Gentoo Logo

Instalasi LVM2 Gentoo

Daftar Isi:

1.  Pendahuluan

Panduan ini didasarkan pada sebuah contoh dengan dua harddisk IDE. Artinya, anda mungkin perlu menyesuaikan nama drive, partisi, dan ukuran partisi.

Peringatan: Dokumen ini tidak dimaksudkan untuk menjadi panduan LVM2. Ini hanyalah suplemen untuk prosedur instalasi Gentoo yang dijelaskan di Buku Pegangan, Bab 1. Anda harus membaca Petunjuk Instalasi Gentoo sebelum memulai proses instalasi.

Catatan: Untuk panduan lengkap LVM, kunjungi http://tldp.org/HOWTO/LVM-HOWTO

Kebutuhan dasar

Jika anda menjalankan instalasi Gentoo baru, anda memerlukan CD boot yang mendukung LVM2 seperti CD Instalasi Gentoo. Anda bisa mendapatkan CD Instasalasi untuk arsitektur x86 di mirror kami dalam direktori /releases/x86/current/installcd. Arsitektur lain juga mungkin telah didukung.

Jika anda menginstal LVM2 pada sistem yang sedang berjalan dengan ruang harddisk yang tersisa, anda perlu mengaktifkan modul LVM2 (dm-mod). Modul ini tersedia di gentoo-sources. Kompilasi kernel dan memfungsikan LVM2 akan dijelaskan nanti di panduan ini.

Tidak semua kernel 2.4 yang disediakan Gentoo mendukung LVM2!

Partisi

Sistem contoh kami memiliki dua harddisk IDE dan akan dipartisi seperti berikut:

  • /dev/hda1 -- /boot
  • /dev/hda2 -- (swap)
  • /dev/hda3 -- /
  • /dev/hda4 -- Akan digunakan oleh LVM2
  • /dev/hdb1 -- Akan digunakan oleh LVM2

Penting: Perhatikan nama partisi, karena sering terjadi kebingungan antara a dan b, juga nomor-nomor partisi. Satu kesalahan dapat menyapu partisi yang salah. Anda telah diperingatkan!

OK, waktunya untuk memulai...

2.  Instalasi

Ikuti buku pegangan instalasi, tetapi dengan perubahan-perubahan berikut pada Bab 4. Mempersiapkan Disks:

Gunakan fdisk seperti yang dijelaskan di buku pegangan, tetapi gunakan skema partisi yang disebutkan di atas sebagai contoh. Skema di atas hanyalah contoh, sesuaikan dengan kebutuhan anda sendiri.

Ciptakan partisi fisik kecil /boot (hda1). Pada contoh ini, /boot tidak akan diatur oleh LVM2. Partisi ini akan berisi bootloader dan kernel anda. 64MB sudah cukup untuk partisi ini.

Buat partisi swap (hda2).

Buat partisi / (root) (hda3). Jika anda tertarik untuk mencoba membiarkan partisi root anda diatur oleh LVM (yang tidak kami anjurkan), bacalah bagian sumber pada akhir panduan ini lalu ikuti link ke panduan singkat tentang cara melakukannya. Ukuran partisi root tidak perlu terlalu besar jika anda akan meletakkan /opt /usr /home /var dan /tmp di sebuah LVM2 Volume Group (vg). Pada contoh ini, 1GB sudah cukup.

Catatan: Tidak dianjurkan untuk menempatkan direktori-direktori berikut ini di partisi LVM2: /etc, /lib, /mnt, /proc, /sbin, /dev, dan /root. Dengan begini, anda masih dapat masuk ke sistem anda (tidak lengkap, tetapi masih bisa digunakan, sebagai root) jika ada masalah.

Dengan anggapan partisi /boot, swap dan root tidak menggunakan semua disk fisik, buatlah partisi keempat pada disk lalu set tipenya ke 8e (Linux LVM). Jika anda memiliki drive fisik lainnya yang ingin anda gunakan dengan LVM, buatlah satu partisi pada setiap disk lalu set ke tipe yang sama (8e).

Catatan: Karena besarnya ukuran disk yang ada, anda mungkin lebih baik memilah-milah harddisk anda menjadi partisi-partisi yang lebih kecil daripada membuat satu partisi besar yang akan ditambahkan ke grup volum LVM2 dalam satu blok. Lagi pula LVM2 akan mempermudah anda memperluas partisi anda. Dengan begini, anda bisa memiliki partisi belum terpakai yang mungkin akan anda butuhkan di luar grup LVM2. Pendeknya, jangan gunakan ruang disk anda sampai anda yakin anda membutuhkannya. Sebagai contoh, salah satuh kontributor kami memilah harddisknya yang berukuran 160 GB menjadi 8 partisi yang masing-masing berukuran 20 GB.

Ciptakan filesystem di /dev/hda1 dan /dev/hda3, lalu ciptakan dan aktifkan swap di /dev/hda2 seperti yang dijelaskan di buku pegangan instalasi.

Load modul LVM2 dm-mod.

