Gentoo Logo

Panduan Samba3/CUPS/ClamAV Gentoo

Daftar Isi:

1.  Pendahuluan

Tujuan

HOWTO ini dirancang untuk membantu anda memindahkan sebuah jaringan dari banyak klien yang berbicara dengan berbagai bahasa yang berbeda, ke klien-klien lain yang berbicara dengan bahasa yang umum. Tujuan utamanya adalah untuk membantu arsitektur dan teknologi yang berbeda, agar dapat bekerja sama dalam suatu lingkungan yang produktif dan saling bantu-membantu.

Dengan mengikuti arahan-arahan pada HOWTO ini, anda akan mendapatkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memiliki habitat damai yang diisi oleh Windows dan semua variasi *nix.

HOWTO ini pada awalnya dimulai bukan sebagai panduan, tetapi sebagai FAQ. Tujuan asalnya adalah untuk mengeksplorasi semua kegunaan dan kekuatan sistem Gentoo, portage dan keluwesan flag-flag USE. Seperti banyak proyek lainnya, disadari bahwa ada sesuatu yang belum tersedia di Gentoo: tidak ada HOWTO Samba untuk para pengguna Gentoo. Para pengguna inilah yang lebih banyak menuntut; mereka membutuhkan performa tinggi, fleksibilitas dan kustomisasi. Namun bukan berarti HOWTO ini tidak dapat digunakan pada distro lain, tetapi HOWTO ini dirancang untuk digunakan pada versi Samba yang telah banyak dikustomisasi.

HOWTO ini akan menjelaskan cara berbagi file dan printer antara komputer Windows dan *nix. HOWTO ini juga akan mendemokan penggunaan fitur VFS (Virtual File System) dari Samba untuk menggabungkan perlindungan otomatis dari virus. Sebagai penutup, anda akan diajarkan cara me-mount dan memanipulasi share.

Ada beberapa topik yang akan disebutkan, tetapi tidak dicakup oleh HOWTO ini. Anda akan diberikan catatan ketika topik-topik ini disinggung.

HOWTO ini didasarkan pada kompilasi dan gabungan dari HOWTO yang tersedia di forum Gentoo oleh Andreas "daff" Ntaflos dan semua pengetahuan yang dikumpulkan oleh Joshua Preston. Link ke diskusi ini kami sediakan sebagai referensi anda:

Sebelum anda menggunakan panduan ini

Ada beberapa panduan lain untuk men-setup CUPS dan/atau Samba, baca juga semuanya, karena mungkin anda bisa menemukan hal-hal yang tidak dijelaskan pada HOWTO ini (secara sengaja atau tidak). Salah satunya adalah dokumen yang sangat berguna dan ditulis dengan baik Panduan Print Gentoo, karena masalah konfigurasi dan setup printer tidak dijelaskan di sini.

Tinjauan Singkat

Setelah memberikan berbagai flag USE, daftar berikut ini akan menggarisbawahi semua topik yang dijelaskan:

  • Pada server Samba:
    • Instalasi dan konfigurasi ClamAV
    • Instalasi dan konfigurasi Samba
    • Instalasi dan konfigurasi CUPS
    • Menambahkan printer ke CUPS
    • Menambahkan driver PS untuk klien Windows
  • Pada klien Unix:
    • Instalasi dan konfigurasi CUPS
    • Konfigurasi printer default
    • Mount share Windows atau Samba
  • Pada klien Windows:
    • Konfigurasi printer
    • Mengakses share Samba

Kebutuhan

Kita memerlukan:

  • net-fs/samba
  • app-antivirus/clamav
  • net-print/cups
  • net-print/foomatic
  • net-print/hplip (jika anda menggunakan printer HP)
  • Kernel (2.6)
  • Printer (PS atau non-PS, mungkin yang tidak TERLALU baru atau mahal)
  • Sebuah jaringan yang berfungsi (rumah/kantor/dll) yang terdiri dari beberapa komputer

Paket utama yang kita gunakan di sini adalah net-fs/samba, tetapi, anda memerlukan kernel dengan dukungan cifs yang telah diaktifkan untuk me-mount share samba atau windows dari komputer lain. CUPS akan di-emerge jika belum. app-antivirus/clamav juga akan digunakan, tetapi yang lainnya dapat dengan mudah diadaptasikan agar bekerja dengan Samba. Ebuild samba Gentoo mendukung semua teknologi scan virus, seperti Sophos, FProt, Fsav, Trend, Icap, Nai, ...

