Ciptakan sebuah direktori (mis.
/usr/local/portage) sebagai tempat anda menyimpan ebuild dari
pihak ketiga. Gunakan struktur direktori yang sama seperti pohon Portage
resmi!
Kemudian definisikan PORTDIR_OVERLAY di /etc/make.conf agar
menunjuk ke direktori tadi. Ebuild-ebuild ini akan dimasukkan ke akun portage
ketika anda menggunakannya, dan tidak akan dihapus ketika anda melakukan
emerge --sync.
Bekerja dengan beberapa overlay
Untuk pengguna yang memiliki beberapa overlay, atau ingin mencoba paket yang
belum masuk ke pohon portage resmi, atau mungkin hanya ingin menggunakan ebuild
tidak resmi dari berbagai sumber, paket app-portage/gentoolkit-dev dapat
menyediakan perintah gensync untuk anda, sebuah tool yang dapat membantu
anda menjaga gudang (repositori) overlay agar tetap up-to-date.
Dengan gensync anda dapat memperbarui semua repositori anda sekaligus,
atau hanya memilih sebagian saja. Setiap repositori harus memiliki sebuah
file .syncsource di dalam direktori konfigurasi
/etc/gensync/ yang berisi lokasi repositori, nama, ID, dll.
Anggaplah anda ingin menggunakan dua repositori tambahan yang bernama
java (untuk ebuild-ebuild java yang sedang dikembangkan) dan
entapps (untuk aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan anda).
Anda dapat memperbarui kedua repositori ini dengan perintah berikut:
Daftar Kode 2.1: Menggunakan gensync untuk memperbarui beberapa repositori |
# gensync java entapps
|
5.c. Software yang Dipelihara Tanpa Menggunakan Portage
Menggunakan portage dengan software yang anda pelihara sendiri
Pada beberapa kasus anda ingin mengkonfigurasi, menginstal dan memelihara
sendiri beberapa software tanpa meminta portage untuk mengotomatisasikan
proses ini untuk anda, walaupun portage memiliki software tersebut.
Kasus yang diketahui adalah source kernel dan driver nVidia. Anda dapat
mengkonfigurasi portage agar mengetahui keberadaan software yang telah anda
instal sendiri ke sistem anda. Proses ini disebut sebagai penyuntikan
dan didukung oleh portage dengan menggunakan file
/etc/portage/profile/package.provided.
Sebagai contoh, jika anda ingin memberitahukan portage tentang
gentoo-sources-2.6.11.6 yang telah anda instal sendiri, tambahkan
baris berikut ini ke file /etc/portage/profile/package.provided:
Daftar Kode 3.1: Baris contoh untuk package.provided |
sys-kernel/gentoo-sources-2.6.11.6
|
D. Konfigurasi Jaringan Gentoo
1. Siap Memulai
1.a. Siap Memulai
Catatan:
Dokumen ini menganggap anda telah mengkonfigurasi kernel beserta modul-modulnya
untuk hardware anda dan anda mengetahui nama antarmuka jaringan anda. Kami juga
menganggap anda ingin mengkonfigurasi eth0, tetapi bisa juga
eth1, wlan0, dll.
|
Catatan:
Dokumen ini mengharuskan anda untuk menggunakan baselayout-1.11.11
atau yang lebih baru.
|
Untuk mulai mengkonfigurasi kartu jaringan, anda perlu menginformasikannya
kepada sistem RC Gentoo. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan symlink
dari net.lo ke net.eth0 di /etc/init.d.
Daftar Kode 1.1: Menciptakan symlink net.eth0 ke net.lo |
# cd /etc/init.d
# ln -s net.lo net.eth0
|
Sekarang sistem RC Gentoo telah mengetahui antarmuka tersebut. Sistem RC Gentoo
juga perlu mengetahui cara mengkonfigurasi antarmuka baru. Semua antarmuka
jaringan dikonfigurasikan di /etc/conf.d/net. Di bawah ini merupakan
contoh konfigurasi untuk DHCP dan alamat-alamat statis.
Daftar Kode 1.2: Contoh-contoh untuk /etc/conf.d/net |
config_eth0=( "dhcp" )
config_eth0=( "192.168.0.7/24" )
routes_eth0=( "default gw 192.168.0.1" )
config_eth0=( "192.168.0.7 netmask 255.255.255.0" )
routes_eth0=( "default gw 192.168.0.1" )
|
Catatan:
Jika anda tidak menentukan konfigurasi untuk antarmuka jaringan anda, maka
DHCP akan digunakan.
|
Catatan:
CIDR adalah singkatan dari Classless InterDomain Routing. Pada awalnya,
alamat IPv4 diklasifikasikan sebagai A, B, atau C. Sistem klasifikasi terdahulu
tidak mempertimbangkan popularitas Internet, dan sedang dalam bahaya besar
karena hampir kehabisan alamat unik baru. CIDR merupakan skema pengalamatan
yang mengizinkan satu alamat IP untuk dipecah menjadi banyak alamat IP. Alamat
IP CIDR terlihat seperti alamat IP biasa kecuali berakhir dengan sebuah garis
miring yang diikuti dengan nomor; misalnya 192.168.0.0/16. CIDR dijelaskan di
RFC 1519.
|
Sekarang setelah kita mengkonfigurasi antarmuka jaringan, kita dapat mencoba
untuk menyalakan dan mematikannya dengan perintah-perintah berikut ini.
