Gentoo Logo

Panduan Instalasi dan Konfigurasi

Daftar Isi:

1.  Instalasi

Instalasi zsh

Untuk menginstal zsh di Gentoo, kita perlu meng-emerge paket app-shells/zsh (zsh itu sendiri) dan app-shells/zsh-completion (skrip-skrip pelengkap perintah zsh).

Daftar Kode 1.1: Emerge zsh

# emerge zsh zsh-completion

Memasuki zsh

Ketika anda menjalankan zsh untuk pertama kali, anda akan mendapatkan pesan berikut ini. Anda boleh melewatkan menu ini karena nanti kita akan menciptakan file init.

Daftar Kode 1.2: Melewati konfigurasi init

$ zsh
This is the Z Shell configuration function for new users, zsh-newuser-install.
You are seeing this message because you have no zsh startup files
(the files .zshenv, .zprofile, .zshrc, .zlogin in the directory
~).  This function can help you with a few settings that should
make your use of the shell easier.

You can:

(q)  Quit and do nothing.  The function will be run again next time.

(0)  Exit, creating the file ~/.zshrc containing just a comment.
     That will prevent this function being run again.

(1)  Continue to the main menu.

--- Type one of the keys in parentheses --- q

2.  Konfigurasi

Pendahuluan

Untuk membuka sesi tunggal zsh, jalankan perintah zsh, untuk solusi yang lebih permanen, bacalah bab Menyimpan Pengaturan. Setelah instalasi selesai, kelihatannya zsh masih sangat sederhana dan kegunaannya masih terbatas. Untuk merubahnya, kita perlu mengedit beberapa konfigurasi.

Advanced Tab-completion

Untuk mengaktifkan sistem tab-completion zsh yang terkenal itu, anda perlu menjalankan perintah berikut:

Daftar Kode 2.1: Mengaktifkan tab-completion

% autoload -U compinit
% compinit

Gaya dan penampilan default dari tab-completion sangat sederhana dan jelek. Jika anda ingin memperbaikinya, jalankan perintah-perintah berikut:

Daftar Kode 2.2: Memperbaiki gaya tab-completion

% zstyle ':completion:*:descriptions' format '%U%B%d%b%u'
% zstyle ':completion:*:warnings' format '%BSorry, no matches for: %d%b'

Command correction

Ada baiknya juga mengaktifkan auto-correction untuk perintah-perintah yang kita ketik:

Daftar Kode 2.3: Mengaktifkan command-correction

% setopt correctall

Prompt

Penampilan prompt kelihatannya masih membosankan, tetapi ini mudah sekali dirubah dengan beberapa langkah. Pertama, kita perlu menginisialisasi dukungan advanced prompt:

Daftar Kode 2.4: Mengaktifkan advanced prompts

% autoload -U promptinit
% promptinit

Sampel-sampel prompt yang tersedia bisa anda tampilkan dengan perintah prompt -p. Sekarang, kita dapat mengaktifkan salah satu pilihan kita:

Daftar Kode 2.5: Memilih sampel prompt

(Ganti gentoo dengan prompt pilihan anda)
% prompt gentoo

Catatan: Jika anda ingin bermain-main dengan prompt tanpa harus melihat dulu setiap prompt yang tersedia, anda dapat menggunakan prompt -l untuk melihat daftar prompt.

Pilihan lainnya adalah membuat prompt anda sendiri. Untuk melakukannya, anda memerlukan variabel lingkungan PS1.

Daftar Kode 2.6: Contoh prompt sederhana

% export PS1="[Test Prompt] > "
[Test Prompt] >

Selain mengijinkan kita untuk membuat prompt kita sendiri, zsh juga menyediakan banyak escape sequence agar kita dapat memasukkan informasi sistem ke prompt. Beberapa di antaranya adalah:

Sequence Tercetak
%T Waktu sistem (HH:MM)
%* Waktu sistem (HH:MM:SS)
%D Waktu sistem (YY-MM-DD)
%n Nama user anda
%B - %b Begin - end bold print
%U - %u Begin - end underlining
%d Direktori anda saat ini
%~ Direktori anda saat ini, relatif ke ~
%M Nama host
%m Nama host (dipotong sampai titik pertama)
%l tty anda saat ini

Escape sequence boleh anda tambahkan ke variabel lingkungan, PS1 dan zsh akan langsung membacanya.