2.  Berkenalan dengan Samba

Flag-flag USE

Sebelum meng-emerge apapun, lihatlah semua flag USE yang tersedia untuk Samba.

Daftar Kode 2.1: Samba menggunakan variabel-variabel USE berikut:

kerberos acl cups ldap pam readline python oav winbind

Tergantung pada topologi jaringan dan kebutuhan tertentu server, flag-flag USE yang disebutkan di bawah ini menyebutkan apa saja yang diikusertakan dan tidak diikutsertakan ketika meng-emerge Samba.

Flag USE Penjelasan
kerberos Mengikutsertakan dukungan untuk Kerberos. Server memerlukannya jika akan digabungkan dengan sebuah domain atau Active Directory. Bacalah catatan di bawah.
acl Mengaktifkan Access Control Lists. Dukungan ACL di Samba menggunakan ext2/ext3 yang telah ditambal, atau XFS dari SGI agar dapat berfungsi dengan benar karena Samba akan memperluas akses terinci ke file dan direktori; jauh lebih dari skema GID/UID *nix biasa.
cups Flag ini mengaktifkan dukungan untuk Common Unix Printing System. Ini akan menyediakan antarmuka yang dapat digunakan untuk membagi printer CUPS ke sistem lain pada jaringan.
ldap Mengaktifkan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP). Jika Samba akan digunakan dengan Active Directory, opsi ini harus diaktfikan. Ini akan digunakan pada saat Samba perlu login atau menyediakan login ke Domain/Active Directory Server. Flag kerberos diperlukan untuk untuk memfungsikan opsi ini dengan benar.
pam Mengikutsertakan dukungan untuk Pluggable Authentication Modules (PAM). Opsi ini menyediakan kemampuan untuk mengotentikasi user pada server Samba, yang diperlukan jika user harus login ke server anda. Flag kerberos dianjurkan penggunaannya bersama opsi ini.
readline Me-link Samba ke libreadline. Hal ini sangat dianjurkan dan seharusnya tidak dinonaktifkan.
python API binding Python. Menyediakan sebuah API yang akan mengijinkan Python untuk berinteraksi dengan Samba.
oav Menyediakan on-access scanning untuk share Samba dengan daemon FRISK F-Prot, Kaspersky AntiVirus, OpenAntiVirus.org ScannerDaemon, Sophos Sweep (SAVI), Symantec CarrierScan, dan Trend Micro (VSAPI).
winbind Dengan winbind, anda bisa mendapatkan unified logon di dalam lingkungan Samba. Winbind menggunakan implementasi pemanggilan Windows RPC, PAM dan name service switch (didukung oleh pustaka C) agar pengguna domain Windows NT dapat tampil dan bekerja sebagai pengguna Unix pada sistem Unix.

Beberapa hal yang perlu disebutkan tentang flag-flag USE dan fungsi-fungsi Samba:

3.  Instalasi Software Server

Emerge Samba

Pertama-tama: pastikan nama host anda telah di-resolve dengan benar, boleh dengan sistem nama domain di jaringan atau dengan entri yang sesuai di file /etc/hosts. Terkadang cupsaddsmb tidak bisa bekerja jika nama host tidak menunjuk ke komputer yang benar.

Mudah-mudahan sekarang anda sudah dapat memperkirakan apa saja yang anda perlukan bersama Samba untuk memenuhi kebutuhan anda. Setup yang digunakan pada HOWTO ini adalah:

  • oav
  • cups
  • readline
  • pam

Untuk mengoptimasi performa, ukuran dan lama kompilasi, flag-flag USE sengaja ditambahkan dan dibuang.

Daftar Kode 3.1: Emerge Samba

# echo "net-fs/samba oav readline cups pam" >> /etc/portage/package.use
# emerge net-fs/samba

Perintah ini akan meng-emerge Samba dan CUPS (jika CUPS belum di-emerge).