Daftar Kode 1.3: Memulai dan menghentikan skrip-skrip jaringan |
# /etc/init.d/net.eth0 start
# /etc/init.d/net.eth0 stop
|
Penting:
Ketika menghadapi permasalahan jaringan, anda sebaiknya menetapkan
RC_VERBOSE="yes" di /etc/conf.d/rc agar bisa mendapatkan
informasi lebih rinci tentang apa yang terjadi.
|
Sekarang anda sudah bisa menyalakan dan mematikan antarmuka jaringan anda
dengan sukses, anda mungkin ingin menyalakannya setiap kali Gentoo dinyalakan.
Berikut ini cara melakukannya. Perintah rc terakhir memerintahkan Gentoo
untuk menjalankan skrip-skrip yang ada di runlevel saat ini dan belum
dijalankan.
Daftar Kode 1.4: Konfigurasi antarmuka jaringan agar dimuat ketika boot |
# rc-update add net.eth0 default
# rc
|
2. Konfigurasi Advanced
2.a. Konfigurasi Advance
Variabel config_eth0 merupakan jantung dari konfigurasi antarmuka
jaringan. Variabel ini merupakan instruksi level tinggi untuk mengkonfigurasi
antarmuka jaringan (eth0 pada contoh ini). Setiap perintah di daftar
instruksi akan dijalankan secara berurutan. Antarmuka akan dianggap OK jika
paling tidak salah satu perintah berhasil dijalankan.
Berikut ini merupakan daftar instruksi built-in.
| Perintah |
Penjelasan |
| null |
Tidak melakukan apa-apa |
| noop |
Jika antarmuka telah menyala dan telah memiliki alamat, maka batalkan
konfigurasi dengan sukses
|
| sebuah alamat IPv4 atau IPv6 |
Menambahkan alamat ke antarmuka |
|
dhcp, adsl atau apipa (atau sebuah perintah khusus
dari modul pihak ketiga)
|
Jalankan modul yang menyediakan perintah. Misalnya dhcp akan
menjalankan modul yang menyediakan DHCP, bisa berupa dhcpcd,
udhcpc, dhclient atau pump.
|
Jika perintah gagal, anda dapat menentukan perintah fallback. Fallback harus
sama persis dengan struktur konfigurasi.
Anda dapat merangkai perintah-perintah ini bersamaan. berikut ini adalah
beberapa contoh nyata.
Daftar Kode 1.1: Contoh-contoh konfigurasi |
config_eth0=(
"192.168.0.2/24"
"192.168.0.3/24"
"192.168.0.4/24"
)
config_eth0=(
"192.168.0.2/24"
"4321:0:1:2:3:4:567:89ab"
"4321:0:1:2:3:4:567:89ac"
)
config_eth0=(
"noop"
"dhcp"
)
fallback_eth0=(
"null"
"apipa"
)
|
Catatan:
Ketika menggunakan modul ifconfig dan menambahkan lebih dari satu
alamat, alias-alias antarmuka diciptakan untuk setiap alamat tambahan. Jadi
dengan dua contoh di atas, anda akan mendapatkan antarmuka eth0,
eth0:1 dan eth0:2. Anda tidak dapat melakukan hal-hal khusus
dengan antarmuka ini karena kernel dan program lain hanya akan menganggap
eth0:1 dan eth0:2 sebagai eth0.
|
Penting:
Urutan fallback sangatlah penting! Jika kita tidak menentukan opsi null
maka perintah apipa hanya akan dijalankan jika perintah noop
gagal.
|
Catatan:
APIPA dan DHCP akan kita bicarakan nanti.
|
2.b. Dependensi Jaringan
Skrip-skrip init di /etc/init.d dapat bergantung pada satu
antarmuka khusus atau hanya net. net dapat didefinisikan di
/etc/conf.d/rc agar berarti sebagai hal-hal lain dengan
menggunakan variabel RC_NET_STRICT_CHECKING.
| Nilai |
Penjelasan |
| none |
Servis net selalu dianggap menyala |
| no |
Opsi ini pada dasarnya berarti bahwa paling tidak salah satu dari servis
net.* selain net.lo harus menyala. Ini dapat
digunakan oleh pengguna laptop yang memiliki satu WIFI dan satu NIC statis,
dan hanya ingin menyalakan salah satu saja pada setiap waktu agar servis
net dianggap telah menyala.
|
| lo |
Opsi ini sama dengan opsi no, tetapi net.lo juga
dihitung. Ini berguna bagi anda yang tidak peduli tentang antarmuka mana
yang harus dinyalakan ketika boot.
|
| yes |
Untuk opsi ini, SEMUA antarmuka jaringan HARUS dinyalakan agar servis
net dianggap menyala.
|
Tetapi bagaimana dengan net.br0 yang bergantung pada
net.eth0 dan net.eth1? net.eth1 mungkin
merupakan sebuah perangkat nirkabel atau PPP yang memerlukan konfigurasi
sebelum dapat ditambahkan ke bridge. Ini tidak dapat dilakukan di
/etc/init.d/net.br0 karena hanya merupakan symlink ke
net.lo.
Jawabannya adalah dengan membuat sendiri fungsi depend() anda di
/etc/conf.d/net.
Daftar Kode 2.1: Dependensi net.br0 di /etc/conf.d/net |
depend_br0() {
need net.eth0 net.eth1
}
|
Untuk penjelasan lebih rinci tentang dependensi, bacalah seksi Menulis Skrip Init di Buku Pegangan
Gentoo.