Daftar Kode 2.1: Load modul LVM2

# modprobe dm-mod

Sebelum melakukan scan dan aktivasi LVM, anda mungkin perlu mengedit /etc/lvm/lvm.conf untuk mengecualikan beberapa perangkat. Secara default, LVM2 akan meng-scan semua perangkat, bahkan CDROM, yang akan menghasilkan error. Pada contoh berikut ini, baris yang mengizinkan semua perangkat untuk di-scan digantikan dengan baris yang menolak semua perangkat, kecuali dua disk IDE.

Daftar Kode 2.2: Aktivasi LVM

(Untuk mencegah proses scan pada semua perangkat, kecuali dua disk)
# nano -w /etc/lvm/lvm.conf
(Carilah baris berikut)
    filter = [ "a/.*/" ]
(Gantikan dengan baris berikut ini untuk meng-scan
/dev/hda dan /dev/hdb dan menolak yang lainnya)
    filter = [ "a|/dev/hd[ab]|", "r/.*/" ]
(Simpan file lalu keluar dari nano)
# vgscan
  Reading all physical volumes.  This may take a while...
  No volume groups found
(Agar semua grup volum yang telah diatur tersedia)
# vgchange -a y

Siapkan semua partisi.

Daftar Kode 2.3: Mempersiapkan partisi

# pvcreate /dev/hda4 /dev/hdb1
  No physical volume label read from /dev/hda4
  Physical volume "/dev/hda4" successfully created
  No physical volume label read from /dev/hdb1
  Physical volume "/dev/hdb1" successfully created

Siapkan grup volum. Sebuah grup volum adalah hasil dari kombinasi beberapa unit fisik menjadi sebuah partisi logikal.

Pada contoh, /dev/hda1, /dev/hda2 dan /dev/hda3 adalah /boot, serta partisi swap dan root, jadi kita perlu mengkombinasikan /dev/hda4 dan /dev/hdb1. Hal ini bisa kita lakukan dengan satu perintah, tetapi, sebagai contoh, kita akan menciptakan grup volum kita dan memperluasnya.

Daftar Kode 2.4: Menciptakan dan memperluas sebuah volum grup

(Ciptakan sebuah volum dengan nama vg)
# vgcreate vg /dev/hda4
  /etc/lvm/backup: fsync failed: Invalid argument (Abaikan peringatan ini)
  Volume group "vg" successfully created
(Memperluas grup volum yang sudah ada)
# vgextend vg /dev/hdb1
  /etc/lvm/backup: fsync failed: Invalid argument (Abaikan peringatan ini)
  Volume group "vg" successfully extended

Buatlah volum-volum logikal. Volum logikal sama dengan partisi yang biasa anda buat menggunakan fdisk di luar lingkungan LVM2. Pada contoh ini, kita akan membuat partisi-partisi berikut:

Direktori Ukuran
/usr 10 GB
/home 5 GB
/opt 5 GB
/var 10 GB
/tmp 2 GB

Karena kita akan menggunakan LVM2, kita tidak perlu mengkhawatirkan ukuran partisi karena kita dapat dengan mudah merubahnya sesuai dengan kebutuhan kita.

Catatan: Seperti komentar dari Terje Kvernes, memperbesar ukuran partisi lebih mudah daripada memperkecilnya. Untuk itu anda mungkin lebih baik memulai dengan partisi-partisi berukuran kecil kemudian memperbesarnya sesuai kebutuhan.

Daftar Kode 2.5: Membuat dan memperbesar volum logikal

# lvcreate -L10G -nusr  vg
  Logical volume "usr" created (Pesan-pesan serupa tidak akan ditampilkan lagi
# lvcreate -L5G  -nhome vg
# lvcreate -L5G  -nopt  vg
# lvcreate -L10G -nvar  vg
# lvcreate -L2G  -ntmp  vg
(Sebagai contoh, mari kita tambah sebuah volum logikal dengan 5GB)
# lvextend -L+5G /dev/vg/home

Ciptakan filesystem pada colum logikal seperti anda melakukannya pada partisi biasa. Kami menggunakan ext3 pada volum logikal, tetapi anda dapat menggunakan filesystem pilihan anda:

Daftar Kode 2.6: Menciptakan filesystems

# mke2fs -j /dev/vg/usr
# mke2fs -j /dev/vg/home
# mke2fs -j /dev/vg/opt
# mke2fs -j /dev/vg/var
# mke2fs -j /dev/vg/tmp

Mount partisi-partisi anda seperti dijelaskan di buku pegangan lalu mount volum logikal LVM2 seperti partisi biasa. Gantikan /dev/hdxx dengan /dev/vg/logical_volumename.