Emerge ClamAV

Karena flag oav hanya menyediakan sebuah antarmuka untuk melakukan on access virus scanning, kita masih perlu meng-emerge scanner virus itu sendiri. Scanner yang digunakan pada HOWTO ini adalah ClamAV.

Daftar Kode 3.2: Emerge Clamav

# emerge app-antivirus/clamav

Emerge foomatic

Daftar Kode 3.3: Emerge foomatic

# emerge net-print/foomatic

Emerge net-print/hplip

Anda hanya memerlukannya jika anda menggunakan printer HP.

Daftar Kode 3.4: Emerge hplip

# emerge net-print/hplip

4.  Konfigurasi Server

Konfigurasi Samba

File konfigurasi utama Samba adalah /etc/samba/smb.conf. File ini dibagi menjadi beberapa bagian yang ditandai dengan [sectionname]. Tanda komentar bisa berupa # atau ;. Berikut ini adalah contoh smb.conf dengan banyak tanda komentar dan saran untuk dimodifikasi. Jika anda membutuhkan penjelasannya, bacalah manual smb.conf, file smb.conf.example, website Samba atau buku-buku tentang Samba yang banyak tersedia.

Daftar Kode 4.1: Contoh /etc/samba/smb.conf

[global]
# Ganti MYWORKGROUPNAME dengan workgroup/domain anda
workgroup = MYWORKGROUPNAME
# Tentunya ini tidak bertujuan apapun selain memberitahukan
# bahwa server ini bukan Windows!
# %v menampilkan versi Samba yang kita gunakan.
server string = Samba Server %v
# Kita akan menggunakan CUPS, jadi kita akan meletakkannya di sini ;-)
printcap name = cups
printing = cups
load printers = yes
# Kita menginginkan file log yang tidak lebih dari 50kb.
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 50
# Kita akan mengatur beberapa opsi untuk antarmuka jaringan kita...
socket options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192
# Ini bagus, yang akan kita lakukan adalah mengikatkan server samba
# ke jaringan lokal kita. Misalnya, jika eth0 adalah perangkat jaringan
# lokal kita
interfaces = lo eth0
bind interfaces only = yes
# Sekarang kita akan menentukan siapa yang kita ijinkan, kita akan
# memperketat keamanan karena konfigurasi ini tidak menggunakan password!
hosts allow = 127.0.0.1 192.168.1.0/24
hosts deny = 0.0.0.0/0
# Opsi-opsi lain adalah USER, DOMAIN, ADS, dan SERVER
# Defaultnya adalah user
security = share
# Tanpa password, jadi kita akan menggunakan akun gues!
guest ok = yes
# Sekarang kita akan mengimplementasikan on access virus scanner.
# CATATAN: Dengan meletakkan ini pada bagian [Global], berarti kita telah
# mengaktfikan scan untuk SEMUA share, anda boleh saja memindahkannya ke
# share tertentu untuk hanya meng-scan share tersebut.

# Untuk Samba 3.x. Opsi ini mengaktfikan on access scanning ClamAV.
vfs object = vscan-clamav
vscan-clamav: config-file = /etc/samba/vscan-clamav.conf

# Sekarang kita atur informasi dirver printer
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /etc/samba/printer # path ini berisi struktur driver
guest ok = yes
browseable = yes
read only = yes
# Ganti menjadi "username,root" jika anda tidak ingin root menjadi
# satu-satunya admin printer
write list = root

# Sekarang kita akan mengatur printer untuk dibagi, namanya boleh
# apa saja tetapi harus sama pada Samba dan CUPS!
[HPDeskJet930C]
comment = HP DeskJet 930C Network Printer
printable = yes
path = /var/spool/samba
public = yes
guest ok = yes
# Ganti menjadi "username,root" jika anda tidak ingin root menjadi
# satu-satunya admin printer
printer admin = root

# Sekarang kita atur share printer kita. Harus
# browseable, printable, public.
[printers]
comment = All Printers
browseable = no
printable = yes
writable = no
public = yes
guest ok = yes
path = /var/spool/samba
# Ganti menjadi "username,root" jika anda tidak ingin root menjadi
# satu-satunya admin printer
printer admin = root