2.c. Nama-nama dan nilai-nilai variabel
Nama-nama variabel selalu dinamis. Biasanya nama-nama ini mengikuti struktur
variable_${interface|mac|essid|apmac}. Misalnya, variabel
dhcpcd_eth0 berisi opsi-opsi dhcpcd untuk eth0 dan dhcpcd_essid
berisi nilai untuk opsi-opsi dhcpcd ketika salah satu antarmuka melakukan
koneksi ke "essid" ESSID.
Bagaimanapun juga, tidak ada aturan baku yang menyatakan nama-nama antarmuka
haruslah ethx. Malahan, banyak antarmuka nirkabel yang memiliki nama
seperti wlanx, rax, dan ethx. Juga, beberapa antarmuka
yang dapat didefinisikan oleh pengguna seperti bridge dapat dinamakan
apa saja, seperti foo. Agar lebih menarik, Access Point nirkabel boleh
diberi nama yang berisi karakter bukan alpha-numeric - ini penting karena anda
dapat mengkonfigurasi parameter jaringan per ESSID.
Kelemahan dari semua ini adalah, Gentoo menggunakan variabel bash untuk
jaringan - dan bash tidak dapat menggunakan karakter apapun di luar
alpha-numeric Inggris. Untuk menyiasati keterbatasan ini, kita akan
mengganti semua karakter yang bukan alpha-numeric Inggris menjadi karakter
_.
Kelemahan lain dari bash ialah isi dari variabel - beberapa karakter harus
di-escape. Hal ini bisa kita dapatkan dengan menempatkan karakter
\ di depan karakter yang perlu di-escape. Berikut ini merupakan karakter
yang perlu di-escape dengan cara tersebut di atas: ", ' dan
\.
Pada contoh berikut ini kita menggunakan ESSID nirkabel karena ESSID ini
dapat menggunakan karakter terbanyak. Kita akan menggunakan ESSID
My "\ NET:
Daftar Kode 3.1: Contoh nama variabel |
dns_domain_My____NET="My \"\\ NET"
|
3. Jaringan Modular
3.a. Modul-modul Jaringan
Kami sekarang mendukung skrip-skrip jaringan modular, yang berarti kita dapat
menambahkan dukungan untuk jenis antarmuka baru dan konfigurasi modul sambil
menjaga kompatibilitas dengan antarmuka yang telah ada.
Modul-modul akan langsung dimuat jika paket yang dibutuhkan telah terinstal.
Jika di sini anda menentukan sebuah modul yang tidak memiliki paket yang
dibutuhkan, maka anda akan mendapatkan pesan error yang memberitahukan paket
apa yang perlu anda instal. Idealnya, anda hanya perlu menggunakan pengaturan
modul jika anda telah menginstal dua paket atau lebih yang menyediakan servis
yang sama dan anda mengutamakan salah satu dari yang lainnya.
Catatan:
Semua pengaturan yang kita bicarakan di sini tersimpan di
/etc/conf.d/net, kecuali ditentukan di tempat lain.
|
Daftar Kode 1.1: Urutan modul |
modules=( "iproute2" )
modules_eth0=( "udhcpc" )
modules=( "!iwconfig" )
|
3.b. Pengatur Antarmuka
Kami menyediakan dua pengatur antarmuka: ifconfig dan iproute2.
Anda memerlukan salah satunya untuk melakukan konfigurasi jaringan.
ifconfig merupakan default Gentoo saat ini dan diikutsertakan pada
profil sistem. iproute2 merupakan sebuah palet yang lebih
powerful dan fleksibel, tetapi tidak diikutsertakan secara default.
Daftar Kode 2.1: Instalasi iproute2 |
# emerge sys-apps/iproute2
modules=( "iproute2" )
|
Karena ifconfig dan iproute2 melakukan hal yang hampir sama,
kami menjadikan konfigurasi dasar kedua-duanya kompatibel. Sebagai contoh,
kedua potongan konfigurasi di bawah ini dapat digunakan pada kedua modul.
Daftar Kode 2.2: Contoh-contoh ifconfig dan iproute2 |
config_eth0=( "192.168.0.2/24" )
config_eth0=( "192.168.0.2 netmask 255.255.255.0" )
config_eth0=( "192.168.0.2/24 brd 192.168.0.255" )
config_eth0=( "192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255" )
|
3.c. DHCP
DHCP digunakan untuk mendapatkan informasi jaringan (alamat IP, server DNS,
Gateway, dll) dari sebuah server DHCP. Artinya, jika terdapat sebuah server
DHCP pada jaringan, anda hanya perlu mengatur setiap klien untuk menggunakan
DHCP dan konfigurasi jaringan akan diatur dengan sendirinya. Tentunya, anda
perlu mengkonfigurasi sendiri pengaturan lainnya, seperti wireless, PPP atau
yang lainnya jika anda memerlukannya sebelum anda dapat menggunakan DHCP.