Daftar Kode 2.7: Mount volum logikal

(Pastikan anda telah me-mount partisi root anda dahulu seperti yang dijelaskan di buku pegangan)
# mkdir /mnt/gentoo/usr
# mount /dev/vg/usr /mnt/gentoo/usr
# mkdir /mnt/gentoo/home
# mount /dev/vg/home /mnt/gentoo/home
# mkdir /mnt/gentoo/opt
# mount /dev/vg/opt /mnt/gentoo/opt
# mkdir /mnt/gentoo/var
# mount /dev/vg/var /mnt/gentoo/var
# mkdir /mnt/gentoo/tmp
# mount /dev/vg/tmp /mnt/gentoo/tmp

Catatan: Dari sini hampir tidak ada lagi perbedaan dengan instalasi biasa, jadi kami tidak perlu memandu anda lagi kecuali beberapa poin:

Ketika melakukan konfigurasi kernel, pastikan agar kernel anda mendukung LVM2 (tidak semua kernel 2.4 memiliki dukungan ini). Pilih modul LVM2 seperti berikut ini:

Daftar Kode 2.8: Memilih modul LVM2 di kernel 2.4.x

Multi-device support (RAID and LVM)  --->
  [*] Multiple devices driver support (RAID and LVM)
  < >  RAID support
(Perlu dicatat bahwa opsi LVM sengaja tidak dipilih karena opsi untuk LVM1)
  < >  Logical volume manager (LVM) support
  <M>  Device-mapper support
  < >   Mirror (RAID-1) support

Daftar Kode 2.9: Memilih modul LVM2 di kernel 2.6.x

Device Drivers  --->
 Multi-device support (RAID and LVM)  --->
   [*] Multiple devices driver support (RAID and LVM)
   < >   RAID support
   <M>   Device mapper support

Modul yang telah dikompilasi bernama dm-mod.ko

Setelah selesai mengkompilasi kernel dan menginstal modul-modulnya, tambahkan baris berikut ini di /etc/modules.autoload.d/kernel-{KV} dengan {KV} adalah versi kernel anda (2.4 atau 2.6), agar modul LVM2 di-load ketika komputer anda boot:

Daftar Kode 2.10: Menambahkan modul LVM2 ke /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6

# nano -w /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6
(Tambahkan baris berikut)
dm-mod

Sekarang, instal paket lvm2.

Penting: Pastikan agar link /usr/src/linux menunjuk ke source kernel yang anda gunakan karena ebuild lvm2 bergantung pada ebuild device-mapper yang akan memeriksa apakah file source yang dibutuhkan ada di /usr/src/linux/include/linux atau tidak.

Daftar Kode 2.11: Emerge paket LVM2

# emerge lvm2

Edit /etc/lvm/lvm.conf seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. File yang tadi anda edit adalah bagian dari lingkungan instalasi anda dan akan terhapus ketika anda melakukan reboot. Kali ini, anda akan mengedit file yang asli di dalam lingkungan instalasi Gentoo anda.

Ketika mengedit file /etc/fstab, ikuti petunjuk di buku pegangan dan tambahkan volum logikal LVM2 anda seperlunya. Sebagai contoh, berikut ini adalah baris-baris yang ditambahkan:

Daftar Kode 2.12: Isi file /etc/fstab

/dev/hda1     /boot   ext3    noauto,noatime 1 2
/dev/hda2     none    swap    sw             0 0
/dev/hda3     /       ext3    noatime        0 1
# Logical volumes
/dev/vg/usr   /usr    ext3    noatime        0 2
/dev/vg/home  /home   ext3    noatime        0 2
/dev/vg/opt   /opt    ext3    noatime        0 2
/dev/vg/var   /var    ext3    noatime        0 2
/dev/vg/tmp   /tmp    ext3    noatime        0 2

Ketika anda sampai pada bagian akhir instalasi di buku pegangan, jangan lupa untuk meng-unmount juga semua volum logikal LVM2, dan agar lebih yakin, jalankan perintah berikut sebelum reboot:

Daftar Kode 2.13: Menghentikan LVM2

# vgchange -a n

Restart komputer anda dan semua partisi akan terlihat dan di-mount.

3.  Melanjutkan setelah Reboot

Jika anda telah berhenti dari proses instalasi Gentoo pada satu titik lalu ingin melanjutkannya, anda perlu menciptakan node device terlebih dahulu:

Daftar Kode 3.1: Menciptakan node device volum

# vgscan --mknodes

Pada CD Instalasi yang berisi tool versi lama kita, mungkin perlu mengaktifkan volum-volumnya kembali:

Daftar Kode 3.2: Mengaktifkan volum-volum kembali

(Nonaktifkan semua volum)
# vgchange -a n
(Ekspor semua volum)
# vgexport -a vg
(Impor semua volum)
# vgimport -a vg
(Aktfikan kembali semua volum)
# vgchange -a y

4.  Sumber-sumber

5.  Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Thilo Bangert dan Terje Kvernes atas semua bantuan serta komentar tentang dokumen ini.



Print

Diperbarui 3 November 2007

Versi asli dari dokumen ini terakhir diupdate 1 April 2012

Rangkuman: Panduan ini menjelaskan cara men-setup sistem Gentoo anda agar menggunakan Logical Volume Manager versi 2 (LVM2).

Avi Schwartz
Author

Rajiv Manglani
Contributor

Xavier Neys
Editor

Dzikri Aziz
Translator

Donate to support our development efforts.

Copyright 2001-2012 Gentoo Foundation, Inc. Questions, Comments? Contact us.