# Kita ciptakan satu share baru yang dapat kita baca/tulis dari
# mana saja. Ini seperti tempat umum, siapapun dapat melakukan apapun
# yang mereka inginkan di sini.
[public]
comment = Public Files
browseable = yes
public = yes
create mode = 0766
guest ok = yes
path = /home/samba/public

Peringatan: Jika anda ingin menggunakan akun guest Samba untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pencetakan dari klien Windows: jangan set ke guest only = yes di seksi [global]. Akun guest terkadang bisa menyebabkan masalah ketika menjalankan cupsaddsmb pada saat melakukan koneksi dari komputer Windows. Baca juga yang berikut ini ketika kita berbicara tentang cupsaddsmb dan semua masalah yang bisa timbul. Gunakan user khusus untuk printer, seperti printeruser atau printer atau printme atau apa saja. Ini baik dan akan melindungi anda dari berbagai masalah.

Peringatan: Menyalakan on access scanning ClamAV di seksi [global] akan banyak menurunkan performa server Samba anda.

Sekarang ciptakan direktori-direktori yang diperlukan untuk konfigurasi minimal Samba untuk membagi printer yang telah diinstal melalui jaringan.

Daftar Kode 4.2: Menciptakan direktori-direktori

# mkdir /etc/samba/printer
# mkdir /var/spool/samba
# mkdir /home/samba/public

Paling tidak dibutuhkan satu user Samba untuk menginstal driver printer dan mengijinkan user untuk melakukan koneksi ke printer. User harus sudah terdaftar di file /etc/passwd sistem.

Daftar Kode 4.3: Menciptakan user

# smbpasswd -a root

(Jika user lain akan dijadikan admin printer)
# smbpasswd -a username

Password Samba tidak perlu sama dengan password sistem di /etc/passwd.

Anda juga perlu meng-update /etc/nsswitch.conf agar sistem Windows mudah ditemukan dengan NetBIOS:

Daftar Kode 4.4: Edit /etc/nsswitch.conf

# nano -w /etc/nsswitch.conf
(Edit baris hosts:)
hosts: files dns wins

Konfigurasi ClamAV

File konfigurasi yang akan digunakan telah ditentukan di smb.conf, yaitu /etc/samba/vscan-clamav.conf. Walaupun opsi-opsi ini telah diatur ke default, aksi untuk file yang terinfeksi tidak perlu diubah.

Daftar Kode 4.5: /etc/samba/vscan-clamav.conf

[samba-vscan]
; konfigurasi run-time untuk vscan-samba dengan clamd
; semua opsi telah diatur ke nilai default

; Jangan scan file berukuran lebih dari X bytes. Jika di-set ke 0
;(default), berarti fitur ini dimatikan (semua file di-scan)
max file size = 0

; Log semua akses file (yes/no). Jika di-set ke yes, semua akses akan
; di-log. Jika di-set ke no (default), hanya akses ke file terinfeksi yang akan
; di-log
verbose file logging = no

; jika di-set ke yes (default), file akan di-scan ketika dibuka
scan on open = yes
; jika di-set ke yes, file akan di-scan ketika ditutup (default adalah yes)
scan on close = yes

; jika komunikasi ke clamd gagal, haruskah akses ke file ditolak?
; (default: yes)
deny access on error = yes

; jika daemon gagal karena masalah kecil (file korup, dll.),
; haruskah akses ke file ditolak?
; (default: yes)
deny access on minor error = yes

; kirimkan pesan peringatan lewat layanan Windows Messenger ketika
; virus ditemukan?
; (default: yes)
send warning message = yes

; apa yang dilakukan terhadap file terinfeksi
; quarantine: coba mengkarantina direktori; hapus jika proses pemindahan gagal
; delete:     hapus file
; nothing:    biarkan
infected file action = delete

; di mana file terinfeksi akan diletakkan - anda harus menggantinya!
; harus berada pada perangkat fisik yang sama dengan share!
quarantine directory  = /tmp
; prefix untuk file di dalam karantina
quarantine prefix = vir-