DHCP bisa didapatkan dari dhclient, dhcpcd, pump atau
udhcpc. Setiap modul DHCP memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing - berikut ini adalah daftar singkatnya.
| Modul DHCP |
Paket |
Kelebihan |
Kekurangan |
| dhclient |
net-misc/dhcp |
Diciptakan oleh ISC, yang membuat software BIND DNS. Sangat fleksibel
|
Konfigurasinya terlalu rumit, software-nya agak besar, tidak bisa
mendapatkan server NTP dari DHCP, tidak mengirimkan nama host secara default
|
| dhcpcd |
net-misc/dhcpcd |
Default Gentoo sejak lama, tidak bergantung pada utilitas lain, masih terus
dikembangkan oleh Gentoo
|
Terkadang lambat, tidak berjalan di belakang ketika lease infinit
|
| pump |
net-misc/pump |
Ringan, tidak bergantung pada utilitas lain
|
Tidak lagi diurus oleh pembuatnya, kurang stabil, terutama untuk modem,
tidak bisa mendapatkan server NIS dari DHCP
|
| udhcpc |
net-misc/udhcp |
Ringan - klien DHCP terkecil, diciptakan untuk embedded system
|
Kurang teruji - tidak ada distro yang menggunakannya secara default, tidak
dapat menentukan timeout di atas 3 detik
|
Jika anda telah menginstal lebih dari satu klien DHCP, anda perlu menentukan
klien mana yang ingin anda gunakan - jika tidak, dhcpcd akan digunakan
secara default jika tersedia.
Untuk mengirimkan opsi-opsi tertentu ke modul DHCP, gunakan
modul_eth0="..." (gantikan modul dengan modul DHCP yang anda
gunakan - mis. dhcpcd_eth0).
Kita akan mencoba DHCP dan menjadikannya sedikit agnostik - kami mendukung
perintah-perintah berikut dengan menggunakan variabel dhcp_eth0.
Defaultnya tidak di-set:
-
release - melepas alamat IP untuk digunakan lagi
-
nodns - jangan menimpa /etc/resolv.conf
-
nontp - jangan menimpa /etc/ntp.conf
-
nonis - jangan menimpa /etc/yp.conf
Daftar Kode 3.1: Contoh konfigurasi DHCP di /etc/conf.d/net |
modules=( "dhcpcd" )
config_eth0=( "dhcp" )
dhcpcd_eth0="-t 10"
dhcp_eth0="release nodns nontp nonis"
|
Catatan:
dhcpcd, udhcpc dan pump mengirimkan nama host saat ini ke
server DHCP secara default, jadi anda tidak perlu menentukannya lagi.
|
3.d. Modem ADSLdengan PPPoE/PPPoA
Pertama kita perlu menginstal software ADSL.
Daftar Kode 4.1: Instalasi paket ppp |
# emerge net-dialup/ppp
|
Catatan:
Jika anda membutuhkan PPPoA, maka anda harus menggunakan
>=baselayout-1.12.x.
|
Selanjutnya, ciptakan skrip net PPP dan skrip net untuk antarmuka ethernet yang
akan digunakan oleh PPP:
Daftar Kode 4.2: Menciptakan skrip net dan PPP |
# ln -s /etc/init.d/net.lo /etc/init.d/net.ppp0
# ln -s /etc/init.d/net.lo /etc/init.d/net.eth0
|
Jangan lupa tetapkan RC_NET_STRICT_CHECKING="yes" di
/etc/conf.d/rc.
Sekarang kita perlu mengkonfigurasi /etc/conf.d/net.
Daftar Kode 4.3: Pengaturan dasar PPPoE |
config_eth0=( null )
config_ppp0=( "ppp" )
link_ppp0="eth0"
plugins_ppp0=( "pppoe" )
username_ppp0='user'
password_ppp0='password'
pppd_ppp0=(
"noauth"
"defaultroute"
"usepeerdns"
"holdoff 3"
"child-timeout 60"
"lcp-echo-interval 15"
"lcp-echo-failure 3"
noaccomp noccp nobsdcomp nodeflate nopcomp novj novjccomp
)
depend_ppp0() {
need net.eth0
}
|
Anda juga boleh menentukan password anda di /etc/ppp/pap-secrets.
Daftar Kode 4.4: Contoh /etc/ppp/pap-secrets |
"username" * "password"
|
Anda harus menginstal br2684ctl jika anda menggunakan PPPoE dengan modem
USB. Bacalah /usr/portage/net-dialup/speedtouch-usb/files/README
untuk mengetahui cara mengkonfigurasinya.
Penting:
Bacalah seksi ADSL dan PPP di /etc/conf.d/net.example. File ini
berisi penjelasan mendalam tentang semua pengaturan PPP yang kemungkinan besar
anda perlukan
|
3.e. APIPA (Automatic Private IP Addressing)
APIPA mencoba untuk mendapatkan alamat bebas pada rentang
169.254.0.0-169.254.255.255 dengan melakukan arping sebuah alamat acak
di rentang tersebut pada antarmuka jaringan. Jika tidak mendapatkan balasan
maka alamat tersebut akan digunakan.
Ini hanya berguna untuk LAN yang tidak memiliki server DHCP dan anda tidak
melakukan koneksi langsung ke internet dan ke semua komputer lain yang
menggunakan APIPA.
Untuk dukungan APIPA, emerge net-misc/iputils atau
net-analyzer/arping.
Daftar Kode 5.1: Konfigurasi APIPA di /etc/conf.d/net |
config_eth0=( "dhcp" )
fallback_eth0=( "apipa" )
config_eth0=( "apipa" )
|
3.f. Bonding
Untuk bonding/trunking link, emerge net-misc/ifenslave.
Bonding digunakan untuk meningkatkan bandwidth jaringan, jika anda memiliki dua
kartu jaringan yang digunakan pada jaringan yang sama, anda dapat mem-bond
keduanya agar aplikasi anda menganggapnya sebagai satu kartu jaringan tetapi
kedua-duanya benar-benar digunakan.