Daftar Kode 2.7: Prompt yang lebih rumit

% export PS1="[%* - %D] %d %% "
[08:44:23 - 06-02-18] /home/username %

Rekaman

Sayangnya, konfigurasi default zsh di Gentoo tidak mengaktifkan dukungan rekaman dari perintah-perintah yang telah kita ketikkan. Karena bekerja di shell tanpa dukungan ini sangat menyebalkan, kita perlu menjalankan perintah-perintah ini:

Daftar Kode 2.8: Konfigurasi dasar untuk dukungan rekaman perintah

% export HISTSIZE=2000
% export HISTFILE="$HOME/.history"

(Rekaman perintah tidak akan disimpan tanpa perintah berikut)
% export SAVEHIST=$HISTSIZE

Untuk mencegah agar rekaman tidak menyimpan entri yang sama lebih dari satu kali (seperti ls -l yang dimasukkan berulang-kali dalam satu sesi shell), anda dapat menggunakan opsi hist_ignore_all_dups:

Daftar Kode 2.9: Menghindari rekaman perintah diduplikasi

% setopt hist_ignore_all_dups

Trik bagus untuk mencegah entri tertentu dicatat berulang-ulang adalah dengan mendahului perintah-perintah paling tidak dengan satu spasi.

Daftar Kode 2.10: Mencegah entri tertentu dicatat berulang-ulang

% setopt hist_ignore_space

(Perintah ini tidak akan dicatat. Perhatikan spasi di depannya.)
%  cat /proc/cpuinfo

Aturan-aturan lain

Anda dapat menggunakan opsi autocd jika anda tidak ingin berulang-kali harus mengetikkan perintah cd ketika anda ingin masuk ke direktori lain (misalnya dengan /etc tidak perlu cd /etc).

Daftar Kode 2.11: Menggunakan opsi autocd

% setopt autocd

Jika anda belum puas dengan globbing standar mirip bash, anda dapat menggunakan opsi extendedglob untuk mengaktifkan extended globbing (mirip dengan regular expressions).

Daftar Kode 2.12: Mengaktifkan extended-globbing

% setopt extendedglob

Setelah opsi tersebut diaktifkan, anda dapat menggunakannya semisal cp ^*.(tar|bz2|gz).

3.  Meyimpan Pengaturan

Meyimpan Pengaturan zsh

Setelah menyesuaikan zsh, ada baiknya kita menyimpan semua pengaturan in sebagai pengaturan default zsh di sistem. Salah satu caranya adalah dengan menulisnya di skrip /etc/zsh/zshrc. Atau, kita dapat menjadikannya sebagai aturan default untuk akun kita saja dengan mengedit ~/.zshrc.

Daftar Kode 3.1: Contoh zshrc

#!/bin/zsh

# completion
autoload -U compinit
compinit

# correction
setopt correctall

# prompt
autoload -U promptinit
promptinit
prompt gentoo

4.  Menjadikan zsh sebagai shell default

Opsi-opsi untuk pengguna yang memiliki hak root

Kita dapat mengganti shell untuk pengguna tertentu dengan perintah usermod.

Daftar Kode 4.1: Berpindah ke zsh secara permanen menggunakan usermod

# usermod -s /bin/zsh userlogin

Cara alternatif untuk pengguna non-root

Jika administrator sistem anda menolak untuk mengganti shell anda menjadi zsh, anda dapat memerintahkan bash untuk mengeksekusi zsh pada startup. Anda hanya perlu melakukan sedikit perubahan di file ~/.bashrc anda.

Daftar Kode 4.2: Contoh ~/.bashrc

(Tambahkan baris berikut ke ~/.bashrc)
exec zsh

Metode lain untuk mengganti shell adalah dengan menggunakan perintah chsh, (utilitas untuk mengganti shell login pengguna). Pengguna biasa hanya dapat mengganti shell login untuk akunnya sendiri. Sebagai root, anda dapat mengganti shell login semua pengguna

Daftar Kode 4.3: Berpindah ke zsh secara permanen menggunakan chsh

(Gantikan "username" dengan nama user anda)
$ chsh -s /bin/zsh username


Print

Diperbarui 18 Oktober 2006

Rangkuman: Panduan ini akan membantu anda menginstal dan mengkonfigurasi zsh dalam waktu singkat. Setelah membacanya, anda akan dapat memanfaatkan fitur-fitur zsh seperti advanced tab-completion, command correction dan prompt management.

Henryk Konsek
Author

Andrew Morritt
Author

Chris White
Editor

Peter Weller
Editor

Dzikri Aziz
Translator

Donate to support our development efforts.

Copyright 2001-2012 Gentoo Foundation, Inc. Questions, Comments? Contact us.