; ketika Windows mencoba berkali-kali membuka file dalam waktu singkat
; samba-vscan menggunakan mekanisme file terakhir untuk mencegah diulangnya
; proses scan. Setting ini menentukan jumlah maksimal elemen dari daftar file
; yang baru digunakan. (default: 100)
max lru files entries = 100

; sebuah entri dihapus setelah melewati lru file entry lifetime (dalam detik).
; (Default: 5)
lru file entry lifetime = 5

; nama soket clamd (default: /var/run/clamd)
clamd socket name = /tmp/clamd

; nomor port yang digunakan oleh ScannerDaemon
oav port = 8127

Pada umumnya langsung menjalankan scanner virus ketika boot adalah ide bagus. Tambahkan ke runlevel default lalu jalankan servis clamd. Servis ini memiliki dua proses: freshclam menjaga database definisi virus tetap up-to-date, sedangkan clamd adalah daemon anti-virus. Pertama anda mungkin perlu mengeset path file log sesuai dengan kebutuhan anda.

Daftar Kode 4.6: Memeriksa lokasi file log

# vim /etc/clamd.conf
(Periksa baris "LogFile /var/log/clamd.log")
# vim /etc/freshclam.conf
(Periksa baris "UpdateLogFile /var/log/freshclam.log")
# vim /etc/conf.d/clamd
(Set "START_CLAMD=yes" dan "START_FRESHCLAM=yes")

Sekarang jalankan scanner virus.

Daftar Kode 4.7: Tambahkan clamd ke runlevel default lalu jalankan

# rc-update add clamd default
# /etc/init.d/clamd start

Konfigurasi CUPS

Ini sedikit lebih rumit. File konfigurasi utama CUPS adalah /etc/cups/cupsd.conf. Strukturnya mirip dengan file httpd.conf Apache, jadi sebagian dari anda mungkin sudah mengenalnya. Apa yang digarisbawahi pada contoh berikut adalah direktif yang perlu diganti:

Daftar Kode 4.8: /etc/cups/cupsd.conf

ServerName PrintServer          # nama printserver anda
ServerAdmin root@PrintServer    # user yang dikirimkan email dalam urusan printer, anda sendiri

AccessLog /var/log/cups/access_log # mungkin tidak perlu dirubah
ErrorLog  /var/log/cups/error_log  # tidak perlu dirubah juga

LogLevel  debug # hanya ketika menginstal dan menguji, selanjutnya harus dirubah ke
                # 'info'

MaxClients 100 # Penulis mengesetnya ke 1000000000 karena dulu, terdapat bug
               # pada aplikasi pengendalian CUPS dengan antarmuka interface, yang
               # membuat CUPS mengira sedang terjadi penyerangan DoS ketika penulis
               # mencoba mengatur printer dengan antarmuka web. aneh.

BrowseAddress @IF(eth0) # Ganti menjadi antarmuka jaringan internal anda

<Location />
Order Deny,Allow
Deny From All
Allow From 192.168.1.*  # alamat jaringan internal anda
                        # mis. 192.168.1.* akan mengijinkan koneksi dari semua host pada
                        # jaringan 192.168.1.0. Ganti sesuai kebutuhan anda
</Location>

<Location /admin>
AuthType Basic
AuthClass System
Allow From 192.168.1.*  # sama seperti di atas, ijinkan semua host pada
                        # jaringan 192.168.1.0 untuk melakukan koneksi dan tugas
                        # administrasi setelah melakukan otentikasi
Order Deny,Allow
Deny From All
</Location>

Edit /etc/cups/mime.convs untuk menghilangkan komentar pada beberapa baris. Perubahan pada mime.convs dan mime.types diperlukan agar CUPS dapat mencetak dokumen Microsoft Office.

Daftar Kode 4.9: /etc/cups/mime.convs

(Baris berikut ini terletak hampir di ujung file. Hapus tanda komentarnya)
application/octet-stream        application/vnd.cups-raw        0

Edit /etc/cups/mime.types untuk menghilangkan tanda komentar.

Daftar Kode 4.10: /etc/cups/mime.types

(Baris berikut ini terletak hampir di ujung file. Hapus tanda komentarnya)
application/octet-stream

CUPS harus dinyalakan ketika boot.