Daftar Kode 6.1: Konfigurasi bonding di /etc/conf.d/net |
slaves_bond0="eth0 eth1 eth2"
config_bond0=( "null" )
depend_bond0() {
need net.eth0 net.eth1 net.eth2
}
|
3.g. Bridging (dukungan 802.1d)
Untuk dukungan bridging, emerge net-misc/bridge-utils.
Bridging digunakan untuk menggabungkan dua jaringan. Sebagai contoh, anda
mungkin memiliki sebuah server yang terhubung ke internet melalui modem ADSL
dan sebuah kartu akses wireless agar komputer lain dapat terhubung ke internet
melalui modem ADSL tersebut. Anda dapat menciptakan sebuah jembatan (bridge)
untuk menghubungkan kedua antarmuka tersebut.
Daftar Kode 7.1: Konfigurasi bridge di /etc/conf.d/net |
brctl_br0=( "setfd 0" "sethello 0" "stp off" )
bridge_br0="eth0 eth1"
config_eth0=( "null" )
config_eth1=( "null" )
config_br0=( "192.168.0.1/24" )
depend_br0() {
need net.eth0 net.eth1
}
|
Penting:
Untuk penggunaan lebih dari satu pengaturan bridge, anda mungkin perlu membaca
dokumentasi Nama Variabel.
|
3.h. Alamat MAC
Anda tidak perlu menginstal apapun untuk mengganti alamat MAC antarmuka anda
jika anda memiliki sys-apps/baselayout-1.11.14 atau yang lebih baru dan
ingin menggunakan alamat MAC tertentu. Tetapi, jika anda perlu menggantinya ke
alamat MAC acak atau memiliki baselayout yang lebih tua dari versi tersebut di
atas, anda perlu menginstal net-analyzer/macchanger untuk dapat
menggunakan fitur ini.
Daftar Kode 8.1: Contoh penggantian alamat MAC |
mac_eth0="00:11:22:33:44:55"
mac_eth0="random-ending"
mac_eth0="random-samekind"
mac_eth0="random-anykind"
mac_eth0="random-full"
|
3.i. Tunnelling
Anda tidak perlu menginstal apapun untuk dapat melakukan tunnelling
karena pengatur antarmuka dapat melakukannya untuk anda.
Daftar Kode 9.1: Konfigurasi tunnelling di /etc/conf.d/net |
iptunnel_vpn0="mode gre remote 207.170.82.1 key 0xffffffff ttl 255"
iptunnel_vpn0="mode ipip remote 207.170.82.2 ttl 255"
config_vpn0=( "192.168.0.2 peer 192.168.1.1" )
|
3.j. VLAN (dukungan 802.1q)
Untuk mendapatkan dukungan VLAN, emerge net-misc/vconfig.
Virtual LAN merupakan grup perangkat jaringan yang bertingkah seakan-akan mereka
terhubung ke satu segmen jaringan - walaupun mungkin tidak. Anggota VLAN hanya
dapat melihat anggota lain pada VLAN yang sama yang dibagi pada jaringan fisik
yang sama.
Daftar Kode 10.1: Konfigurasi VLAN di /etc/conf.d/net |
vlans_eth0="1 2"
vconfig_eth0=( "set_name_type VLAN_PLUS_VID_NO_PAD" )
vconfig_vlan1=( "set_flag 1" "set_egress_map 2 6" )
config_vlan1=( "172.16.3.1 netmask 255.255.254.0" )
config_vlan2=( "172.16.2.1 netmask 255.255.254.0" )
|
Penting:
Untuk penggunaan lebih dari satu pengaturan VLAN, anda mungkin perlu membaca
dokumentasi Nama Variabel.
|
4. Jaringan Nirkabel
4.a. Pendahuluan
Untuk saat ini kami mendukung pengaturan wireless dengan wireless-tools
atau wpa_supplicant. Hal yang perlu diingat adalah anda melakukan
konfigurasi untuk jaringan wireless pada basis global dan bukan pada basis
antarmuka.
wpa_supplicant adalah pilihan terbaik, tetapi tidak mendukung semua
driver. Untuk melihat daftar driver yang didukung, kunjungilah website wpa_supplicant.
Selain itu, wpa_supplicant untuk saat ini hanya dapat melakukan koneksi
ke ESSID yang telah anda konfigurasikan.
wireless-tools mendukung hampir semua driver, tetapi tidak dapat
melakukan koneksi ke Akses Point khusus WPA.
Peringatan:
Driver linux-wlan-ng tidak didukung oleh baselayout untuk saat ini. Ini
karena linux-wlan-ng memiliki konfigurasinya sendiri yang sangat berbeda
dengan driver yang lain. Pengembang linux-wlan-ng dikabarkan akan
mengganti pengaturan mereka menjadi seperti wireless-tools - jika hal ini
terjadi, anda mungkin dapat menggunakan linux-wlan-ng dengan baselayout.
|
4.b. WPA Supplicant
WPA Supplicant
merupakan sebuah paket yang dapat anda gunakan untuk melakukan koneksi ke
akses poin dengan WPA. Pengaturannya agak rumit karena masih dalam status
beta - tetapi sudah dapat berfungsi dengan baik di banyak bagian.
Daftar Kode 2.1: Instalasi wpa_supplicant |
# emerge net-wireless/wpa_supplicant
|
Penting:
Anda harus mengaktifkan CONFIG_PACKET pada kernel anda agar
wpa_supplicant dapat berfungsi.
|
Sekarang kita harus mengkonfigurasi /etc/conf.d/net sesuai
kebutuhan kita, jadi kita mendahulukan wpa_supplicant daripada
wireless-tools (jika keduanya terinstal, wireless-tools akan
menjadi default).
Daftar Kode 2.2: Konfigurasi /etc/conf.d/net untuk wpa_supplicant |
modules=( "wpa_supplicant" )
wpa_supplicant_eth0="-Dmadwifi"
|
Catatan:
Jika anda menggunakan driver host-ap, anda harus menempatkan kartu anda
di modus Managed sebelum dapat digunakan oleh wpa_supplicant
dengan benar. Anda boleh menggunakan iwconfig_eth0="mode managed" untuk
ini di /etc/conf.d/net.
|
Gampang kan? Bagaimanapun juga, kita masih harus mengkonfigurasi
wpa_supplicant sendiri yang agak sedikit rumit, tergantung seberapa aman
akses poin yang akan anda gunakan. Contoh berikut ini diambil dan
disederhanakan dari
/usr/share/doc/wpa_supplicant-<version>/wpa_supplicant.conf.gz
yang disediakan oleh wpa_supplicant.
Daftar Kode 2.3: Contoh /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf |
ctrl_interface=/var/run/wpa_supplicant
ctrl_interface_group=0
ap_scan=1
network={
ssid="simple"
psk="very secret passphrase"
priority=5
}
network={
ssid="second ssid"
scan_ssid=1
psk="very secret passphrase"
priority=2
}
network={
ssid="example"
proto=WPA
key_mgmt=WPA-PSK
pairwise=CCMP TKIP
group=CCMP TKIP WEP104 WEP40
psk=06b4be19da289f475aa46a33cb793029d4ab3db7a23ee92382eb0106c72ac7bb
priority=2
}
network={
ssid="plaintext-test"
key_mgmt=NONE
}
network={
ssid="static-wep-test"
key_mgmt=NONE
wep_key0="abcde"
wep_key1=0102030405
wep_key2="1234567890123"
wep_tx_keyidx=0
priority=5
}
network={
ssid="static-wep-test2"
key_mgmt=NONE
wep_key0="abcde"
wep_key1=0102030405
wep_key2="1234567890123"
wep_tx_keyidx=0
priority=5
auth_alg=SHARED
}
network={
ssid="test adhoc"
mode=1
proto=WPA
key_mgmt=WPA-NONE
pairwise=NONE
group=TKIP
psk="secret passphrase"
}
|
4.c. Wireless Tools
Pengaturan awal dan modus managed
Wireless
Tools menyediakan cara umum untuk mengkonfigurasi antarmuka wireless
dasar sampai ke level keamanan WEP. WEP merupakan metode keamanan yang lemah,
tetapi juga merupakan metode yang paling lazim dipakai.
Konfigurasi Wireless Tools dikendalikan oleh beberapa variabel utama.
Contoh konfigurasi di bawah ini akan cukup menjelaskan apa saja yang anda
perlukan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada konfigurasi
berarti "melakukan koneksi ke akses poin tidak ter-enkripsi yang paling
kuat" - kita akan selalu mencoba untuk menghubungkan anda ke sesuatu.
Daftar Kode 3.1: Instalasi wireless-tools |
# emerge net-wireless/wireless-tools
|
Catatan:
Walaupun anda dapat menempatkan pengaturan wireless anda di file
/etc/conf.d/wireless, panduan ini menganjurkan anda untuk
menempatkannya di /etc/conf.d/net.
|
Penting:
Anda wajib membaca dokumentasi Nama Variabel.
|
Daftar Kode 3.2: Contoh pengaturan iwconfig di /etc/conf.d/net |
modules=( "iwconfig" )
key_ESSID1="[1] s:yourkeyhere key [1] enc open"
key_ESSID2="[1] aaaa-bbbb-cccc-dd key [1] enc restricted"
preferred_aps=( "ESSID1" "ESSID2" )
|
Peningkatan pemilihan akses poin
Anda dapat memberikan opsi-opsi tambahan untuk meningkatkan pemilihan akses
poin, tetapi biasanya hal ini tidak diperlukan.
Anda dapat memilih untuk hanya melakukan koneksi ke akses poin yang anda
inginkan atau tidak. Secara default, jika semua konfigurasi gagal tetapi kita
dapat melakukan koneksi ke akses poin yang tidak ter-enkripsi, maka kita akan
terhubung. Ini diatur oleh variabel associate_order. Berikut ini
merupakan tabel nilai dan cara mengaturnya.
| Nilai |
Penjelasan |
| any |
Tingkah-laku default |
| preferredonly |
Kita hanya akan melakukan koneksi ke AP yang terlihat di daftar |
| forcepreferred |
Kita akan memaksa untuk melakukan koneksi ke AP yang ada di daftar jika
tidak ditemukan dalam pencarian
|
| forcepreferredonly |
Jangan mencari AP - tetapi langsung mencoba melakukan koneksi ke salah satu
|
| forceany |
Sama denganforcepreferred + koneksikan ke AP lain yang tersedia |
Terakhir kita memiliki beberapa pilihan blacklist_aps dan
unique_ap. blacklist_aps bekerja dengan cara yang mirip dengan
preferred_aps. unique_ap merupakan nilai yes atau no
yang menyatakan apakah antarmuka wireless kedua dapat melakukan koneksi ke AP
yang sama dengan antarmuka pertama.