Daftar Kode 4.11: Menyiapkan servis CUPS

(Untuk menjalankan CUPS ketika boot)
# rc-update add cupsd default
(Untuk menjalankan atau me-restart CUPS sekarang)
# /etc/init.d/cupsd restart

Instalasi printer untuk dan dengan CUPS

Pertama, bukalah LinuxPrinting.Org untuk mencari dan mendownload file PPD untuk CUPS dan printer anda. Caranya, klik Printer Listings di bagian kiri. Pilih nama pembuat dan model printer anda dari menu, mis. HP dan DeskJet 930C. Klik "Show". Pada halaman selanjutnya, klik link "recommended driver" setelah membaca berbagai catatan dan info yang ada. Lalu download file PPD dari halaman selanjutnya setelah membaca catatan dan pemberitahuan di sana. Anda mungkin perlu memilih ulang pembuat dan jenis printer anda. Bacalah panduan cepat CUPS untuk mendapatkan bantuan tentang bekerja dengan CUPS.

Sekarang anda telah memiliki file PPD untuk printer anda untuk digunakan dengan CUPS. Tempatkan file tersebut di /usr/share/cups/model. File PPD untuk HP DeskJet 930C bernama HP-DeskJet_930C-hpijs.ppd. Sekarang anda perlu menginstal printer. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan antarmuka web CUPS atau perintah-perintah di konsol. Antarmuka web ada di http://PrintServer:631 jika CUPS sudah dijalankan.

Daftar Kode 4.12: Instal printer dengan perintah di konsol

# lpadmin -p HPDeskJet930C -E -v usb:/dev/ultp0 -m HP-DeskJet_930C-hpijs.ppd
# /etc/init.d/cupsd restart

Jangan lupa untuk mengeset printer yang anda miliki. Pastikan untuk memberikan nama yang benar (dengan argumen -p) (nama yang anda gunakan di konfigurasi Samba!) dan letakkan di path usb:/dev/usb/anu, parallel:/dev/anu atau device apapun yang anda gunakan untuk printer anda.

Sekarang anda sudah dapat mengakses printer anda dari antarmuka web dan mencetak halaman percobaan.

Instalasi driver printer Windows

Setelah printer anda berfungsi, saatnya untuk menginstal driver agar klien Windows dapat menggunakannya. Samba 2.2 memperkenalkan fitur ini. Masuklah ke server print di Network Neighbourhood, klik kanan printershare lalu pilih "connect" untuk mendownload driver yang diperlukan ke klien. Cara ini lebih mudah daripada harus menginstal driver printer secara lokal.

Ada dua set driver printer untuk keperluan ini. Pertama, driver PS Adobe yang bisa anda dapatkan dari Adobe (Driver printer PostScript). Kedua, driver PS CUPS yang bisa anda dapatkan dengan meng-emerge cups-windows. Paket ini masih bertanda ~arch, jadi mungkin anda harus menambahkannya ke /etc/portage/package.keywords terlebih dahulu. Kelihatannya hampir tidak ada perbedaan antara kedua driver ini, tetapi driver PS dari Adobe harus diekstrak dari sistem Windows karena berupa binari Windows. Proses mencari dan menemukan file-nya juga agak sedikit rumit. Driver CUPS juga memiliki sedikit lebih banyak opsi yang tidak dimiliki oleh driver Adobe.

HOWTO ini menggunakan driver CUPS untuk Windows. Installah dengan cara sebagai berikut:

Daftar Kode 4.13: Instalasi driver

# emerge -av cups-windows

Sekarang kita akan menggunakan cupsaddsmb yang disediakan oleh paket CUPS. Jangan lupa untuk membaca manualnya (man cupsaddsmb) agar anda dapat mengetahui driver Windows mana yang harus anda salin ke direktori CUPS. Setelah anda menyalin driver yang tepat, restart CUPS dengan menjalankan /etc/init.d/cupsd restart. Selanjutnya, jalankan cupsaddsmb seperti berikut:

Daftar Kode 4.14: Menjalankan cupsaddsmb

# cupsaddsmb -H PrintServer -U root -h PrintServer -v HPDeskJet930C
(Anda boleh mengganti HPDeskJet930C dengan "-a", yang akan meng-
"export all known printers".)
# cupsaddsmb -H PrintServer -U root -h PrintServer -a

Peringatan: Eksekusi perintah ini terkadang menyebabkan masalah. Bacalah semua isi thread ini untuk mendapatkan tips menangani masalah.