Daftar Kode 3.3: Contoh blacklist_aps dan unique_ap |
blacklist_aps=( "ESSID3" "ESSID4" )
unique_ap="yes"
|
Modus Ad-Hoc dan Master
Jika anda ingin menjadikan diri anda sebagai node Ad-Hoc jika anda gagal
melakukan koneksi ke AP pada modus Managed, anda juga dapat melakukan ini.
Daftar Kode 3.4: fallback ke modus ad-hoc |
adhoc_essid_eth0="This Adhoc Node"
|
Bagaimana dengan melakukan koneksi ke jaringan Ad-Hoc atau berjalan pada
modus Master untuk menjadi Akses Poin? Berikut ini merupakan konfigurasinya!
Anda mungkin perlu menentukan kunci-kunci WEP seperti yang disebutkan di atas.
Daftar Kode 3.5: Contoh konfigurasi ad-hoc/master |
mode_eth0="ad-hoc"
essid_eth0="This Adhoc Node"
channel_eth0="9"
|
Penting:
Berikut ini merupakan salinan asli dari dokumentasi wavelan BSD di Dokumentasi
NetBSD. Terdapat 14 channel yang mungkin; Kami diberitahukan bahwa
channel 1-11 legal untuk Amerika Utara, channel 1-13 untuk hampir seluruh Eropa,
channel 10-13 untuk Prancis, dan hanya channel 14 untuk Jepang. Jika ragu,
silakan baca dokumentasi kartu wireless atau akses poin anda. Pastikan agar
channel yang anda pilih sama dengan channel akses poin anda (atau kartu lain
pada sebuah jaringan ad-hoc). Default untuk kartu yang dijual di Amerika Utara
dan kebanyakan negara Eropa adalah 3; 11 untuk Prancis, dan 14 untuk Jepang.
|
Memecahkan masalah seputar utilitas wireless
Terdapat beberapa variabel yang dapat anda gunakan untuk membantu anda
menyalakan wireless jika terdapat masalah pada driver atau lingkungan.
Berikut ini merupakan tabelnya.
| Variabel |
Nilai Default |
Penjelasan |
| iwconfig_eth0 |
|
Baca manual iwconfig untuk rincian tentang apa yang harus dikirimkan ke
iwconfig
|
| iwpriv_eth0 |
|
Baca manual iwpriv untuk rincian tentang apa yang harus dikirimkan ke
iwpriv
|
| sleep_scan_eth0 |
0 |
Jumlah detik untuk istirahat sebelum mencoba melakukan pencarian. Ini
diperlukan ketika driver/firmware memerlukan waktu untuk aktif sebelum
dapat digunakan.
|
| sleep_associate_eth0 |
5 |
Jumlah detik untuk menunggu sampai antarmuka diasosiasikan dengan akses
poin sebelum berpindah ke AP selanjutnya
|
| associate_test_eth0 |
MAC |
Beberapa driver tidak me-reset alamat MAC yang terasosiasi dengan yang
tidak benar ketika kehilangan atau mencoba melakukan asosiasi. Beberapa
driver tidak me-reset level kualitas ketika kehilangan atau mencoba
melakukan asosiasi. Pengaturan yang dibolehkan adalah MAC,
quality dan all.
|
| scan_mode_eth0 |
|
Beberapa driver perlu melakukan pencarian pada modus ad-hoc, jadi jika
pencarian gagal, coba gunakan ad-hoc di sini
|
| iwpriv_scan_pre_eth0 |
|
Kirimkan beberapa perintah iwpriv ke antarmuka sebelum melakukan
pencarian. Baca manual iwpriv untuk perinciannya.
|
| iwpriv_scan_post_eth0 |
|
Kirimkan beberapa perintah iwpriv ke antarmuka setelah melakukan
pencarian. Baca manual iwpriv untuk perinciannya.
|
4.d. Menentukan konfigurasi jaringan per-ESSID
Terkadang, anda memerlukan IP statis ketika anda melakukan koneksi ke
ESSID1 dan anda memerlukan DHCP ketika anda melakukan koneksi ke
ESSID2. Sebenarnya, hampir semua variabel modul dapat didefinisikan
per ESSID. Berikut ini cara melakukannya.
Catatan:
Ini berfungsi jika anda menggunakan WPA Supplicant atau Wireless Tools.
|
Penting:
Anda perlu membaca dokumentasi Nama Variabel.
|
Daftar Kode 4.1: Menentukan setting jaringan per-ESSID |
config_ESSID1=( "192.168.0.3/24 brd 192.168.0.255" )
routes_ESSID1=( "default via 192.168.0.1" )
config_ESSID2=( "dhcp" )
fallback_ESSID2=( "192.168.3.4/24" )
fallback_route_ESSID2=( "default via 192.168.3.1" )
dns_servers_ESSID1=( "192.168.0.1" "192.168.0.2" )
dns_domain_ESSID1="some.domain"
dns_search_domains_ESSID1="search.this.domain search.that.domain"
config_001122334455=( "dhcp" )
dhcpcd_001122334455="-t 10"
dns_servers_001122334455=( "192.168.0.1" "192.168.0.2" )
|
5. Menambahkan Kegunaan
5.a. Hook Fungsi Standar
Empat fungsi dapat didefinisikan yang nantinya akan dipanggil di sekeliling
operasi start/stop. Fungsi-fungsi dipanggil dengan nama antarmuka
dulu agar satu fungsi dapat mengendalikan banyak antarmuka.