Berikut ini adalah error yang sering terjadi:

  • Nama host yang diberikan sebagai parameter untuk -h dan -H (PrintServer) terkadang tidak di-resolve dengan benar dan tidak dapat mengenal server print untuk interaksi CUPS/Samba. Jika ada error seperti Warning: No PPD file for printer "CUPS_PRINTER_NAME" - skipping! terjadi, hal pertama yang harus anda lakukan ialah mengganti PrintServer dengan localhost lalu coba lagi.
  • Perintah gagal dengan NT_STATUS_UNSUCCESSFUL. Pesan error ini sering tampil, tetapi bisa disebabkan oleh banyak hal. Pesan ini juga sayangnya tidak dapat banyak membantu. Satu hal yang perlu anda coba ialah mengeset security = user untuk sementara di file smb.conf. Setelah/jika instalasi selesai dengan sukses, anda harus mengembalikannya ke "share", atau apapun nilai yang anda gunakan sebelumnya.

Perintah tadi akan menginstal driver ke struktur direktori di dalam /etc/samba/printer. Direktorinya adalah /etc/samba/printer/W32X86/2/. File-file di dalamnya adalah 3 file driver dan file PPD, namanya diganti menjadi NamaPrinterAnda.ppd (nama yang anda gunakan untuk printer ketika anda menginstalnya (lihat di atas)).

Jika tidak ada kesalahan atau komplikasi lain, driver anda sekarang telah terinstal.

Menyelesaikan setup

Terakhir, setup direktori.

Daftar Kode 4.15: Perubahan terakhir yang diperlukan

# mkdir /home/samba
# mkdir /home/samba/public
# chmod 755 /home/samba
# chmod 755 /home/samba/public

Menguji konfigurasi Samba

Kita perlu menguji konfigurasi kita untuk memastikan semua telah kita atur dengan benar dan semua opsi yang kita gunakan paling tidak memiliki sintaks yang benar. Caranya dengan menjalankan testparm.

Daftar Kode 4.16: Menjalankan testparm

(Secara default, testparm memeriksa /etc/samba/smb.conf)
# /usr/bin/testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section "[printers]"
Global parameter guest account found in service section!
Processing section "[public]"
Global parameter guest account found in service section!
Loaded services file OK.
Server role: ROLE_STANDALONE
Press enter to see a dump of your service definitions
 ...
 ...

Menjalankan servis Samba

Sekarang atur Samba agar dijalankan setiap boot; lalu jalankan servisnya.

Daftar Kode 4.17: Setup servis Samba

# rc-update add samba default
# /etc/init.d/samba start

Memeriksa servis-servis

Saat ini, kita mungkin perlu memeriksa file log. Kita juga perlu melihat isi share Samba dengan smbclient.

Daftar Kode 4.18: Memeriksa share dengan smbclient

# smbclient -L localhost
Password:
(Anda seharusnya melihat daftar servis yang PANJANG di sini.)

5.  Konfigurasi Klien

Konfigurasi printer klien *nix

Tanpa memandang distro, satu-satunya yang anda butuhkan adalah CUPS. Lakukan proses yang sama/setara pada klien UNIX/Linux/BSD apa saja.

Daftar Kode 5.1: Konfigurasi sistem Gentoo

# emerge cups
# nano -w /etc/cups/client.conf
ServerName PrintServer      # nama server print anda

Itu saja. Tidak ada lagi yang perlu kita lakukan.

Jika anda hanya menggunakan satu printer, printer tersebut akan menjadi printer default anda. Jika server print anda mengatur beberapa printer, admin anda perlu menentukan printer mana yang akan menjadi printer default. Jika anda ingin menentukan printer lain untuk menjadi default untuk komputer anda sendiri, gunakan perintah lpoptions.