Nilai hasil untuk fungsi preup() dan predown() harus 0 (sukses)
untuk mengindikasikan bahwa konfigurasi atau penghapusan konfigurasi antarmuka
dapat dilanjutkan. Jika preup() memberikan nilai selain nol, maka
konfigurasi antarmuka akan dibatalkan. Jika predown() memberikan hasil
selain nol, maka antarmuka tidak akan diizinkan untuk melanjutkan penghapusan
konfigurasi.
Nilai hasil untuk fungsi postup() dan postdown() akan diabaikan
karena tidak ada yang perlu dilakukan jika fungsi-fungsi ini mengindikasikan
kegagalan.
${IFACE} diisi dengan antarmuka ketika sedang dinyalakan/dimatikan.
${IFVAR} adalah ${IFACE} yang dikonversikan ke nama-nama
variabel yang diizinkan oleh bash.
Daftar Kode 1.1: Contoh-contoh fungsi pre/post up/down |
preup() {
if ethtool ${IFACE} | grep -q 'Link detected: no'; then
ewarn "No link on ${IFACE}, aborting configuration"
return 1
fi
return 0
}
predown() {
if is_net_fs /; then
eerror "root filesystem is network mounted -- can't stop ${IFACE}"
return 1
fi
return 0
}
postup() {
return 0
}
postdown() {
return 0
}
|
5.b. Hook Fungsi Tool Wireless
Catatan:
Ini tidak akan bekerja dengan Permohonan WPA - tetapi variabel ${ESSID}
dan ${ESSIDVAR} tersedia di fungsi postup().
|
Dua fungsi dapat didefinisikan yang akan dipanggil di sekeliling fungsi-fungsi
terkait. Fungsi-fungsi ini dipanggil dengan nama antarmuka dulu agar satu
fungsi dapat mengendalikan banyak antarmuka.
Nilai hasil dari fungsi preassociate() harus berupa 0 (sukses) untuk
mengindikasikan bahwa konfigurasi atau penghapusan konfigurasi antarmuka dapat
dilanjutkan. Jika preassociate() memberikan nilai bukan nol, maka
konfigurasi antarmuka akan dibatalkan.
Nilai hasil dari fungsi postassociate() akan diabaikan karena tidak
ada yang perlu dilakukan jika fungsi ini mengindikasikan kegagalan.
${ESSID} di-set ke ESSID yang tepat dari AP yang anda hubungi.
${ESSIDVAR} merupakan ${ESSID} yang dikonversikan ke nama-nama
variabel yang diizinkan oleh bash.
Daftar Kode 2.1: Fungsi-fungsi asosiasi pre/post |
preassociate() {
local user pass
eval user=\"\$\{leap_user_${ESSIDVAR}\}\"
eval pass=\"\$\{leap_pass_${ESSIDVAR}\}\"
if [[ -n ${user} && -n ${pass} ]]; then
if [[ ! -x /opt/cisco/bin/leapscript ]]; then
eend "For LEAP support, please emerge net-misc/cisco-aironet-client-utils"
return 1
fi
einfo "Waiting for LEAP Authentication on \"${ESSID//\\\\//}\""
if /opt/cisco/bin/leapscript ${user} ${pass} | grep -q 'Login incorrect'; then
ewarn "Login Failed for ${user}"
return 1
fi
fi
return 0
}
postassociate() {
return 0
}
|
Catatan:
${ESSID} dan ${ESSIDVAR} tidak tersedia di fungsi predown()
dan postdown().
|
6. Manajemen Jaringan
6.a. Manajemen Jaringan
Jika anda dan komputer anda selalu berpindah tempat, anda mungkin tidak selalu
menancpkan kabel ethernet atau mendapatkan akses point. Anda juga mungkin ingin
agar jaringan langsung dapat digunakan ketika kabel ethernet ditancapkan atau
sebuah akses point ditemukan.
Di sini anda akan menemukan beberapa tool yang dapat membantu anda untuk
mengaturnya.
Catatan:
Dokumen ini hanya menjelaskan ifplugd, tetapi ada alternatif lain
seperti netplug. netplug adalah alternatif yang lebih ringan dari
ifplugd, tetapi mensyaratkan agar driver jaringan dari kernel telah
berfungsi dengan benar.
|
6.b. ifplugd
ifplugd
merupakan daemon yang menyalakan dan mematikan antarmuka ketika kabel ethernet
dipasang atau dilepas. Daemon ini juga dapat mengatur asosiasi deteksi ke akses
poin atau ketika ada akses poin baru yang ditemukan.
Daftar Kode 2.1: Instalasi ifplugd |
# emerge sys-apps/ifplugd
|
Konfigurasi ifplugd sangatlah mudah. File konfigurasi terletak di
/etc/conf.d/net. Jalankan man ifplugd untuk mengetahui
kegunaan kegunaan dari setiap variabel. Baca juga
/etc/conf.d/net.example untuk mengetahui contoh-contoh
konfigurasi.
Daftar Kode 2.2: Contoh konfigurasi ifplug |
ifplugd_eth0="..."
ifplugd_eth0="--api-mode=wlan"
|
Sebagai tambahan untuk pengaturan koneksi jaringan yang lebih dari satu, anda
mungkin perlu menginstal sebuah tool untuk mempermudah penggunaan banyak server
DNS dalam satu waktu beserta konfigurasinya. Tool ini sangat berguna jika anda
mendapatkan alamat IP dari server DHCP. Cukup instal openresolv.
Daftar Kode 2.3: Instalasi openresolv |
# emerge openresolv
|
Isi dokumen ini dilisensikan dengan lisensi Creative Commons -
Attribution / Share Alike.
|