Daftar Kode 5.2: Menentukan printer default

(Melihat printer yang tersedia)
# lpstat -a
(Contoh output, bisa berbeda)
HPDeskJet930C accepting requests since Jan 01 00:00
laser accepting requests since Jan 01 00:00
(Menentukan HPDeskJet930C sebagai printer default)
# lpoptions -d HPDeskJet930C

Daftar Kode 5.3: Mencetak di *nix

(Dengan menentukan printer yang akan digunakan)
# lp -d HPDeskJet930C anything.txt
(Dengan printer default)
# lp foobar.whatever.ps

Bukalah http://printserver:631 dengan browser web di klien anda jika anda ingin mengatur printer-printer dan tugas-tugasnya dengan antarmuka web yang bagus. Gantikan printserver dengan nama komputer yang menjadi server print, bukan nama yang anda berikan untuk server print CUPS jika anda menggunakan nama yang berbeda.

Mount share Windows atau Samba di GNU/Linux

Catatan: Jangan lupa untuk menginstal net-fs/mount-cifs atau net-fs/samba pada komputer klien yang akan mengakses share.

Sekarang saatnya untuk mengkonfigurasi kernel agar mendukung smbfs. Karena penulis menganggap anda telah mengkompilasi paling tidak satu kernel, kita perlu memastikan apakah opsi-opsi yang diperlukan telah dipilih dengan benar di kernel. Demi kemudahan, jadikan semuanya sebagai modul. Menurut penulis, menggunakan modul-modul kernel adalah pilihan bagus dan harus selalu digunakan kapan dan dimanapun jika memungkinkan.

Daftar Kode 5.4: Dukungan kernel

CONFIG_CIFS=m

Lalu buatlah modulnya dan instal; masukkan dengan:

Daftar Kode 5.5: Load modul kernel

# modprobe smbfs

Jika modul telah di-load, kita bisa me-mount share Windows atau Samba. Gunakan mount, seperti penjelasan di bawah ini:

Daftar Kode 5.6: Mount share Windows/Samba

(Sintaks untuk me-mount share Windows/Samba adalah:
  mount -t cifs [-o username=xxx,password=xxx] //server/share /mnt/point
Jika kita tidak menggunakan password atau password tidak diperlukan)

# mount -t cifs //PrintServer/public /mnt/public

(Jika password diperlukan)
# mount -t cifs -o username=USERNAME,password=PASSWORD //PrintServer/public/mnt/public

Setelah anda me-mount share, anda dapat mengaksesnya seperti drive lokal biasa.

Konfigurasi Printer Untuk Klien Windows NT/2000/XP

Mudah sekali, hanya point-and-click. Masuklah ke \\PrintServer lalu klik kanan printer (HPDeskJet930C) dan klik "connect." Ini akan mendownload driver ke klien Windows dan semua aplikasi (seperti MS. Word atau Acrobat) akan menampilkan HPDeskJet930C sebagai printer yang tersedia untuk digunakan. :-)

6.  Catatan Akhir

Salam Perpisahan

Itu saja. Sekarang anda sudah memiliki lingkungan pencetakan yang bagus dan bersahabat untuk Windows dan *nix juga share yang bebas dari virus!

7.  Link-link dan Sumber-sumber

Link-link

Berikut ini adalah beberapa link yang mungkin bisa membantu anda men-setup, mengkonfigurasi dan mengatasi masalah dalam instalasi:

Mengatasi Masalah

Bacalahhalaman ini, bagian dari manual "Printing Support in Samba 3.0" Kurt Pfeifle. Banyak sekali tips berguna di sini! Pastikan juga untuk membacanya sebelum mengungkapkan masalah dan pertanyaan! Mungkin solusi yang anda cari sudah ada di sini.



Print

Diperbarui 20 Desember 2007

Versi asli dari dokumen ini terakhir diupdate 2 Maret 2011

Rangkuman: Setup, instalasi dan konfigurasi Server Samba di Gentoo yang membagikan file, dan printer tanpa perlu menginstal driver dan menyediakan scan virus otomatis.

Andreas "daff" Ntaflos
Author

Joshua Preston
Author

Dzikri Aziz
Translator

 Joshua Saddler
Editor

Donate to support our development efforts.

Copyright 2001-2012 Gentoo Foundation, Inc. Questions, Comments? Contact us.